Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
215 . Kecewa ( Sebuah Penghianatan )


__ADS_3

Setelah menghembuskan nafas beratnya, Zahrana melanjutkan membaca isi pesan Aslan. Matanya yang terlihat sudah mulai redup dan mengantuk pun kini membola sempurna. Berkali-kali Zahrana beristighfar di dalam hatinya. Ia bingung harus berucap apa. Di saat ia telah merajut janji pada Yusuf lewat proses khitbah yang telah dilaluinya, tiba-tiba Aslan kembali muncul dalam hidupnya dan mengingat kembali masa lalu mereka.


📲 Aslan Abdurrahman Syatir : "Assalamu'alaikum, Ana. Apa kabar mu? maaf, aku kembali hadir menyapa hidup mu. Ana, sungguh ... malam ini aku tidak bisa memejamkan mataku. Aku tiba-tiba mengingat mu, mengingat tentang kita yang telah lalu. Jujur, sampai detik ini aku masih mengharapkan mu, An. Aku tidak bisa hidup tanpa mu, walaupun sekejap aku tidak bisa melupakan mu. Tiada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi mu di hatiku, selamanya tak kan pernah terganti."


📲 Aslan Abdurrahman Syatir : "Ana, sungguh engkaulah nafas hidupku. Detak jantung ini akan selalu berdetak jika hanya dengan mu, hanya dengan mu! Sungguh, tidak ada yang lain yang ku mau, hanya dirimu seorang Tsamirah Zahrana Az Zahra! ku mohon beri aku kesempatan kedua, jadilah wanita ku!"


📲 Aslan Abdurrahman Syatir : "Izinkan aku membasuh luka hati mu yang pernah ku goreskan kala itu. Maafkan diriku yang telah menyentuh mu dengan nafsu ku yang tak terkendali kala itu. Izinkan aku untuk menghalalkan mu Tsamirah Zahrana Az Zahra! kembalilah padaku untuk bersama mengukir janji kita yang sempat tertunda."


📲 Aslan Abdurrahman Syatir : "Ana, sungguh aku masih menyimpan semua helaian suratmu di brankas ku. Aku masih mengingat jelas akan janji kita yang pernah terungkap. Ana, menikahlah denganku, dan kupastikan dirimu akan menjadi wanita yang paling bahagia!"


📲 Aslan Abdurrahman Syatir : "Jika kau masih menghargaiku dan masih menganggap ku ada, temui aku di taman kota pekan depan. Di saat dirimu tidak ada kesibukan atau sedang libur kerja, sekitar jam 09.00 pagi. Sebab, aku sering menghabiskan waktu untuk lari pagi di sana setiap pekan. Aku tunggu kedatangan mu!" by : Aslan Abdurrahman Syatir.


"Astaghfirullah! kak Aslan, kenapa dirimu selalu hadir dan mengacaukan pikiran ku ketika aku dan kak Yusuf sedang merajut kebersamaan untuk melanjutkan hubungan ini menuju prosesi yang sakral. Kenapa kau tak henti-hentinya menyengsarakan jiwa ku!" bathin Zahrana dengan memijitkan kepalanya. Ia benar-benar pusing sebab selalu di kejar-kejar para lelaki dimana pun ia berada.


"Ya Allah, apa aku harus pindah ke planet mars? agar tidak ada yang mengejar-ngejar ku lagi!" bathin Zahrana setengah frustasi. Ia memilih untuk tidak membalas pesan Aslan. Tak peduli sebanyak apapun pesan cinta yang telah Aslan kirimkan untuknya, cukuplah diamnya menjadi tanda penolakannya terhadap sosok Aslan yang dulu pernah menjadi masa lalunya. Niat untuk membalas pesan tersebut benar-benar ia urungkan mengingat ia terlalu lelah melihat Aslan yang tidak pernah berhenti untuk mengejar dirinya dari sejak dahulu hingga sekarang.


"Aku capek, aku lelah!" Zahrana pun beranjak pergi dari kamarnya dan segera menuju kamar mandi guna mengambil air wudhu. Setelah itu ia pun terlelap dalam peraduannya, ia ingin melepas semua kepenatan jiwanya. Tak ingin lagi menghadapi masalah yang rumit. Dalam hatinya kini hanya ada sosok Amri Nufail Syairazy, sosok pemuda yang benar-benar telah mencuri segenap hati dan jiwanya tiada yang lain hanya Yusuf seorang.😊😘


***


Di kediaman keluarga Aslan Abdurrahman Syatir.


Aslan nampak gelisah, pasalnya sudah sampai jam 22.30 wib belum ada tanda-tanda Zahrana membalas pesannya. "Apa ia benar-benar menolak ku? apa tidak ada sedikitpun nama ku tertulis di hatinya?" bathin Aslan. Ia benar-benar kecewa atas sikap Zahrana yang kini nampak acuh padanya.


"Jangan salahkan aku Tsamirah Zahrana Az Zahra jika aku merenggut mu secara paksa! dengan cara apalagi aku harus mendapatkan mu!" bathin Aslan dengan mengacak kasar rambutnya.


Aslan benar-benar di landa frustasi oleh penolakan Zahrana yang berkali-kali terhadapnya.

__ADS_1


Semula Aslan berusaha untuk melepaskan dan mengikhlaskan Zahrana bersama yang lain.


Namun, semakin ia melupakan Zahrana dan mengikhlaskan Zahrana dengan yang lain, hatinya semakin sakit. Dadanya pun terasa sesak ketika mengetahui Yusuf telah kembali dari Kairo dan menemui Zahrana membuat perasaan Aslan tiba-tiba bergelora kembali terhadap Zahrana, ia menaruh rasa cemburu pada sosok Yusuf Amri Nufail Syairazy.


"Aku tidak akan membiarkan dirimu dekat dengan laki-laki manapun Tsamirah Zahrana Az Zahra! termasuk pemuda yang bernama Yusuf itu, kau harus menjadi milik ku seutuhnya!" bathin Aslan yang kini di penuhi amarah, benci, cinta dan dendam yang melebur menjadi satu dalam jiwanya yang kini rapuh.


***


Di sisi lain, tepatnya di hotel XX. Dua pasangan muda nampak bergelut dalam satu selimut. Menikmati indahnya syurga dunia, yang sangat memabukkan bagi keduanya. Mereka begitu menikmati adegan panasnya yang begitu menghangatkan tubuhnya.


Mereka terus bermain dengan indahnya menuju puncak nirwana, yang membuat jiwa mudanya semakin melayang tinggi menuju kenikmatan yang tiada taranya.


"Arghhh!" keduanya melenguh bersamaan, menikmati pelepasan yang sejak tadi mereka mainkan sehingga menciptakan sensasi yang sangat luar biasa yang belum pernah di rasakan oleh sang wanita seumur hidupnya.


Sang lelaki yang sudah pernah menikmati indahnya hasrat bercinta nampak terlihat biasa, namun tetap menikmati permainan yang ada. Ia hendak masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan tubuhnya setelah menuntaskan hasratnya. Namun, langkahnya tertahan ketika sang wanita menahan langkahnya.


"Kau mau kemana, sayang? jangan tinggalkan aku sendiri, aku masih membutuhkan kehadiranmu di sini!" ucap sang wanita dengan setengah berlari. Ia pun melingkarkan tangannya dan memeluk erat tubuh sang pria yang masih terlihat polos tanpa sehelai benang pun.


"Maaf, Del. Aku harus segera pergi! waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 wib. Besok pagi aku harus segera melangsungkan pernikahan dengan Nandini Sukma Dewi. Ku harap kau merahasiakan hubungan diantara kita!" sarkas Arjuna dengan melerai pelukan Adelia dari tubuhnya.


"Lalu, bagaimana dengan ku, Jun? kau telah menodai ku!" ucap Adelia dengan mata yang mulai memerah. Adelia menangis sebab kesuciannya telah terenggut oleh sosok Arjuna Restu Pamungkas yang memang sangat dicintainya.


"Bukankah kita melakukan hubungan ini atas dasar suka sama suka, Del. Kau yang menggoda ku untuk menyentuh mu. Kau pula yang memasukkan obat perangsang kedalam minuman ku? kita tidak perlu saling menyalahkan. Ini ATM pribadi ku, kau bebas menggunakannya sesuka hati mu. Namun, jangan coba merusak hari pernikahan ku dengan Nandini!" ancam Arjuna dengan meninggalkan Adelia yang masih diam terpaku. Semuanya memang salahnya, ia yang memancing singa lapar untuk memangsanya sesuka hati.


"Tapi Jun, aku tidak membutuhkan ini semua!" pekik Adelia. Namun, Arjuna telah melenggang masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah melewati malam panasnya dengan Adelia, ia tidak ingin meninggalkan jejak Adelia di tubuhnya agar tidak ada yang curiga padanya. Jika mereka telah melakukan hubungan terlarang.


Adelia menangis sesenggukan, mengenang jika kini dirinya tak suci lagi. Namun, semua itu memang murni kesalahannya sengaja menjebak Arjuna kedalam permainannya. Niat hati hanya ingin saling mencicipi hal-hal yang biasa saja. Namun, akhirnya ia pun terbawa suasana hingga kebablasan berujung melakukan hubungan terlarang di antara dirinya dan Arjuna.

__ADS_1


Arjuna sudah tampak rapi, ia pun hendak beranjak pergi dari hadapan Adelia Kencana Putri, ia khawatir dimarahi oleh orang tuanya sebab masih sempat keluyuran. Sedangkan besok ia akan segera menikah.


"Maafkan aku, Del. Aku pergi dulu!" ucap Arjuna dengan mengecup kening Adelia. Adelia pun kembali memeluk Arjuna.


"Berjanjilah padaku Jun, kau akan selalu ada di saat aku membutuhkan mu!" ucap Adelia dengan meneteskan air matanya.


"Aku akan datang untuk mu Adelia, namun untuk sekarang aku harus menyelesaikan perkara ku dulu!"


Arjuna pun melenggang pergi dari hadapan Adelia. Kini, tinggal Adelia seorang diri merenungi apa yang telah ia lakukan barusan, bersama Arjuna Restu Pamungkas.


***


Di kediaman Nandini, di kamarnya.


Cinta dan Kirana nampak menenangkan Nandini yang sedang gelisah. Sebab dari tadi nomor Arjuna tidak aktif-aktif. Berkali-kali Nandini menelfon calon suaminya itu. Namun, tetap saja nomornya tidak bisa di hubungi.


"Dirimu dimana, Hubby? kenapa tidak ada kabar dari sejak tadi?" Nandini nampak tidak tenang.


"Sudahlah Din, lebih baik kau istirahat dulu. Besok kau akan segera melangsungkan pernikahan dengan Arjuna, jangan sampai tenaga mu terkuras dan kau pun hilang semangat," ucap Cinta mengingatkan.


"Iya, Din. Siapa tahu Arjuna sedang sibuk. Handphonenya drop dan dicashger. Besok juga insyaAllah kalian pasti akan bertemu!" ucap Kirana memberikan semangat untuk Nandini.


Padahal, sebenarnya Arjuna sedang berduaan dengan wanita lain tanpa sepengetahuan Nandini.


Sebuah Penghianatan yang dilakukan Arjuna nampak masih tersimpan rapi. Entah apa jadinya jika Nandini mengetahui itu semua. Mungkin ia akan melakukan hal yang dapat membuat Arjuna dan selingkuhannya merasa jera dengan hubungannya.


Nandini nampak terlihat lelah dan tak berdaya, di temani oleh Cinta dan Kirana. Ia pun terlelap dalam heningnya angin malam, berharap besok bisa menyambut pagi dengan penuh rasa bahagia.

__ADS_1


☘☘☘


Untaian mutiara hikmah 👉"Hal yang paling menyedihkan tentang pengkhianatan adalah bahwa pengkhianatan itu tidak pernah datang dari musuhmu, melainkan dari orang terdekat mu. Pengkhianatan tidak hanya menghancurkan hatimu, tetapi juga menggelapkan jiwamu. Kamu tidak akan pernah melupakan rasa sakit seperti kabut yang selamanya tertinggal di lubuk hatimu. Pengkhianatan tidak pernah mudah ditangani dan tidak ada cara yang tepat untuk menerimanya. Saat kamu mengkhianati orang lain, sejatinya kamu juga mengkhianati dirimu sendiri."


__ADS_2