Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
65 . Virgantara Dinata Admaja


__ADS_3

Waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 08.00 wib.


Orang tua atau wali murid pun datang berbondong-bondong ke SMP Negeri 3 XX. Mereka tampak bersemangat untuk mengambilkan raport semester Putera dan Puteri mereka.


Nampak dari kejauhan hadirlah sosok pemuda yang tampak cool sekali dengan motor gede Yamaha RZR250R yang di kendarainya. Designnya di dominasi dengan warna merah putih, senada dengan helm yang di kenakan oleh pemuda tersebut. Ia memasuki pintu gerbang sekolah dimana tempat Zahrana bersekolah.


Pemuda tersebut mengendarai kuda besinya dengan gaya elegannya. Ia hendak memasuki area parkir sekolah. Para Siswi di buat takjub dan terperangah dibuatnya.


Tak terkecuali Zahrana dan teman-temannya.


"Maa syaa Allah ... amazing! dalam pikiran Zahrana. Namun, ia tidak ingin menampakkan kekagumannya, seperti halnya teman-temannya dan Siswi-siswi lainnya.


"OMG(Oh My God)!" pekik Nandini Sukma Dewi.


"Sempurna ... " ucap Cinta Kiara Khoirani.


"Wowww ... amazing!" ucap Fadhilah.


Sementara Hafidzah nampak tak tergoda dengan ketampanan pemuda tersebut. Walaupun banyak yang memuji ketampanannya, Hafidzah selalu berusaha menjaga hati dan pandangannya. Ia memang sulit tertarik dengan lelaki manapun. Ia berjanji akan membuka tirai hatinya, pada saat ia memiliki kekasih halalnya. Entah kapan kenyataan itu akan terjadi." Mungkin belasan tahun lagi setelah aku lulus study," cicit Hafidzah.


Sedangkan Kirana Larasati seperti biasanya, tetap dengan ekspresi datarnya. Hati Kirana telah terkubur mati, bersama cintanya terhadap Rivandra Dinata Admaja kekasih sahabatnya Zahrana yang sampai saat ini masih terus terpendam dihatinya. Entah sampai bila akan terungkap, hanya Kirana Larasati dan Sang Maha Penggenggam hati dan jiwa yang bisa mengetahui perasaan yang kini bertabur dihatinya.


Namun ... lamunan mereka semua buyar, sebab pemuda tersebut berjalan ke arah mereka. Pemuda tersebut sangat terlihat amazing sekali dengan kaca mata hitam yang ia kenakannya, juga dengan celana jeans polos lebar dimata kaki, dengan kemeja dan jaket jeans yang dikenakan tidak mengurangi kadar ketampanannya. Gaya trendy era 90 an. 😁😁😁


Zahrana dan teman-temannya, nampak terkesima dengan kharisma dan ketampanan pemuda tersebut.


"Dek, kelas mu dimana?" sapa pemuda tersebut pada Rivandra Dinata Admaja.


Rivandra nampak tertegun sejenak.


"Dasar kak Virgantara, dimana-mana suka tebar pesona! awas saja jika dia berani menggoda wanita ku," bathin Rivandra.


"Ehemm ... " Rivandra berdehem sejenak.


"Kak Virgan, Ayah mana? kok kakak yang mengambil Raport ku?" tanya Rivandra pada kakaknya Virgantara.


"Ayah lagi sibuk mengurus bisnis pertambangannya dengan Om Sastrawan, Ayah Arjuna. Hari ini kakak yang akan mewakili mu untuk mengambil Raport semester mu dan juga raport Arjuna," ujar Virgantara dengan gaya cool-nya.


Pandangan Virgantara tampak tertuju pada Zahrana dengan rambut hitam bergelombang tergerai dengan indahnya.


Zahrana tertunduk malu ketika melihat pandangan Virgantara tertuju padanya. Virgantara tidak mengetahui sama sekali jika Zahrana adalah teman istimewa adiknya Rivandra Dinata Admaja. Sebab, ternyata Rivandra backstreet ... lantaran ia tidak ingin di ketahui oleh keluarganya jika ia telah menempuh jalan pacaran di usianya yang baru menginjak 15 tahun.


Rivandra dan kakaknya terpaut usia 4 tahun ... Virgantara sendiri kini berusia 19 tahun.

__ADS_1


Menyadari jika tatapan kakaknya Virgantara tertuju pada wanitanya. Rivandra sengaja mencairkan suasana.


"Teman-teman, perkenalkan ini kakak ku! Virgantara Dinata Admaja ," ujar Rivandra.


Hari ini raport semester ku dan Arjuna akan diambil oleh kakak ku Virgantara," ujar Rivandra memecahkan keheningan.


"OMG ... jadi, Virgantara adalah kakak dari kak Rivandra Dinata Admaja!" pekik Fadhilah tiba-tiba. Sehingga membuat teman-temannya terperanjat dengan pekikan Fadhilah.


Sementara, Virgantara melemparkan senyuman manisnya pada Fadhilah. Tak ayal ... rona wajah Fadhilah tiba-tiba bersemu merah. Jantung Fadhillah tiba-tiba terasa berdegup kencang.


"Ya Allah ... perasaan apa ini? Kenapa jantung ku tidak bisa di ajak kompromi? jangan bilang jika ini yang namanya getaran asmara, seperti yang di rasakan oleh Zahrana, Nandini Sukma Dewi dan Cinta Kiara Khoirani kepada masing-masing pasangannya?" Fadhilah terus bermonolog dalam hatinya.


Menyadari tingkah aneh Fadhilah, Hafidzah refleks menggenggam jemari tangan teman sebangkunya.


Hafidzah mengerlingkan matanya pada Fadhilah, sebagai bahasa isyarat agar sahabatnya Fadhilah lebih menjaga pandangan dan ucapannya pada Virgantara Dinata Admaja, kakaknya Rivandra Dinata Admaja.


Zahrana yang dari sejak tadi diam tak bergeming, akhirnya membuka suaranya.


"Kak Virgantara, perkenalkan kami semua adalah adik kelas sekaligus temannya kak Rivandra Dinata Admaja. Senang bertemu kakak," ujar Zahrana memecah kecanggungan.


Mendengar ucapan Zahrana yang lembut dan rona wajahnya yang terpancar indah dan penuh dengan pesona. Tak ayal, jantung hati Virgantara bagaikan terperangkap oleh jaring-jaring rasa yang bermain-main dihatinya. Ia pun terhipnotis dengan pesona dan keanggunan Zahrana.


"Sempurna ... bak Dewi yang turun dari kayangan. Dari pahatan manakah dirimu diciptakan, wahai Bidadari kecil yang cantik nan mempesona?" bisik hati Virgantara. Ia merasakan getaran yang hebat ketika menatap wajah ayu Zahrana.


"Ya Allah ... Jangan sampai kak Virgan terpesona dengan Zahrana," pikir Rivandra.


Nandini pun tertunduk malu dan segera melerai genggaman tangannya dari Arjuna Restu Pamungkas, yang kini telah berstatus pacarnya. Ia merasa tak enak hati, sebab Nandini menyadari jika usia Virgantara 19 tahun sepantaran Kakaknya Aslan Abdurrahman Syatir, membuat Nandini terbesit rasa malu mengingat Virgantara adalah sepupu kekasihnya Arjuna. Juga kakak laki-laki dari Rivandra Dinata Admaja, teman istimewanya Zahrana.


"Iya, kak. Ini pacar ku 'Nandini Sukma Dewi'." Arjuna nampak memperkenalkan Nandini sebagai pacar barunya kepada Virgantara Dinata Admaja. Ia nampak bahagia sekali karena telah menunjukkan tanda kepemilikannya pada seluruh dunia. Jika Nandini benar-benar teman istimewanya.


"Ya Ampun ... aku baru tahu jika kak Virgantara adalah sepupunya Arjuna, kakak dari Rivandra Dinata Admaja." Terbesit rasa malu dihati Nandini sebab tadi sempat berteriak histeris mengagumi ketampanan Virgantara.


***


Para Orangtua atau wali murid kini berbondong-bondong berdatangan menuju ruang kelas anak-anaknya masing-masing.


Orangtua Fadhilah, Hafidzah dan Cinta Kiara Khoirani juga Kirana Larasati sudah datang. Mereka berempat segera mengajak Orangtuanya untuk segera memasuki ruang kelas mereka, yang mana Wali kelas mereka adalah Bu Zulis guru mata pelajaran Agama Islam.


Tinggallah Zahrana bersama Nandini Sukma Dewi. Hendak menunggu kedatangan Orangtua atau wali mereka tepat di pintu gerbang.


Zahrana dan Nandini di temani oleh Rivandra, Arjuna juga Virgantara yang masih setia mendampingi mereka.


Selang berapa menit kemudian, hadirlah sosok yang mereka tunggu-tunggu.

__ADS_1


Zahrana dan Nandini pun di buat terperangah sebab Aslan Abdurrahman Syatir membonceng Ayah Zahrana, Buya Harun Al Aziz. Sebab, Buya Harun tidak mempunyai kendaraan motor kecuali Sepeda Ontel tuanya.


Jika ingin menempuh perjalanan jarak jauh,Buya Harun dan keluarga harus menumpangi kendaraan umum.


Kebetulan ... ketika sedang menunggu Bis,Buya Harun tidak sengaja berpapasan dengan Aslan Abdurrahman Syatir. Jadilah Aslan menawarkan Buya Harun untuk ikut bersamanya, lantaran searah menuju SMP Negeri 3 XX.


"Ya Ampun, calon mertua dan menantu datang berbarengan," cicit Nandini seraya tersenyum lebar, melihat kedatangan Kakaknya bersama Buya Harun. Ayahnya Zahrana.


Zahrana pun segera menghamburkan diri kedalam pelukan Ayahnya. Ia pun bergelayut manja di lengan Ayahnya. Ia hendak mengajak ayahnya memasuki ruang kelasnya untuk segera mengambil Raport semesternya.


Begitu pula dengan Nandini. Ia tidak kalah manjanya ketika berhadapan dengan kakaknya.


"Ayo kak, kita ke kelas! Para wali murid sudah sejak tadi berkumpul di kelas. Pasti sebagian murid-murid sudah di bagikan nilai rapornya," ujar Nandini kegirangan.


Aslan meng-iyakan ucapan adiknya, pandangannya pun tidak sengaja menatap sekilas ke arah Zahrana, begitupun Zahrana. Meskipun sedang bersama Ayahnya, ia pun mencuri pandangan ke arah Aslan Abdurrahman Syatir kekasihnya.


Kemudian Zahrana balik melirik ke arah Rivandra Dinata Admaja. Jantung Zahrana terasa berdebar. Ia khawatir akan ketahuan jika mendua hati.


Namun, ekspresi Rivandra biasa saja. Begitu pula dengan Aslan, mereka tidak menyadari jika Bidadari kecil di hadapannya telah menduakan cinta mereka.


Di tengah kebersamaan Nandini bersama Kakaknya Aslan, juga Zahrana bersama Ayahnya Buya Harun. Tampaklah Virgantara, Rivandra dan Arjuna menatap mereka penuh arti."Keluarga yang sejahtera dan penuh cinta," pikir mereka.


Pandangan Virgantara tertuju pada Aslan Abdurrahman Syatir, yang sedang memakirkan motor gedenya, hatinya tampak riang gembira karena bertemu dengan sosok Aslan, yang ternyata teman satu kampusnya.


"Aslan ... kau disini juga?" sapa Virgantara.


"Maa syaa Allah ... Virgantara Dinata Admaja. Apa kau juga sedang ingin mengambil Raport adikmu juga?" tanya Aslan.


"Iya, perkenalkan ini adik kandung ku Rivandra Dinata Admaja. Dan ini adalah Arjuna Restu Pamungkas, saudara sepupu ku," ucap Virgantara.


Rivandra dan Arjuna pun menunduk pelan dan segera menyalami Aslan Abdurrahman Syatir.


Aslan tersenyum penuh arti pada Arjuna, sebab sebelumnya pernah bertemu di Toko Sembakonya, disaat Arjuna ingin membeli bensin motornya. Dengan modus ingin mendekati Nandini adiknya.


Dan ... kini Aslan pun mengetahui, jika Arjuna dan Nandini adiknya sudah jadian.


Namun, tidak dengan Rivandra Dinata Admaja. Dia baru sekali ini bertemu dengan Aslan Abdurrahman Syatir. Mereka sama-sama tidak menyadari jika mencintai Bidadari kecil yang sama. Yakni, Tsamirah Zahrana Az Zahra.


Zahrana dan Nandini saling melemparkan pandangan, jantung mereka terasa ingin copot melihat interaksi antara kedua kekasih Zahrana, Aslan dan Rivandra. Mereka khawatir dengan kemungkinan yang akan terjadi jika ketahuan Zahrana telah menduakan cinta mereka.


Kembali kepada Aslan dan Virgantara, mereka berdua pun saling merangkul satu sama lain. Mereka nampak bahagia bisa bersua disini, di tempat yang sama. Diluar rutinitas kampus mereka.


"Sungguh ... Aku tidak menyangka kita dapat bersua disini,'' ujar Virgantara Dinata Admaja dengan binar mata bahagia sebab bertemu dengan teman kampusnya.

__ADS_1


Akhirnya, mereka semua berjalan berombongan menuju kelasn masing-masing, guna mengambil raport semester Zahrana dan teman-temannya.


Dan tak lupa pula, Virgantara, Rivandra dan Arjuna menyalami Buya Harun, Ayah Zahrana. Kemudian mempersilahkan Buya Harun untuk berjalan duluan, sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua dari mereka.


__ADS_2