Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
216 . Pernikahan Dini


__ADS_3

Kicauan burung mulai bersahutan, langit pun telah menampakkan warna cerahnya menyambut mentari pagi yang akan segera terbit menyinari jagat semesta. Bunga-bunga pun mulai bermekaran menampakkan kelopaknya yang indah, harum semerbak mewangi bagi siapapun yang menikmati akan panoramanya. Tetesan embun pagi pun masih terlihat bening menyejukkan hati dan jiwa meresapi setiap tetesannya, begitulah perasaan Nandini saat ini. Ia merasa bahagia menyambut hari pernikahannya.


Nandini yang kini sedang di rias oleh seorang Mua ternama, nampak anggun dan menawan dengan balutan gaun pengantin yang dikenakannya.


"Maa syaa Allah, kau sangat cantik sekali, Nak!" ucap Ibu Ratna Anjani dengan mengecup kening putrinya.


"Terimakasih, Bu!" Nandini memeluk lembut ibunya. Begitu pun ibu Ratna Anjani ia nampak menyayangi putrinya.


Nandini nampak tersenyum bahagia, ia melihat dirinya dalam pantulan cermin. Ia sangat terpukau melihat penampilannya yang sangat berbeda dihari persandingannya.


"Maa syaa Allah, riasannya sungguh cantik dan menawan sekali!" bathin Nandini. Ia merasa tidak sabaran menunggu kedatangan sang calon suami yang sangat dirindukannya, sebab dari semalam sampai sekarang tidak ada kabar beritanya. Membuat Nandini sempat gelisah.


Namun, kegelisahannya kini terobati, ketika mendapat kabar jika Arjuna Restu Pamungkas dan keluarganya akan segera datang 10 menit lagi, membuat jantung Nandini semakin berdebar-debar.


Ibu Ratna Ratna Anjani, Ayah Anjasmara dan Aslan Abdurrahman Syatir telah bersiap-siap menyambut kedatangan Arjuna Restu Pamungkas dan keluarganya. Mereka berjalan beriringan menuju keluar ruangan, Nandini nampak anggun dengan gaun pengantin maroon yang dikenakannya, semua orang nampak terpukau melihat kecantikan Nandini yang kini berhiaskan make up pengantin sebagai pelengkap keanggunan yang kini terpancar indah dari wajah ayunya.



Semua orang merasa terpukau dengan keanggunan Nandini yang kini berbalut gaun pengantin yang menghiasi keindahan tubuhnya.


"Maa syaa Allah, ia cantik sekali laksana ratu!" pekik orang-orang yang kini menyaksikan kecantikan dan keanggunan Nandini. Mereka pun mengabadikan foto-foto Nandini dalam ponsel masing-masing.


Foto grafer pun tidak henti-hentinya, mengabadikan foto-foto Nandini bersama keluarganya. Selang berapa menit kemudian mobil yang dikendarai Arjuna Restu Pamungkas dan keluarga, telah tiba di kediaman keluarga Nandini. Mobil berkelas yang di hiasi bunga berbentuk hati itu pun telah tiba di dekat pintu gerbang khusus menyambut kehadiran para tamu undangan.



Nandini yang didampingi oleh Ayah dan ibunya juga kakaknya Aslan, kini nampak keluar rumah memasuki area tenda pelaminan, mereka pun segera menyambut kedatangan keluarga Arjuna Restu Pamungkas didekat pintu gerbang yang telah dihiasi bunga-bunga riasan pengantin, mereka nampak menyambut hangat kehadiran Arjuna dan keluarga.



"Assalamu'alaikum, wahai calon besan dan calon menantu kami!" ucap Om Sastrawan Pamungkas dengan senyuman yang penuh bahagia ketika anak semata wayangnya menikah dengan Nandini Sukma Dewi. Gadis manis yang terkesan metal dan sangat bar-bar, namun sangat menarik hati.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi!" keluarga Nandini menyambut baik kedatangan keluarga Arjuna. Mereka menyambut dengan ucapan salam yang lebih sempurna sebagai salam penghormatan.


Dua keluarga yang kini sedang berbaur menjadi satu keluarga itu pun kini tampak saling menyalami dan merangkul. Mereka segera menuju tempat yang telah dipersiapkan untuk memulai ijab qobul Nandini dan Arjuna. Semua orang nampak terpukau melihat pesona dan ketampanan Arjuna yang kini telah berganti dengan jas pengantin yang serasi dengan gaun yang di kenakan oleh Nandini Sukma Dewi sang mempelai wanita.

__ADS_1



Arjuna dan Nandini saling memandangi satu sama lain, keduanya nampak tersenyum bahagia menunggu prosesi akad nikah mereka yang akan segera dilaksanakan. Keluarga kedua belah pihak pun nampak telah berkumpul guna melangsungkan pernikahan putra dan putri mereka.


Tetangga sekitar, juga yang lainnya sudah berkumpul untuk menyaksikan ijab qobul Nandini dan Arjuna.


Pak penghulu pun nampak menyampaikan khutbah nikah untuk kedua mempelai, ayah Zahrana Buya Harun Al Aziz sebagai sesepuh desa pun turut hadir guna menjadi saksi pernikahan Nandini dan Arjuna atas undangan Ayah Anjasmara.


Ibu Ratna Anjani, meskipun sangat membenci Zahrana, ia nampak berbesar hati menjadikan Buya Harun menjadi salah satu saksi pernikahan Dini anaknya. Mengingat mulianya nama Buya Harun dimata masyarakat.


"Wahai ananda Arjuna Restu Pamungkas, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Puteri dari bapak Anjasmara Wardhani yang bernama Nandini Sukma Dewi dengan mas kawin 100 gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!" ucap Pak Penghulu mewakili pernikahan Nandini dan Arjuna yang memang telah di serahkan oleh Ayah Anjasmara kepada wali hakim untuk mewakili pernikahan anaknya.


Meskipun terlihat sedikit gugup, bagi Arjuna yang memang terkenal dengan sifat playboy dan arogannya, cukup dengan satu tarikan nafas ia pun dengan mudah mengikrarkan janji suci tersebut.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nandini Sukma Dewi binti Anjasmara Wardhani dengan yang tersebut dibayar tunai!" ucap Arjuna dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi?" tanya wali hakim tersebut.


"Sah!"


"Sah!"


"Sah!"


Nandini meneteskan air mata bahagianya, Arjuna yang melihat istrinya menangis. Ia pun memandangi wajah cantik nan ayu itu pun dengan penuh cinta, ia ingin mengusap air mata Nandini. Namun, bayangan bercumbu dengan Adelia Kencana Putri yang dulu pernah menjadi masa lalunya, kini hadir kembali mengacaukan hati, dan jiwa juga masa depannya.


"OMG, dia benar-benar telah merusak hati dan pikiran ku!" bathin Arjuna dengan mengingat kembali kisah cintanya semalam bersama sosok Adelia Kencana Putri, yang kini hadir kembali mewarnai hari-harinya ketika ia sedang merajut janji suci dengan sosok Nandini Sukma Dewi yang kini telah resmi menjadi istrinya.


Arjuna nampak termangu, sampai akhirnya pundaknya di tepuk oleh Tante Rentika, ibunya Arjuna. Barulah Arjuna tersadar dari lamunannya.


"Nak, jangan melamun! cepat kenakan cincin pernikahan kalian di jemari tangan istrimu, beserta kalung emasnya!" titah Ibu Arjuna, Tante Rentika.


"Ma-af, i-iya Bu!" ucap Arjuna gelagapan. Ia pun segera menyematkan cincin perkawinannya dijemari tangan istrinya. Berikut dengan kalung emas yang berbentuk hati segera ia pasangkan di leher Nandini istrinya.


Nandini pun menyalami tangan suaminya, begitu pun Arjuna setelah kesadarannya telah terkumpul sempurna bahwa kini ia telah resmi menjadi suami Nandini Sukma Dewi, ia pun segera mengecup lembut kening istrinya.

__ADS_1


Keduanya pun nampak tersenyum dan saling memandang satu sama lain, entah kenapa ketika melihat Arjuna nampak termenung dan gelagapan membuat Nandini seolah merasa gelagat aneh dari Arjuna yang kini telah menjadi suaminya.


"Ada apa dengan Mas Juna? kenapa ia seperti tidak berkonsentrasi? apa yang sedang dipikirkannya?" bathin Nandini bertanya-tanya, namun ia berusaha untuk setenang mungkin, ia tidak ingin terlihat gusar. Mengingat ini adalah hari bahagianya. Nandini terus menampakkan senyumnya, ia berusaha menampakkan rasa bahagia di hadapan semua yang hadir menyaksikan ijab qobulnya tersebut.


Nandini dan Arjuna pun segera berdiri dan menyalami kedua orang tua mereka dengan seksama, semua nampak terharu dan berurai air mata. Kebahagiaan nampak terpancar dari kedua belah pihak keluarga. Namun, tidak dengan Nandini dan Arjuna, mereka nampak tenggelam dengan pikiran masing-masing.


Dahulu sebelum menikah, zaman ketika awal mula mereka berpacaran, rasa itu begitu membuncah di hati keduanya. Getaran asmara itu begitu bergejolak dalam jiwanya, namun entah mengapa kini semua seolah-olah merenggang semenjak keduanya melakukan hubungan diluar pernikahan, hingga berujung Nandini mengandung benih Arjuna di rahimnya, membuat keduanya seolah-olah hilang rasa, apalagi semenjak Nandini bertemu kembali dengan Zainal Abidin membuat Nandini menjadi gamang. Begitupun dengan Arjuna, semenjak bertemu kembali dengan Adelia Kencana Putri seorang yang pernah menjadi masa lalunya, tepatnya mantan pacarnya yang kini hadir kembali mewarnai kehidupannya, membuat Arjuna kembali terjerat dengan pesona mantan pacarnya tersebut.


Arjuna pun kembali melakukan kesalahan fatal dengan bermain hati dengan mantan pacarnya tersebut, dan parahnya keduanya pun telah melakukan hubungan terlarang, Arjuna kembali ke masa lalunya yang kelam. Jiwa playboy-nya yang dulu sempat punah setelah berpacaran dengan Nandini, kini pun janji yang pernah ia ucapkan terhadap Nandini terlerai sudah. Arjuna berkhianat, ia telah tega bermain hati dibelakang Nandini Sukma Dewi. Tepatnya berselingkuh dengan WIL ( Wanita Idaman Lain ) selain Nandini Sukma Dewi.


Entah apa jadinya pernikahan Dini dan Arjuna nantinya, jika Nandini mengetahui jika Arjuna mendua.😢😢


***


Suasana di resepsi pernikahan Dini dan Arjuna kini terlihat sangat meriah. Mereka berdua nampak serasi duduk bersanding di pelaminan. Para tamu undangan semakin banyak berdatangan di tengah alunan musik yang terus didendangkan oleh sebuah grup musik Starlie Band yang di sewakan oleh Nandini dan keluarga nampak menemani hilir mudiknya tamu undangan yang datang dan pergi menghadiri resepsi pernikahan Dini saat ini.


Dari arah pintu gerbang tempat penerimaan tamu undangan nampaklah rombongan teman-teman sekolah Nandini Alumni SD, SMP dan SMA datang berduyun-duyun menghadiri pernikahan Dini. Mereka pun memberikan do'a dan Restu untuk pernikahan Nandini dan Arjuna saat ini.


Ada yang mengabadikan foto-foto mereka bersama Nandini menggunakan ponsel masing-masing sebagai kenang-kenangan.


Arjuna dan Nandini nampak bersikap seolah-olah keduanya nampak begitu serasi dan bahagia. Walaupun sebenarnya keduanya nampak tidak nyaman entah apa sebabnya, hati mereka seolah resah dan gelisah.


Keresahan dan kegelisahan itu semakin bertambah-tambah, ketika hadir sosok yang begitu teramat berarti dalam kehidupan mereka. Meskipun tidak bisa memiliki namun rasa itu telah tumbuh dan bersarang di hati Nandini ketika melihat sosok Zainal Abidin, hadir bersama Dokter Rufaidah Al Aslamiyah dengan bergandeng tangan mesra membuat Nandini bertanya-tanya dalam hatinya. Entah kenapa hatinya tiba-tiba merasa sakit ketika melihat Zainal bersama wanita lain, sedangkan ia sendiri telah bersuami dan sedang duduk bersanding di pelaminan. Nandini tidak tahu jika Zainal dan Rufaidah adalah adik kakak.


"Ya Allah, siapa gerangan yang menjadi partner Zainal? mengapa mereka terlihat sangat mesra!" bathin Nandini dengan memandangi Zainal dari kejauhan.


"Astaghfirullah! bukankah itu dokter Rufaidah? dokter spesialis kandungan ku! kenapa ia pergi bersama Zainal? apa mereka ada hubungan khusus? benarkah Zainal menyukai wanita dewasa? apa aku tidak salah lihat? " bathin Nandini, dengan berbagai macam pertanyaan yang tak terjawab.


Nandini berusaha melawan perasaan yang berkecamuk di hatinya, agar tidak fokus pada Zainal dan Rufaidah semata. Saat menikmati hari bahagianya saat ini Nandini berusaha untuk mengusai dirinya agar tidak berburuk sangka terhadap kedua anak muda yang kini berjalan perlahan menuju pelaminannya.


Jantung hati Nandini nampak berdetak kencang, ketika melihat sosok Zainal yang kini hampir memasuki area pelaminannya.


"Ya Allah, ada apa dengan jantung hatiku? kenapa aku menjadi seperti ini?" bathin Nandini yang mulai gamang dengan perasaannya sendiri.


🌴🌴🌴

__ADS_1


Untaian mutiara hikmah 👉"Setiap pengkhianatan dimulai dengan kepercayaan.Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dikecewakan oleh satu orang yang kamu pikir tidak akan pernah menyakitimu. Bahkan kehilangan dan pengkhianatan bisa membuat kita sadar. Lebih baik memiliki musuh yang dengan jujur ​​mengatakan bahwa mereka membencimu."



__ADS_2