
"Mari silahkan masuk ke kamar tamu!" tunjuk Fardhan pada salah satu kamar tamu yang bersebelahan dengan kamar Zahrana.
Zaid pun mengikuti langkah Fardhan Arkhan.
"Terimakasih, Mas!" ucap Zaid dengan menerobos masuk ke dalam kamar yang telah di sediakan khusus untuknya.
"Selamat malam, tuan muda! kau jangan macam-macam, di sebelah mu adalah kamar adik ipar ku, Tsamirah Zahrana Az Zahra. Karena keadaan darurat aku terpaksa mengizinkan mu menginap di tempat ku! ini pun atas permintaan istriku Sabrina!" ucap Fardhan yang sengaja menggoda Muhammad Zaid Arkana.
"Insya Allah ... aku tidak akan macam-macam Mas Fardhan Arkhan. Kau keluar lah, aku ingin istirahat!" ucap Zaid dengan menutup pintu kamarnya.
Fardhan pun terkekeh dan segera meninggalkan Zaid di kamar khusus tamu.
Zaid pun merebahkan tubuhnya yang nampak lelah setelah seharian penuh bolak-balik kota S dan desa XX.
Zaid mengambil ponselnya, ia pun segera menghubungi Ummi Aisyah, ia ingin mengabarkan kepada Ummi Aisyah jika ia tidak bisa pulang dan menginap di rumah sahabatnya Fardhan Arkhan.
📞 "Assalamu'alaikum, Ummi."
📞 "Wa'alaikumsalam warahmatullahi, Nak. Ada apa? kamu dimana sekarang?
📞 "Maaf, Ummi ... malam ini Zaid tidak bisa pulang. Zaid menginap di rumah teman, Umm. Disini sejak tadi hujan deras."
📞 "Baiklah Nak, di sini pun cuacanya sedang hujan juga. Kamu istirahat yang cukup, besok pulang cepat ya? jangan kemana-mana, Toko Buah dan Boutique Colection kita di kota S tolong di pantau ya, Nak! kemungkinan besok Ummi sama Abi hendak mengunjungi Toko Buah dan cabang Aisyah Boutique Colection kita yang ada di Kota P. Sudah satu Minggu Ummi sama Abi tidak memantau perkembangan bisnis kita disana!"
📞 "Iya, Umm. Insya Allah besok pagi Zaid akan memantau Toko Buah dan Boutique Colection kita yang ada di sini. Zaid hendak istirahat dulu, Umm."
📞 "Iya, Nak. Selamat malam, jaga kesehatannya! Ummi tutup dulu telfonnya. Assalamu'alaikum!"
📞 "Iya, Ummi. Wa'alaikumsalam warahmatullahi!"
Zaid mengakhiri percakapannya dengan Umminya. Ia pun hendak memejamkan matanya, namun ia tiba-tiba merasakan ingin membuang hajatnya. Ia pun keluar dari kamarnya, dan berjalan menuju arah dapur yang berdekatan dengan toilet.
"Ya Allah ... baru saja hendak terlelap, pakai kebelet pula!" gumam Zaid sambil menguap menutup mulutnya dengan netranya yang sudah setengah terpejam.
Dengan gerakan setengah berlari Zaid berjalan menuju dapur, pandangan mata yang tidak fokus sebab di dera rasa kantuk yang amat sangat. Lampu di dapur memang menggunakan pencahayaan redup ketika dimalam hari. Ia tidak melihat ke kiri dan kanan, ia hanya fokus untuk mencari toilet yang ia lupa-lupa ingat di bagian mananya.
"Brukkkk!"
"Awww!" Zaid menubruk tubuh sintal dan kenyal dihadapannya di tengah pencahayaan yang remang, di mana seseorang yang ia tabrak hendak mengambil stok cemilan didalam kulkas.
Seketika keduanya pun hilang keseimbangan, dengan posisi gadis bertubuh sintal tersebut berada di atas tubuh Zaid. Yang membuat suasana nampak tegang pasalnya sesuatu di dalam sana tiba-tiba berdiri tegak ketika tubuh sintal dan kenyal itu menimpa tubuhnya.
__ADS_1
Ditengah cahaya yang temaram, keduanya pun membolakan mata dengan sempurna, kantuk dan rasa ingin buang hajat dari dalam diri Muhammad Zaid Arkana pun tiba-tiba tertahan ketika netranya pun saling beradu pandang dengan sosok gadis cantik nan mempesona yang kini berada di atas tubuhnya.
"Kak Zaid, Kau?" pekik Zahrana dengan menatap lekat wajah manis nan imut milik Muhammad Zaid Arkana.
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, kau?" pekik Zaid tak kalah kagetnya. Jantung hatinya pun terasa bertalu-talu ketika menatap manik mata indah milik Zahrana.
"Maa syaa Allah ... Laa Haula walla quwwata illah billah! Allahu Akbar ... " Zaid tak berkedip memandang wajah bidadari cantik nan alami yang kini berada tepat di atas tubuhnya.
"Maa syaa Allah ... Bidadari syurga atau kah Puteri yang turun dari kahyangan kah yang ada di hadapanku ini? Ya Allah ya Rabbi ... betapa sempurnanya Engkau ciptakan sosok wanita dihadapan ku ini ya Rabb, maafkan hamba atas segala dosa dan zinah mata ini!" bathin Zaid. Berulang-ulang kali Zaid berusaha menguasai biduk hawa nafsu yang kini sedang menggerogotinya.
Zaid menelan salivanya, ketika ia merasakan benda kenyal nan padat dihadapannya terekspos dengan sempurna menimpa tubuhnya.
Tubuh Zaid seolah terangsang oleh rengkuhan tubuh sintal dan padat milik Zahrana. Senjata ampuhnya pun tiba-tiba berdiri tegak seolah-olah menunggu muara kesejukan untuk melengkapi hasrat jiwanya yang terpendam saat ini.
Namun, Zaid berusaha meredam keinginan birahinya yang hampir goyah oleh pesona dan kecantikan alami Zahrana.
Katakanlah, pada saat itu Zahrana hanya mengenakan gaun tidur YOU CAN SEE selutut berwarna merah menyala. Sehingga menampakkan lekuk tubuhnya yang begitu terekspos dengan sempurna. Siapa pun yang memandangnya kala itu mungkin akan tergoda karenanya.
Meskipun di tengah cahaya lampu yang redup, tetap saja pesona yang tidak biasa tampak dalam diri Zahrana pun, tak ayal benar-benar membuat sosok Muhammad Zaid Arkana terasa terbang ke alam nirwana.
Senjata pamungkasnya yang ia jaga selama kurun waktu 25 tahun ini, memang benar-benar bangkit dengan sendirinya. Baru sekarang ia merasakan gairah lelakinya membuncah hebat, aliran darahnya pun terasa berdesir dan perlahan merambat mengaliri setiap denyut nadinya. Urat syarafnya pun terasa menegang, ingin rasanya ia menuntaskan segala hasratnya yang terpendam saat ini pada sosok bidadari yang benar-benar telah menghipnotis dirinya dengan keanggunan dan seribu pesonanya.
Zaid refleks membalikkan tubuhnya, dan mengungkung tubuh Zahrana dengan posisi ia kini berada di atas tubuh Zahrana.
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, aku benar-benar tidak kuat lagi menahan birahiku. Maafkan aku!" ucap Zaid dengan mendekatkan bibirnya pada bibir ranum Zahrana yang benar-benar telah membuatnya mabuk kepayang dari sejak tadi.
Zahrana yang masih terbuai oleh suasana di tengah hening malam dan terpaan angin yang berhembus, juga hujan deras di sertai kilatan petir yang menyambar membuat Zahrana tiba-tiba refleks menarik tubuh Zaid yang masih berada di atas kungkungannya.
"Duarrrr ... duarrr ... duarrr!" bunyi kilatan petir menggelegar membelah angkasa, membuat Zahrana menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Zaid.
"Kak Zaid, Zahra takut mendengar bunyi kilatan petir itu!" ucap Zahrana dengan tetap menyembunyikan wajahnya diceruk leher Muhammad Zaid Arkana.
Zahrana tidak menyadari jika ia tidak mengenakan hijab dan sedang mengenakan gaun tidur YOU CAN SEE miliknya. Pasalnya, ketika keluar dari kamarnya ia tidak tahu jika Zaid menginap di rumah kakaknya Sabrina.
Zahrana pikir, sudah tengah malam pasti semua anggota keluarganya. Sabrina juga kakak iparnya Fardhan Arkhan sudah terlelap. Begitu pun keponakannya Yumna dan Shaka pun sudah terlelap dalam mimpi indahnya.
Jadilah, Zahrana keluar dari dalam kamarnya dengan bebas tanpa mengenakan hijab. Rasa lapar yang menderanya, membuatnya spontan menuju dapur untuk mengambil cemilan guna mengisi perutnya yang kosong dan lapar.
Susu jahe hangat dan pisang goreng yang dibelikan oleh Muhammad Zaid Arkana untuk dirinya pun belum ia sentuh, lantaran ia menghempaskan tubuhnya dahulu di kasur miliknya ketika pulang dari kediamannya di desa XX.
Zaid yang semula telah terbuai oleh pesona Zahrana pun, seketika mengalihkan pandangannya dari Zahrana. Aksinya yang ingin mencium bibir ranum nan menggoda itu pun gagal total oleh pekikan Zahrana seiring dengan menggelegarnya dentuman suara petir yang membelah angkasa.
__ADS_1
"Subhanallah ... Astaghfirullah! hampir saja aku goyah oleh bidadari bermata indah dihadapan ku ini!" bathin Muhammad Zaid Arkana dengan menarik nafasnya secara perlahan.
"Alhamdulillah ... Astaghfirullah lewat bunyi petir yang menggelegar untuk yang kedua kalinya aku terselamatkan dari nafsu bejat ku ini!" gumam Zaid berulang-ulang ketika ia membayangkan jika dirinya tiba-tiba menelusuri setiap inchi tubuh sintal Zahrana.
"Apa yang aku pikirkan, dasar piktor!" umpat Zaid pada dirinya sendiri.
"Aku tidak boleh berlama-lama berduaan di sini dengan Zahrana aku hampir saja goyah menahan birahiku sendiri!" bathin Zaid dengan segera bangkit dari tubuh Zahrana.
Namun, Zahrana masih memejamkan matanya dan memeluk pundak Zaid dengan eratnya sehingga membuat Zaid susah untuk bangkit dari atas kungkungan tubuh indah milik Zahrana.
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, bidadari yang cantik dan mempesona! sampai kapan kau akan terus memeluk ku seperti ini? tidak kah kau menyadari jika perbuatan mesum mu ini dapat membangkitkan sesuatu di bawah sana!" ucap Zaid dengan berbisik kecil di telinga Zahrana. Membuat Zahrana membolakan matanya secara sempurna.
"Astaghfirullah ... tidakkkk!" pekik Zahrana dengan mendorong tubuh Muhammad Zaid Arkana agar segera bangkit dari atas tubuhnya.
Wajah Zahrana tampak bersemu merah menahan gejolak rasanya, pasalnya ketika Zaid berada di atas tubuhnya ia tidak bisa menampikkan perasaannya. Ia pun merasakan senjata ampuh milik MZ Arkana yang sedang berada dibawahnya seperti hidup dan berdiri tegak. Namun, Zahrana dengan segala kepolosannya, tidak memahami itu semua.
"Segera kembali ke kamar mu! lain kali ketika keluar kamar, jangan lupa kenakan hijab mu dengan sempurna. Agar kau pun selamat dari pandangan mata liar!" ucap Zaid dengan memalingkan wajahnya dari hadapan Zahrana.
Zaid benar-benar meredam nafsu birahinya yang hampir goyah oleh sebab pesona bidadari cantik yang kini terekspos sempurna di hadapannya.
Zaid pun segera berjalan menuju toilet dan meninggalkan Zahrana yang masih mematung di tempatnya.
Zahrana nampak tertunduk malu ketika ia menyadari tubuhnya terekspos sempurna dihadapan pria yang bukan mahramnya.
"Ya Allah ... ampunilah hamba atas segala dosa dan keteledoran hamba-Mu ini ya Rabb!" bisikan hati Zahrana. Ia benar-benar malu terhadap apa yang baru saja di alaminya.
🌷🌷🌷
Untaian mutiara hikmah 👉 "Semakin kuat dorongan hawa nafsu yang menyuruhmu berbuat dosa, semakin besar pula pahala yang akan kamu peroleh dari meninggalkan dosa tersebut karena Allah. Hasrat duniawi menjadi sedikit seiring keimanan yang tumbuh lebih besar. Memiliki hawa nafsu buruk itu manusiawi. Melawan dorongan hawa nafsu, itulah seorang Muslim.
🌾
🌾
🌾
Sambil menunggu update selanjutnya, author punya rekomendasi karya bagus untuk mu, Kak. Tentunya dengan cerita yang tak kalah seru dan menariknya.😊😘😘
Judul karyanya : Pewaris Untuk Musuh
Authornya : As Cempreng
__ADS_1