Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
161 . Kegilaan Arjuna Restu Pamungkas


__ADS_3

"Akan lebih baik untuk saling memaafkan dan berlapang dada bukan semakin memantik api dalam sekam, sejatinya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri dengan apa yang dimilikinya. Ingat! Allah adalah zat yang membolak balikkan hati, Allah mempunyai cara tersendiri dalam menyatukan orang yang berjodoh dengan yang tak berjodoh dan Allah pun punya wewenang tersendiri untuk memisahkan seseorang dengan orang yang tak berjodoh."


"Boleh jadi hari ini kita bisa memiliki orang yang kita cintai dengan cara yang tidak patut, namun Allah maha melihat, ketika Dia hendak menetapkan sesuatu cukuplah Dia mengucapkan satu kata KUN FAYAKUN! jadi lah maka terjadilah ia, dengan satu hentakan nafas saja akan tidak mungkin sesuatu yang kita miliki pun lepas dari dalam genggaman dan berpaling hati pada yang lain!" ucap Zahrana dengan untaian kata-katanya yang ditujukan pada Arjuna yang sengaja memantik api amarah dari seorang Zainal Abidin.


Semua yang hadir di sana nampak terkesima dengan ucapan Zahrana. Tak terkecuali Arjuna Restu Pamungkas, ia benar-benar tertohok dengan ucapan Zahrana.


"Berani-beraninya kau memojokkan ku Tsamirah Zahrana Az Zahra! tunggu pembalasan ku, kau akan bertekuk lutut di bawah kakiku. Aku Arjuna Restu Pamungkas tidak akan membiarkan seorang pun di dunia ini yang dapat menginjak-injak harga diriku!" bathin Arjuna dengan menatap nyalang ke arah Zahrana.


Arjuna menarik pergelangan tangan Nandini dan menjauh dari pandangan Zahrana dan teman-temannya. Ia pun segera menuntun Nandini untuk masuk ke dalam mobil miliknya.


"Kak Virgan ini kunci mobil ku! dan kau Rangga ambil kunci motor Nandini yang ada pada asisten Si Kutu Buku itu! Aku tidak sudi apa yang telah menjadi milik ku di miliki oleh orang lain! kau bawakan motor Nandini ku, jangan biarkan mereka mengambil alih tanda kepemilikan ku!" ucap Arjuna Restu Pamungkas dengan sifat arogannya yang mulai terlihat dari nada bicaranya.


ya, semenjak bersua dan berhubungan kembali dengan Adelia Kencana Puteri sifat Arogan dalam diri Arjuna kembali terlihat. Ia pun berbuat sesuai kemauannya, merasa selalu berkuasa dengan apa yang dimilikinya. Terbesit dalam hati dan pikiran Arjuna ingin secepatnya menjadikan Nandini Sukma Dewi untuk secepatnya menjadi miliknya seutuhnya.


Arjuna ingin menjadikan Nandini sebagai tawanan cinta pertamanya, dan Adelia Kecana Puteri sebagai kekasih gelapnya. Ia pun terbesit ingin menodai kesucian hati Tsamirah Zahrana Az Zahra yang barusan telah berani menohok hatinya dengan ucapan yang Zahrana tujukan padanya.


"Awas kau Tsamirah Zahrana Az Zahra setelah menikah dengan Nandini Sukma Dewi, aku akan meluluhlantakkan keangkuhan mu!" bathin Arjuna dengan gemuruh dendam berkabut noda dihatinya.


"Dan kau Nandini Sukma Dewi, kau akan menjadi tawanan cinta ku! sedangkan Adelia Kencana Puteri akan menjadi wanita simpanan ku!" bathin Arjuna dengan seringai liciknya.


Arjuna semakin bobrok akal pikirannya, ia kembali ke masa lalu kelamnya menjadi sosok pemuda Sang Playboy Kelas Kakap yang pernah ia sandang dari sejak SMP dulu.


Arjuna benar-benar telah di butakan oleh rasa cinta yang semakin menyesatkan hati dan jiwanya.


Kegilaan Arjuna Restu Pamungkas semakin menjadi-jadi, ia bahkan berani mencium bibir Nandini Sukma Dewi didalam mobil miliknya yang di kendarai oleh Virgantara Dinata Admaja.


"Lepas Hubby! kau sudah gila!" ucap Nandini dengan mendorong tubuh Arjuna.


"Aku memang gila, Nandini Sukma Dewi. Gila karena cinta mu!" ucap Arjuna dengan tatapan penuh nafsu pada Nandini yang terlihat tidak nyaman dengan perlakuan Arjuna terhadapnya. Apalagi di dekat mereka masih ada Virgantara yang fokus menyetir mobil milik Arjuna.

__ADS_1


Jika bukan memikirkan Arjuna yang sedang cidera, Virgantara merasa ogah untuk menuruti keinginan saudara sepupunya yang sangat arogan tersebut.


"Hubby, lepaskan! atau aku akan loncat dari mobil ini? aku seperti tidak mengenal mu lagi, kau berubah!" ucap Nandini dengan meninggikan oktaf suaranya.


"Kau yang berubah honey! semenjak kau bertemu dengan Si Kutu Buku itu, kau berubah. Kau jadi semakin sulit untuk di sentuh!" ucap Arjuna dengan emosi tinggi.


Nandini terdiam sejenak, ia pun mencerna kalimat yang di ucapkan oleh Arjuna. Benar rasa dihatinya memang 75% kini pun berpaling pada sosok Zainal Abidin yang santun dan lembut.


Terhadap Arjuna Restu Pamungkas, memang rasa itu perlahan terkikis apalagi dengan sikap arogan yang semena-mena ditunjukkan oleh Arjuna terhadapnya membuat Nandini semakin ilfeel dengan sosok Arjuna.


Namun, karena keterikatan adanya hubungan khusus diantara mereka berdua, sehingga menyebabkan janin tertanam di rahim Nandini. Membuat Nandini menguburkan semua rasa cinta dihatinya terhadap sosok Zainal, sehingga ia pun lebih memilih Arjuna untuk menjadi pendamping hidupnya.


Kendati pun Arjuna tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya, sebenarnya sosok Zain bisa menggantikan sosok Ayah untuk benih yang di kandung Nandini.


Namun, Nandini tidak ingin melemparkan tanggungjawab yang seharusnya di pikul oleh Arjuna tiba-tiba menjadi beban untuk sosok Zainal Abidin.


Kini, Nandini pun telah menyadari semua kekeliruannya.


"Nasi sudah menjadi bubur!" bathin Nandini dengan tertunduk lesu.


"Kenapa kau diam? kenapa kau tak bicara? berarti benar kau jatuh hati pada si kutu buku itu!" bentak Arjuna sehingga membuat Nandini terperanjat mendengar ucapannya.


Begitu pun dengan Virgantarq yang sedang fokus menyetir, daun telinganya seakan pekak oleh suara bariton Arjuna.


"Kamu salah paham, By. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Zainal. Kami pun bertemu baru hari ini. Ia menolong ku di rumah sakit, ketika aku hampir tumbang lantaran kepala ku tiba-tiba pusing dan darah ku tiba-tiba rendah," ucap Nandini penuh kejujuran.


"Iya, kenapa kau tidak menunggu ku? kenapa kau malah pergi sendirian dengan mengendarai motor matic mu, jika terjadi apa-apa dengan calon bayi kita bagaimana? setelah ini, jangan pernah lagi kau bersua dengan si kutu buku itu! kau akan menjadi milik ku seutuhnya!" ucap Arjuna berbisik nakal di telinga Nandini Sukma Dewi. Hingga membuat tubuh Nandini terasa meremang.


Virgantara yang dari sejak tadi menjadi pendengar setia, akhirnya pun membuka suaranya.

__ADS_1


"Arjuna Restu Pamungkas, tahan pergerakan mu. Tetap duduk di tempat mu, hormati Nandini Sukma Dewi sebagai seorang wanita! kau tak pantas berbuat mesum di dalam mobil seperti ini!" ucap Virgantara penuh penegasan, sehingga mampu membungkam mulut Arjuna.


Arjuna pun menggeserkan tempat duduknya, menjaga jarak dari Nandini Sukma Dewi.


"Awas kau Honey, ku pastikan setelah menikah dengan ku, kau benar-benar akan menjadi tawanan cinta ku. Dan ku pastikan dirimu tak kan bisa berjalan lagi!" bathin Arjuna dengan hasratnya yang menggebu-gebu.


Dapat dipastikan jika kegilaan Arjuna Restu Pamungkas semakin menjadi-jadi. Nafsu bejatnya benar-benar telah mematikan hati nurani dan akal sehatnya.


"Ya Allah ... ya Rabbi, kuatkan lah hati hamba dalam melewati semua proses ujian ini!" bathin Nandini Sukma Dewi dengan hati yang teriris oleh hubungannya dengan Arjuna Restu Pamungkas yang kini terasa berat untuk ia menjalaninya.


Namun, demi sosok malaikat kecil yang tak berdosa di rahimnya, Nandini rela untuk meneruskan hubungannya dengan Arjuna melewati sebuah ikatan cinta yang halal, yakni PERNIKAHAN.


🌷🌷🌷


Pencerahan 👉"Nafsu hanya bertahan sementara, karena ia pembosan dan tak pernah puas, tapi keindahan hati seorang wanita adalah pendamai yang mengokohkan jiwa laki-laki. Aku jauh lebih baik melihat ras manusia musnah daripada kita menjadi lebih buruk dari binatang dengan menjadikan ciptaan Tuhan paling baik, wanita, sebagai objek nafsu kita."


💮


💮


💮


Setelah menunggu update selanjutnya, mari mampir ke karya author besti yang tentunya tak kalah menarik dan seru ya, kak😊😘


Judul Karyanya : CEO and The Twin


Nama Authornya : Ingflora


__ADS_1


__ADS_2