
"Nak, dengarkan Ummi baik-baik! wanita Sholihah yang hendak Ummi kenalkan pada mu itu adalah sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra yang kini berada di hadapan mu. Jadi, kamu sudah mengenalnya?" tanya Ummi Yasmin dengan senyuman bahagia yang menghiasi wajahnya.
"Maa syaa Allah ... ternyata sosok wanita muslimah yang Ummi maksudkan itu adalah sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra?" tanya Yusuf dengan binar mata bahagia.
"Benar sekali, Nak. Jadi kau tidak menolak jika Ummi menjodohkan mu dengan wanita shalihah ini?" tanya Ummi Yasmin dengan menyentuh bahu Zahrana. Membuat Zahrana menunduk malu.
"Tentu saja Yusuf tidak menolak, Ummi. Karena sebenarnya wanita yang ada dihadapan kita ini adalah orang yang sama. Ia Zahra anak Buya Harun Al Aziz Ummi. Nama lengkapnya Tsamirah Zahrana Az Zahra, sosok wanita Sholihah yang sejak dahulu dijodohkan oleh Buya Harun dan Abi Farhan dengan Yusuf Ummi," ucap Yusuf dengan mata berbinar. Ia benar-benar bahagia sebab ternyata sosok wanita yang akan dijodohkan oleh Umminya, ternyata orang yang sama.
"Astaghfirullah! Ummi baru mengetahuinya, maafkan Ummi ya, Nak? Ummi sama sekali tidak tahu jika nama panjang Zahra anak Buya Harun adalah Tsamirah Zahrana Az Zahra. Ternyata sosok wanita yang kita sebutkan itu adalah sosok orang yang sama," ucap Ummi Yasmin dengan binar wajah bahagia.
"Iya, Ummi. Alhamdulillah ... skenario Allah sangat luar biasa, sungguh Yusuf benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengan Zahrana disini, dan yang paling membuat Yusuf bahagia, ternyata Zahrana adalah sosok yang ingin Ummi kenalkan untuk Yusuf. Semoga Allah meridhoi semuanya Ummi," ucap Yusuf dipenuhi rasa syukur atas segala takdir yang telah dituliskan oleh Allah Subhanahu wata'alla untuk dirinya.
"Aamiin, Nak. Sesungguhnya, Ridhonya orang tua adalah Ridhonya Allah juga. Ummi bangga pada mu, Nak!" ucap Ummi Yasmin dengan mengusap punggung putranya.
Yusuf pun tunduk patuh pada Umminya, "Semua ini berkat do'a tulus Ummi untuk Yusuf, sehingga Yusuf bisa berdiri seperti sekarang ini. Yusuf bersyukur punya Ummi," ucap Yusuf dengan memeluk penuh kasih Umminya.
Zahrana yang baru mengetahui jika Ummi Yasmin adalah orang tua Yusuf, seketika hatinya pun dipenuhi rasa haru dan bahagia mendapati jika Ibu dari sosok pemuda yang ia cintai adalah sosok wanita Sholihah yang sangat taat pada Agama.
Ada rasa malu dilubuk hati Zahrana mengingat dirinya yang masih jauh dari kata sempurna. Melihat interaksi antara ibu dan anak itu membuat Zahrana merasa sangat takjub dan terkesima.
"Maa syaa Allah ... jadi, Ummi Yasmin adalah Ibu dari kak Yusuf?" bathin Zahrana mengatupkan mulutnya dengan kedua tangannya. Wajah Zahrana seketika tertunduk malu, ia benar-benar merasa malu terhadap Ummi Yasmin, sebab dari sejak awal berjumpa dengan Yusuf tadi, ia belum sempat menyalami Ummi Yasmin. Sebab, dirinya mengira jika Ummi Yasmin hendak membeli sesuatu di Aisyah Boutique Collection, seperti biasanya.
Yusuf pun memperkenalkan Ummi Yasmin pada Zahrana. "Zahra, ini Ummi Yasmin. Ummi kakak, ia adalah sosok bidadari tak bersayap yang sangat kakak sayangi dan kakak hormati. Karena do'a beliaulah kakak bisa berdiri seperti sekarang ini, insya Allah diri mu akan menjadi wanita yang paling bahagia jika berada didekat Ummi ku!" ucap Yusuf penuh penghayatan.
Zahrana nampak terkesima mendengarkan penuturan Yusuf, ia pun menyalami Ummi Yasmin. Begitu pun Ummi Yasmin, ia nampak antusias menyambut sosok Zahrana, dalam hatinya mengharapkan Zahrana menjadi calon mantunya.πππ
__ADS_1
Ummi Yasmin merangkul Zahrana, di kecupnya kening Zahrana, sehingga membuat Zahrana merasa nyaman berada di dekat Ibu dari pemuda yang sangat dicintainya itu.
Zahrana merasa terharu dan bahagia mendapati Ummi Yasmin yang insya Allah akan menjadi mertuanya tersebut, begitu penuh kasih terhadapnya. Berbeda sekali dengan ibu Ratna Anjani, ibunya Aslan Abdurrahman Syatir dahulu, begitu galak dan sangat membencinya hingga detik ini.
"Ya Allah ... betapa beruntungnya wanita yang bisa berdampingan dengan mu kak Yusuf, ibu mu begitu baik sekali. Benar, kata kak Yusuf. Aku akan menjadi wanita yang paling bahagia jika memiliki dan berdekatan dengan Ummi Yasmin. Ya Allah, izinkan hamba dan kak Yusuf bisa berjodoh ya Allah. Aamiin ya Rabb," bathin Zahrana dengan sejuta pengharapan.
Semantara Muhammad Zaid Arkana yang sejak tadi kebingungan melihat interaksi antara Zahrana dan Yusuf juga Ummu Yasmin, akhirnya ia pun terhenyak dari keterpakuannya.
"Jadi, dia sosok pemuda yang selama ini dinantikan oleh Zahrana? dan Ibu itu adalah orang tuanya Yusuf?" bathin Zaid ketika melihat kebersamaan dan pertemuan yang tanpa sengaja antara Yusuf dan Zahrana juga Ummi Yasmin.
"Ya Allah ... betapa perihnya hatiku, melihat dirimu bersamanya Tsamirah Zahrana Az Zahra!" bathin Zaid dengan memalingkan wajahnya dari hadapan Zahrana dan Yusuf.
Raut wajah Zaid yang tampak murung pun tertangkap indera penglihatan Ummi Yasmin.
"Apakah pemuda itu juga memiliki rasa terhadap Zahrana? siapa sebenarnya pemuda itu? ada hubungan apa pemuda itu dengan Zahrana?" bathin Ummi Yasmin.
"Maaf, Ummi. Kak Yusuf, perkenalkan ini Kak Muhammad Zaid Arkana. Ia pemilik dari Aisyah Boutique Collection tempat di mana saya bekerja saat ini!" ucap Zahrana dengan seksama.
Yusuf pun segera menyalami dan merangkul Muhammad Zaid Arkana.
"Apa kabar akhi? Saya Yusuf Amri Nufail Syairazy!" ucap Yusuf terlihat sangat bersahabat.
"Alhamdulillah, sehat. Saya Muhammad Zaid Arkana." Zaid pun menjawab pertanyaan Yusuf Amri Nufail Syairazy dengan ekspresi wajah datar.
Namun, Yusuf tetap terlihat santun dan berwibawa. Tidak sedikitpun, ia memiliki rasa dan pikiran yang buruk terhadap orang lain. Sekalipun, orang yang baru di kenalnya.
__ADS_1
"Terimakasih, sudah memperkenankan Zahrana untuk bekerja di sini, Akhi. Maaf, karena kelancangan saya yang tiba-tiba datang kemari. Saya tidak bermaksud untuk mengganggu rutinitas Zahrana di tempat kerjanya. Kami bertemu di sini tanpa sengaja," terang Yusuf. Agar Zaid selaku atasan tidak salah paham.
Zaid pun hanya mengangguk pelan, ia berusaha menahan gejolak dihatinya. Zaid benar-benar diresapi rasa cemburu terhadap sosok Yusuf Amri Nufail Syairazy yang memiliki tempat istimewa di hati Zahrana.
Ummi Yasmin yang mengetahui gelagat Muhammad Zaid Arkana yang nampak cemburu dan tidak suka dengan kedekatan putranya dengan Zahrana pun segera mencairkan suasana.
"Nak, sepertinya setelan gamis ikhwan yang model itu cocok sekali untuk mu. Biar Ummi pilihkan untukmu ya, Nak!" ucap Ummi Yasmin dengan memilih gamis untuk Yusuf.
"Yusuf mengikuti saja, apa maunya Ummi? sebab pilihan Ummi pasti yang terbaik," ucap Yusuf dengan bahasa santunnya.
Zahrana pun melayani Ummi Yasmin, keduanya pun tampak akrab. Sedangkan Yusuf masih bercengkrama dengan Zaid.
Namun, Zaid merasa tidak nyaman. Hatinya terasa tergores oleh belati tajam, ia tidak ingin berlama-lama bercengkrama dengan Yusuf. Sumpah demi apapun, Zaid berusaha mencari cara untuk menghindari Yusuf. Semakin ia melihat dan mendengar kesantunan Yusuf, semakin hati Zaid diwarnai oleh rasa cemburu buta yang semakin merusak kebeningan hatinya.
"Maaf, saya tinggal dulu ada keperluan mendesak yang hendak aku lakukan!" ucap Zaid dengan berusaha meredam rasa kecewanya.
"Iya, silahkan akhi!" ucap Yusuf dengan tetap berlaku sopan santun terhadap Zaid. Ia sama sekali tidak berpikir jika Zaid cemburu padanya.
Namun, belum sempat Zaid melangkahkan kakinya keluar dari Aisyah Boutique Collection. Langkah Zaid pun terhenti, ketika indera penglihatannya tak sengaja melihat seorang wanita muda yang terlihat cantik dan energik dengan hijab dan seragam putih, lengkap dengan atribut yang dikenakan olehnya. Wanita muda tersebut tampak kompak berjalan beriringan dengan seorang pemuda berkaca mata hitam dengan setelan jasnya, hendak masuk ke dalam Boutique milik Muhammad Zaid Arkana.
"Assalamu'alaikum ... " sapa sang wanita tersebut, membuat Zaid terhenyak dari keterpakuannya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi, benarkah itu dirinya!" bathin Zaid dengan rasa tak percaya, atas apa yang dilihat olehnya.
π±π±π±
__ADS_1
Untaian mutiara hikmah π "Patahkan wajahku, punggungku, lenganku, leherku. Tapi, tolong, jangan menghancurkan hatiku. Sungguh menyakitkan ketika Anda memiliki seseorang di hati Anda, tetapi Anda tidak dapat memiliki mereka dalam pelukan Anda. Cinta tak berbalas adalah kutukan tak terbatas dari hati yang kesepian. Terkadang lebih baik diam daripada memberi tahu orang lain apa yang kamu rasakan, karena sangat menyakitkan ketika kamu mengetahui bahwa mereka dapat mendengarmu, tetapi mereka tidak dapat mengerti. Menunggumu seperti menunggu hujan di musim kemarau, yang tidak berguna dan mengecewakan." ( Muhammad Zaid Arkana_Mengsedihππ)