
Adelia segera bangkit dari dekapan Mang Selamet, "Dasar tua-tua keladi, tua-tua semakin menjadi!" umpat Adelia dengan menepuk-nepuk tubuhnya yang sempat di dekap oleh Mang Selamet.
Mang Selamet tersenyum lebar menampakkan gigi ompongnnya, membuat Adelia semakin ilfeel melihatnya.
"Maaf, Neng. Mamang hanya ingin menyelamatkan Neng geulis, Neng cantik pisan!" ucap Mang sembari nyengir kuda.
Adelia merasa ingin muntah mendengar pujian Mang Selamet, tanpa permisi dan tanpa terimakasih, ia pun menarik tangan kedua sahabatnya Priska dan Lembayung Senja yang sedang terpingkal-pingkal menertawakan dirinya yang menurut sahabatnya sangat menggelitik hati ketika melihat adegan antara Adelia dan Mang Selamet yang tanpa disengaja itu.
Wajah Adelia terlihat merah padam sebab menahan malu atas kejadian tersebut. Hampir semua yang melihatnya nampak melebarkan tawanya.
"Apes ... apes," sungut Adelia dengan wajah merenggut.
"Sudah Del, terima saja takdir mu! sumpah gue sampai ngakak lihat ekspresi wajah loe ketika bertemu pandang dengan Om-om genit itu," seloroh Priska dengan tertawa renyah.
"Loe tega banget sich, Pris. Jijik tahu bersentuhan dengan itu Om-om, habis ini aku langsung mandi kembang tujuh rupa," ucap Adelia dengan ekspresi wajah datar.
"Loe lagi ikut-ikutan menertawakan ku," ucap Adelia dengan menoyor kepala sahabatnya Lembayung Senja yang ikut menertawakannya bersama Priska.
Ketiga sahabat itu pun memilih tempat duduk yang agak jauh lebih keramaian. Adelia nampak malu dengan kejadian barusan menimpanya. Rasanya ia ingin menghilang dari pandangan semua yang ada di sana.
"Makanya, Del. Kalau jalan hati-hati! terus jangan asal nyosor, loe sich pakai peluk sama cipika-cipiki dengan Arjuna. Loe lihat tu Si Nandini mempelai wanita sedang berkumpul di sana bersama teman-temannya, ada Zahrana juga!" tunjuk Lembayung Senja ke arah Zahrana dan teman-temannya.
"Sepertinya, mereka reunian deh!" sarkas Priska.
Mata ketiganya pun membola sempurna, ketika melihat sosok Yusuf dan Raihan yang penampilannya nampak berbeda dari lainnya.
"OMG, itu pemuda terlihat sempurna sekali! sangat-sangat tampan dan berkharisma!" pekik Priska dengan tatapan mata yang tak biasa.
"Rasanya aku tidak asing lagi melihat pemuda yang di sana," ucap Priska dengan mengingat kembali kenangan berapa tahun yang silam.
"Sok kenal, sok dekat, sok akrab deh loe Pris!" ejek Adelia dan Lembayung Senja.
"Tunggu dulu, itu memang pemuda yang berapa tahun yang lalu ketika bertemu di pantai kenangan indah bersama, deh. Dia yang merusak kamera Canon ku, ketika kita hendak mencelakakan Zahrana, benar tidak?" tanya Priska pada kedua temannya.
Adelia dan Lembayung mencoba mengingat kembali kenangan masa itu, "Loe benar, Pris." Ketiganya pun tak berkedip memandang ke arah Yusuf. Mereka tidak menyadari jika Zainal dan Rufaidah berdiri di belakang mereka hendak menyapa mereka.
__ADS_1
"Hey, ngerumpi muluk! mata itu hendaknya dijaga, pemuda tampan itu calon suaminya Zahrana. Kalian jika ingin mendapatkan jodoh yang baik, hendaknya perbaiki dulu diri kalian!" sarkas Zainal dengan menasehati sepupunya Priska dan dua orang temannya.
Zainal kenal betul, jika Priska CS dari sejak zaman putih-biru dahulu suka iri dengki pada Zahrana dan teman-temannya.
"Kak Rufaidah, Zainal, kalian juga disini?" pekik Priska setengah histeris.
"Iya, kakak jadi partnernya Zainal. Kasian jiwa jomblonya meronta!" ucap Rufaidah dengan menyelipkan canda untuk Zainal adiknya.
Zainal menampakkan wajah masamnya, "Kak Rufaidah juga jomblo sejati, dari sejak dahulu kala juga sampai sekarang masih betah sendiri." Zainal balik menyindir kakaknya.
Rufaidah diam sejenak mendengar penuturan adiknya Zainal, namun netranya tidak sengaja melihat sosok yang baru hadir memasuki area resepsi pernikahan Dini.
"Maa syaa Allah, Muhammad Zaid Arkana? ia berpenampilan seperti Yusuf, calonnya Zahrana!" bathin Rufaidah dengan penuh rasa takjubnya ketika melihat sosok Arkana yang memang dikaguminya sejak zaman persekolahan hingga detik ini pun rasa itu masih tersimpan rapi di hatinya.
Zaid tidak kalah tampannya dengan Yusuf, ia juga mengenakan gamis Ikhwan dan juga sorban putih yang melingkar di atas kepalanya. Sehingga menampakkan kesan religiusnya. Bedanya, postur tubuh Zaid kecil mungil hingga menampakkan kesan imut diwajahnya dengan sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus menghiasi area wajahnya. Namun, Yusuf tetap lebih mempesona di banding Zaid, jika dilihat dari perawakannya. Akan tetapi kedua-duanya sama-sama menarik perhatian bagi kaum hawa yang memandangnya.😍😍
"Maa syaa Allah Arkana tak ku sangka kau begitu sangat mempesona!" bathin Rufaidah tak berkedip memandangnya.
"Pantesan bengong, ternyata ada yang dilihat." Zainal menghalangi pandangan kakaknya dari melihat Zaid, sehingga membuat Rufaidah tersadar dari keterpakuannya.
"Apaan sih, Dek. Mengganggu pemandangan saja," seloroh Rufaidah dengan memonyongkan bibirnya.
"Jangan bilang, jika kakak naksir sama itu pemuda? jadi ikut-ikutan Zahrana deh, seleranya yang agak ke arab-araban!" seloroh Zainal.
"Kalau iya kenapa? bukankah pemuda Sholeh sangat pantas untuk di jadikan imam, biar bisa membimbing istrinya di dunia hingga akhirat." Rufaidah semakin memuji MZ Arkana.
"Iya Deh, semoga saja kakak berjodoh tuh dengan pemuda itu, biar nggak jomblo lagi." Zainal tak kalah antusiasnya.
Priska Prahara, Adelia dan Lembayung hanya mendengar ocehan kedua kakak beradik itu di tengah meriahnya pesta.
"OMG, bukankah itu Mas Pramuja Wisnu Baskara! calon suami ku," pekik Priska tak kalah hebohnya, ketika melihat Pramuja beriringan dengan sosok MZ Arkana.
Pekikan Priska dan omongannya barusan membuat orang-orang di sekelilingnya mengernyitkan dahinya, seolah-olah menjadi tanda tanya untuk mereka.
__ADS_1
"Yang benar saja kak Priska, itu pemuda tampan adalah calon suami kakak? jangan sampai kakak mengada-ada dan membuat malu!" seloroh Zainal.
"Iya, Pris. Sejak kapan loe punya calon suami? eh tunggu dulu, pemuda itu seperti aku kenal deh, ia itu tukang bengkel yang aku sewa pas mobil Arjuna mogok, ia memang sangat tampan!" pungkas Adelia dengan ikut melirik ke arah Pramuja.
"Memang loe pernah menyewanya menjadi montir Arjuna? jangan-jangan loe main hati ya dengan Arjuna? awas saja jangan sampai jadi pelakor, Beb! Aku sebejat-bejatnya aku jangan sampai berbuat seperti itu!" ucap Priska tanpa filter. Membuat Adelia merasa tercubit, pasalnya ia bukan saja jadi pelakor. Sebab, sebelum Arjuna menikah ia telah lebih dahulu menikmati madu cinta bersama Arjuna, suaminya Nandini Sukma Dewi.
Wajah Adelia berubah pias, ia khawatir perselingkuhannya dengan Arjuna ketahuan. Namun, ia berusaha menghindari. "Apaan sih Pris, jika bicara itu jangan sembarangan, Arjuna itu masa lalu gue, kemarin gue tidak sengaja bertemu dengannya di jalan. Mobilnya mogok, jadi aku bantu mencari bengkel untuknya. Aku telfon bengkel PWB GROUPS, siapa sangka jika yang datang justru pemuda tampan itu!" ucap Adelia dengan pandangan mata tertuju pada sosok Pramuja.
"Sudahlah, kalian jangan ribut, itu pemuda dua-duanya menghampiri ke arah Zahrana dan teman-temannya bukan menemui kalian! sepertinya mereka mau reuni namun jangan sampai berujung tebar pesona!" seloroh Zainal dengan memperhatikan pergerakan Pramuja dan Zaid.
***
"Assalamu'alaikum, my sepupu my bidadari? jadi ini alasan mu menolak menjadi partner Mas semalam?" tanya Pramuja dengan menarik kursinya dan duduk di dekat Zahrana, membuat Yusuf merasa risih dengan tingkah Pramuja yang bertindak semaunya terhadap calon istrinya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi, maaf Mas Pra. Kenalkan ini calon suami Zahra, Yusuf Amri Nufail Syairazy!" ucap Zahrana dengan menunjuk ke arah Yusuf. Yusuf pun tersenyum, ia merasa bahagia. Sebab kini Zahrana telah memperkenalkan dirinya pada khalayak ramai.
Semua orang nampak terperangah mendengarkan ucapan Zahrana. "Whatttt? yang benar saja, Ra? apa kalian sudah lamaran?" ucap Fadhillah dengan rasa terkejutnya, ketika melihat cin-cin emas melingkar di jemari Zahrana.
Zahrana menganguk pelan. Pramuja dan Zaid seketika terlihat lesu, ada rasa kecewa dilubuk hati keduanya setelah mengetahui bidadari pujaan hati mereka, kini telah di pinang orang.
"Kau yang benar saja, Ra? belum lama kita bertemu, tahu-tahu sudah dipinang orang!" tanya Pramuja dengan rasa tak percaya.
Zahrana pun mengangguk pelan. Mengisyaratkan bahwa ia memang telah di lamar oleh Yusuf.
"Benar Mas Pra. Kak Zahra dan kak Yusuf sudah resmi lamaran!" Raihan yang sejak tadi hanya menjadi pendengar setia pun ikut menimpali.
Pramuja dan Zaid benar-benar merasakan kekecewaan yang teramat dalam atas resminya Zahrana di lamar oleh sosok Yusuf Amri Nufail Syairazy. Pupus sudah harapan mereka untuk memiliki Zahrana. Terutama Zaid, ia benar-benar merasakan patah hati, selama ini Zahrana selalu menolaknya dengan berbagai alasan, dan hari ini pun ia harus mengubur perasaannya terhadap sosok bidadari yang sangat dipuja-pujanya dari sejak mula.
"OMG, jika memang princess Zahra sudah resmi di lamar, bisa di pastikan jika ada pemuda yang memilki rasa pada nya pasti akan mengalami patah hati!" seloroh Fadhillah tanpa filter.
Zaid dan Pramuja pun semakin tertohok dengan ucapan Fadhillah yang terkenal ceplas-ceplos.
Kenyataannya memang benar, reuni itu pun berujung patah hati. Yusuf adalah sosok pemuda yang telah berhasil mempersunting Zahrana dan insyayAllah dua bulan lagi mereka akan segera menikah menyusul Nandini dan Arjuna.😊😘
💙💙💙
__ADS_1
Untaian mutiara hikmah👉"Allah selalu punya skenario terindah untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti. Bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah berikan pada kita. Kita hanya perlu menjadi hamba-Nya yang taat. Menikahlah dengan seseorang yang akan membuatmu jatuh cinta kepada Allah setiap hari."