Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
203. Mukena Turki High Quality


__ADS_3

"Sepertinya kau sedang tidak enak badan," ucap Rufaidah. Ia refleks menyeka keringat yang bercucuran di dahi Zaid. Hingga membuat detak jantung Zaid bertalu-talu tak karuan.😁😁


"Ya Allah ... ada apa dengan jantung hatiku? benarkah aku jatuh hati padanya? lalu perasaan apa yang kurasakan pada Zahrana? Jika dihatiku pun kini ada Rufaidah? tidak mungkin satu hati ada dua cinta?" bathin Zaid dengan menimbang-nimbang perasaannya sendiri.


Sejenak keduanya pun saling bertemu pandang, "Ya Allah ... kenapa diriku jadi seceroboh ini?" bathin Rufaidah dengan mengalihkan pandangannya.


"Ma-af," ucap Rufaidah. Ia benar-benar malu sebab refleks mengusap keringat didahi Zaid.


"Tidak apa-apa, terima kasih!" ucap Zaid menetralkan detak jantungnya.


"Ehemmm ... yang sedang dilanda getaran jiwa, kita dianggap angin lalu," seloroh Zainal. Hingga membuat Zaid dan Rufaidah menjadi salah tingkah.


"Sepertinya, kak Aida dan kak Zaid cocok, deh. Sangat-sangat serasi!" pungkas Zahrana. Membuat Zaid dan Rufaidah semakin salah tingkah.


"Emmm ... sudah, semua itu hanyalah bentuk ketidaksengajaan. Bagaimana sudah ketemu model dan warna yang cocok?" tanya Rufaidah mengalihkan arah pembicaraannya.


"Sudah, Kak. Zain pilih dua warna yang blue beige sama purple, jadi Nandini bisa gonta-ganti mukenanya jika sewaktu-waktu mukena yang satunya sedang kotor atau di cuci," ucap Zainal dengan membayangkan wajah imut dan senyuman manis Nandini ketika sedang mengenakan mukena Turki high quality blue beige yang telah dibingkiskan olehnya.😍😘



Sekilas Zainal membayangkan wajah imut Nandini Sukma Dewi ketika sedang mengenakan mukena Turki high quality pilihannya.😊😊


Kemudian, ia pun kembali membayangkan seolah-olah Nandini duduk manis dengan tasbih ditangannya berpadu dengan mukena purple yang dikenakankan oleh sosok gadis yang sangat dipuja-puja olehnya itu, membuat Zainal semakin sulit move on dari sosok gadis metal yang selalu menghiasi hari-hari dan mimpi-mimpi indahnya yang tak terwujud hingga detik ini, lantaran sang belahan jiwa akan segera menuju pelaminan, bersama sosok pria lain yang memang telah menjadi pilihan hatinya.😭😭



"Astaghfirullah ... apa yang sedang kupikirkan?" bathin Zainal dengan menepuk kedua pipinya.


"Sadar, Zainal! Nandini itu sebentar lagi akan menikah, ia akan segera menjadi milik orang lain," bathin Zainal dengan tertunduk lesu.


"Kamu kenapa, Dek?" ucap Rufaidah dengan menepuk pundak Zainal.


"Tidak apa-apa, Kak. Mari kita carikan sajadah dan mushaf Al-Qur'an untuk Nandini, Kak!" ucap Zainal dengan mengalihkan mode bicaranya.

__ADS_1


"Maa syaa Allah ... loe mau memberikan bingkisan untuk pernikahan Nandini atau memberikan paket seserahan pernikahan, sich Dek? segitu sakralnya hanya untuk kado saja," seloroh Rufaidah yang tidak mengerti dengan jalan pikiran adiknya.


"Dua-duanya, Kak. Namun, takdir berkehendak lain. Ia bukan jodohku, jadi setidaknya bingkisan ini mewakili perasaan ku padanya!" pungkas Zainal dengan tersenyum kecut.


"Sabar ya, Dek. Kakak do'akan dirimu mendapatkan jodoh yang lebih baik," ucap Rufaidah dengan terus menyemangati Zainal.


Zainal hanya terdiam, ia tidak pernah terpikirkan untuk mencari apalagi jatuh hati pada wanita lain, selain Nandini Sukma Dewi. Dari sejak zaman putih-biru hingga detik ini ia akan melanjutkan bangku kuliah, di hati Zainal hanya terukir nama Nandini, tiada yang lain. Hanya Nandini! begitulah rasa yang ada di hati seorang Zainal.


***


Di sisi lain.


Ummi Yasmin pun telah selesai memilih barang-barang yang hendak ia beli. Ia pun memanggil Zahrana yang telah selesai melayani Rufaidah dan Zainal yang sedari tadi fokus memilih warna dan model mukena Turki.


"Nak Zahra, belanjaan Ummi sudah lengkap. Jika Zahra tidak sibuk lagi, tolong totalkan semua belanjaan Ummi ya, Nak?" ucap Ummi Yasmin lembut.


Zahra pun menghampiri Ummi Yasmin dengan sepenuh hati.


"Iya, silahkan Ra!" ucap Zainal dan Rufaidah.


Indera penglihatan Rufaidah tidak sengaja melihat sosok Yusuf Amri Nufail Syairazy yang sedang duduk santai sembari membaca Al Qur'an saku yang memang ia bawa kemana-mana untuk mengulangi kembali hafalannya juga mentadaburi makna-makna yang terkandung didalamnya.


Sembari menunggu Ummi Yasmin berbelanja dan juga menunggu Zahrana melayani customer, Yusuf selalu mengisi waktu luangnya untuk merenungi isi kitab suci untuk memperkuat hafalannya. Tas punggung khusus untuk penyimpanan buku-buku dan barang-barang berharga lainnya selalu ia bawa kemana pun ia pergi, untuk mempermudah proses pembelajarannya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia bagi Yusuf. Ia terus mempelajari ilmu pengetahuan dan Al Qur'an sampai di batas waktunya nanti, insyaAllah.💙💙💙


"Maa syaa Allah ... sempurna!" bathin Rufaidah tanpa berkedip memandang sosok sempurna yang sangat religius seperti Yusuf dengan peci dan atasan syar'i dan celana cingkrang yang dikenakannya, juga jenggot dan jambangnya menambah kesan religius dari seorang Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Menyadari tatapan yang tak biasa dari Rufaidah terhadap Yusuf, Zaid pun segera mendekati Rufaidah yang masih terpukau oleh pesona Yusuf.


"Rufaidah Al Aslamiyah, silahkan pilih mushaf yang mana untuk dijadikan bingkisan yang adik mu inginkan!" ucap Zaid dengan raut wajah tak senang ketika mendapati pandangan Rufaidah tertuju pada Yusuf.


"Oh, i-iya. Maaf," ucap Rufaidah gelagapan.


"Nanti aku boleh minta nomor handphone mu!" ucap Zaid dengan wajah datar, menahan gemuruh didadanya.

__ADS_1


"Oh, iya. Boleh, ini!" Rufaidah pun memberikan ponselnya pada Zaid. Zaid pun menyalin nomor Rufaidah.


"Terimakasih, silahkan lanjutkan belanjaannya. Aku akan melayani kalian," ucap Zaid dengan penuh keseriusan.


"Baiklah!" ucap Rufaidah dengan perasaan yang tidak nyaman, ketika memandang wajah Zaid yang terlihat masam.


"Apa Arkana cemburu pada ku?" bathin Rufaidah.


"Tapi, kenapa harus cemburu? aku kan hanya sekedar mengagumi sosok pemuda yang ada di pojok sana. Sebab, zaman sekarang jarang sekali ada pemuda Sholih yang totalitas seperti itu!" bathin Rufaidah dengan menatap sekilas wajah Zaid yang tampak muram.


"Dasar wanita! pantang sekali lihat yang bening, langsung terpukau!" gerutu Zaid di dalam hatinya. Ia pun merasa aneh kenapa tiba-tiba dirinya di hinggapi rasa cemburu pada sosok Rufaidah, yang jelas-jelas belum berstatus apa-apa untuknya.


***


"Total belanja seluruhnya, Rp 999.000 Ummi!" ucap Zahrana pada Ummi Yasmin.


Ummi Yasmin hendak menyodorkan uang sejumlah satu juta seratus ribu rupiah pada Zahrana. Namun di urungkan olehnya, sebab Yusuf yang telah selesai membaca mushafnya, netranya tidak sengaja tertuju pada mukena Turki high quality yang baru saja dipajang oleh Zahrana di rak khusus mukena.


"Umm, sepertinya mukena ini indah sekali. Yusuf pilih yang warna putih, mohon ridhonya Ummi! Yusuf hendak menghadiahkan mukena ini untuk Tsamirah Zahrana Az Zahra!" ucap Yusuf dengan memohon persetujuan Ummi Yasmin.


"Maa syaa Allah, boleh sekali Nak. Ummi suka sekali modelnya, calon mantu Ummi pasti sangat cantik mengenakan model mukena ini," ucap Ummi Yasmin dengan memandangi wajah Zahrana yang mulai merona.


Zahrana memang menyukai model mukena Turki high quality tersebut, namun melihat harga yang tertera dengan nominal 350k, jadi Zahrana urung untuk memilikinya. Ia hanya bisa menahan diri dan memajang mukena tersebut di rak pajangan, sebagai contoh jika ada customer yang hendak mencari mukena Turkey high quality.


Namun, siapa sangka bisikan hatinya berpadu dengan pilihan hati seorang Yusuf Amri Nufail Syairazy, yang dengan tiba-tiba ingin menghadiahkan mukena Turki white itu untuknya.



"Ra, terimalah bingkisan mukena ini untuk mu. Kakak sangat menyukai warna dan modelnya. Semoga bermanfaat untuk mu!" ucap Yusuf dengan di saksikan oleh Ummi Yasmin, juga Zaid, Rufaidah dan Zainal.


🌹🌹🌹


Untaian mutiara hikmah 👉"Jodoh itu kayak 'Alif Lam Mim' ayat pertama surat Al-Baqarah, artinya yaitu 'hanya Allah yang tahu'. Ketika engkau menjaga diri, di saat yang sama, di tempat lain jodohmu pun menjaga diri, hingga nanti bertemu di saat dan cara yang paling berkah. Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat. Kau hanya perlu menggunakan waktu menunggumu dengan hal baik Karena Tuhan itu tahu, kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu."

__ADS_1


__ADS_2