Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
54 . Balasan Surat Cinta Untuk Aslan (Pov Zahrana 2)


__ADS_3

Buya Harun nampak berpikir keras, mengingat Puterinya Zahrana, perlahan-lahan mulai digandrungi oleh banyak Pemuda.Ada rasa kegetiran di dalam hati Buya Harun,ia khawatir Zahrana Puterinya salah dalam pergaulan dan memilih berpacaran diusianya yang masih sangat belia.


Walaupun pada kenyataannya,kini Zahrana Puteri tercintanya, sudah berani berpacaran dibelakang Buya Harun dan isterinya Bunda Fatimah.Entah apa jadinya, jika mereka tahu Puteri yang mereka banggakan telah terjerumus kedalam jerat lumpur dosa yang bernama pacaran.


Tidak dapat dipungkiri,Buya Harun merasa sangat senang melihat interaksi Zahrana dengan Yusuf Amri Nufail Syairazy, yang memang dijodohkan oleh Buya Harun untuk Zahrana.Mengingat persahabatannya dengan Abi Yusuf yang telah terjalin sejak lama.


Buya Harun dan Abi Yusuf berharap kedua anaknya dapat saling mengenal satu sama lain, walaupun hanya sekedar bertegur sapa.Kini, usaha itu mulai membuahkan hasil.Yusuf sudah menunjukkan ketertarikannya pada Zahrana, tinggal menunggu kepekaan dari Zahrana yang seolah tidak menyadari jika Yusuf tertarik padanya.


Di saat mereka sudah layak untuk mengukir suci, barulah nantinya Buya Harun dan Abi Yusuf akan bertindak untuk menyatukan kedua anak mereka, Yusuf dan Zahrana.


Buya Harun Al Aziz, mempercepat langkahnya untuk segera menunaikan ibadah sholat isya di Mesjid Al Ikhlas, di Desa mereka.


Disusul oleh Aslan Abdurrahman Syatir, yang sejak tadi tak berkedip memandang ke arah Zahrana.Lantaran tak rela wanitanya di dekati oleh pria lain, termasuk Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Zahrana tidak menyadari akan kehadiran Aslan, yang menatapnya dengan penuh rasa cemburu yang berkecamuk dihatinya.


"Kak Aslan,kok bengong di pinggir jalan!"pekik Raihan.


"Ayo kita berangkat ke Mesjid bersama-bersama!"ajak Raihan, seraya berlari kecil menuju ke arah Aslan.


Aslan terhenyak dari keterpanaannya, diikuti pula netra Zahrana tertuju kepadanya.


"Kak Aslan ... "bisik hati kecil Zahrana.


"Apa kakak sudah dari sejak tadi memperhatikan Zahra disini?Zahra khawatir, kak Aslan salah paham dengan kak Yusuf,"cicit Zahrana, seraya memandang penuh arti ke arah Aslan Abdurrahman Syatir.


Aslan pun balas menatap penuh arti ke arah Zahrana, sampai akhirnya ia pun segera beranjak menuju ke Mesjid bersama Raihan, sebab gema Adzan sudah memanggil seluruh penjuru untuk bersegera menunaikan ibadah sholat Isya.


"Princess ... "sapa Nandini tiba-tiba.


Zahrana menoleh.


"Iya,Din.Kamu masih disini? Cinta dan Kirana mana?"tanya Zahrana.


"Mereka berdua masih antri di WC kalian Ra, semua pada kebelet.Aku juga tadi ikut antri di WC, untung aja aku yang duluan masuk.Kalau tidak,aku nggak akan bisa menyampaikan amanah kak Aslan pada mu.Sebab, masih ada Cinta dan Kirana,"ujar Nandini.


"Amanah apa,Din?"tanya Zahrana pada Nandini.


"Ini,ada titipan surat cinta dari kak Aslan untukmu.Tapi, diam-diam yach ... jangan sampai ada yang tahu.Terutama,Buya Harun dan Bunda Fatimah.Cinta dan Kirana pun tidak boleh tahu, ini rahasia kita.Kamu dan kak Aslan masih backtreet,"ujar Nandini seraya memberikan surat tersebut pada Zahrana.


"Iya,Din.Terima kasih,"ujar Zahrana seraya menyelipkan surat tersebut disaku celananya yang masih berbalut mukena.


Selang berapa menit kemudian, nampaklah Cinta dan Kirana menghampiri mereka.

__ADS_1


"Din,mari kita kembali kerumah,"ajak Cinta dan Kirana bersamaan.


"Iya,Ayo!"ujar Nandini.


"Ra, kami pamit dulu.Sampai bertemu lagi besok disekolah,"ucap Nandini mewakili Cinta dan Kirana.


Zahrana mengangguk, kemudian mereka berempat saling merangkul sebagai tanda pamitan dan juga tak lupa mereka saling mengucapkan salam.


Selepas kepergian teman-temannya, Zahrana segera masuk kedalam rumahnya,menuju kebilik kamarnya.


Zahrana hendak membuka surat cinta dari Aslan,ia ingin segera membacanya. Namun,ia belum menunaikan ibadah sholat Isya.


Zahrana pun mengulangi wudhunya dan segera menunaikan kewajiban Sholat Isya seperti biasanya dan tak lupa mendaras Qur'an seperti biasanya.


Selesai menunaikan kewajiban Sholat Isya,Zahra tampak bersemangat untuk membuka surat dari Sang Pangerannya Aslan Abdurrahman Syatir.


Berulang kali Zahrana meresapi dan membaca surat yang dilayangkan oleh Aslan untuknya.


Ada secercah harapan dan kebahagiaan dari dalam diri Zahrana, nampak terlihat dari binar mata indahnya.Dia kecup surat itu dengan penuh cinta dan kerinduan yang teramat mendalam pada Aslan Abdurrahman Syatir.


Namun, perlahan rasa bahagia itu meredup dan menyesakkan dadanya.Ketika ia mengingat kembali bahwa saat ini, ia pun sedang merajut kebersamaan dengan Rivandra Dinata Admaja kakak kelasnya.


Zahrana merasakan dilema yang teramat dalam.Untuk kesekian kalinya ia menangis pilu,mengenang percintaannya yang kini harus terbagi menjadi cinta segitiga yang memang tak mampu untuk Zahrana menolaknya.


"Kak Aslan ... kak Rivandra ... maafkan Zahra karena terlalu ego, maafkan diriku yang kini benar-benar mendua.Semoga nantinya kalian memaafkan ku, atas segala kekhilafan ku.Jika nantinya kalian mengetahui akan sisi gelap ku, yang telah tega membohongi kalian,"tutur Zahrana di selingi deraian airmatanya, Zahrana nampak merasa bersalah dengan apa yang telah ia perbuat.


Perlahan, Zahrana mulai membalas dan menuliskan surat cinta untuk Aslan Abdurrahman Syatir yang telah sekian lama menunggu jawaban dari Zahrana atas segala rasa yang telah melanda jiwanya.


Zahrana benar-benar terjebak dalam cinta segitiga,ia pun tak bisa menolak kehadiran Aslan Abdurrahman Syatir disisinya.


Dengan perasaan yang sama dan penuh kasih, Zahrana menorehkan tinta penanya untuk Aslan Abdurrahman Syatir yang telah berhasil melumpuhkan hati dan jiwanya.


Berhadapan dengan Rivandra Dinata Admaja, Zahrana bertingkah layaknya anak ABG yang memang sesuai dengan usianya.


Namun, dengan Aslan Abdurrahman Syatir.Zahrana merubah karakternya menjadi sosok yang lebih dewasa, mengimbangi sosok Aslan yang lebih dewasa darinya.


💝💝💝


From : Tsamirah Zahrana Az Zahra


To : Aslan Abdurrahman Syatir


Sang pujaan hati.

__ADS_1


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Bersama hembusan angin malam,kugoreskan tinta penaku teruntuk mu duhai kekasih hati, tambatan jiwaku dan sumber kehidupanku.


Sungguh, telah ku terima dengan baik dan ku resapi,serta ku maknai setiap untaian kata-kata dari mu wahai kak Aslan Abdurrahman Syatir, sosok pujangga yang telah menggugah jiwaku yang selama ini berkarat tak terasah oleh belati tajam yang menumpulkan hati dan jiwaku.


"Jujur,aku pun terpesona oleh dirimu,kak."


Keresahan yang mendera hati mu selama ini, sebenarnya aku pun merasakannya.


Jujur, aku pun mencintai dan menyayangi mu sepenuh jiwaku, hari kemarin, sekarang atau pun lusa, rasaku terhadap mu tak kan pernah berubah oleh musim dan peristiwa.


Kau tetap menjadi sosok terindah dalam hidupku, sampai detak jantung ku terhenti, nama mu akan selalu terukir dalam hati dan jiwaku, wahai kau Sang Pujangga yang telah mencuri segenap hati dan jiwaku.


"Kak, Aslan ... detik ini, malam ini yang menjadi saksi bahwa aku terima dirimu menjadi teman istimewa untuk ku, sungguh ... aku pun tak kuasa untuk lebih lama lagi menahan gejolak rasaku terhadapmu.Aku mencintaimu dan sangat merindukanmu kak Aslan Abdurrahman Syatir."


Aku akan datang, memenuhi permintaan kakak untuk bertemu di ladang cinta tepat tanggal 1 Mei nanti, tepat di hari ulang tahun ku.


Tunggu aku, Kak! ... aku akan datang menemui mu, sungguh ... kita akan mengukir kebersamaan lebih lama lagi, layaknya kisah Rama dan Shinta.Aku ingin melukis kenangan terindah untuk kita berdua, kenangan yang tak kan pernah mudah untuk terlupakan walaupun dimakan oleh waktu,musim dan peristiwa.


Aku merasa seperti bunga yang bermekaran, dikunjungi oleh kumbang yang hendak mencari madunya.


Ku harap nantinya,kakak sabar untuk mengimbangi ku, jika nantinya diriku bersikap atau berbuat tidak seperti yang kakak harapkan.


Untuk saat ini, aku sedang berproses dalam pencarian jati diriku,Kak.Melewati jejak-jejak kehidupan yang masih menjadi misteri.


Ku harap, apa pun yang akan terjadi selanjutnya, semoga kakak dan aku kuat untuk menjalani segala kemungkinan yang akan terjadi.


Untuk saat ini, biarlah kita menjalankan proses backtreet, sampai akhirnya masa itu tiba.Yakni,'AKU DAN KAMU AKAN MENJADI KITA'


Sekian dulu, goresan penaku,Kak.


Semoga kakak bisa mengerti dan memahami diriku seutuhnya.


Akhir kata,ku ucapkan salam rindu dan cinta yang luar biasa untuk mu, Kak.


Yang merindukan mu,


Tsamirah Zahrana Az Zahra


NB : Balasan surat cinta yang ke-2 untuk Aslan Abdurrahman Syatir.


(Bangka Belitung, tahun 2000😍😍)

__ADS_1


Akhirnya,usai sudah Zahrana menuliskan surat cintanya untuk Aslan Abdurrahman Syatir.


Kini ... Zahrana pun terlelap di peraduannnya.Membawa rasa cintanya yang luar biasa terhadap sosok Aslan Abdurrahman Syatir, entah sampai bila ia akan terus berlabuh dalam gelombang cinta yang kini telah menenggelamkannya, hingga ia pun terlena dalam panah asmara yang kini telah menjeratnya, yang tak mampu untuk ia mencegahnya.


__ADS_2