
Pramuja hendak mengecup bibir Zahrana, namun Zahrana dengan sigap menempelkan jari telunjuknya di bibirnya, sehingga yang di kecup oleh Pramuja bukan bibirnya melainkan jari telunjuknya.
Zahrana mendorong tubuh Pramuja, "Kak Priskanya sudah pergi Mas, acting kita selesai!" pungkas Zahrana dengan menjauhkan dirinya dari hadapan Pramuja.
"Zahrana, aku mencintaimu!" ucap Pramuja dengan penuh keseriusan ketika melihat Zahrana kini menjauh dan menjaga jarak dengannya.
Zahrana yang mengira Pramuja hanya bercanda, atau berakting pun menjawab kekonyolan Pramuja.
"Zahra juga sangat mencintai Mas, cinta seorang adik pada kakaknya!" ucap Zahrana dengan nyegir kuda, membuat Pramuja setengah gusar atas ketidak pekaan Zahrana.
"Andai kita bukan sepupu, tak ku biarkan seorang pun yang dapat menyentuh hati dan jiwa mu Tsamirah Zahrana Az Zahra. Kau benar-benar telah membuat diri ku jatuh hati pada mu."
"Mungkin rombongan semut dan cicak yang berbaris di dinding ingin sekali menertawakan ku. Karena kebodohan ku yang jatuh hati pada sepupu sendiri," bathin Pramuja dengan terus memperhatikan wajah ayu Zahrana dari kejauhan.
Zahrana asyik berkutat dengan pekerjaannya, sementara Pramuja duduk bersandar di kursi sambil memainkan ponselnya, sesekali ia melirik kearah Zahrana yang sedang fokus merapikan barang-barang toko yang di acak-acak oleh pelanggan.
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, sungguh aku semakin menggila pada mu, andai kita bukan adik sepupu, ingin rasanya aku memiliki dirimu seutuhnya. Kan ku jadikan dirimu permaisuri dalam hidup ku!" bathin Pramuja terus berandai-andai.
Diam-diam Pramuja mengambil foto Zahrana menggunakan ponselnya dengan berbagai macam model dan gaya.
"OMG, dengan berpose sembarangan pun kau terlihat begitu mempesona, apalagi berpose dengan gaya yang teratur tentu semua model ternama pun tidak bisa menandingi kecantikan dan keindahan yang ada pada diri mu!" bathin Pramuja dengan tersenyum-senyum memandangi foto Zahrana yang sedang fokus menyelesaikan pekerjaannya.
Melihat Pramuja senyum-senyum sendiri, membuat Zahrana menghentikan pekerjaannya dan menghampiri saudara sepupunya itu.
"Mas Pra, sedang apa?" Zahrana hendak mengintip apa isi ponsel yang sedang di lihat oleh Pramuja hingga tersenyum-senyum seperti orang gila.
Pramuja pun segera menyembunyikan ponselnya di saku celananya, ia tidak mau Zahrana sampai mengetahui jika dirinya telah mengambil foto Zahrana secara diam-diam.
"Emmm ... ti-tidak ada, hanya lagi lihat video lucu." Pramuja terlihat gelagapan.
"Tidak ada apa-apa tapi kok wajah Mas seperti gelagapan?" tanya Zahrana dengan senyum manisnya.
"Mas gelagapan sebab berada di dekat mu," ucap Pramuja tanpa filter.
"Kenapa gelagapan di dekat Zahra? memang Zahra menakutkan di mata Mas?" ucap Zahrana polos.
"OMG, ini anak nggak peka atau terlalu polos ya? apa ia tidak punya rasa cinta terhadap laki-laki? atau memang ia menjaga hati agar jangan sampai jatuh hati?" bathin Pramuja dengan serentetan pertanyaan didalam hatinya.
"Ya, malah bengong. Lebih baik kakak berangkat kerja deh, lihat perkembangan bengkel PWB groups. Kakak sudah 2 jam loh di sini? Itu ulet keket pun sudah pergi. Jadi, akting kita sudah selesai!"
__ADS_1
"Terimakasih, Mas. Sudah membantu Zahra dari ke Zholiman ulet keket, dari semenjak zaman SMP dulu ia kerap kali hendak mencelakakan ku. Akan tetapi kerap kali gagal, sebab aku selalu di kelilingi teman-teman yang baik, yang sering melindungi ku dari mereka yang hendak menyakiti ku!" pungkas Zahrana.
"Jadi, ulet keket yang kau bilang tadi adalah Priska Prahara, kakak kelas mu?" tanya Pramuja dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya, Mas. Benar sekali! tapi, kok Mas bisa di jodohkan dengan kak Priska Prahara? bagaimana ceritanya bisa kenal dengan itu ulet keket?" tanya Zahrana dengan bersedekap dada.
"Kamu cemburu ya, jika Mas dijodohkan dengan Priska?" Pramuja bukannya menjawab pertanyaan Zahrana, namun justru memberikan pertanyaan konyol pada Zahrana.
"Siapa yang cemburu, Mas? kita kan saudara sepupu, jadi tidak ada alasan untuk Zahra cemburu, hanya saja saran Zahra, Mas Pra itu jika mencari jodoh sebaiknya lihat dulu baik bibit, bobotnya."
"Sejatinya, di dalam hadits Nabi di jelaskan bahwa wanita itu dinikahi karena empat hal : karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi." (HR Muslim).
Zahrana memberikan penjelasan pada Pramuja dengan menyelipkan hadist di dalamnya, namun di tanggapi oleh Pramuja dengan gaya santai dan kocaknya.
"Hemmm ... begitu ya? kau semakin cerdas dan pintar saja, gadis ceriwis. Jadi, menurut mu Priska Prahara itu cocok nggak untuk Mas, jika dilihat dari sudut pandang hadist tersebut?"
"Ya Allah, Kak. Malah balik nanya, Zahra rasa kakak juga tahu mengenai hal tersebut. Kakak sudah cukup dewasa untuk berpikir."
"Namun, hadist tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan dalam memilih pasangan hidup kita, Kak. Zahra jelaskan satu-persatu ya, Kak? dengarkan dan jangan coba untuk ngeyel atau pun membantah."
Kriteria dalam memilih pasangan hidup ( Wanita )
Kekayaan berupa harta benda memang sangat menarik untuk dijadikan alasan seseorang dalam memilih pasangan hidupnya. Meskipun harta bukan segalanya, namun jika memiliki harta setidaknya semua kebutuhan dapat terpenuhi.
Selain itu, memiliki kekayaan akan memberikan kebahagiaan bagi seseorang di dunia. Memang, uang bukan segalanya, tetapi segalanya membutuhkan uang. Meski demikian, harta bukanlah segalanya. Harta adalah titipan dari Allah SWT yang kapan saja bisa diambil dengan mudah. Maka dari itu, selagi kita memiliki harta yang cukup, berbagilah dengan mereka yang membutuhkan, bersedekahlah, dan banyak bersyukur.
Karena Keturunannya
Umat Islam dianjurkan memiliki keturunan yang baik dan memilih wanita yang subur agar mendapatkan keturunan. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan keturunan atau nasabnya.
"Nikahilah wanita yang penyayang dan subur. Karena aku berbangga dengan banyaknya umatku." (HR Abu Dawud)
__ADS_1
Karena Parasnya
Memilih pasangan berdasarkan paras, tidak ada salahnya. Sebab, seseorang yang memiliki paras yang bagus, tentu akan memberikan ketenangan dan senang untuk dipandang.
Memang, memiliki paras yang cantik atau ganteng tidak akan berlangsung lama, karena semua pasti akan mengalami perubahan seiring berjalannya usia. Tapi, dengan memiliki paras yang enak dipandang akan meningkatkan kepercayaan diri.
Karena Agamanya
Ketika ketiga hal di atas tidak bisa kamu dapatkan, carilah pasangan yang selalu memperhatikan agamanya. Sebab, harta, keturunan, paras, bukanlah jaminan suatu kebahagiaan, tapi agama bisa menjadi pegangan yang kokoh untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Zahra kira, semua penjelasan di atas bisa di jadikan pedoman untuk Mas memilih pasangan hidup. Terlepas dari itu semua, Zahra tidak bisa mencampuri urusan pribadi Mas.
"Jika Mas tetap memilih meneruskan perjodohan dengan kak Priska Prahara, silahkan di teruskan! Jika pun tidak, itu lebih baik. Zahra do'akan semoga kakak mendapatkan jodoh yang baik, cantik nan Sholihah sejuk di pandang mata, aamiin ya Rabb."
Zahrana menadahkan tangannya ke langit, menguntaikan do'a khusus untuk Pramuja Wisnu Baskara sepupunya.
Sementara Pramuja justru asyik memandang kecantikan gadis cantik nan mempesona di hadapannya itu, melihat Zahrana yang begitu cerdas dan bernas menyampaikan setiap kalimatnya justru membuat Pramuja semakin terpukau dengan sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra.
Bukannya memikirkan perjodohannya dengan Priska Prahara, namun Pramuja justru membayangkan bersanding dengan Zahrana di atas pelaminan.
"Tsamirah Zahrana Az Zahra, andaikan kita bukan sepupu, sungguh aku berharap dirimu lah yang menjadi pendamping ku dalam mengarungi bahtera hidup, mengapa takdir harus begini? sungguh, diriku tak rela jika dirimu dimiliki oleh lelaki lain!" bathin Pramuja tanpa berkedip memandang kecantikan alami Zahrana yang terpancar indah dari rona wajahnya yang memang nampak indah dan bercahaya, pancaran sinar keindahan tersebut lahir dari kebeningan hati seorang Zahrana.
"Ya Allah ... Mas, malah bengong lagi. Mas lihat apa sih?" ucap Zahrana dengan melambaikan tangannya pada wajah Pramuja.
Tanpa disadari, Pramuja spontan menjawab ucapan Zahrana.
"Aku melihat mu begitu sempurna Tsamirah Zahrana Az Zahra!" ucap Pramuja dengan tatapan penuh kasih dan sejuta bunga-bunga cinta di hatinya terhadap Zahrana.
"Apaaaa?" pekik Zahrana dengan rasa tak percaya, atas apa yang didengar dan dilihat olehnya dari sosok Pramuja Wisnu Baskara, yang selama ini ia anggap sebagai seorang kakak sepupu, tidak lebih.
๐๐๐
__ADS_1
Pencerahan ๐Untuk semua kepedihan yang kamu alami, bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu di mana batas kemampuanmu. Jika kamu merasa punya Allah, lantas mengapa bersedih terlalu lama hanya karena urusan cinta. Kekayaan yang sebenarnya bukan terukur dari banyaknya harta melainkan dari kekayaan hati yang dimiliki oleh setiap insan."
.