Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
39 . Aku bukan rebutan (Kekasih Badungan)


__ADS_3

Tepat pukul 06.55 Wib, Nandini dan Arjuna sudah sampai di SMP NEGERI 3 XX.


Kurang lima menit lagi gerbang sekolah akan tutup, Arjuna pun perlahan melajukan motor gedenya dengan kecepatan rendah, hendak menuju tempat parkir sekolah.Para Siswi yang pernah menjadi gebetan Arjuna menatap sinis ke arah Nandini, mereka nampak iri dan cemburu oleh kedekatan Nandini dan Arjuna.


"Dasar cewek cent*l...ia pikir ia wanita yang cantik apa? aku tidak yakin jika Arjuna benar-benar menyukai gadis metal sepertinya", umpat beberapa Siswi wanita yang pernah menjadi persinggahan Arjuna Sang Playboy Kelas Kakap.


"Iya,kamu benar... kita yang cantik nan seksi ini pun masih di tinggalkan oleh Arjuna,' Habis manis sepah di buang '.Apalagi ia yang hanya gadis metal, penampilannya tomboi seperti itu, di tilik dari sudut manapun tak ada indah dan menariknya."Umpat Siswi yang satunya lagi sembari berusaha meredam kecemburuannya pada Nandini.


Sementara yang diumpat malah asyik tertidur, bersandar dipunggung Arjuna sembari memeluk kedua bahu Arjuna.


"ceeilee...gadis metal malah molor lagi,kamu terlihat manis dan cantik sekali dengan gaya tidurmu",bisik Arjuna seraya meniup halus daun telinga Nandini yang begitu lelapnya tidur bertengger di pundaknya.


Nandini pun perlahan membuka netranya,"kita dimana? jangan bilang jika kita telat,aku tidak ingin di hukum oleh Bu Roshani Manurung,loe aja yang membersihkan WC",omel Nandini dengan netranya yang masih sipit, sebab masih setengah mengantuk.


"Hey... gadis ku yang cantik,kamu menggigau yach? cepetan turun!... leher ku pegal tahu, menahan mu yang nampak candu sekali bertengger di pundak ku, nampaknya kau mulai tertarik pada ku."Ujar Arjuna dengan tatapan yang penuh menggoda.


"Apa???...gue tertarik pada loe?oh no... dalam kamus hidup gue tidak akan pernah tertarik apalagi jatuh cinta pada loe."Ucap Nandini dengan nada tingginya, berusaha menutupi perasaannya jika sebenarnya ia mulai menyukai Arjuna, namun ia malu mengakuinya,rasa gensinya lebih tinggi dari rasa inginnya.


"Jika kau tidak tertarik pada ku,lalu apa artinya belai manjamu pada ku ketika di sepanjang perjalanan tadi,kau begitu mesra mendekapku?"tanya Arjuna dengan seringai menggodanya.


Nandini tidak bisa harus menjawab apa, sebab ia pun sempat terbawa suasana ketika sedang berboncengan dengan Arjuna.


Arjuna merasa bangga karena bisa melumpuhkan kesombongan Nandini, sebab terbukti dengan wajah Nandini yang nampak bersemu merah, menahan malu yang tiada tara, sebab ia termakan ucapannya sendiri,ia memang sempat berada dalam suasana hati layaknya seorang yang sedang di mabuk asmara bersama Arjuna, begitu eratnya ia memeluk Arjuna hingga ia pun terlelap di punggung Arjuna.


"Aaku...aakuuu", ucap Nandini gelagapan.


Namun ucapannya terpotong ketika beberapa Siswi wanita yang sejak tadi mengumpatnya,kini dengan terang - terangan mencerca dan membullynya.


"Sadar gadis metal!...kau tak pantas bersanding dengannya, lihat penampilan mu yang sangat semeraut dan acak - acakan, harusnya kau berkaca sebelum membuka tirai hatimu untuk Arjuna".


"Arjuna itu milik ku",ujar Siswi bermata bening dan berambut lurus sepinggang dengan wajah ayunya.


Siswi itu bernama Adelia Kencana Puteri,ia termasuk teman dekat Priska Prahara, tepatnya kakak kelas Nandini.


Adelia Kencana Puteri adalah salah satu persinggahan Arjuna Restu Pamungkas baru - baru ini, dulu waktu masih duduk dikelas 1 dan 2 Adelia Kencana Puteri masih cupu, namun setelah duduk di bangku kelas 3, ia merubah dirinya menjadi gadis anggun nan seksi bersama Priska Prahara Genk Star nya.


Sehingga 4 bulan terakhir ini, ia pun berhasil menggaet hati Sang Arjuna, sedangkan Priska Prahara selama hampir 3 tahun terakhir ini mengejar cinta Rivandra Dinata Admaja, namun hasilnya nihil alias bertepuk sebelah tangan, sebab Rivandra lebih memilih melabuhkan hatinya pada Tsamirah Zahrana Az Zahra yang baru dikenalnya, ketimbang menerima sosok Priska Prahara Si Nenek Sihir, gelar yang di berikan oleh Nandini pada sosok Priska Prahara.


"Oh, jadi loe wanitanya Sang Arjuna Play Boy Kelas Kakap ini yach?"tanya balik Nandini pada Adelia Kencana Puteri.


"Wahai Adelia Kencana Puteri yang cantik nan jelita,loe tenang saja gue tak kan pernah tertarik dengan Arjuna loe, sebab gue yakin Si Playboy ini juga tidak akan benar - benar tertarik pada mu, percaya diri sekali dirimu", cercah Nandini pada Adelia Kencana Puteri sembari mengarahkan telunjuknya tepat didada Adelia dengan gaya metalnya.


Nandini sama sekali tidak gentar terhadap tatapan sinis Adelia terhadapnya, juga umpat - umpatan dari Siswi lainnya yang begitu kekeuh memperebutkan Arjuna Restu Pamungkas.


"Coba kau tanya Arjuna, benar tidak jika ia sendiri yang menggoda ku dan mengajak ku nebeng dengannya, itu berarti terbukti jika dia main hati alias tidak serius pada mu, boleh jadi ada seribu wanita lagi yang mengantri dibelakangnya,selain dirimu."Seloroh Nandini sembari bersedekap dada ingin melihat reaksi Adelia Kencana Puteri dengan lontaran kata yang Nandini ucapkan.


"Kurang ajar kau!..."Adelia hendak menjambak rambut Nandini sama persis dengan kejadian Zahrana tempo hari yang hendak di celakakan oleh Priska Prahara di kantin sekolah.


Namun, Adelia tidak tahu jika waktu itu sahabatnya Priska Prahara di lumpuhkan oleh Nandini sehingga cidera di kakinya, sebab waktu itu Adelia Kencana Puteri sedang rapat di ruang OSIS, ia tidak tahu jika gadis pendekar sakti itu adalah Nandini Sukma Dewi.


Nandini hendak mengeluarkan jurus tapak sucinya, namun pergerakan tangannya tiba-tiba ditarik oleh Siswa laki-laki berkacamata hitam, siapa lagi jika bukan Si Kutu Buku alias Zainal Abidin, teman debat Nandini.

__ADS_1


"Sudah ku bilang tahan tangan mu wahai gadis metal, jangan gunakan ilmu bela dirimu disembarang tempat, satu lagi jangan molor dan asal bertengger di sembarang tempat, kemarin-kemarin molor dikelas, habis itu bertengger dipohon jambu monyet dan sekarang bertengger di pundak laki-laki, pakai nebeng lagi, apa tidak ada lagi Bis Sekolah? ataukah kau bangun kesiangan hingga sampai bergerak lambat kesekolah?pake nebeng pada Si Arjuna pula."Tutur Zainal Abidin sembari menatap nanar wajah Nandini yang sebenarnya adalah gadis metal yang sangat menyentuh hati dan pikirannya sejak 4 bulan terakhir ini.


Zainal Abidin sengaja menjadikan Nandini sebagai teman debatnya, sebab dengan cara itu dia selalu bisa berdekatan dengan Nandini Sukma Dewi.Perasaannya terhadap Nandini cukup ia simpan dalam hati saja, karena belum saatnya untuknya mengungkapkan segala rasanya terhadap gadis metal yang telah bertahta dihatinya,dengan bertemu setiap hari dikelasnya sudah cukup bagi seorang Zainal Abidin, untuk mewakili rasa sukanya terhadap gadis metal tersebut.


Nandini melongo,ia terdiam sesaat, bingung juga iya dengan sikap Zainal Abidin yang tidak seperti biasanya, tatapan dan ucapannya begitu penuh arti padanya.


"Kau...kau...ke-kenapa disini,ini urusanku bukan urusanmu",bantah Nandini.


" Dia yang duluan mengangguku!"tunjuk Nandini Sukma Dewi pada Adelia Kencana Puteri.


Adelia Kencana Puteri,acuh tak acuh ia malah menggandeng tangan Arjuna hendak mengajak Arjuna Restu Pamungkas masuk ke dalam kelas mereka, namun Arjuna melerai gandengan tangan Adelia,ia merasa risih dengan keposesifan Adelia.


Nandini spontan tertawa lepas melihat pemandangan di depannya, betapa wajah Adelia memerah menahan malu sebab melihat Arjuna Restu Pamungkas menolak ajakan Adelia.


"Hahaha... katanya Arjuna itu milikmu?kok ditolak mentah-mentah oleh Sang kekasih pujaan? aku curiga jangan-jangan kau kekasih badungan", celutuk Nandini memanas manasi Adelia Kencana Puteri.


"Kurang ajar sekali kau anak metal,kau belum tahu siapa aku? berani - beraninya kau menyebut ku kekasih badungan,asal kau tahu aku termasuk salah satu Genk Star di sekolah ini,kamu hanya anak kemarin sore,masih ingusan",gertak Adelia Kencana Puteri pada Nandini Sukma Dewi dengan berdecak pinggang.


"Siapa pun Genk mu,aku tidak akan pernah gentar,aku Nandini Sukma Dewi tidak pernah takut terhadap siapa pun, apalagi pada mu yang hanya kekasih badungan dari seorang Arjuna Sang Playboy Kelas Kakap,"ujar Nandini tidak kalah sengitnya.


Adelia Kencana Puteri, hendak meluapkan amarahnya pada Nandini yang tadi sempat tertahan oleh Zainal Abidin.


Namun, lagi - lagi pergerakannya tertahan,"sudah kak Adel hentikan kekonyolan mu!... jangan buat keributan!...malu dilihat banyak orang,kau lihat semua pasang mata memandang kearah mu, mereka semua menonton keributan kalian dari sejak tadi."Sergah Zainal Abidin.


"Kak Priska, tolong bawa kak Adelia ke kelas,aku khawatir nanti Nandini hilang kendali!", titah Zainal Abidin pada Priska Prahara yang sejak tadi diam tak bergeming.


Priska tidak mau ikut campur urusan Adelia dan Nandini sebab nyalinya mendadak ciut setelah tempo hari sempat baku hantam dengan Nandini, setelah ia tahu jika Nandini jago silat dan bela diri.


Adelia pun menuruti bujukan Priska Prahara ketua Genknya, ia pun segera melenggang pergi sembari menatap tajam kearah Nandini Sukma Dewi.


Nandini membalas tatapan Adelia dengan cengengesan seraya menjulurkan lidahnya,"weee.. dasar kekasih badungan!"cibir Nandini pada Adelia Kencana Puteri.


Adelia hendak membalasnya, namun pergelangan tangannya di tarik paksa oleh Priska Prahara.


Priska berbisik pelan ditelinga Adelia,ia menceritakan tentang baku hantamnya tempo hari dengan Nandini ketika hendak mencelakakan Zahrana, namun pergerakannya di halangi oleh Nandini, cerita Priska pada Adelia dengan nada pilu nya.


"Ya ampun... jadi Si Anak Ingusan itu jago bela diri juga?"tanya balik Adelia dengan nada tak percaya dengan apa yang di dengarnya,ketua Geng Starnya Priska Prahara dapat dilumpuhkan oleh gadis metal seperti Nandini.


Adelia masih kekeuh dengan pendiriannya,ia merasa cemburu dan sakit hati melihat kebersamaan Nandini dan Arjuna,sebab Adelia masih berstatus pacarnya Arjuna,ia tidak terima jika Arjuna mencampakkannya begitu saja, ia juga tidak rela jika dibilang kekasih badungan, seperti yang di umpatkan oleh Nandini padanya.


Dipertengahan jalan menuju kelas, Priska Prahara dan Adelia Kencana Puteri berpapasan dengan Rivandra Dinata Admaja dan Rangga Sahadewa.


"Hai,Van hendak kemana?"sapa Priska Prahara pada Rivandra Dinata Admaja.


Namun, Rivandra tidak segera menjawab malah memandang sinis pada Priska dan Adelia.


"Dimana Arjuna Restu Pamungkas?aku dengar kalian membuat keributan lagi? kenapa kalian tidak ada kapoknya berbuat ulah? sangat memalukan sekali!"sarkas Rivandra pada Priska Prahara dan Adelia Kencana Puteri.


Priska dan Adelia saling berpandangan.


"Maksudmu apa Van? kenapa semenjak bertemu dan berkenalan dengan Zahrana dan teman-temannya kamu jadi berubah? sikapmu dingin, sedingin salju."Ucap Priska dengan nada kecewa,ia sangat terpukul sebab Rivandra Dinata Admaja semakin menjauh darinya.

__ADS_1


Priska Prahara merasakan, jika ia tidak bisa lagi untuk terus berjuang meyakinkan perasaannya terhadap Rivandra Dinata Admaja.


Sebab Rivandra Dinata Admaja, semakin di kejar semakin menjauh,"*i**barat seekor kupu-kupu semakin dikejar semakin berlari* ", bathin Priska Prahara dengan binar matanya yang mulai berkaca-kaca,bulir air mata itu seakan ingin tumpah dengan sendirinya,ia pun segera berlari menuju kelasnya,ia tidak mau airmatanya tumpah di hadapan Rivandra Dinata Admaja dan Rangga Sahadewa.


"Pris,kau tak apa?"tanya Adelia dengan nada paniknya seraya mengejar Priska Prahara,sebab Adelia melihat netra Priska yang mulai memerah menahan tangisnya.


"Dasar wanita aneh!... ditanya lain, dijawab lain", ucap Rivandra sembari menyugar rambutnya yang berseleweran di terpa angin.


"Bukannya aneh bro, namanya juga orang kasmaran wajar saja pertanyaannya yach seputar rasa terhadap yang di kasihinya,lagian loe nggak peka bro,Si Priska Prahara sudah hampir 3 tahun terakhir ini mengejar cinta loe,masa sedikitpun tirai hati loe terbuka untuk Priska,klo gue jadi loe sudah gue terima dengan tangan terbuka tu cewek."Tutur Rangga Sahadewa tanpa jeda.


"Gue tuh cintanya pada Bidadari Kecil bermata jeli,gadis Ayu nan mempesona,ku kira kau pun tahu siapa orangnya, Zahrana...yach hanya Zahrana seorang", timpal Rivandra Dinata Admaja pada Rangga Sahadewa.


"Kalo loe mau,loe aja sana sama Si Priska Prahara!... dia bukan tipe gue", ujar Rivandra lagi.


"Loe tega amat Dra,kalo Priska mau sama gue sudah lama gue embat tu cewek!... sayang dia tidak tertarik pada ku",timpal Rangga Sahadewa.


"Sudah, lupakan urusan Priska, kita hendak mencari Arjuna Restu Pamungkas, kenapa ia tidak hentinya berbuat ulah", celoteh Rivandra.


***


"Nandini,ayo kita segera masuk ke kelas!... cepetan bel sudah berbunyi, sebentar lagi senam akan di mulai..."ajak Zainal Abidin sembari menarik lembut pergelangan tangan Nandini.


"Kau ini nakal sekali!... tidak ada henti-hentinya berbuat ulah",ujar Zainal Abidin sembari merapikan rambut Nandini yang terlihat acak-acakan sebab di terpa oleh angin ketika sedang berboncengan dengan Arjuna Restu Pamungkas dengan kecepatan tinggi dengan kuda besi milik Arjuna.


Jantung Nandini terasa bertabuh kencang, sebab tidak biasanya Zainal Abidin menaruh perhatian lebih padanya.


"Tumben loe baik,biasanya tidak hentinya mengajak ku berdebat?tanya Nandini keceplosan pada Zainal Abidin.


Namun belum sempat Si Kutu Buku alias Zainal Abidin menjawab pertanyaan Nandini Sukma Dewi, Arjuna Restu Pamungkas dengan cepat menahan pergerakan mereka.


"Nandini... tunggu!...aku ingin bicara",sergah Arjuna seraya menarik pergelangan tangan kiri Nandini.


Jadilah adegan tarik - menarik antara dua orang laki-laki memperebutkan satu orang perempuan.Arjuna menarik pergelangan tangan kiri Nandini sedangkan Zainal Abidin menarik pergelangan tangan kanan Nandini.


Nandini meringis kesakitan, sebab Zainal Abidin dan Arjuna Restu Pamungkas sama-sama kekeuh memperebutkannya.


"Arjuna, Zainal Abidin, lepas!... kalian apa-apaan aku bukan bahan rebutan,aku bisa jalan sendiri."pekik Nandini berang seraya meringis menahan pergelangan tangannya yang sakit.


Arjuna dan Zainal spontan melepaskan pergelangan tangan Nandini.


"Din, maafkan aku...aku tidak sengaja,aku hanya ingin bicara hal yang penting pada mu", tutur Arjuna dengan rasa bersalahnya karena telah menyakiti Nandini?


"Pergi kau!...aku bukan rebutan,aku ku bukan kekasih badungan mu seperti Adelia Kencana Puteri atau kekasih hati mu yang lainnya.Aku bukan boneka pajangan yang nak semudah itu kau mainkan!...aku Nandini Sukma Dewi pantang tergoda dengan Playboy Kelas Kakap seperti mu."Tegas Nandini pada Arjuna seraya mengarahkan telunjuknya tepat pada dada Arjuna Restu Pamungkas.


"Kau juga,Si Kutu Buku... tidak usah sok peduli pada ku!...kau juga telah menyakiti ku,"bentak Nandini pada Zainal.


Zainal Abidin hendak menarik pergelangan tangan Nandini, namun secepat kilat Nandini menepis pergerakan Zainal Abidin,ia pun berlari secepatnya meninggalkan Arjuna Restu Pamungkas dan Zainal Abidin yang masih berdiri mematung di tempatnya, seolah tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Sementara, nampak dari kejauhan Rivandra Dinata Admaja dan Rangga Sahadewa menggeleng-gelengkan kepala mereka, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat hari ini, sangat diluar ekspektasi mereka.


Arjuna Restu Pamungkas yang terkenal Playboy hari ini bertekuk lutut memperebutkan seorang gadis metal seperti Nandini bersama adik kelas mereka Zainal Abidin.

__ADS_1


__ADS_2