Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
36 . Balasan Surat Cinta Untuk Aslan (POV Zahrana 1)


__ADS_3

Dengan penuh penjiwaan dan rasa yang sangat mendalam serta penuh suka cita, Zahrana membaca,memahami dan memaknai setiap bait-bait kata cinta terindah yang telah di torehkan Aslan untuk dirinya.


Tak Ayal,Zahrana sangat tersentuh dan tergoda oleh getaran asmara yang di tujukan oleh sosok Aslan Abdurrahman Syatir terhadap dirinya.


Rona wajah Zahrana nampak terpancar indah, terukir jelas rona bahagia dari seorang gadis Ayu nan mempesona seperti dirinya,perasaan Zahrana pun seakan berbunga - bunga, bermekaran di taman - taman cinta,dunia pun seakan terasa milik berdua,bak seantero isi bumi hanyalah numpang ngontrak sahaja.Seolah mereka lah Pangeran dan Permaisuri yang bertatah menguasai jagat semesta raya.


Detak jantung Zahrana terasa bergetar hebat oleh getaran asmara yang bertabur indah dihatinya,jiwanya seakan bergelora penuh kasih dan cinta terhadap sosok Aslan Abdurrahman Syatir yang telah berhasil memikat hatinya dengan benang - benang cinta yang tak kuasa lagi Zahrana untuk menolaknya.


Zahrana seakan terbuai oleh singgasana cinta yang dengan begitu mudahnya berlabuh di dalam hatinya,bak gayung bersambut Zahrana pun tidak membuang waktunya, diraihnya buku Diarynya dan tinta penanya dengan penuh cinta dan kasih,ia pun menorehkan untaian nada cinta sebagai balasan surat cinta kepada Aslan Abdurrahman Syatir Sang Pangeran hatinya.


***


From : Tsamirah Zahrana Az Zahra


To : Aslan Abdurrahman Syatir


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Salam hangat penuh kasih untuk mu kak Aslan Abdurrahman Syatir, sungguh telah ku terima dengan baik sepucuk surat cinta dari mu, telah ku baca dan ku resapi dengan segenap rasa hatiku,terimakasih ku haturkan atas segala ungkapan rasa mu terhadap ku.


Jujur aku sangat bahagia atas semua ketulusan dan rasa cinta mu terhadap ku, rasanya diri ku begitu beruntung sekali karena bisa di cintai dan di kagumi oleh sosok sempurna seperti dirimu.


Dunia ini seakan ku rasakan begitu berarti, layaknya aku madu dan engkau kumbangnya di antara taman - taman bunga.Kita serupa mereguk manisnya cinta di antara bunga - bunga yang indah.


Benarkah yang kau ucapkan itu, mencintai ku sepenuh jiwamu, menyayangi ku seumur hidup mu, menjadikan ku pujaan hati mu dan juga belahan jiwa mu?


Benarkah jika hidup bersama ku adalah mimpi terbesar mu?


Benarkah dirimu menginginkan diriku seutuhnya menjadi permaisuri hati mu?


Bisakah dirimu berpegang pada janjimu ketika suatu hari nanti kita di uji dengan keretakan cinta lantaran tak direstui oleh kedua orang tua? ataupun hadirnya sosok orang ketiga?

__ADS_1


"Kak,Ana memang masih belia, namun Ana juga punya rasa, hati dan cinta."


Bagaimana bisa diriku menolak benang-benang cinta yang mulai terajut di hatiku yang naif ini.Sungguh tak bisa lagi ku sembunyikan rasa ku yang bergetar sama terhadap mu.


Semenjak kejadian di Toko Sembako itu, hingga detik ini bayang - bayang bercumbu dengan mu selalu bermain dalam ingatanku.Betapa tak bisa diriku untuk melupakan dirimu walaupun hanya sekejap mata ku.


Ingin ku berlari mengejar bayangan mu, namun jarak memisahkan kita,aku dan dirimu terhalang restu Ayah Bunda dan Orang Tua mu pun mungkin akan melakukan hal yang sama.


Antara aku dan dirimu terpaut jauh, diriku hanyalah seorang gadis kecil yang belum mengerti dan memahami akan arti cinta sebenarnya.


Sungguh, diriku takut menabur janji, takut jika nantinya aku berkhianat,dan sangat pantang bagiku mengumbar janji kendati rasaku berpihak pada mu.


Sanggupkah dirimu mengimbangi ku, ketika nantinya sikap ku yang masih belum labil lantaran segala ego ku yang masih terlalu tinggi?


Benarkah jika dirimu menginginkan hubungan kita terjalin secara tersembunyi "BACK STREET" seperti yang dirimu inginkan?


Sanggupkah dirimu menahan segala gejolak rasa dan cemburu mu, ketika kau melihat ku bersenda gurau ataupun berkisah dengan teman-teman sebaya ku ataupun yang lainnya? sebab di luar sana diriku berteman baik dengan siapapun tanpa memandang baik buruk siapa mereka? sebab bagiku rasa persahabatan itu sangat berharga.


Namun, salahkah diriku menaruh rasa padamu kak? yang sebenarnya layak untuk diriku panggil kakak, bukan sesosok kekasih hati yang sebenarnya tak wajar untuk kumiliki sepenuhnya, mengingat perbedaan usia kita yang sangat signifikan?


Apa kata dunia, jika nantinya benar aku menjadi sosok kekasih hatimu dan menjadi sosok wanita yang kau pilih? seorang gadis kecil yang baru bertumbuh menjadi gadis remaja yang sedang mencari jati dirinya yang tak tahu dimana nantinya akan berlabuh?


Mampukah dirimu membimbing langkah ku untuk terus tumbuh menjadi gadis remaja hingga dewasa, sampai saat itu tiba seperti halnya janji yang kakak ucap bahwa "DIRIMU DAN DIRIKU AKAN MENJADI KITA".


Sungguh ku tak ingin teriris sembilu bisa, jika nantinya janji itu terlerai hanya karena satu hal yang tak mampu untuk kita daki.


Karena sejatinya,jejak - jejak langkah yang bernama kehidupan tidak akan pernah luput dari yang namanya "UJIAN", rintangan onak dan duri akan selalu merintangi dalam proses perjalanan hidup manusia.


Jodoh, rezeki dan maut kitapun masih menjadi misteri yang belum terpecahkan, sebab takdir hidup, cinta dan kematian telah Allah gariskan dalam dinamika kehidupan kita.


Ku tak ingin menjadi sosok Rama dan Shinta yang terpisahkan oleh jarak dan keadaan serta terhalang restu orang tua layaknya kisah Isabella yang lara karena perbedaan derajat dan kasta.

__ADS_1


Aku hanya lah insan biasa, terlahir dari kesederhanaan bukan dari kemewahan.Kau tau seperti apa kedua orangtuaku terutama Bundaku yang begitu kentara tidak merestui jika diriku benar menjalin hubungan dengan mu.


"Kak Aslan, jujur aku tak bisa membohongi diriku bahwa sesungguhnya diriku pun merasakan cinta dan kerinduan yang teramat sangat padamu, ingin selalu dekat dengan mu berbagi rasa layaknya sepasang kekasih dirundung asmara.Namun, diriku takut menghianati kepercayaan Ayah dan Bunda ku,aku takut berbohong pada mereka, jika aku menjalani kisah ini secara sembunyi dibelakang mereka."


"Katakan, apa yang harus kulakukan kak?ingin menolakmu seakan mengiris pilu dihatiku, terasa menyiksa batinku dan sangat menyakitkan untuk diriku dan juga dirimu menahan rindu yang menyiksa hati lantaran rasa cinta yang tidak bisa menyatu menjadi nyata."


Namun, menerima mu pun bagai buah simalakama untuk ku, dengan membohongi kedua orangtuaku yang telah membesarkan ku dengan penuh kasih dari sejak aku masih dalam buaian hingga aku bertumbuh menjadi sosok Bidadari kecil seperti sekarang ini.


Apa gerangan makna lesu yang kini membuat air mata jatuh berderai di pelupuk mataku,mengenang rasa cinta yang tak kasat mata namun terasa bergelora di dalam jiwa.


"Kak Aslan, jujur aku sangat merindukan dan menginginkan dirimu untuk ku!"


Jujur, dirimu benar-benar telah mencuri separuh hati dan jiwaku, dirimu memang terasa jauh dari panca indera ku, namun sangat dekat dihatiku.


Jujur,akupun ingin merajut asa sama seperti dirimu, ingin sekali ku bina istana cinta di hatimu, agar cahaya rindu ku dan rindu mu senantiasa mengelilingi dalam kesucian cinta yang terjaga tanpa sepercik noda.


"Kak, walaupun rasa ku dan rasa mu sama,ku mohon beri aku waktu untuk berpikir lebih jernih akan hubungan ini haruskah terajut dalam ikatan hubungan yakni "PACARAN", seperti pasangan pada umumnya? atau kita nantinya akan menjalaninya layaknya seperti teman biasa?"


"Kak Aslan, maafkan atas segala kelemahan dan kekurangan ku yang belum bisa memastikan ikatan kita, kuharap dirimu bersabar sampai akhirnya diriku memastikan jawaban atas segala resah mu antara menolak ataupun menerima kehadiran mu untuk ku?"


Sekali lagi terimakasih atas ketulusan dan cinta mu untuk ku, sungguh tak kan pernah ku lupakan itu sampai di penghujung waktu ku,kau begitu sangat berarti bagi ku,duhai pujangga yang telah menyentuh hatiku.


Ku titip salam, rindu dan cinta lewat hembusan angin pagi,sesuci dan sebeningnya embun pagi, sesuci itu pula rasa ku terhadap mu wahai Aslan Abdurrahman Syatir Sang Pujangga hatiku.


Dari Bidadari kecil mu,


Tsamirah Zahrana Az Zahra


NB : Bangka Belitung,22 APRIL 2000


(Balasan Surat Cinta Pertama Untuk Aslan Abdurrahman Syatir 😘😘😘)

__ADS_1


__ADS_2