Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
92 . Tak Rela ( Pov Yusuf )


__ADS_3

Aslan masih terus mendekap erat tubuh Zahrana, ia benar-benar tak rela jika Zahrana dilirik oleh siapa pun terlebih Rivandra Dinata Admaja yang pernah menjadi rivalnya. Zahrana tidak dapat berkutik oleh keposesifan Asan terhadapnya.


Sebenarnya Zahrana merasa sangat risih, jika Aslan terus mendekapnya mesra. Sebab dari kejauhan teman-temannya tak sengaja melihat ke arah mereka. Membuat Zahrana terbesit rasa malu dihatinya lantaran Aslan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kepemilikannya dihadapan khalayak ramai sekali pun. Tidak ada lagi backtreet seperti hari kemarin. Hari ini semuanya berubah. Aslan semakin membatasi ruang gerak Zahrana. Ia benar-benar tak rela Zahrana di lihat lelaki manapun selain dirinya.


Zahrana dan Aslan tidak menyadari jika kemesraan mereka tertangkap kamera foto oleh tiga orang siswi yang memang sengaja mengikuti jejak Zahrana dan Aslan Abdurrahman Syatir. Mereka adalah Priska Prahara dan kedua Genk Starnya, Adelia Kencana Puteri dan Lembayung Senja.


Mereka sengaja ingin merusak reputasi Zahrana dengan menyebarkan foto-foto kemesraan Zahrana dan Aslan. Mereka pun berniat jika foto-foto tersebut sudah di cetak, mereka ingin mengirimkan foto itu kepada Buya Harun dan Bunda Fatimah, juga Ayah Anjasmara dan Ibu Ratna Anjani orang tuanya Aslan Abdurrahman Syatir. Agar Zahrana ketahuan berbuat mesum. Dengan begitu orang tua mereka akan syok dan memberikan hukuman kepada Aslan dan Zahrana. Dan tentunya hubungan Aslan dan Zahrana akan hancur berantakan.


"Ini baru keren ... kita berhasil!" pekik Priska Prahara pada kedua temannya Adelia Kencana Puteri dan Lembayung Senja.


"Besok kita akan mencetak foto-foto ini di Bangka studio, aku sudah tidak sabaran ingin melihat kehancuran gadis ingusan itu," cecar Priska Prahara.


"Iya Pris, aku ingin tahu bagaimana reaksi orang tua Nandini Sukma Dewi, ketika menyaksikan adegan mesra anak mereka Aslan Abdurrahman Syatir dan Tsamirah Zahrana Az Zahra. Aku tidak sabar ingin melihat kehancuran mereka semua. Aku masih sakit hati dengan Nandini Sukma Dewi yang telah merebut Arjuna Restu Pamungkas dari ku," timpal Adelia Kencana Puteri di penuhi oleh rasa dendam kesumat yang telah menggerogoti hati dan jiwanya.


"Aku juga, sepakat dengan kalian berdua. Aku pun sakit hati terhadap teman Zahrana, Cinta Kiara Khoirani. Ia telah mencuri hati Rangga Sahadewa yang selama ini aku idam-idamkan kehadirannya untuk ku. Akan tetapi si Cinta telah duluan merebut hati Rangga Sahadewa." Lembayung senja pun ikut mengompori dendam kesumat Priska Prahara dan Adelia Kencana Puteri terhadap Zahrana dan teman-temannya.


Meskipun di era 90 an anak-anak remaja belum memiliki Smartphone kamera khusus selfi-selfi, namun Priska Prahara dan teman-temannya tak kehabisan cara untuk menjatuhkan Zahrana and friends.


Priska Prahara menggunakan Kamera Canon Canonet QL19 sebagai alat untuk mengambil foto-foto kebersamaan Zahrana dan Aslan. Pada zaman itu Kamera Canon memiliki keunikan tersendiri pada fitur QL atau Quick Loading-nya. Dengan fitur tersebut, Priska Prahara dan teman-temannya dapat dengan mudah menangkap gambar secara cepat. Setelah di jepret langsung bisa di cetak di Stadio Foto.


Zaman dulu masih menggunakan klise untuk mencetak foto atau hasil jepretan kamera jadul.😁😁


"Aku benar-benar tidak sabaran ingin segera melihat hasilnya, semua ini cukup mewakili keburukan Zahrana." Priska berucap dengan seringai liciknya.


Adelia dan Lembayung pun ikut mendukung niat buruk Priska untuk menjatuhkan reputasi Zahrana. Mereka bertiga nampak kompak.


"Tamatlah riwayat mu sekarang wahai gadis ingusan!" bathin Priska.


Priska hendak menyimpan kamera Canonnya di tas traveling-nya, namun pergerakannya tertahan. Kamera foto tersebut dirampas oleh seorang pemuda tampan berjambang dan memiliki jenggot tipis, nampaklah ia adalah sosok seorang pemuda Sholih dengan segala ketampanan dan kewibawaannya. Ia adalah Yusuf Amri Nufail Syairazy bersama teman-teman sekolahnya.


Yusuf Amri Nufail Syairazy adalah Siswa dari Sekolah Madrasah Aliyah Negeri. Mereka kebetulan menghabiskan kebersamaannya bersama-sama teman-teman sekolahnya. Setelah ini Yusuf akan segera menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Universitas Al Azhar Mesir. Ia akan mengambil jurusan Dakwah, sesuai dengan namanya di masa depan nanti ia berniat menjadi seorang ulama atau pendakwah.

__ADS_1


Di Padepokan Buya Harun, Ayah Zahrana kini pun Yusuf telah menyelesaikan Muroja'ahnya. Ia telah hafal 30 Juz Al Qur'an, tentunya itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Yusuf dan kedua orang tuanya. Sebab Yusuf telah berhasil menyelesaikan hafalannya, sehingga Yusuf berniat untuk mengenyam Pendidikan Agama Islam yang lebih baik lagi di Kairo Mesir.


Ini adalah detik-detik terakhir Yusuf di tanah kelahirannya di kota S. Sehingga ia dan teman-teman sekelasnya sepakat untuk perpisahan di pantai Indah Kenangan Bersama. Guna mengisi kebersamaan dengan teman-temannya.


Bukan satu kebetulan jika hari ini Yusuf Amri Nufail Syairazy, dapat bertemu dengan Zahrana dan teman-temannya. Juga bertemu dengan Priska Prahara dan Genk Starnya.


Tidak di pungkiri jika Priska Prahara dan teman-temannya nampak terpesona dengan kewibawaan, ketampanan dan juga kharisma dari Yusuf Amri Nufail Syairazy.


***


"OMG ... " Priska dan kedua temannya pun terpana oleh kehadiran Yusuf Amri Nufail Syairazy. Namun, Priska Prahara berusaha menetralkan perasaannya agar jangan sampai terhipnotis dengan ketampanan pemuda yang bernama Yusuf.


"Kembalikan kamera foto ku!" pinta Priska Prahara.


"Ma-af, jika untuk suatu hal yang buruk aku tidak akan memberikan kamera foto ini pada mu. Sebab, sejak tadi aku perhatikan ada niat buruk yang terselubung kepada gadis yang sedang berdekap mesra di bebatuan sana!" ucap Yusuf seraya mengarahkan pandangannya tepat pada Zahrana dan Aslan yang sedang bergandeng mesra.


"Nyessss ... " ada rasa tak rela dihati Yusuf ketika melihat Zahrana berpimpin tangan mesra dengan Aslan Abdurrahman Syatir.


"Sungguh, aku tak rela melihat mu sampai menempuh jalan pacaran. Aku tidak menyangka ternyata kau memiliki hubungan spesial dengan laki-laki yang lebih dewasa dari mu," bathin Yusuf dengan nada pilu.


Di tengah kepiluan Yusuf melihat kemesraan Zahrana dengan Aslan, Priska Prahara berniat untuk merebut Kamera foto tersebut. Namun gagal, Yusuf telah siap siaga jika Priska Prahara dan teman-temannya ingin merebut kembali kamera tersebut.


Yusuf segera menjauh dari pandangan Priska dan teman-temannya. Ia berinisiatif untuk menemui Zahrana dan Aslan juga teman-teman Zahrana lainnya yang sedang asyik bermain di tepi pantai bersama pasangannya masing-masing.


Priska Prahara dan dua orang temannya, yakni Adelia dan Lembayung pun mengejar pergerakan Yusuf. Sehingga terjadilah aksi kejar-kejaran diantara mereka untuk merebut kembali kamera foto tersebut. Sebab, di situ tersimpan bukti tentang keburukan-keburukan yang telah di lakukan oleh Zahrana dan Aslan kekasihnya.


Jika sampai kamera itu tidak dapat mereka rebut dari tangan Yusuf, gagal lah rencana mereka untuk menghancurkan reputasi Zahrana.


"Hey ... kembalikan kamera itu! kau tidak punya hak untuk merampasnya," pekik Priska Prahara.


Aksi kejar-kejaran tersebut seketika mengalihkan pandangan Zahrana dan Aslan Abdurrahman Syatir. Mereka pun melerai dekapannya.

__ADS_1


Zahrana nampak kaget ketika melihat sosok pemuda yang tidak asing lagi baginya.


"Kak Yusuf ... " bathin Zahrana. Ia nampak enak hati dengan gaun putih yang di kenakannya. Sehingga membuat lekuk tubuhnya terekspos sempurna.


Zahrana nampak gemetaran. Ia khawatir Yusuf akan mengintrogasinya, dengan kebersamaannya bersama Aslan kekasihnya.


Yusuf berhenti tepat di hadapan Aslan dan Zahrana. Di ikuti pula oleh Priska Prahara dan dua orang temannya yang nampak ngos-ngosan mengejar Yusuf, membuat Zahrana semakin bertanya-tanya mengapa Priska sampai mengejar Yusuf.


Zahrana segera turun dari bebatuan pantai di ikuti pula oleh Aslan kekasihnya. Zahrana pun menghampiri Yusuf Amri Nufail Syairazy.


"Kak Yusuf, kakak disini?" tanya Zahrana penuh rasa kaget.


Yusuf tidak segera menjawab pertanyaan Zahrana. Ia menundukkan pandangannya seraya mengucapkan salam pada Zahrana.


"Assalamu'alaikum ... " ucap Yusuf.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi ... " semua kompak menjawab salam Yusuf.


"Zahra ... Aku disini hendak nostalgia bersama teman-teman SMA ku. Namun aku tak sengaja melihat mu, juga ketiga Siswi ini begitu asyiknya mengambil foto-foto kebersamaan mu dengan dia. Aku tidak tahu apa niat terselubung di antara mereka terhadapmu. Namun aku tak rela jika ada seorang pun yang ingin menyakiti dan berniat jahat pada mu, " ucap Yusuf penuh keseriusan.


"Maaf kalau tidak salah kamu adalah Yusuf yang sering belajar mengaji di Padepokan Buya Harun, Kah? tanya Aslan.


"Benar, aku Yusuf. Aku hanya ingin melindungi Zahrana dari segala fitnah yang akan menghancurkan kehidupannya."


Yusuf pun merusak kamera foto milik Priska Prahara dan mengembalikan kamera yang tidak berfungsi lagi. Gagal sudah misi mereka untuk menghancurkan reputasi Zahrana.


Foto-foto yang mereka yakini untuk bisa menghancurkan reputasi Zahrana kini pun kameranya telah hancur luluh oleh Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Priska berang, ia pun mengumpat habis-habisan pada Yusuf. Namun di balas oleh Yusuf dengan senyuman. Ia bahagia sebab telah menyelamatkan Zahrana dari fitnah Priska Prahara dan teman-teman Genk Starnya.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Pencerahan 👉 Cinta sejati adalah kejujuran, ketulusan dan kesetiaan yang harus di jaga. Berhulu iman, bermuara takwa dan kebersihan jiwa.( Yusuf Amri Nufail Syairazy )


__ADS_2