Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
43.Keresahan Rivandra Dinata Admaja


__ADS_3

Perlahan Arjuna dan Nandini melerai dekapan mereka.Dari binar mata mereka terpancar rasa bahagia, sebab kini hati mereka telah menyatu, rasa benci yang dulu bersarang dihati Nandini terhadap Arjuna Restu Pamungkas kini berubah menjadi rasa cinta yang tak terelakkan, Nandini pun tidak menyangka jika akhirnya ia akan terjatuh kedalam pelukan seorang Arjuna.


Runtuhlah segera keangkuhan Nandini selama ini,ia gadis metal yang tomboy dan anti berdekatan dengan laki-laki kini justru terjerat dalam lingkaran cinta Sang Arjuna yang terkenal dengan sifat play boynya.


"Semoga Arjuna benar-benar menjadi laki-laki sejati, semoga saja ia setia dan tidak pernah mengkhianatiku seperti apa yang ia lakukan terhadap teman wanitanya sebelumnya,"bisik hati kecil Nandini.


Benar jika Arjuna sudah berlabuh hati pada 20 wanita selama satu tahun terakhir ini, namun ia tidak pernah menyentuhnya seperti yang ia lakukan pada Nandini,ia hanya sekedar memacari mereka, berawal dari berkirim surat cinta,lalu jadian,duduk nongkrong di kantin,kecan di belakang kelas, sekedar umbar janji,lalu jalan-jalan kepantai, itu pun di temani Rangga Sahadewa sebagai Mak Comblangnya, jika sudah jenuh maka Arjuna akan segera meninggalkannya dan memutuskannya.


Namun, dengan Nandini berbeda, siapa sangka jika Arjuna Restu Pamungkas benar-benar jatuh hati pada Nandini Sukma Dewi, awalnya memang Arjuna berniat untuk menjadikan Nandini Sukma Dewi untuk bertekuk lutut padanya, jika Nandini sudah masuk dalam perangkapnya dan benar-benar jatuh hati padanya,maka Nandini akan ia campakan sebagaimana ia mencampakkan Adelia Kencana Puteri.


Namun siapa sangka, cinta itu pun perlahan bertumbuh dan berbunga dihati mereka.


Nandini sosok gadis metal dan Arjuna Sang Playboy Kelas Kakap,kini sama-sama termakan ucapannya rasa benci itu kini berubah menjadi rasa cinta yang tak bisa mereka hindari.


"Nandini, terimakasih kau telah berkenan menjadi wanita ku,ku pastikan dirimu lah yang terakhir kali untuk ku,aku tak kan bermain hati lagi,aku janji aku akan berubah demi dirimu!"Tutur Arjuna Restu Pamungkas penuh keseriusan, seraya menatap lekat nanar wajah Nandini yang nampak bersemu merah,merasa sangat tersentuh dan tersanjung oleh kata-kata Arjuna yang membuatnya mati kutu, klepek-klepek tak berdaya dengan rayuan maut Arjuna.


Dengan Rona wajah yang nampak malu-malu Nandini pun mengiyakan ucapan Arjuna, Nandini yang biasanya ceplas-ceplos kini sangat irit bicara.Ia tidak tahu harus berucap apa.


"Iya,aku percaya padamu,"tutur Nandini singkat.


"Terimakasih gadisku,"ujar Arjuna dengan surai wajah bahagia, bahagia karena Nandini mau menerimanya.


"Untuk merayakan hari jadi kita, gimana jika aku traktir kamu diKantin dan juga traktir teman-teman mu yang lainnya?"Ajak Arjuna.


"Benarkah kami juga akan ikut ditraktir? jadi kalian benar-benar jadian?"Ujar Kirana tak percaya sebab terasa seperti mimpi melihat sahabatnya Nandini kini benar-benar sudah jadian dengan Arjuna yang terkenal dengan sifat play boynya.


"Pertama benci kemudian berubah menjadi cinta."Ujar Kirana seraya menepuk pipinya sebab masih tidak yakin dengan apa yang dilihatnya.


"Ya Allah...Kir,masa bohongan...yach benerlah loe saksikan sendiri adegan Nandini dan pengungkapan cinta Arjuna terhadapnya, itu jelas-jelas nyata tau."Ujar Cinta menepuk bahu Kirana agar sadar jika Nandini benar-benar telah jadian dengan Arjuna.

__ADS_1


"Alhamdulillah... berarti kita beneran di traktir,"ucap Kirana kegirangan.


"Iya...Cin, Kir,"ujar Nandini Sukma Dewi


Mereka berempat pun segera kembali menuju kantin sekolah, Arjuna menggenggam erat pergelangan tangan Nandini.Sedangkan Cinta dan Kirana mengekori dari belakang.


"Bos, tunggu!... aku di traktir juga dong!"Pekik Rangga Sahadewa.


"Masa giliran sudah bahagia, anak buah dikacangin,"protes Rangga.


"Ya udah bro,loe jalan di belakang saja jadi body guard Cinta dan Kirana,"ujar Arjuna seraya menampakkan senyumannya, merasa lucu dengan Rangga Sahadewa yang kerap jadi Mak Comblangnya.


Rivandra yang sejak tadi hanya menonton aksi yang dilakukan oleh sepupunya hanya geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah Arjuna begitu cepat sekali melupakan wanita dan dengan mudahnya berpaling hati.


Rivandra yang duluan kenalan dan mengungkapkan rasa cinta terhadap Zahrana tempo hari,namun Arjuna Restu Pamungkas yang duluan jadian dengan sahabat Zahrana, Nandini Sukma Dewi.


Padahal sebelumnya, Nandini dan Arjuna saling benci dan saling bermusuhan.Namun kini justru berduaan menjadi sepasang kekasih.


"Tuan muda Rivandra Dinata Admaja,kok bengong...ayo ikut kembali ke kantin!"Ajak Arjuna Restu Pamungkas.


Rivandra pun mengikuti ajakan Arjuna untuk merayakan hari jadi Arjuna dan Nandini.


Rivandra Dinata Admaja berjalan disamping Kirana Larasati sedangkan Rangga Sahadewa berjalan disamping Cinta Kiara Khoirani.Intinya Cinta dan Kirana berada di tengah-tengah, mereka diapit oleh masing-masing siswa laki-laki disisi mereka, berjalan beriringan seperti di jaga ketat oleh body guard.


***


Rivandra Dinata Admaja tampak bermuram durja,ia terlihat tidak bersemangat lantaran sejak tadi ia tidak melihat sosok Bidadari kecilnya Zahrana.


"Dimanakah gerangan dirimu wahai gadis kecil yang sangat mempesona? kenapa dari sejak tadi tak kulihat kehadiranmu? andaikan dirimu tahu betapa diriku sangat merindukan mu.Apakah kau merasakan seperti yang kurasakan?"Bisik hati kecil Rivandra.

__ADS_1


Rivandra merasa tidak betah berlama-lama di kantin, apalagi melihat kebersamaan Nandini dan Arjuna Restu Pamungkas begitu sangat manis sekali, mengabadikan hari jadi mereka, dunia seakan milik mereka berdua, penghuni mayapada seolah-olah hanya ngontrak.😁😁😁


Cinta Kiara Khoirani dan Rangga Sahadewa tampak ramah sekali berkisah, mereka saling berkelakar satu sama lain sembari menikmati menu yang dihidangkan di kantin, mereka bebas memesan apa saja yang mereka inginkan.


Rangga dan Cinta paling banyak ngemil dan makan, mereka sangat cocok sekali satu sama lain.Sementara Kirana Larasati kali ini tidak banyak bicara,ia fokus menikmati bakso kriuk yang sedang ia makan, sesekali netranya tertuju pada Rivandra Dinata Admaja yang nampak tidak betah berlama-lama di kantin, wajahnya pun terlihat kusut dan tak bergairah.


"Kak Rivan, buruan di makan baksonya!... jangan di lihat saja, khawatir keburu dingin, lihat Cinta dan Rangga apa pun mereka pesan, kenapa kakak terlihat murung sekali? seperti tidak bersemangat gitu,"tanya Kirana Larasati memberanikan diri.


"Tidak apa-apa,aku masih kenyang sekali,"tutur Rivandra.


"Oh, iya... Zahrana sejak tadi kenapa tidak kelihatan? Apa ia sedang di dalam kelas atau..."


Belum sempat Rivandra meneruskan pertanyaannya,Kirana Larasati langsung memotong perkataannya.


"Oh, jadi dari tadi kakak memikirkan Zahrana,"tanya Kirana Larasati pada Rivandra.


Rivandra mengangguk pelan.


"Oh iya.... sepertinya aku hendak pergi dulu ke kelas 1B,aku ingin memastikan keadaan Zahrana, apa ia baik-baik saja."Tutur Rivandra pada semuanya.


"Astaghfirullahal'adzim... tunggu dulu kak!...aku hampir lupa jika hari ini Zahrana tidak masuk sekolah, sebab tadi adiknya Raihan menitipkan surat izin tidak masuk sekolah lantaran ia sakit.Kakinya terkilir akibat jatuh dari anak tangga Padepokan."Ujar Nandini Sukma Dewi.


"ya Allah...pantas sekali hari ini aku tidak melihat nya,"tutur Rivandra penuh rasa terkejut dengan apa yang ia dengar.


Mendengar Zahrana sakit, Rivandra Dinata Admaja bertambah keresahannya,ia benar-benar cemas dengan keadaan Zahrana.


"Oh iya aku kekelas dulu, nanti kutitipkan sepucuk surat untuk Zahrana,ku harap nanti dirimu yang mengantarkan untuknya,"tutur Rivandra seraya menunjukkan Kirana Larasati sebagai pengantar surat cintanya untuk Zahrana nanti.


"Insya Allah kak,siappp!'Tutur Kirana menyetujui.

__ADS_1


Rivandra pun melenggang pergi menuju kelasnya,guna menuliskan sepucuk surat untuk Zahrana yang hendak ia titipkan pada Kirana Larasati nantinya.


__ADS_2