Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
44 . Surat Cinta Untuk Zahrana (POV Rivandra)


__ADS_3

Rivandra Dinata Admaja berjalan dengan langkah yang terburu-buru, sebab ia ingin segera menuliskan surat cinta pertamanya untuk Zahrana.Ia benar-benar teramat merindukan sosok Bidadari kecilnya tersebut, satu hari tak melihat Zahrana terasa seperti seribu tahun tak bersua.


"Ya Allah... kenapa bayang-bayang dirinya terus bermain dalam benak ku,aku tidak bisa bernafas lega, sebelum melihat senyum manis itu,kau gadis kecil yang sangat mempesona dan benar-benar telah menyentuh hatiku,q berharap rasa kita akan segera menyatu, seperti halnya Nandini dan Arjuna,"gumam Rivandra dalam hati.


"Sungguh aku benar-benar tak sanggup lebih lama lagi memendam rasa ini,ku harap nantinya dirimu pun menyambut diri ku menjadi sosok istimewa di hatimu!"Cicit Rivandra lagi.


Rivandra pun semakin mempercepat langkahnya menuju kelasnya,ia ingin segera menggoreskan tinta penanya untuk gadis kecil pujaan hatinya, Zahrana.


Namun, ketika Rivandra sudah masuk kedalam kelas, pergerakannya terhenti sesaat,ia urung menuliskan surat cintanya untuk Zahrana.Sebab,ia tidak sengaja melihat interaksi antara Priska Prahara dan Adelia Kencana Puteri yang nampak masih terlihat murung sebab menahan sesak di dadanya, lantaran putus cinta dengan Arjuna Restu Pamungkas yang kini telah berpaling hati pada Nandini Sukma Dewi.


Rivandra Dinata Admaja pun berinisiatif menghampiri Priska Prahara dan Adelia Kencana Puteri, sebab ia tak tega melihat air mata seorang wanita menangis sedih di hadapannya.Rivandra hendak menghibur Adelia Kencana Puteri, mensupport dan menguatkan agar tidak patah arang.


Sementara, Priska Prahara merasa ke ge-eran.Ia mengira Rivandra Dinata Admaja hendak menghampiri dan mendekatinya.Perasaan Priska pun terasa berbunga-bunga.Rasa seperti tersiram air hujan, setelah sekian lama kemarau jiwanya berada dalam kegersangan, sesaat ia merasa bahagia,nampak dari binar matanya yang bercahaya.


"Permisi...maaf mengganggu,aku hanya ingin meminta maaf atas Kelakuan saudara sepupu ku padamu Del,ku harap kamu tidak patah semangat dan terlalu larut dalam kesedihan.Arjuna tidak layak untuk kamu tangisi, jangan buang waktumu hanya untuk memikirkannya, jalan hidup kita masih panjang kawan,anggap semua yang telah terjadi adalah proses untuk kita lebih mendewasakan diri, banyak hal lain yang lebih penting untuk kita lakukan dari sekedar memikirkan sesuatu yang membuat diri kita semakin terpuruk, ambil hikmahnya dari kegagalan yang kita alami hari ini, mungkin Arjuna bukan lah yang terbaik untukmu, di luar sana mungkin akan ada seseorang yang akan lebih mengerti dirimu apa adanya.Anggap saja Arjuna itu jodoh yang hanya numpang lewat, suatu hari nanti aku yakin dirimu akan mendapatkan yang lebih baik dari Arjuna.Sabar dan ikhlas adalah kunci ketenangan,"tutur Rivandra pada Adelia Kencana Puteri, tanpa sedikitpun berniat menyapa Priska Prahara, kemudian berlalu pergi menuju meja belajarnya, Rivandra ingin segera menuliskan surat untuk Zahrana pujaan hatinya.


Adelia Kencana Puteri pun terhenyak,ia tidak pernah menyangka jika Rivandra Dinata Admaja seorang Siswa yang terkenal cuek dan dingin , bisa menyapanya dengan gamblang,juga memberikan support padanya.


"Rivandraaa..."panggil Adelia.


Rivandra pun menoleh.


"Terimakasih,atas semua supportnya,"ucap Adelia.


"Sama-sama,"ujar balik Rivandra.


Priska Prahara nampak terlihat masam,ia kira Rivandra hendak menghampirinya, nyatanya hanya berniat memberikan masukan pada Adelia Kencana Puteri sahabatnya.Priska pun memanyunkan bibirnya, tanda kecewa dengan sikap Rivandra yang nampak acuh terhadapnya.

__ADS_1


"Kita adalah jiwa-jiwa yang tersisih dan tersakiti Pris, Arjuna mencintai gadis lain, begitu pun dengan Rivandra,ia pun telah memilih sosok gadis lain yang memang menjadi pilihannya,"ucap Adelia pada Priska Prahara sahabatnya,ia berusaha tegar dan tidak lemah hanya gara-gara putus bercinta, memikirkan Arjuna hanyalah menguras tenaga dan pikirannya.


Priska hanya bisa terdiam dan tertunduk lesu mendengar ucapan Adelia, ingin marah, ingin teriak namun benar adanya, dari sejak duduk di kelas 1 hingga sampai di kelas 3 sekarang, Rivandra Dinata Admaja memang tidak pernah menyukainya, apalagi memberikan kesempatan untuk Priska Prahara mendekatinya.


Rivandra pun dengan sigapnya menuliskan surat cinta untuk Zahrana pujaan hatinya yang tadi sempat tertunda, lantaran ia menghampiri Adelia Kencana Puteri.


***


From : Rivandra Dinata Admaja


To : Tsamirah Zahrana Az Zahra


gadis kecilku yang mempesona


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Hari ini,ku goreskan tinta penaku dengan perasaan yang berbunga-bunga dan seribu rasa rindu padamu wahai kau gadis kecil yang mempesona.


Sungguh, diriku seperti Romeo yang merindukan kehadiran Juliet disisinya.


Aku benar-benar seperti hamparan debu yang beterbangan,tanpa kehadiran mu Zahrana.Tak bisa ku lupakan senyum tulusmu dan tatapan dua bola mata mu yang indah itu.


Sungguh,ku bermula mengagumimu ketika kau mulai terlelap dipundak ku ketika kita berada di Bis Sekolah kala itu, perkenalan yang begitu singkat dengan mu telah membuat ku benar-benar terpana asmara padamu.


Ketika di Mushola kala itu, sungguh telah ku ungkapkan segala isi hati ku terhadapmu,benar aku jatuh hati padamu wahai Bidadari kecil bermata jeli.


Bayanganmu, seakan terus bermain dalam benak ku, sungguh ku tak bisa menampikkan segala rasaku terhadapmu,benar aku menyukai dan mencintaimu Zahrana.

__ADS_1


Jujur,selama aku beranjak remaja hingga aku duduk dikelas 3 seperti sekarang ini, sungguh diriku belum pernah jatuh hati kepada wanita mana pun selain dirimu.


Aku tidak bisa lebih lama lagi menunggu jawaban dari mu Zahrana,ku berharap apa yang kurasakan saat ini, dirimu pun sama merasakannya.


Jangan buat ku merana tanpa kehadiranmu di sisiku Zahrana, sungguh hari ini aku hampir gila menunggumu, mencari keberadaanmu,kau tak tampak di sekolah hari ini,aku mulai mengkhawatirkan mu, ada apa dengan mu?


Ku bertanya pada teman-temanmu,kata mereka dirimu tidak masuk sekolah lantaran sedang sakit, kakimu mengalami cidera, yang katanya mukena mu tersangkut di Padepokan ketika hendak menuruni anak tangga, dan kau terjatuh hingga menyebabkan kakimu terkilir, sungguh aku sangat khawatir mendengar musibah yang menimpamu,ingin aku menjadi pelipur laramu guna meringankan segala rasa sakitmu, namun jarak dan waktu memisahkan kita.


Namun, percayalah meskipun kita berjauhan,aku benar-benar tulus padamu Zahrana.Ku mohon terimalah aku untuk bisa menyelami hatimu menjadi teman istimewa untuk ku.


Ku do'akan agar dirimu cepat sembuh, cepat pulih dan bisa masuk sekolah kembali seperti biasanya.


Aku sangat menunggu balasan surat cinta darimu untuk ku Zahrana.Akhir kata aku ucapkan semoga dirimu selalu berada dalam lindunganNya,jaga dirimu baik-baik Zahrana.


Disini,diriku akan selalu menunggumu sampai di ujung waktuku, sampai dirimu berkenan menerima diriku untuk menjadi yang teristimewa dihatimu.


Aku yang merindukanmu,


Rivandra Dinata Admaja


NB : Bangka Belitung,22 APRIL 2000


(Surat cinta Rivandra Dinata Admaja terkhusus untuk Zahrana Sang Pujaan hati 😘😘😘)


"Alhamdulillah... akhirnya selesai sudah goresan penaku untuk mu Zahrana,"bisik hati Rivandra seraya senyam-senyum bahagia, sebab seumur hidupnya baru kali ini ia jatuh hati dan untuk pertama kali pula ia melayangkan surat untuk seorang gadis kecil seperti Zahrana.


"Yach...hanya dirimu seorang,"cicit Rivandra Dinata Admaja penuh cinta pada Zahrana Pujaan hatinya, berharap jika surat itu akan segera sampai hingga berujung Zahrana pun menerima cintanya, layaknya Romeo dan Juliet yang sedang di mabuk asmara.

__ADS_1


__ADS_2