Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
200 . Bait Rindu


__ADS_3

"Tsamirah Zahrana Az Zahra!"


Yusuf memanggil nama wanita yang sangat dirindukannya itu dengan rasa tak percaya. Antara rasa cinta, kasih, sayang dan rindu yang teramat dalam terhadap sosok Zahrana pun kini bercampur menjadi satu. Tere Liye 😭😭


Mendengar namanya disebut, Zahrana pun berhenti mengucek matanya yang sudah memerah akibat butiran debu yang tiba-tiba masuk kematanya. Dengan rasa tak percaya sekaligus bercampur haru, sama seperti yang dirasakan oleh Yusuf, itu yang dialami oleh Zahrana saat ini.


Rasa rindu yang selama ini menderanya, kini terobati setelah penantian panjangnya yang hampir-hampir membuatnya lemah dan tak berdaya, nyaris tak bernyawa dalam kepingan hati yang hampir berputus asa oleh penantian yang seolah tiada akhirnya mengukung jiwanya yang haus akan kasih dari sosok pemuda tampan nan Sholih yang kini berada dihadapannya.


Semburat rindu itu pun kini mencair sudah, Zahrana seolah berada di alam mimpi melihat sosok yang dirindukan olehnya, kini benar-benar berdiri kokoh dihadapannya dengan segala kewibawaannya.


"Kak Yusuf Amri Nufail Syairazy!" pekik Zahrana dengan setengah berlari menghampiri sosok Yusuf yang masih berdiri tegak di tempatnya.


Zahrana seolah merasakan bintang jatuh kepangkuannya, ia pun berhenti dihadapan Yusuf, ia memandangi wajah Yusuf dengan rasa rindu yang begitu membuncah didadanya.


Jika bukan memikirkan ada batasan mahram diantara mereka, sudah dapat dipastikan Zahrana akan mendekap erat sosok pemuda yang sangat dicintainya itu.


Begitu pun dengan Yusuf, ia berusaha menahan gemuruh cinta berkabut rindu di dalam dadanya terhadap sosok bidadari yang teramat dirindukan olehnya tersebut.


Pertemuan tak terduga dengan sosok Zahrana membuat Yusuf tidak mampu lagi untuk berkata-kata. Ia benar-benar bahagia setelah sekian lama terpisah jarak dan waktu, kini ia berjumpa dengan bidadari hatinya yang kini sudah menutup auratnya dengan sempurna.


"Maa syaa Allah ... Tsamirah Zahrana Az Zahra!" bathin Yusuf ketika netranya tak sengaja melihat penampilan Zahrana yang kini benar-benar telah berubah menjadi 180 derajat Celcius.


Yusuf benar-benar terpesona dan takjub melihat kecantikan dan keanggunan sosok bidadari yang ada di hadapannya saat ini, bagaimana pun juga ia adalah insan biasa yang juga mempunyai rasa ketertarikan terhadap lawan jenisnya. Apalagi Zahrana adalah sosok wanita yang sangat dikaguminya dari sejak mula hingga detik ini.


"Wahai Zat yang Maha Sempurna ... Zat yang Maha Pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, betapa anggun dan sempurnanya sosok wanita muslimah yang ada dihadapan hamba ini, terima kasih atas secercah hidayah yang telah Engkau sematkan dihatinya ya Rabb. Sungguh, ini adalah salah satu bentuk kenikmatan dan anugerah yang sangat luar biasa yang tidak bisa hamba ungkapkan dengan sejuta kata-kata indah!" bathin Yusuf dengan terus memandangi wajah sang bidadari yang telah menyentuh hati dan perasaannya.


"Kak Yusuf, aku sangat merindukanmu!" bathin Zahrana dengan memandangi seraut wajah tampan yang sangat mempesona milik Yusuf Amri Nufail Syairazy.


Kedua anak manusia yang sudah 4 tahun terpisah itu pun saling memandangi satu sama lain. Keduanya tidak menyadari akan kehadiran Ummi Yasmin dan Muhammad Zaid Arkana yang tampak bingung melihat interaksi diantara mereka.


"Zahrana!"


"Kak Yusuf!"


keduanya pun saling menyeru satu sama lain, sehingga jarak keduanya pun hanya berjarak satu langkah lagi.


Bait rindu itu pun semakin bergemuruh dihati keduanya. Tak ada lagi jarak yang membentang, semesta pun seolah bertasbih oleh pertemuan dua anak manusia yang sedang didera kerinduan yang teramat dalam itu.😍😍


Satu kata bertulis cinta


Telah merasukiku


Tak berwujud, tak tersentuh, hanya kurasa

__ADS_1


Dan jika wujudnya menjelma


Pada sebentuk hati


Bukankah itu amanah dari Yang Kuasa?


Wahai insan yang di sana


Mungkin saja ini kau dengar


Melewati semesta ini


Aku sampaikan


Begitu ingin berbagi batin


Mendengarkan hasrat di jiwa


Oh, Tuhan, pertemukan aku


Sebelum hatinya beku


Dan jika wujudnya menjelma


Pada sebentuk hati


Bukankah itu amanah dari Yang Kuasa?


Wahai insan yang di sana


Mungkin saja ini kau dengar


Melewati semesta ini


Aku sampaikan


Begitu ingin berbagi batin


Mendengarkan hasrat di jiwa


Oh, Tuhan, pertemukan aku


Sebelum hatinya beku ...

__ADS_1


Bait rindu tersebut seolah mewakili segala rasa yang tersemat dihati Yusuf Amri Nufail Syairazy terhadap sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra.


Tanpa terasa bulir air mata kerinduan pun seketika mengalir deras di pipi keduanya, tanpa bisa untuk dibendung lagi. Air mata menjadi bukti atas semburat rindu yang selama ini terpendam diantara keduanya.


"Ma-af!" ucap Yusuf setelah ia menyadari akan keterpanaanya terhadap sosok bidadari yang ada dihadapannya. Ia pun menyeka air matanya yang sejak tadi berusaha untuk ia tahan. Rasa haru berkabut rindu di dalam hatinya seketika mencair sudah ketika bertemu tanpa sengaja dengan sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra.


"Maaf untuk apa, Kak?" ucap Zahrana dengan air mata berlinang membanjiri wajah cantiknya.


"Maaf untuk segalanya, maafkan kakak karena terlalu lama menggantung hati dan perasaan mu!" ucap Yusuf dengan mengalir begitu saja.


Yusuf pun memberikan sapu tangannya pada Zahrana, Zahrana pun menerima sapu tangan tersebut.


"Kakak tidak menggantung hatiku, namun kakak membuat dada ku didera rasa rindu yang teramat dalam!" ucap Zahrana dengan menyeka air matanya menggunakan sapu tangan milik Yusuf.


Bait rindu itu pun lolos dengan sempurna dari lisan Zahrana. Membuat Yusuf seakan terbang tinggi ke alam nirwana, ketika ia mengetahui bait rindu yang ia rasakan selama kepergiannya menutut ilmu di Negara Piramida itu pun di rasakan oleh sang bidadari yang kini terpampang nyata dihadapannya.


"Terimakasih untuk semua rasa mu Tsamirah Zahrana Az Zahra, kakak bersyukur bisa di pertemukan kembali dengan mu hari ini!" ucap Yusuf dengan senyum tulusnya. Membuat putik bunga cinta pun merekah dihati Zahrana.


"Sejak kapan kakak kembali? kenapa tidak memberi kabar? kenapa tidak langsung bertandang ke rumah? Buya Harun pasti senang akan kedatangan kakak."


Zahrana seolah-olah menginterogasi Yusuf, ia tidak terima jika Yusuf sudah kembali, namun tidak menemui Buya Harun dan juga dirinya.


"Kakak minta maaf, kakak baru tiba di Indonesia sore kemarin. Rencananya nanti malam kakak akan berkunjung ke rumah, menemui Buya Harun dan juga--?"


"Benarkah begitu?" tanya Zahrana dengan ekspresi wajah imutnya. Ia sengaja memangkas perkataan Yusuf sebab ia baru menyadari jika disisi mereka ada Ummi Yasmin yang ia kira customer Aisyah Boutique Collection dan Muhammad Zaid Arkana sebagai atasannya.


Zahrana belum mengetahui jika Ummi Yasmin Alta Funnisa yang ia kira customer Aisyah Boutique Collection adalah ibu kandung dari Yusuf Amri Nufail Syairazy. Sebab, tempo dulu ia masih sangat kecil untuk mengingat kembali sosok Ummi Yasmin yang dulu pernah satu kali bertandang ke rumah mereka, bersama Abi Farhan untuk mengantarkan Yusuf berguru pada Buya Harun Al Aziz kala itu.


"Benar sekali!" Yusuf pun menjawab pertanyaan Zahrana dengan senyuman manis yang menghiasi wajah tampannya. Membuat relung hati Zahrana semakin dipenuhi bunga-bunga cinta terhadap sosok laki-laki yang memiliki ketampanan yang sangat luar biasa itu.


"Maa syaa Allah ... mungkinkah ketampanan mu setara dengan ketampanan Nabi Yusuf Alaihi wasallam, yang membuat Siti Zulaikha dan para wanita mengupas kulit tangannya sendiri dengan pisau yang mereka kira buah, ketika terhipnotis dengan ketampanan Nabi Yusuf pada zamannya?" bathin Zahrana tanpa berkedip memandang ketampanan wajah Yusuf. Membuat hati Yusuf semakin tersentuh rasa oleh tatapan sosok bidadari di hadapannya itu.


"Astaghfirullah!" ucap Yusuf dengan menundukkan pandangannya. Ia pun baru menyadari akan kehadiran Umminya yang sejak tadi bersedekap dada memperhatikan interaksinya dengan Zahrana.


"Ummi, maaf!" ucap Yusuf dengan berjongkok menyalami Umminya atas segala kelalaiannya yang baru menyadari akan kehadiran Umminya.


Ummi Yasmin pun mengusap punggung putranya, "Ummi memaafkan atas segala kekeliruan mu, Nak. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosa kita yang sengaja maupun tak sengaja. Dosa yang terlihat maupun dosa yang tersembunyi. Karena hakikatnya kita adalah makhluk yang tak luput dari kesalahan dan dosa." Yusuf mendengarkan dengan seksama nasehat Umminya.


Ummi Yasmin pun mengangkat kepala putranya yang nampak hikmat tunduk patuh mencium punggung tangannya, lantaran Yusuf merasa bersalah sebab telah mengabaikan Ummi Yasmin.


"Nak, dengarkan Ummi baik-baik! wanita Sholihah yang hendak Ummi kenalkan pada mu itu adalah sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra yang kini berada di hadapan mu. Jadi, kamu sudah mengenalnya?" tanya Ummi Yasmin dengan senyuman bahagia yang menghiasi wajahnya.


"Maa syaa Allah ... ternyata sosok wanita muslimah yang Ummi maksudkan itu adalah sosok Tsamirah Zahrana Az Zahra?" tanya Yusuf dengan binar mata bahagia.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Untaian mutiara hikmah 👉"Cinta kita adalah yang terbaik karena imanku bertambah. Kau membantuku di dunia, dan karena itu aku ingin kembali bertemu denganmu di surga. Jika dia (laki-laki) mengerti tentang agama dengan baik, tentu ia akan membuatmu laksana ratu. Berikan tanganmu, dan mari langkahkan kaki menuju Allah.” ( Bisikan_H@ti Tsamirah Zahrana Az Zahra 😘😘)


__ADS_2