
Rivandra Dinata Admaja, Arjuna Restu Pamungkas dan Rangga Sahadewa turun dari motor gedenya dengan gaya yang terlihat cool menurut karakter masing-masing.
Rivandra dengan gaya elegannya, terlihat santai dan berkharisma.
Arjuna dengan gaya modisnya, terlihat keren dengan sikap arogan-nya.
Rangga Sahadewa dengan kerapian dan kesederhanaannya namun tidak kalah manis dan menariknya dari Rivandra Dinata Admaja dan Arjuna Restu Pamungkas.
Mereka bertiga saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kehadiran mereka bertiga di awal masuk sekolah hari ini membuat para Siswi berdecak kagum dan tidak berkedip untuk memandang kearah mereka.
Arjuna segera menghampiri kekasihnya Nandini Sukma Dewi, hingga membuat sebagian para Siswi memandang sinis kepadanya. Terlebih Adelia Kencana Puteri yang pernah mengisi ruang hati seorang Arjuna Restu Pamungkas. Ia masih dihinggapi rasa cemburu terhadap kedekatan Arjuna dan Nandini Sukma Dewi adik kelasnya. Nampaklah raut muka yang tidak bersahabat dari wajah Adelia Kencana Puteri, namun ia tidak bisa harus berbuat apa-apa. Sebab ia kini bukan siapa-siapa di mata Arjuna Restu Pamungkas, Adelia hanyalah kekasih yang tak dianggap. Membuat Adelia hanya bisa menahan kekecewaannya terhadap penolakan Arjuna Restu Pamungkas terhadapnya.
"Hai ... Honey! Apa kabar? I miss you!" ucap Arjuna seraya menggenggam jemari tangan Nandini.
"Hubby ... I miss you to!" ucap Nandini Sukma Dewi. Ia pun balas menggenggam jemari tangan Arjuna.
Kemesraan Nandini dan Arjuna membuat para Siswi merasa iri melihatnya. Jiwa jomblo mereka pun meronta.ππ
Selang berapa detik berikutnya tampaklah Rangga Sahadewa dengan rasa canggung dan malu-malu menghampiri Cinta Kiara Khoirani kekasihnya.
"Hai ... Cin, apa kabar mu?" tanya Rangga seraya menatap lekat nanar wajah Cinta.
"Aku baik, Kak." Cinta balik menatap nanar wajah Rangga kekasihnya. Mereka berdua tampak malu-malu menampakkan kemesraannya setelah dua Minggu tidak bersua.
"Ciyeeee ... Yang tampak malu-malu," goda teman-temannya kepada Cinta dan Rangga.
Berbeda dengan Arjuna Restu Pamungkas dan Nandini Sukma Dewi mereka berdua sama-sama menampakkan kemesraannya di hadapan ruang lingkup sekolah.
"Coba aja aku bisa jadian sama kak Virgantara yang sangat tampan dan mempesona itu, setidaknya aku bisa merasakan manisnya cinta seperti Nandini dan Arjuna," cicit Fadhilah.
Sedangkan Kirana Larasati no coment. Ia hanya memandang sekilas ke arah Zahrana dan Rivandra Dinata Admaja yang sama-sama diam terpaku. Tidak ada ucapan manis, kata-kata indah nan mesra seperti saat kebersamaan mereka dahulu.
Zahrana dan Rivandra, kini layaknya seperti orang asing yang tidak pernah saling mengenal. Tidak pernah saling mencintai dan mengasihi, keduanya benar-benar tidak saling menyapa seperti saat-saat pertama mereka saling memadu kasih. Kini cahaya cinta itu pun lenyap dalam kegelapan.
Rivandra merasakan kehilangan separuh jiwanya, ketika mendengar dan menerima kenyataan yang terjadi Bidadari kecil yang ia puja-puja telah memilih rivalnya daripada dirinya. Betapa ia merasa cintanya tidaklah bermakna dimata Zahrana.
Zahrana dan Rivandra benar-benar saling diam dan tidak saling menyapa sama sekali. Membuat semua teman-temannya ikut merasakan kepedihan yang di rasakan oleh Rivandra Dinata Admaja dan Tsamirah Zahrana Az Zahra sahabat mereka.
"Betapa perihnya luka yang kau torehkan di hatiku Ra. Aku tak sanggup menahan segala kepedihan ini, mengapa aku jatuh hati kepada mu dan kau pun menerima ku dalam hidup mu. Namun akhirnya kau lukai hatiku dalam sadarmu, sungguh ... aku tidak tahu sampai kapan luka ini akan sembuh dirimu benar-benar telah menjerat ku dengan pesonamu. Namun akhirnya kau hempaskan aku dalam duka dan nestapa yang teramat dalam." Rivandra bermonolog dalam hatinya.
__ADS_1
" Ada apa dengan cinta antara aku dan dirimu, Ra? kenapa sangat sulit bagi ku untuk membenci mu dan melupakan dirimu dalam hidupku? jejakmu benar-benar tidak bisa kuhapuskan dari kehidupan ku. Aku tidak pernah menyangka jika Aku benar-benar jatuh hati pada mu Ana!" bisikan hati Rivandra.
Rivandra ingin segera melangkahkan kakinya dari hadapan Zahrana. Ia ingin segera melangkahkan kakinya menuju kelasnya, begitupun dengan Zahrana ia ingin segera melangkahkan kakinya menuju kelasnya untuk menghindari bertatapan dengan Rivandra Dinata Admaja yang pernah mengisi relung hatinya.
"Ya Allah ... mengapa harus sesakit dan seperih ini, sungguh ... aku tidak sanggup harus menerima kenyataan ini. Dulu kita saling berbagi, mengasihi dan saling menyayangi. Namun, mengapa kini kita seperti orang asing yang tidak pernah saling mengenal?" bisikan hati Zahrana.
Ketika mereka hendak saling menjauhi kaki Zahrana tiba-tiba tersandung sebab Zahrana tidak fokus, pikirannya pun melayang entah kemana-mana.
Melihat pergerakan Zahrana tidak berimbang dan hampir terjungkal, membuat Rivandra refleks berlari kearah Zahrana sehingga membuat mereka seperti terbang diatas angin. Zahrana terjatuh kedalam dekapan Rivandra Dinata Admaja. Seketika mereka berdua saling beradu pandang, sehingga membuat mereka berdua mengingatkan kembali masa-masa dimana awal-awal mereka berjumpa.
Kenangan di Bis Sekolah ketika Zahrana terlelap di pundak Rivandra, juga insiden di Kantin Sekolah berujung pengungkapan cinta diruang lingkup Mushola oleh Rivandra Dinata Admaja terhadap Zahrana. Juga kebersamaan mereka di Perpustakaan dan lain-lain. Semua kenang-kenangan itu pun terekam dalam pikiran mereka masing-masing.
Detak jantung mereka pun kembali bergetar hebat, seperti saat-saat kebersamaan mereka dahulu. Debar-debar rasa itupun kembali bergelora di hati keduanya.
Rivandra Dinata Admaja dan Zahrana masih dalam posisi saling berpandangan, Rivandra masih menopang tubuh Zahrana dengan begitu eratnya. Mereka seakan terhipnotis oleh suasana hati masing-masing, antara rasa cinta dan benci.
Benar rasa itu masih tetap sama, dari tatapan mata Rivandra ada ketulusan cinta yang berbalut luka dan kecewa oleh kepenghianatan Zahrana terhadapnya.
Kini cinta itu pun terhalang oleh kehadiran orang ketiga, membuat Zahrana dilema hingga akhirnya kini ia memilih bertahan dengan satu hati yakni bersama dengan Aslan Abdurrahman Syatir.
Sedangkan Rivandra Dinata Admaja kini bukanlah lagi sebagai kekasihnya. Rivandra hanyalah berada di posisi yang kurang beruntung, sebab Sang belahan jiwa kini telah pun berpaling dan meninggalkannya demi satu hati yang dipilih.
π Ada apa dengan cintaπ
Satu masa telah terlewati
benci dan rindu merasuk di kalbu
ada apa dengan cintaku
sulit untuk aku ungkap semua
jangan pernah bibir tertutup
bicarakan semua yang kau rasakan
cinta itu kita yang rasa
bila sengsara hati kan merana
__ADS_1
wahai pujangga cinta biar membelai indah
telaga di kalbuku, jujurlah pada hatimu
ada apa dengan cinta, perbedaan aku dan engkau
biar menjadi bait dalam puisi cinta terindah
andai bumi terbelah dua
biar kita tetap saling berpeluk
wahai pujangga cinta biar membelai indah
telaga di kalbuku, jujurlah pada hatimu
ada apa dengan cinta, perbedaan aku dan engkau
biar menjadi bait dalam puisi cinta terindah
andai bumi terbelah dua
biar kita tetap saling berpeluk
wahai pujangga cinta biar membelai indah
telaga di kalbuku, jujurlah pada hatimu
ada apa dengan cinta, perbedaan aku dan engkau
biar menjadi bait dalam puisi cinta terindah
ada apa dengan cinta, perbedaan aku dan engkau
biar menjadi bait dalam puisi cinta terindah
By : Melly Goeslaw
Kurang lebih seperti itu lah perasaan benci dan rindu yang kini berbalut menjadi satu diantara Rivandra dan Zahrana mengenang percintaan mereka yang kini terluka perih melanda hati keduanya. Entah sampai bila semuanya akan terus seperti ini. Semoga dimasa depan nanti mereka pun menemui kebahagiaan setelah melewati liku onak dan duri yang kini penuh dengan deraian airmata dan kepahitan yang mendera keduanya.
__ADS_1