Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
191 . Jiwa Jomblo Meronta


__ADS_3

Zaid menenteng kantong kresek berisi buah-buahan, sedangkan Fardhan Arkan menenteng kantong kresek berisi nasi Padang dan juga air mineral.


"Maa syaa Allah ... Mas, banyak betul belanjaannya? sudah seperti mau pesta makan saja!" ucap Sabrina dengan mengambil salah satu kantong kresek yang ditenteng oleh suaminya Fardhan Arkhan.


"Untuk mu, apa pun Abi lakukan Um?" ucap Fardhan dengan tatapan penuh kasih terhadap Sabrina isterinya.


"Maaf, Bi. Ummi lupa, dengan panggilan sayang kita adalah Abi dan Ummi."


Sabrina tidak sengaja memanggil suaminya dengan panggilan, Mas.😁😁


"Nggak apa-apa Umm, yang terpenting ikatan cinta antara Ummi dan Abi tetap bertahan hingga kita menua. Ikatan yang tak pernah lekang oleh waktu. Meski jasad sudah terkalang oleh tanah, Abi berharap ikatan cinta kita tetap terjaga di dunia hingga akhirat!" ucap Fardhan dengan segala ketulusannya.


Sabrina nampak terharu dan terpana oleh untaian kata-kata suaminya, "Maa syaa Allah ... terima kasih untuk semuanya, Bi. semoga Allah ijabah semua harapan dan do'a-do'a kita!" ucap Sabrina sembari mengeluarkan kantong kresek yang berisi kotak nasi Padang dan membagikannya untuk mereka berempat, masing-masing mendapat satu kotak nasi Padang.


"Aamiin ya Rabb!" ucap Fardhan sambil menatap wajah ayu Sang istri.


Sabrina nampak merona, melihat tatapan suaminya yang begitu penuh cinta kepadanya. Sabrina merasa sangat beruntung mendapatkan suami Sholeh seperti Fardhan Arkhan.


Sabrina pun membagikan nasi kotak tersebut pada Zahrana, selanjutnya ia memberikannya untuk Muhammad Zaid Arkana.


"Terima kasih, Kak Sabri!" ucap Zaid dengan menerima nasi kotak pemberian Sabrina, ia pun mendaratkan bokongnya dikursi dan segera menikmati hidangan di hadapannya dengan begitu lahapnya, pasalnya Zaid benar-benar sangat lapar dari semenjak membawa Zahrana ke rumah sakit hingga detik ini, baru sekarang ia mengisi perutnya yang sudah berbunyi sejak tadi.


"Sama-sama Akh Zaid." Sabrina memilih duduk lesehan di lantai bersama suaminya dengan jarak yang tidak begitu jauh dari Zaid. Sedangkan Zahrana tetap di blankarnya. Dengan ditemani jarum dan selang infus yang masih terus setia bergelayut di pergelangan tangan kirinya.


Karena merasa sudah sangat bugar, Zahrana pun ikut menikmati nasi Padang yang memang menjadi menu favoritnya.


Zahrana melirik ke arah Zaid yang sedang fokus menyuapkan nasi ke mulutnya. "Ya Allah ... kasian kak Zaid, sepertinya dari sejak tadi ia menahan lapar." Zahrana bermonolog di dalam hatinya.


Sementara, Sabrina dan suaminya Fardhan Arkhan nampak romantis. Fardhan menyuapi istrinya dengan penuh kasih, mereka berdua seolah sepasang kekasih yang baru merajut kasih.


Padahal, sejatinya mereka berdua sudah menikah dalam kurun waktu 8 tahun terakhir ini. Namun, Fardhan masih menunjukkan sikap manis dan romantisnya terhadap istrinya Sabrina.

__ADS_1


Fardhan benar-benar menerapkan anjuran Nabi untuk tetap bersikap romantis terhadap istri dalam keadaan apapun, termasuk menyuapi istri ketika sedang makan.


Sejatinya, dalam mengarungi bahtera hidup berumah tangga, tentu salah satu kunci untuk mencapai kebahagiaan adalah dengan cara menjaga keharmonisan. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari menjalin komunikasi yang baik, memberikan surprise, bahkan hal-hal kecil sekalipun dapat mempererat keharmonisan, menyuapi pasangan ketika sedang makan misalnya. Selain mempererat suasana harmonis dalam rumah tangga, hal-hal yang telah disebutkan di atas juga bisa menumbuhkan perasaan cinta dan kasih sayang.


Kemudian, di jelaskan dalam kitab Shahih Bukhori  terdapat sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Sa’d bin Abi Waqash yang menjelaskan bahwa nafkah yang diberikan suami kepada istri dengan semata-mata mengharapkan ridha Allah Swt, pasti akan diberi ganjaran pahala. Bahkan menyuapi istri pun oleh Allah dinilai sebagai pahala.


عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِى وَقَّاصٍ، قَالَ صلى الله عليه وسلم : إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ، إِلا أُجِرْ عَلَيْهَ


حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فَمِ امْرَأَتِكَ


“Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.“


Ibnu Hajar Al-Atsqalani di dalam kitabnya yang berjudul Fathul Bari pada juz 1 halaman 137 menjelaskan mengenai aktifitas suami yang menyuapi istrinya, berikut penjelasan lengkapnya :


قوله: “تبتغي – أي تطلب – بها وجه الله ” واستنبط منه النووي أن الحظ إذا وافق الحق لا يقدح في ثوابه لأن وضع اللقمة في في الزوجة يقع غالبا في حالة المداعبة، ولشهوة النفس في ذلك مدخل ظاهر. ومع ذلك إذا وجه القصد في تلك الحالة إلى ابتغاء الثواب حصل له بفضل الله


“Imam An-Nawawi mengatakan, suatu aktifias bila sesuai dengan kebenaran maka tidaklah mengurangi nilai pahala karena menyuapkan tangan ke mulut istri biasanya dilakukan saat bercanda dengannya, tentu saja hal tersebut bercampur dengan nafsu syahwat. Akan tetapi bila hal ini tujuannya mengharapkan pahala dari Allah, niscaya ia akan memperolehnya dengan karunia dari Allah.”


Berpedoman dari keterangan hadist di atas suami menyuapi istri ketika sedang makan dengan mengharapkan keridhaan Allah itu akan dinilai sebagai suatu perbuatan yang bernilai pahala, dan sebagai seorang suami Fardhan selalu menerapkan itu semua pada isterinya Sabrina.


"OMG, Mas Fardhan dan Kak Sabri romantisnya tidak mengenal tempat. Kita yang jomblo jadi baperan," bathin Zahrana dengan mengigit bibirnya.


"Coba saja, aku sudah memiliki pasangan yang halal tentunya aku pun akan bersikap romantis pada pasangan halal ku!" bathin Zahrana dengan membayangkan seraut wajah tampan milik Yusuf Amri Nufail Syairazy.


"Astaghfirullah ... apa yang aku pikirkan? bukankah berandai-andai itu dapat memicu syetan untuk menggoda kita kedalam pintu hayalan yang lebih dalam lagi!" bathin Zahrana dengan segera membuka kotak nasi Padang miliknya, ia pun segera menikmati ayam bakar, mentimun, daun singkong, sambel cabe ijo sebagai cocolannya, dan kuah sayur nangka santan sebagai pelengkapnya.


"Alhamdulillah ... nikmat Tuhan yang mana lagi yang hendak kau dustakan?" bathin Zahrana dengan menikmati porsi nasi Padang lengkap dengan lauk pauknya.


Jika tadi sore Zahrana tidak bernafsu untuk memakan makanan yang disediakan oleh pihak Rumah Sakit untuknya. Bubur nasi dan yang mengikutinya, namun untuk porsi masakan Padang, yang menjadi menu favoritnya. Tentu saja Zahrana sangat menikmati masakan tersebut, sebab rasanya sangat pas sekali dilidahnya.


Zahrana terus mengunyah hidangannya, begitu pun dengan Fardhan dan Sabrina tidak henti-hentinya menampakkan kemesraan dan keharmonisannya, seolah-olah merekalah pasangan yang paling bahagia di seantero jagad raya.😍😍

__ADS_1


Fardhan sengaja menampakan keharmonisannya untuk nge-prank jiwa jomblo sahabatnya Muhammad Zaid Arkana agar jangan selalu betah menjomblo diusianya yang telah menginjak 25 tahun.


Fardhan mengedipkan matanya pada Sabrina, mengisyaratkan bahwa ia berhasil membuat jiwa jomblo kedua anak manusia dihadapannya meronta.


Sabrina mencubit lengan suaminya.


"Awww ... sakit sayang," ucap Fardhan dengan tawa renyahnya.


"Siapa suruh Abi bertingkah manis, kau lihat wajah Zahrana dan Zaid seperti di tekuk." Sabrina terkekeh geli melihat raut wajah dua anak manusia dihadapannya.


Zahrana yang tampak menikmati santapan malamnya pun pura-pura tidak mendengar celotehan dua pasangan suami-isteri yang sok romantis tersebut.😁😁


Sementara, Zaid yang sudah menyelesaikan santapannya, pun menghembuskan nafasnya kasar, ia pun menyugar rambutnya dengan gayanya khasnya.


"Dasar teman toxic, bisa-bisanya ia sengaja bersikap romantis, sengaja ngeprank sahabat sendiri. Apa ia tidak mengetahui mata polosku dan jiwa jomblo ku meronta?" gerutu Zaid dalam hatinya.


"Hemmm ... akhirnya akh Zaid terpancing emosi juga, makanya cepat cari jodoh dan menikah!" bathin Fardhan dengan senyum devilnya. Ia merasa ingin tertawa melihat raut wajah Zaid yang tampak kecut.


🌷🌷🌷


Untaian mutiara hikmah 👉 "Menikah adalah sebuah proses menerima kekurangan pasangan yang tidak engkau temui ketika ta'aruf dengannya. Menikah adalah solusi terbaik seorang pemuda karena dengannya sempurnalah separuh agama dan perjalanan hidup. Sesungguhnya menikah memerlukan perjuangan panjang dan lama, akan tetapi terasa indah. Lelaki yang menyia-nyiakan istri dan anaknya, merupakan lelaki yang buruk hidupnya. Wanita salihah adalah yang memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memeliharanya.Tiada keberanian terindah dalam diri seorang laki-laki, kecuali keberanian meminang seorang wanita. Berumah tanggalah dengan agama, ilmu, dan sifat saling percaya sebagai pilarnya. Jauhilah kecemburuan dan saling curiga karena akan menjadi rayap bagi bangunan yang kukuh sekalipun. Seorang suami dapat menjadi pintu surga bagi istrinya sebagaimana ia dapat pula menjadi pintu neraka untuk istrinya. Tiada komunikasi terindah kecuali komunikasi dan saling menyapa antara suami dan istri. Seorang wanita dapat mengubah rumah tangga menjadi surga sebagaimana ia dapat pula mengubahnya menjadi neraka yang tak terbayangkan."


💮


💮


💮


Sambil menunggu update selanjutnya, yuk mampir ke karya author bestie Kak, tentunya dengan cerita yang tak kalah seru dan menariknya.😊😘😘


Judul karyanya : Ternyata Dia Jodohku

__ADS_1


Authornya : Sofa Marwa



__ADS_2