Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
223 . Di Penghujung Acara Resepsi 2


__ADS_3

Zahrana dan teman-temannya nampak berbaur satu sama lainnya, mereka bercerita tentang pengalaman masing-masing. Setelah sekian lama jarang bersua. Raihan dan Yusuf masih terus setia menemaninya dari sejak tadi.


Para laki-laki, nampak asyik berbincang-bincang dengan sesamanya. Begitu juga dengan para wanita. Kirana Larasati dan Cinta Kiara Khoirani baru bisa rehat sejenak, setelah di dera kesibukan sebagai panitia di pernikahan Dini dan Arjuna.


"Hai, Cinta, Kirana, akhirnya kalian break juga. Lihatlah pangeran yang kau tunggu-tunggu selama ini telah hadir di hadapan mu." Fadhillah selalu keceplosan tanpa filter.


Kirana Larasati yang memang tidak menyadari akan kehadiran Rivandra Dinata Admaja pun mengernyitkan dahinya.


"Maksud mu, apa Dhill? mulai lagi deh!" aku sedang capek banget, banyak sekali tamu undangan Zahrana dan Arjuna mengalahkan artis papan atas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina!" pungkas Kirana Larasati sambil menghipas wajahnya yang kegerahan di antara kerumunan tamu undangan sebelumnya.


Rivandra melihat sekilas kearah Kirana, "Maa syaa Allah, Kirana Larasati! ia kini telah berhijab. Alhamdulillah," bathin Rivandra dengan kembali mengingat akan pertemuan terakhirnya dengan Kirana Larasati tempo dulu, sebelum ia mengenyam pendidikan di ibukota Jakarta.


Kirana Larasati yang sedang mengipasi wajahnya yang kepanasan pun tiba-tiba menghentikan pergerakannya. Matanya, membola sempurna ketika melihat sosok yang sangat dirindukannya kini nampak terlihat nyata di hadapannya dengan penampilan yang sangat religius. Nampak berbeda dari yang ia lihat dahulu.


"Kak Rivandra?" bathin Kirana Larasati, ketika melihat pesona dari sosok Rivandra yang saat ini benar-benar sangat tampan dengan bulu-bulu halus yang kini menghiasi wajahnya, membuat Kirana semakin kepincut hatinya dengan sosok Rivandra.



"OMG, sorot matanya begitu tajam. Apa dirinya tidak bisa tersenyum pada wanita! bagaimana jika ia menjadi ipar ku? dingin seperti itu!" bathin Fadhillah kepo. Pasalnya Rivandra adalah adik dari Virgantara yang sampai detik ini masih menjadi teman istimewanya.


Sedangkan Kirana Larasati, nampak tertunduk malu. Sebab ia masih mengenakan kerudung gaul, pikirnya apa mungkin Rivandra terpikat padanya. Mengingat ia merasa tingkatan keimanan mereka bagai bumi dan langit.


"Maafkan aku Kirana, bukannya aku tidak terpikat pada mu. Aku ingin menyelesaikan kuliah ku. Jika memang kita berjodoh, aku yakin kita akan bertemu kembali, aku tidak ingin menempuh jalan pacaran seperti halnya yang aku lakukan pada Zahrana dahulu, hingga menyengsarakan jiwa ku! dan sekarang aku telah move on darinya!" bathin Rivandra dengan ekspresi wajah dingin. Ia memang jarang menampakkan senyumnya pada wanita yang bukan mahramnya.


Semenjak mengenyam bangku di pondok pesantren dan kuliah di universitas Agama Islam Negeri Rivandra benar-benar menjaga jarak dari kaum hawa. Ia tidak ingin lagi tenggelam dalam kemaksiatan. Setelah pun ia menjemput hidayah-Nya, selama genap 4 tahun terakhir ini.


"Ya Allah, dia cuek sekali! apa penampilan ku ini sangat buruk sekali!" bathin Kirana tertunduk pilu. Sebab, ekspresi wajah Rivandra sangat dingin. Beda dengan kakaknya Virgantara selalu kocak di mana-mana, ia sebelas dua belas dengan Fadhillah.

__ADS_1


"Maafkan aku Kirana, jika pertemuan ini tidak menyenangkan hati mu. Biar ku simpan rasa ku padamu, sungguh aku tidak ingin membuat keresahan diantara kita, akan lebih baik seperti ini agar kita selalu terjaga dari segala bentuk kemaksiatan!" bathin Rivandra dengan menundukkan pandangannya.


Rivandra lebih memilih bercengkrama dengan Yusuf, Zaid, Pramuja dan Raihan. Ketimbang berbicara dengan para wanita, ia benar-benar menjaga hati dan perasaannya agar tidak goyah dengan makhluk yang bernama wanita, sebelum wanita yang di cintainya halal untuk dimilikinya.


Di kejauhan tampak pula, Barra Adi Sanjaya Asisten pribadi Zainal di Cafe XX baru datang menghadiri pesta Nandini di sebabkan kesibukannya yang tidak bisa di tinggalkan.


Setelah menyalami Nandini dan Arjuna ia berjalan menghampiri Zainal, Rufaidah, Priska Prahara bersama temannya Adelia dan Lembayung.


"Hai, Tuan Zain dan Nona Rufaidah. Kalian masih di sini? Aku baru bisa datang, Cafe ku tinggalkan sejenak, ada para waiter dan waitress yang menjaganya," terang Barra Adi Sanjaya.


"Hai, tidak apa-apa Mas Barra. Baiknya Mas mencicipi jamuan dulu! mungkin Mas haus atau lapar," ucap Rufaidah.


"Iya, aku ingin mengambilkan minuman dingin dulu!" ucap Barra dengan berjalan menuju pondokan khusus minuman dingin.


Kirana yang bertugas di bagian minuman pun segera siaga, ia kembali melaksanakan tugasnya sebagai panitia.


"Maa sya Allah, Mas Barra. Baru datang Mas?" sapa Kirana dengan tersenyum pada Barra.


Barra balas menatap Kirana dengan penuh arti, ia nampak terpesona dengan gadis manis itu.


"Siapa pula pemuda itu? kenapa Kirana nampak akrab dengannya?" bathin Rivandra dengan rasa cemburu yang kini tiba-tiba terbesit di hatinya.


"Jelous ya, Dek? makanya jika suka katakan suka, jangan di pendam! nanti keburu di gaet orang," seloroh Virgantara tanpa filter. Sifat ceplas-ceplosnya benar-benar mirip Fadhillah.


Rivandra hanya tersenyum tipis. Ia tidak ingin terlalu ambil pusing mengenai ucapan kakaknya.


"Kalau sudah jodoh tak kan kemana-mana, Kak. Ia akan datang kembali pada kita dengan cara yang telah diridhoi oleh Allah."

__ADS_1


"Payah bicara dengan mu, Dek. Sekarang sudah pintar jawab," ucap Virgantara dengan mendengus kesal. Sementara Rivandra hanya tersenyum melihat ekspresi wajah kakaknya yang nampak kesal kepada-nya.


***


Waktu hampir menunjukkan waktu Zuhur, Zahrana dan teman-temannya segera bergegas untuk meninggalkan acara pernikahan Dini. Mereka nampak bersemangat sekali.


Di penghujung acara resepsi pernikahan Dini, Zahrana dan teman-temannya pun berkumpul dan berselfi ria bersama Nandini Sukma Dewi sebagai acara penutup reuni mereka.


"Sebelum kalian pulang, mari rebutan bunga dulu. Aku lempar ya! siapa dapat semoga dia segera menemukan jodohnya."


Nandini pun melempar bunga di tangannya, semuanya nampak perasaan siapa gerangan yang mendaratkan bunga tersebut.


"Maa syaa Allah!" Zahrana sempat histeris ketika dirinya berhasil mendapatkan bunga yang di lemparkan oleh Nandini.


"OMG, selamat ya Ra? semoga dirimu segera berjodoh dengan kak Yusuf!" ucap Fadhillah. Tak tanggung-tanggung dirinya mendo'akan kebaikan untuk Zahrana.


Zahrana nampak tersenyum dan tertunduk malu. Ketika semua mata tertuju padanya.


Zahra merasa sangat bahagia, sebab tidak lama lagi ia pun akan segera menikah dengan Yusuf. Pemuda yang sangat dicintainya.


Yusuf nampak tersenyum pada Bidadari hatinya, "Tsamirah Zahrana dirimu benar-benar sangat mempesona!" bathin Yusuf dengan sejuta bunga-bunga cinta yang kini telah bermekaran di taman hatinya.


"Jadi, Zahra sudah di khitbah oleh Yusuf? dan mereka akan segera menuju pelaminan. Aku do'akan semoga Allah meridhoi hubungan kalian dan di permudah segala urusannya!" bathin Rivandra Dinata Admaja.


"Kurang ajar! berani-beraninya mereka menampilkan kebersamaannya disini. Aku tidak akan membiarkan kalian terus menikmati kebahagiaan ini," bathin Aslan dengan mengepalkan tinjunya. Ia merasa cemburu buta melihat kebersamaan Zahrana dan Yusuf saat ini.


💫💫💫

__ADS_1


Untaian mutiara hikmah👉"Hidup merupakan suatu perjuangan, perjalanan merupakan suatu pembelajaran. Apabila tidak ada pengorbanan, maka lambat laun pun kita akan semakin tersisihkan.Tidak ada perjuangan tanpa adanya rasa sakit, akan tetapi percayalah bahwa rasa sakit itu hanya sementara dan rasa bahagia akan terasa selamanya."



__ADS_2