Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas

Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas
50.Terbayang - bayang


__ADS_3

Zahrana telah selesai menggantikan seragam sekolahnya,ia pun ingin segera menuju kelasnya, sebab sebentar lagi bel masuk kelas akan segera berbunyi.


"Ra, mari kakak antarkan kamu ke kelas,"ajak Rivandra seraya meraih pergelangan tangan Zahrana.


"Iya kak, terimakasih."Zahrana pun mengiyakan ajakan Rivandra, kali ini mereka tampak tidak canggung lagi menunjukkan kebersamaannya.


"Hubby,ayo antarkan aku juga!"Rengek Nandini,bergelayut manja di lengan Arjuna seraya menyandarkan pucuk kepalanya di bahu sebelah kanan Arjuna.


"Oke, Baby!... apa yang tidak untuk mu,"goda Arjuna seraya menyentuh dagu Nandini kekasihnya.


Nandini dan Arjuna memang cocok.Mereka sama-sama agresif, tidak malu untuk menampakkan kemesraannya.


Berbeda dengan Zahrana dan Rivandra, mereka tampak malu-malu dan lebih menjaga batasannya.


Mereka pun sampai di kelas 1 B, Rivandra dan Arjuna mengantarkan pacar mereka kedalam ruangan kelas.Seolah-seolah memastikan wanitanya sampai dengan selamat, padahal hanya menuju kelas bukan hendak kemana-mana.


"OMG! ... yang lagi kasmaran, sudah tahap level akut,"cercah Cinta Kiara Khoirani, ketika melihat Zahrana dan Nandini di antar oleh pacar masing-masing.


"Loe juga Cin, barusan PDKT dengan kak Rangga Sahadewa.Hanya aku dan Hafidzah yang masih polos,"timpal Fadhilah.


"Eh ... tunggu dulu! ... bukankah Kirana Larasati juga masih single."Pikir Fadhilah lagi, seraya merangkul Kirana Larasati yang dari sejak tadi diam mematung.


Kirana Larasati memang agak pendiam dan tidak banyak bicara, setelah mengetahui jika Zahrana sahabatnya, yang selama ini menjadi lentera dan panutan dalam persahabatan mereka telah memberikan contoh yang tidak seharusnya untuk dilakukan oleh Zahrana yang memang terkenal sangat santun dan lebih religius dari mereka.


Kirana Larasati tidak menyangka jika sahabatnya yang polos dan lugu, kerapkali menasehati, membimbing dan mengarahkan mereka dalam kebaikan dan kebenaran, justru terperangkap dalam lingkaran noda-noda dosa yang tak terelakkan.


Sudah pacaran sejatinya dalam pandangan Islam tidak diperbolehkan,sebab memang mengarahkan pada kemaksiatan dan segala bentuk perzinahan, apalagi mendua pula ... sudah pasti double dosanya.


Namun,kala itu Zahrana memang belum mendalami ilmu Agama yang sebenarnya, jadilah ia terjerat lumpur dosa yang tak bisa untuk ia hindari.


Meskipun pacaran secara sehat ala Zahrana,tetap itu tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.Sebab dalam syari'at hanya ada proses ta'arufan, kemudian jika dirasakan cocok boleh dilanjutkan dengan proses khitbah atau meminang, kemudian Nadzor(melihat sekilas wajah pasangannya).


Jika dirasakan sudah mantap barulah melanjutkan pada jenjang selanjutnya, yakni ' JANJI SUCI PERNIKAHAN ', itupun dalam tenggang waktu yang sangat singkat, sebulan dua bulan atau lebih dikit, tidak boleh mengundur-mengundurkan waktu.


Jika pun dirasakan tidak cocok ketika masih dalam proses ta'aruf bolehlah mengundurkan diri, tidak ada hal yang menghalangi keduanya.Akan kecil kemungkinan untuk patah hati, sebab tidak ada keterikatan sebelumnya.

__ADS_1


Berbeda dengan mereka yang menempuh jalan pacaran, terkadang ada yang pacaran 1 tahun,2 tahun,5 tahun bahkan 10 tahun atau lebih.Namun, hanya menunggu jodoh orang lain, sebab sejatinya garis hidup,takdir cinta, jodoh setiap insan sudah menjadi ketetapan Allah Subhanahuwata'ala.


Seperti halnya, kisah Zahrana kedepannya masih terus menjadi misteri dalam pencarian jati dirinya.Entah siapa yang akan menjadi jodohnya nanti, Zahrana masih terus berproses melewati perjalanan kisah hidup dan cintanya entah dengan siapa nantinya akan berlabuh?


***


Pelajaran hari itu usai sudah, Zahrana pulang sekolah membawa rasa bahagia yang tak terhingga.Hatinya nampak berbunga-bunga mengingat kencannya dengan kakak kelasnya Rivandra berjalan dengan sangat manis sekali, meskipun sempat ada adegan yang tidak menyenangkan.Ia harus menerima kenyataan diguyuri oleh Priska Prahara kakak kelasnya dengan air jus hingga membasahi wajah dan seragam sekolahnya.


Namun, di balik duka ada hikmahnya.Zahrana kini berputar-putar di kamarnya seraya memeluk dan mencium baju seragam sekolah yang dibelikan oleh Rivandra untuknya.


"Kak Rivandra,kakak so sweet sekali ... Zahrana bersyukur sekali bisa jadi teman istimewa kakak.Kakak begitu perhatian dan sangat menyayangi, juga sangat menghargai dan melindungi Ana, ketika Ana dalam kesulitan dan ada yang menjahati dan menzholimi ku,"bisik hati kecil Zahrana.


Zahrana pun menghempaskan dirinya ditempat tidurnya, sambil terus memeluk seragam sekolah pemberian Rivandra.Ia pun kembali membayangkan ketika di Perpustakaan Rivandra menatapnya dengan penuh kasih, juga perhatian dan ketulusan Rivandra yang begitu istimewa untuknya, membuat Zahrana merasakan seperti Bidadari kecil yang sangat dimanjakan oleh Pangerannya.


"Ceeilee ... kak Zahra, lagi berkhayal apa tu, dari tadi Raihan perhatikan kakak senyam-senyum sendiri.Awas ... nanti kesambet lho, siapa yang ruqyah kakak jika itu beneran terjadi,"ujar Raihan seraya berbisik kecil di telinga kakaknya, yang masih terus berkhayal dengan lamunannya.


Zahrana terperanjat kaget mendengar bisikan Raihan yang begitu halus dan terdengar mistis di telinganya.


"Astagfirullah ... siapa yang kesambet dek? siapa yang hendak di ruqyah dek? cepat panggil Buya Harun dek!"titah Zahrana dengan raut wajah yang kelimpungan.


"Ya Allah ... Raihan,kamu pikir kakak kesambet apa?"ujar Zahrana seraya beranjak dari tempat tidurnya.


Zahrana ingin menjewer telinga Raihan, yang kerap kali sering mengerjainya.


Namun, Raihan langsung pasang langkah seribu.Ia berlari menuju sofa ruang tamu.


Jadilah aksi kejar-kejaran antara Zahrana dan Raihan adiknya mengitari sofa.


"Yeah ... nggak dapat ... nggak dapat ... Raihan yang menang,"pungkas Raihan.


Zahrana tidak mau kalah,ia terus berkeliling sofa mengejar Raihan sampai nafasnya pun ngos-ngosan.


"Nah, dapat kau ... "ujar Zahrana seraya menjewer beneran telinga Raihan.


"Ya ampun ... sakit kak.Main beneran ternyata,"protes Raihan seraya memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Weee ... siapa suruh ngerjain kakak terusan, orang sehat begini dibilang kesambet, pakai di ruqyah lagi,"protes Zahrana sembari melipat kedua tangannya di dadanya.


Tanpa mereka sadari, kedua orang tua mereka,Buya Harun Al Aziz dan Bunda Fatimah sudah dari sejak tadi memperhatikan interaksi kedua anaknya.


"Zahrana, Raihan ... sudah berkelakarnya! ... nanti kalian bertengkar sungguhan.Bunda tidak mau kedua anak Bunda saling marahan.Kalian tahu, marahan dan saling mengejek itu adalah bisikan dari syaiton,nak.Apa kalian mau kalah dari makhluk yang bernama Syaiton?"tanya Bunda Fatimah melerai pertikaian Zahrana dan Raihan.


"Na'udzubillahimindzalik Bun, Raihan nggak mau jadi temannya Syaiton,"ujar Raihan bergidik ngeri seraya memeluk Bundanya.


"Zahrana juga nggak mau jadi teman Syaiton Bun.Kata guru Agama kami,Bu Zulis.Syaiton itu,penggoda manusia agar tersesat dan melakukan hal-hal yang buruk,Nabi Adam dan Siti Hawa saja sampai turun dari Syurga karena godaan Syaiton,lantaran mereka melanggar perintah Allah.Mereka memakan buah khuldi,buah yang di larang oleh Allah untuk dimakan oleh Nabi Adam dan Siti Hawa kala itu."


"Gara-gara godaan Syaiton itu pula menyebabkan mereka tidak bisa lagi menikmati keindahan Syurga dan segala isinya, jadilah mereka diturunkan ke perut bumi.Berjuang melalui proses kehidupan mulai dari nol, mau makan, minum,dan lain-lainnya,harus usaha dulu.Dan sedihnya lagi mereka harus hidup terpisah selama 40 tahun dibelahan dunia lain, sampai akhirnya mereka dipertemukan di Padang Arafah kalau nggak salah itu bakal jadi tempat perkumpulan kita diakhirat nanti ketika hari kiamat tiba,"tutur Zahrana panjang lebar.


"Ya Allah ... kak, pakai membahas hari kiamat segala, Raihan kan masih kecil, masih pengen hidup lebih lama lagi kak.Masih banyak hal yang belum Raihan pahami dan Raihan pelajari, mana baru kelas 3 SD pula,"tutur Raihan seraya merenungi apa yang diucapkan oleh kakaknya.


Sementara, Buya Harun dan Bunda Fatimah tertegun melihat interaksi kedua anaknya.Mereka sangat bahagia sekali karena kedua anaknya sangat antusias sekali mempelajari ilmu pengetahuan Agama Islam.


Zahrana kembali ke kamarnya,ia pun terbayang-bayang dan merenungi kembali apa yang telah ia ucapkan.Kemudian ia mengintropeksi dirinya sendiri, benarkah dengan apa yang telah ia lakukan akhir-akhir ini.


Berduaan dengan Aslan Abdurrahman Syatir di Toko Sembako, kemudian sempat melakukan adegan mesra yang tidak seharusnya dilakukan oleh anak-anak ABG seusianya.Dengan lawan mainnya dewasa lagi, hingga berlanjut berkirim surat dan backtreet lagi."Membohongi Ayah Bunda pula,"cicit Zahrana.


"Dan parahnya lagi,aku mendua pula, sudah membohongi orang tua karena telah berani pacaran sembunyi-sembunyi, selain dosanya berlipat-lipat,aku pun telah membohongi semuanya,Kak Aslan dan Kak Rivandra juga,"bathin Zahrana.


Zahrana pun terus membayangkan dan merenungi kesalahannya, hingga tanpa sadar bulir air matanya pun menetes membasahi pipinya.Ia pun segera beranjak ambil wudhu untuk menenangkan pikirannya, agar tidak terlalu larut dalam kegalauan yang terus menghantuinya.


Diambilnya, buku do'a hariannya.Kemudian,ia pun membaca do'a yang dilafadzkan oleh Nabi Adam dan Siti Hawa ketika mereka diturunkan dari Syurga oleh Allah Subhanahuwata'ala.


قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ


Qālā rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn


Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”


Zahrana melafadzkan do'a tersebut, terpanggil dari nuraninya sendiri.Ia menangis dan mengadu kepada Rabb-Nya, atas segala kesalahan dan dosa yang telah ia perbuat.Hingga akhirnya Zahrana pun terlelap lantaran lelah yang menderanya, menangis dan meratapi kekhilafan yang telah diperbuatnya.Entah sampai bila, ia akan terus berbuat seperti ini.Terus mempertahankan hubungan terlarangnya dengan Aslan Abdurrahman Syatir dan juga Rivandra Dinata Admaja tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.


Ingin menghindari, namun ia pun telah terperangkap dalam ikatan cinta segitiga antara dirinya, Aslan Abdurrahman Syatir dan Rivandra Dinata Admaja.

__ADS_1


__ADS_2