
Organisasi Intra Sekolah dan semua Siswa-siswi SMP Negeri 3 XX nampak terlihat sangat kompak sekali. Mereka semua bergelut dengan kesibukan yang sangat padat dalam rangka mempersiapkan acara perpisahan khusus untuk anak-anak kelas 3 yang telah di nyatakan lulus dari SMP Negeri 3 XX.
Rivandra Dinata Admaja, Arjuna Restu Pamungkas dan Rangga Sahadewa juga teman-teman mereka lainnya begitu bersemangat sekali mendekorasi Aula Sekolah.
Begitu juga Genk Stars-nya Priska Prahara dan dua orang temannya Adelia Kencana Puteri dan Lembayung Senja nampak begitu ceria. Terlihat sekali dari binar wajah mereka penuh dengan kebahagiaan, sebab mereka telah berhasil lulus dari SMP Negeri 3 XX.
Priska Prahara merasa sangat senang sekali, dengan begitu ia tidak akan di landa sakit hati dan kecewa lagi. Sebab, Rivandra Dinata Admaja tidak lagi mencuri-curi kebersamaan dengan Zahrana. Gadis kecil yang sangat dibenci oleh Priska.
Setiap hari Priska harus menahan hati ketika melihat Pujaan hatinya Rivandra Dinata Admaja selalu merajut kebersamaan dengan Zahrana. Gara-gara Zahrana lah ia gagal mendekati Rivandra Dinata Admaja.
Padahal sejatinya, ada atau tidak Zahrana. Rivandra memang tidak menaruh perasaan apa-apa pada Priska Prahara. Namun Priska Prahara yang selalu merasa kepedean. Ia seolah-olah merasa Rivandra adalah lelakinya, padahal tidak demikian.
Meskipun kini Rivandra Dinata Admaja dan Zahrana tidak lagi mempunyai hubungan khusus, namun Priska Prahara tetap membenci Zahrana. Apalagi mengingat kejadian baku hantam di lapangan basket beberapa waktu yang lalu, membuat Priska semakin membenci Zahrana. Gara-gara Zahrana pula wajahnya harus memar dan babak belur oleh ulah Nandini Sukma Dewi Si Pendekar Sakti, temannya Zahrana.
"Hai ... Van, dekorasinya keren sekali!" ucap Priska Prahara, yang dengan tidak tahu malunya terus mendekati Rivandra Dinata Admaja. Walaupun kerapkali mengalami seribu penolakan dari seorang Rivandra.
Rivandra pun menoleh, ia tetap memasang wajah datar dan tidak terlalu menanggapi ucapan Priska Prahara. Sebab, Rivandra sudah teramat kecewa dengan sikap Priska Prahara yang selalu mendzolimi Zahrana, Bidadari kecil yang sampai saat ini masih terus bertahta dihatinya.
Meskipun pada kenyataannya hubungan itu pun kini telah kandas, menyisakan luka dan lara yang teramat dalam dihatinya. Namun, Rivandra merasa bahagia sebab telah mengenal Zahrana dan pernah merajut kebersamaan dengannya. Rivandra tetap merasa bangga karena mereka kini masih tetap bersahabat, sama sekali tidak ada rasa benci dari keduanya.
"Van, mengapa dirimu selalu mengabaikan ku? apa kurangnya aku dibandingkan gadis kecil itu? Aku di sini senantiasa ada untuk mu, namun kenapa kau selalu acuhkan diriku? Apa aku ini patung bagimu?" ucap Priska Prahara berapi-api. Ia tersulut emosi, sebab Rivandra Dinata Admaja selalu mengacuhkan kehadirannya.
"Maaf Pris ... Aku sedang tidak ingin berdebat, dari dulu hingga detik ini aku hanya menganggap mu teman biasa, sama seperti teman-teman kita yang lainnya. Ku mohon berhentilah mengharapkan ku Pris! Di luar sana banyak yang lebih baik dari ku, yang mungkin lebih mengerti dirimu."
"Maaf ... Aku tidak bisa menerima kehadiran mu dalam hidupku, Pris. Jangan sia-siakan waktu mu hanya untuk diriku yang bukan apa-apa ini. Sungguh ... Aku tak ingin kau tersakiti dan terluka lebih dalam lagi, Pris!"
"Aku tak ingin kita saling membenci dan menjauhi hingga berujung menjadi dendam kesumat yang tak berkesudahan. Aku harap cukup sampai disini kebencian mu terhadap Zahrana! Aku harap dirimu bisa berbesar hati menerima semua kenyataan yang ada, hapus segala dendam dan prasangka buruk yang kini terpatri di hatimu terhadap Zahrana."
"Sungguh ... Aku sangat berterima kasih pada mu, karena selama 3 tahun terakhir ini kau terus menunggu ku, terimakasih atas semua rasa, cinta, perhatian dan ketulusan mu terhadap ku, Pris. Akan tetapi maaf, aku benar-benar tidak bisa untuk membalas rasamu."
"Kau pun tahu, jika cinta itu tidak harus memiliki. Cinta bila di paksakan tentunya itu akan sangat menyakitkan dan aku tidak ingin itu terjadi antara aku dan dirimu, Pris. Cukup sudah semuanya Pris, kumohon jangan pernah lagi mendekati ku seperti ini. Karena itu akan meruntuhkan harga diri mu sebagai seorang wanita."
"Ku harap didetik-detik akhir perpisahan sekolah kita, kita bisa saling memaafkan satu sama lain. Hapuskan segala amarah, benci dan dendam yang ada. Tinggalkan jejak-jejak indah di sekolah kita Pris! Aku minta maaf atas segala kesalahan ku pada mu selama ini Pris, baik yang di sengaja ataupun tidak di sengaja," ucap Rivandra Dinata Admaja seraya mengulurkan tangannya pada Priska Prahara.
Tiga tahun sudah Priska bersekolah di SMP NEGERI 3 XX, ini pertama kalinya Rivandra Dinata Admaja bicara panjang lebar padanya bahkan sampai mengulurkan tangan padanya sebagai tanda permohonan maafnya.
Priska Prahara menundukkan pandangannya, ada rasa malu yang menyeruak di pita bathinnya. Sebab selama ini dia begitu kekeuhnya mengejar Rivandra Dinata Admaja, namun yang di kejar malah acuh tak acuh.
Priska kecewa pada Rivandra Dinata Admaja, ia ingin menangis sejadi-jadinya menumpahkan segala kesedihan di hatinya.
Priska tidak menyambut uluran tangan Rivandra, ia benar-benar kecewa untuk kesekian kalinya Rivandra Dinata Admaja menolak kehadirannya untuk mengisi taman hati seorang Rivandra tanpa memberikan kesempatan sedikitpun untuk Priska Prahara menjadi teman istimewanya.
Tanpa berucap sepatah kata pun Priska Prahara membalikkan badannya dan menjauh dari pandangan Rivandra Dinata Admaja. Priska menangis dalam gugu mengenang kisah percintaannya yang tak berbalas. Pupus sudah harapannya. Ia malu menampakkan wajahnya dihadapan semua teman-temannya.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara gadis ingusan itu! awas saja ke ujung dunia pun kau akan ku hantui. Gara-gara dirimu aku terpuruk seperti ini! kau tidak akan pernah tenang menjalani proses kehidupanmu di masa depan." Dendam kesumat terhadap Tsamirah Zahrana Az Zahra telah mendarah daging dihati Priska Prahara.
Rivandra menatap kepergian Priska Prahara dengan perasaan yang bersalah. Ia menyadari jika selama ini telah mengabaikan rasa yang telah pun bersemayam di hati Priska Prahara untuknya.
Akan tetapi Rivandra benar-benar tidak bisa menerima kehadiran Priska Prahara dihatinya. Sebab nama Tsamirah Zahrana Az Zahra masih terukir indah di pita bathin-nya. Tak ada yang berubah, hari kemarin, pun hari ini, esok atau pun lusa rasa itu pun tetap sama. Walaupun kini mereka tak lagi bersama.
"Maafkan aku Priska, sebab tak bisa membalas rasa cinta mu terhadap ku hingga detik ini," bathin Rivandra Dinata Admaja. Ia pun melanjutkan dekorasi Aula Sekolah sebagai persiapan untuk acara perpisahan sekolah besok pagi.
***
"Kak Rivan, keren sekali dekorasinya!" ucap seorang gadis kecil yang cantik nan jelita dengan bibir mungil dan rona wajah yang indah itu membuat kaum Adam tak berkedip kala memandangnya.
Yach ... gadis kecil itu adalah Tsamirah Zahrana Az Zahra, gadis yang sampai detik ini masih bertahta di hati Rivandra Dinata Admaja.
"Zahra ... kau disini? tanya Rivandra. Ia tak menyangka jika Zahrana telah berdiri di hadapannya, membuat detak jantungnya pun terasa bertalu-talu.
Zahrana nampak tersenyum manis pada Rivandra Dinata Admaja, juga terhadap teman-teman yang lainnya.
Zahrana kini menganggap Rivandra sebagai teman biasa sesuai kesepakatan mereka berdua, jadi Zahrana bersikap layaknya seorang sahabat. Sama seperti halnya dengan teman yang lainnya.
Rivandra menatap Zahrana tanpa berkedip.
"Ya Allah ... pesona mu hari ini sangat luar biasa, dirimu terlihat lebih manis dan bahkan teramat cantik dari biasanya Zahrana." Rivandra terus memandangi Zahrana dengan penuh arti, hingga membuat Zahrana nampak salah tingkah dengan tatapan Rivandra.
"Ya Allah ... tolong jaga rasa ku hanya untuk satu hati. Aku tidak ingin lagi mendua hati, cukup kak Aslan yang bertahta di hatiku. Cukup hari kemarin aku terjebak dalam cinta segitiga, setelah ini aku tak mau hal itu terjadi lagi," bisikan hati Zahrana.
"Hey ... Princess! kok melamun," ucap Nandini membuyarkan lamunan Zahrana.
Teman-teman Zahrana lainnya yakni Kirana Larasati, Cinta dan Fadhilah pun ikut mengagetkan Zahrana juga Rivandra Dinata Admaja.
"Kak Rivan juga, sama melamun-nya," goda Fadhilah.
"Jangan sampai ada yang CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali!" Cinta Kiara Khoirani pun ikut menggoda Zahrana dan Rivandra.
"Hemmm ... " Kirana Larasati hanya mengisyaratkan semua kata-kata hanya lewat sebuah deheman.
Menyadari kehadiran teman-temannya di sisi mereka, membuat Rivandra dan Zahrana kaget. Mereka berdua sama-sama tertunduk malu, sebab tertangkap basah saling terpukau satu sama lain.
"Iya nih, katanya teman sekedar kawan. Namun kok perhatian dan cara pandangnya sangat berbeda," ceplos Nandini Sukma Dewi.
"Jangan sampai kalian CLBK lagi di hari-hari terakhir perpisahan kakak-kakak kelas 3 nanti," celutuk Nandini.
Nandini tidak ingin Zahrana menduakan kakaknya Aslan seperti hari kemarin. Ia tidak ingin jika semua itu sampai terjadi.
__ADS_1
"Ma-af Din, a-ku hanya-"
"Ma-af ... kita hanya tidak sengaja saling bertemu pandang. Habis Princess kalian hari ini nampak berbeda dari biasanya," ucap Rivandra sekenanya. Memotong perkataan Zahrana agar teman-teman mereka tidak berpikiran yang tidak-tidak terhadapnya dan Zahrana.
Rivandra pun melanjutkan dekorasinya. Kali ini ia benar-benar fokus melanjutkan tugasnya, sebab semua harus selesai hari ini, sebab besok acara perpisahan akan segera di laksanakan.
Zahrana dan teman-temannya nampak takjub dengan pekerjaan Rivandra dan teman-temannya yang terlihat sangat sempurna sekali.
"Alhamdulillah ... akhirnya selesai juga," cicit Rivandra.
Mereka semua nampak bahagia karena telah selesai menyulap ruangan Aula menjadi seperti ruangan yang bertabur indah dengan bunga-bunga yang menghiasi setiap sudut ruangannya. Semua bertema biru putih menghiasi setiap ruangan Aula tersebut.
Para Siswa-siswi telah menyiapkan semua pentas seni yang akan disiapkan besok pagi. Masing-masing kelompok dari kelas satu sampai kelas dua, juga kelas tiga khususnya telah mempersiapkan diri untuk ikut andil meramaikan acara perpisahan esok hari.
Mereka semua telah berlatih maksimal sebelumnya. Akan ada drama singkat yang bertemakan Kisah kasih di Sekolah yang akan dibawakan oleh Zahrana dan teman-temannya, mereka akan berkolaborasi dengan kakak-kakak kelas 3. Dimana pemeran utamanya akan diperankan oleh aktris utamanya Tsamirah Zahrana Az Zahra, dengan aktor utamanya Rivandra Dinata Admaja.
Pemeran sampingan akan di bawa oleh Nandini Sukma Dewi bersama Arjuna Restu Pamungkas juga teman-teman mereka lainnya.
Akan ada juga pentas seni Bela Diri, music tembang kenangan dan sebagainya, pantun, puisi cinta dan sejenisnya, tari-tarian tradisional dan lain-lainnya. Juga akan ada tausiyah singkat dari Bu Zulis sebagai acara penutupan di acara perpisahan sekolah besok pagi. Sebagai pencerah untuk para Siswa-siswi di SMP NEGERI 3 XX.
"Honey! jangan lupa persiapankan diri untuk acara besok, sebenarnya aku keberatan jika dirimu harus berduel dengan si Zainal Abidin itu dalam acara perpisahan besok," ucap Arjuna datar.
"Ya Ampun ... Hubby, itu kan hanya pentas seni untuk acara perpisahan besok. Kita harus sportif Hubby. Kesampingkan dulu urusan pribadi di atas kepentingan bersama," ucap Nandini Sukma Dewi.
"Iya ... " ucap Arjuna lesu.
Nandini nampak gemas dengan tingkah baper kekasihnya yang tidak mengenal waktu dan tempat.
"Aku sungguh tak menyangka jika dirimu seposesif ini Hubby, semoga kau akan terus begini dan tidak akan pernah berubah oleh waktu dan peristiwa," ucap Nandini. Ia pun nyandarkan kepalanya pada bahu Arjuna kekasihnya.
"Kak Rivandra ... deal kita sepakat untuk acara besok, kita jangan sampai baper-baperan! tuh seperti tetangga sebelah," ucap Zahrana. Ia menunjukkan tepat pada sahabatnya Nandini Sukma Dewi dan Arjuna Restu Pamungkas yang nampak selalu lengket seperti paku dan papan atau tidak ubahnya seperti lem dan perangko yang sangat sulit untuk terpisahkan.
Rivandra terkekeh geli mendengar ucapan Zahrana.
"Hehe ... deal, kita sportif untuk acara perpisahan besok!" ucap Rivandra Dinata Admaja seraya menautkan jari kelingkingnya pada Zahrana tanda setuju.
"Terimakasih, kak!" ucap Zahrana dengan senyuman manisnya. Membuat jantung hati Rivandra Dinata Admaja seperti lari maraton.
Ada rasa gemas sekaligus kagum pada sosok Zahrana, namun Rivandra menyadari kini, mereka pun hanya sebatas teman biasa. Tidak lebih.
"Semoga acara perpisahan besok berjalan dengan lancar," ucap Rivandra.
"Aamiin ... " jawab Zahrana penuh kekhusyukan.
__ADS_1