
Bunda Fatimah dan Ummi Yasmin, nampak menyambut hangat kepulangan Yusuf Amri Nufail Syairazy bersama Buya Harun, Abi Farhan dan juga Raihan dari Mesjid Al Ikhlas.
Mereka nampak bersemangat sekali untuk melanjutkan prosesi khitbah antara Yusuf dan Zahrana yang sempat tertunda. Kini mereka semuanya, sudah berkumpul di ruang tamu, tampaklah wajah-wajah bahagia tergambar dari keluarga kedua belah pihak tersebut. Mereka nampak tidak sabaran menunggu Zahrana untuk segera keluar dari kamarnya, pasalnya setelah selesai bergelut di dapur Zahrana kini berganti model baju yang lebih sakral dari biasanya.
Yusuf nampak terpana dengan pesona Zahrana malam ini, ia merasa takjub dengan penampilan Zahrana yang tampak beda dari biasanya.
Zahrana mengenakan gaun syar'i model brokat dengan nuansa putih berpadu dengan hijab syar'i yang dikenakannya, hingga menampilkan kesan yang lebih sakral dari hari-hari biasanya. Ia terlihat cantik dan anggun dengan balutan hijab syar'i tersebut, membuat pandangan Yusuf kini hanya tertuju pada sosok bidadari bermata indah yang kini terpampang nyata di hadapannya.
"Maa syaa Allah, betapa sempurnanya dirimu diciptakan wahai bidadari dunia akhirat ku! Manik mata indah itu, sungguh sangat mempesona dan menawan hati." Yusuf semakin mantap untuk mengkhitbah Zahrana, tiada satu hal pun yang dapat membuatnya berpaling dari yang terkasih.
Bayangkan manik mata indah milik Zahrana seperti ini ya, teman-teman! fokus pada kelopak matanya dan kecantikan alaminya saja, bukan pada hijab yang dikenakannya. Sebab saat ini Zahrana sedang mengenakan hijab putih bukan black.😁😁
Menyadari Yusuf menatapnya penuh arti, Zahrana pun balas memandangi wajah tampan sang pangeran hatinya tersebut dengan tatapan yang penuh makna. Manik mata keduanya pun seketika saling bertemu pandang, menyampaikan pesan cinta lewat isyarat mata dan bahasa tubuh keduanya menjadi saksi jika keduanya memang saling mencintai satu sama lain tanpa ada sedikitpun bentuk keterpaksaan dari pihak manapun.
"Ya Allah ... betapa sempurnanya Engkau ciptakan sosok pemuda sholih yang kini ada dihadapan hamba ini, izinkan kami ya Rabb untuk segera menghalalkan hubungan ini, agar pandangan mata dan hati kami lebih terjaga dari segala bentuk kemaksiatan dan perzinahan yang dapat merusak duduk keimanan kami. Ya Allah mudahkanlah kami dalam melaksanakan prosesi khitbah malam ini, sebagai langkah awal kami untuk menuju prosesi pernikahan selanjutnya!" bisikan hati Tsamirah Zahrana Az Zahra.
Zahrana pun nampak terpukau dengan kharisma dan senyuman yang terpancar dari sosok Yusuf Amri Nufail Syairazy yang kini menatapnya dengan senyuman manis yang membuat hati Zahrana semakin terpikat pada sosok pemuda yang sangat tampan dan sholih tersebut.
Buya Harun selaku wali Zahrana pun seketika tersenyum melihat putri kesayangannya telah pun terpikat pada sosok Yusuf Amri Nufail Syairazy santri kesayangannya. Ia pun semakin mantap melepaskan putrinya untuk dipersunting oleh sosok pemuda sholih yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Al Azhar Mesir tersebut.
Bayangkan senyuman dan tatapan Yusuf terhadap Zahrana seperti ini ya para reader setia ku, dan sosok yang ada di sampingnya adalah Buya Harun Al Aziz selaku orang tua wali Zahrana yang akan memulai prosesi khitbah Yusuf dan Zahrana putri tercintanya.😊😘
Yusuf dan Zahrana pun nampak tertunduk malu, degup jantung keduanya saling berpacu lebih cepat dari biasanya. Getaran rasa itu pun semakin menyelubungi di palung hati yang terdalam. Tampak nyata dari bahasa tubuh keduanya, getaran asmara di antara keduanya pun tak bisa lagi untuk terelakkan.
Abi Farhan dan juga Ummi Yasmin pun semakin ingin mempercepat prosesi khitbah antara Zahrana dan Yusuf putranya, sebab memperhatikan bahasa tubuh kedua anak manusia di hadapannya itu kini tampak benar-benar memiliki ketertarikan satu sama lain.
Abi Farhan pun menarik nafasnya pelan, mengingat ini adalah prosesi khitbah putra semata wayangnya, yang sudah menjadi tanggung jawabnya sampai putranya benar-benar halal bersanding di pelaminan dengan sosok bidadari yang memang benar-benar di cintai oleh putranya.
__ADS_1
"Akh Harun, izinkan saya mewakili putra saya untuk mengkhitbah putri kalian Tsamirah Zahrana Az Zahra dengan putra kami Yusuf Amri Nufail Syairazy!" ucap Abi Farhan dengan penuh penghayatan.
Buya Harun nampak menyambut dengan suka cita, niat baik dari Abi Farhan. Dengan senyuman yang terukir dari sosok Buya Harun, ia pun menerima sepenuh hati lamaran pihak keluarga Yusuf.
"Baiklah, saya selaku wali dari putri kami Tsamirah Zahrana Az Zahra menerima lamaran dari keluarga Akh Farhan. Harapan saya kedepannya, semoga Allah meridhoi segala niat baik kita!" ucap Buya Harun dengan tatapan mata yang mulai berkaca-kaca.
Buya Harun nampak terharu, sebab ada sosok pemuda yang sholih yang telah berkenan datang untuk mengkhitbah putri kesayangannya.
Ummi Yasmin pun mewakili Yusuf menyematkan cincin emas di jari manis Zahrana dengan penuh hikmat. Yusuf nampak berkeringat dingin, ketika Ummi Yasmin menyematkan cincin emas tersebut di jari manis sang bidadari yang sangat dicintainya, sampai akhirnya cincin tersebut melingkar sempurna di jemari Zahrana, barulah Yusuf nampak tenang dan berucap syukur.
"Alhamdulillah!" seketika semua yang hadir menyaksikan prosesi khitbah Zahrana dan Yusuf pun mengucap syukur. Mereka semua nampak di liputi rasa bahagia, sebab kini Yusuf dan Zahrana telah resmi lamaran sebagai awal menuju prosesi selanjutnya yakni janji suci pernikahan.
Yusuf nampak menyeka keringat yang mengucur di dahinya, tubuhnya yang semula gemetaran panas dingin, kini pun terlihat lebih rileks. Ummi Yasmin tersenyum melihat tingkah putranya.
"Maa syaa Allah, Nak. Ummi yang menyematkan cincin di jari manis Zahra, namun dirimu yang terlihat gemetaran seolah-olah berada di posisi Ummi!" sarkas Ummi Yasmin.
Yusuf nampak tersipu malu, sebab semua orang nampak tertuju padanya. Namun, Yusuf secepat mungkin menguasai dirinya. Ia pun berusaha untuk setenang mungkin. Bagaimanapun ia adalah seorang laki-laki yang harus bisa mengayomi ketika ia telah halal bersama sang bidadarinya nanti.
"Maaf, Ummi. Terimakasih atas segala perhatian dan restu Ummi dan juga Abi untuk Yusuf dan Zahra. Yusuf berjanji akan menjadikan Zahra wanita yang paling bahagia dan satu-satunya ratu dihati Yusuf, setelah cinta Yusuf kepada Ummi." Yusuf meluahkan segala isi hatinya, ia pun memeluk Umminya dengan penuh kasih.
"Insya Allah, Ummi!" Yusuf pun sekilas melirik ke arah calon bidadarinya. Sementara, Zahrana nampak tertunduk malu.
"Zahra, terimakasih atas kesetiaan mu menunggu ku dalam kurun waktu yang sangat lama. Terima kasih telah menerima ku menjadi calon imam untuk mu, semoga Allah meridhoi jalan yang kita pilih ini, untuk memenuhi setengah agama kita dalam janji suci pernikahan!" ucap Yusuf dengan penuh ketulusan dihatinya.
Zahrana menganggukkan kepalanya pelan, ia nampak tersentuh oleh untaian kata-kata Yusuf, ia pun tidak banyak berkata, sebab ia merasa sangat bersyukur dan bahagia setelah sekian purnama, penantian panjangnya pun kini berbuah manis. Akhirnya, ia dan Yusuf pun bisa berada di posisi sekarang ini, ia kini telah resmi dikhitbah oleh sosok pemuda yang tampan nan sholih tersebut.
"Selamat ya Nak, kau kini telah resmi dikhitbah oleh nak Yusuf. Bunda harap nantinya, dirimu bisa menjadi sosok istri yang shalihah bagi suami mu. Jaga hati dan pandangan mu, hanya untuk dirinya. Berbaktilah pada suami nantinya, sebab setelah menikah nanti engkau akan menjadi tanggung jawab suami mu sepenuhnya!" ucap Bunda Fatimah dengan memeluk dan mencium kening Zahrana.
"Insya Allah Bunda, Zahra akan menuruti kata-kata Bunda. Zahra akan berusaha menjadi sosok istri yang baik untuk kak Yusuf."
Zahrana pun melepaskan pelukannya, ia kini beralih memeluk erat Buyanya. "Buya terimakasih, atas perhatian, kasih sayang dan pengorbanan yang telah Buya berikan untuk Zahra selama ini. Hingga Zahra bisa bertumbuh seperti sekarang ini," ucap Zahrana dengan meneteskan air matanya.
__ADS_1
Zahrana benar-benar terharu, ia menangis dalam pelukan Buyanya. Begitu pun Buya Harun, ia pun nampak haru dan bahagia. Sebab, kini puteri kesayangannya telah dipersunting oleh santri kesayangannya, yang memang telah di jodohkannya dari sejak dahulu kala.
"Jangan menangis, Nak! kau putri kesayangan ayah yang cerdas dan shaliha. Buya yakin dirimu mampu menjadi sosok istri yang shalihah untuk suami mu nanti," ucap Buya Harun dengan mengusap air mata Zahrana.
Jika sudah berhadapan dengan ayahnya Zahrana memang tampak seperti anak kecil yang haus akan kasih sayang.
Sementara, Raihan yang dari sejak tadi terdiam pun akhirnya membuka suaranya. "Hemmm, sepertinya semua yang ada di sini lupa deh, sama Raihan. Dari sejak tadi Raihan di kacangin!" ucap Raihan menyebikkan bibirnya.
Melihat tingkah lucu Raihan, seketika suasana yang tegang berganti humoris. Gelak tawa pun memenuhi seisi ruang tamu.
Zahrana pun menghampiri adiknya, ia merangkul adik bungsunya itu dengan penuh kasih.
"Raihan, dengarkan kakak! sampai kapan pun kau adalah adik kakak satu-satunya yang paling baik dan selalu menasehati kakak dalam kebaikan, ketika kakak terjatuh dalam kelalaian."
Kedua kakak beradik itu pun saling merangkul erat, mereka tampak saling mengasihi satu sama lain.
Setelah saling meluahkan satu sama lain, malam ini pun telah mencapai kesepakatan dari kedua belah pihak, Zahrana dan Yusuf akan melangsungkan prosesi pernikahan sekitar dua bulan lagi guna mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, agar tidak terkesan buru-buru di antara keduanya.
Zahrana dan Yusuf pun menyetujui keputusan dari pihak keluarga masing-masing. Mengingat banyaknya keluarga besar dari pihak Yusuf dan juga handai taulan lainnya yang hendak diberitahukan guna menggelar prosesi pernikahan tersebut agar bisa berjalan sebagaimana mestinya.
***
Di sisi lain, dikediaman Nandini Sukma Dewi.
Jika Zahrana sedang berbahagia sebab telah dikhitbah oleh pemuda yang dicintainya, lain halnya dengan Nandini Sukma Dewi. Besok pagi ia akan segera melangsungkan pernikahannya dengan Arjuna Restu Pamungkas kekasihnya.
Nandini di temani Cinta Kiara Khoirani dan Kirana Larasati, kini nampak duduk manis di dalam kamarnya. Seorang MUA ternama telah hadir di kediaman Nandini guna menghiasi tangan dan kaki dengan Nail Henna. Pacar kuku yang terlihat menawan dijemari tangan dan kaki Nandini.
"Bagaimana, apa kau suka ukirannya?" tanya Mua tersebut.
"Maa syaa Allah ini terlihat manis dan cantik sekali!" pekik Nandini dipenuhi rasa bahagia.
__ADS_1
💝💝💝
Untaian mutiara hikmah 👉"Menikah adalah solusi terbaik seorang pemuda, karena dengannya sempurnalah separuh agama dan perjalanan hidup. Tiada hubungan terindah seorang laki-laki dan wanita kecuali hubungan dalam pernikahan."