
Dalam keadaan yang tidak bisa diketahui, kapan ibunya Yati bisa membaik, akhirnya sang Kakek menyuruh Yati untuk pergi dari rumah sakit, dan beristirahat saja di hotel.
Sang Kakek juga menyarankan untuk mempercayakan perawatan ibunya itu, pada pihak rumah sakit, yang tentu saja, bekerja dengan profesional, dan tidak sekedar formalitas belaka.
Bahkan, sang Kakek juga menyarankan pada Yati, untuk pulang ke Indonesia terlebih dahulu. Dan jika keadaan ibunya sudah membaik, dia boleh datang ke rumah sakit ini lagi, untuk menjemput ibunya. Dan sang Kakek akan memberikan fasilitas untuk keperluannya itu.
Tapi Yati menolak. Dia tidak mau mengikuti saran dari sang Kakek. Dia bersikeras untuk tetap berada di Singapura, dan memantau perkembangan ibunya itu.
Dia juga menolak, tawaran dari sang Kakek untuk fasilitas yang dia berikan. Yati tidak mau berhubungan dengan sang Kakek lagi. Dia tidak mau, ibunya kembali depresi, jika melihat keberadaan sang Kakek. Karena itu bisa memperburuk kondisi ibunya.
Yati, mempersilahkan sang Kakek untuk pulang ke Indonesia terlebih dahulu. Dia tidak akan ikut pulang ke Indonesia. Dia masih ingin bersama dengan ibunya, dan ikut menjaganya juga.
Dan begitulah akhirnya. Sang Kakek tidak bisa lagi memaksa pada Yati, karena Yati sendiri yang menolaknya.
Sang Kakek hanya bisa membantu segala sesuatu untuk perawatan wanita-nya itu. Sedangkan untuk Yati, dia tidak bisa memaksa juga, karena Yati berkeras hati untuk membiayai kebutuhannya sendiri, selama berada di Singapura.
Yati tidak mau, tergantung pada kebaikan yang diberikan oleh sang Kakek padanya. Karena itu bisa jadi, hanya kepura-puraan sang Kakek, untuk menutupi semua kebobrokan moral yang ada pada dirinya, baik untuk kehidupannya yang dulu, atau untuk usahanya memisahkan cucunya dari Yati.
Pada saat sang Kakek sudah pulang ke Indonesia, Yati keluar juga dari hotel, di mana biasanya dia menginap. Dia mencari sebuah kamar kecil, di hotel sederhana, yang ada tidak jauh dari rumah sakit, tempat ibunya di rawat.
Dengan demikian, dia bisa dengan mudah dan cepat, untuk bisa sampai ke rumah sakit, dan menjaga ibunya. Dia ingin menghabiskan waktu bersama dengan ibunya, yang selama ini tidak bisa dia lakukan selama hidupnya.
Untuk urusannya dengan Mr Ginting dan Mr Akihiko, Yati hanya bisa pasrah saja dengan apa yang mereka berdua putuskan. Yati beralasan bahwa, dia tidak bisa ikut datang ke kantor Mr Akihiko, karena dia sedang menjalani perawatan kesehatan. Dan bisa jadi, penyakitnya itu menular, sehingga dia tidak mungkin bisa bertemu dengan orang-orang, supaya mereka tidak tertular.
Saat Mr Akihiko bertanya tentang penyakit dan tempat di mana Yati di rawat, Yati hanya bisa mengatakan bahwa, dia ada di tempat yang jauh, dan tidak bisa ditemui oleh orang lain.
Karena Mr Akihiko berpikir jika Yati benar-benar sedang dalam perawatan karena sakit yang cukup parah, akhirnya dia tidak lagi memaksa Yati untuk bisa datang ke kantornya. Dia akan mengurus semuanya sendiri, dengan Mr Ginting. Dia juga berjanji pada Yati, untuk bisa menyakinkan Mr Ginting dengan alasan yang sama, agar Mr Ginting tidak banyak menuntutnya, sehingga dia juga tidak akan merugi.
__ADS_1
..."Kamu yang hati-hati ya miss Yeti. Saya akan berdoa untukmu, agar bisa cepat sehat, dan bisa kembali bekerja sama dengan Saya."...
Begitulah perbincangan terakhir yang terjadi dengan Mr Akihiko, saat Yati meminta maaf padanya, karena tidak bisa ikut datang ke kantornya, untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada pernikahan kontraknya dengan Mr Ginting.
Yati berharap agar Mr Ginting bisa mengerti keadaannya saat ini.
Tapi Yati tidak tahu jika, Mr Ginting juga masih marah padanya, sehingga berpikir untuk tidak datang ke kantor Mr Akihiko. Dia akan menyelesaikan semua ini melalui telpon dan pesan singkat saja.
*****
Di Indonesia, kantor Mr Akihiko.
Mr Ginting akhirnya mau datang ke kantor Mr Akihiko, karena diberitahu jika, miss Yeti tidak bisa ikut datang, untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.
Mr Akihiko beralasan sama seperti yang dikatakan oleh miss Yeti-nya.
'Apa miss Yeti merasa takut, jika penyakitnya itu menular padaku, sehingga dia sengaja membuat cerita bahwa, dia ada main dengan kakekku sendiri?' tanya Mr Ginting pada dirinya sendiri, setelah mendengar penjelasan dari Mr Akihiko.
Sekarang, dia mencoba untuk menghubungi nomer kemarin, yang mengirimkan pesan dan video padanya, tentang miss Yeti yang bersama dengan kakeknya.
Tapi sayangnya, nomer tersebut tidak bisa dihubungi. Nomer telpon tersebut tidak aktif lagi.
Dan pada saat Mr Ginting mencoba untuk menghubungi kakeknya, untuk meminta penjelasan, sang Kakek juga tidak bisa dia hubungi.
Entah kemana sang Kakek pergi, karena setelah kejadian kemarin itu, Mr Ginting dan sang Kakek tidak pernah lagi bertemu. Baik di kantor ataupun di rumah. Mereka sama-sama menghindar.
"Mr Ginting. Khusus untuk miss Yeti, Saya mewakili dirinya, untuk meminta maaf kepada Anda. Saya sendiri tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada kalian berdua. Sebenarnya, itu masih bisa diselesaikan dengan baik, antara kalian berdua saja. Sambil tidur-tiduran, dan saling berpelukan. Tapi Saya juga tidak memaksa, jika ternyata Anda dan miss Yeti punya pikiran dan keputusan yang telah ditetapkan. Saya hanya mengatakan pada Anda bahwa, miss Yeti tidak mungkin melakukan apa-apa, yang tidak diperlukan untuk yang tidak menjadi urusannya selama menjadi istri Anda. Semua sudah dia pelajari dengan baik. Dan miss Yeti adalah orang yang terbaik punya Saya."
__ADS_1
Mr Akihiko, menjelaskan pada Mr Ginting, apa yang dia ketahui tentang gheisa-nya. Terutama Miss Yeti-nya.
Tapi Mr Ginting tidak menyahuti. Dia hanya diam dan tersenyum tipis, mendengar perkataan dan penjelasan dari Mr Akihiko.
Sepertinya, Mr Ginting punya pemikiran sendiri dengan semua yang baru saja dia ketahui. Dia merasa jika apa yang terjadi kemarin itu adalah sebuah kesengajaan, yang dibuat oleh miss Yeti sendiri, untuk pergi menjauh dari posisinya, sebagai istrinya.
Mr Ginting bertekad untuk mencari tahu kebenaran tentang semua rahasia ini. Terutama pada sang Kakek, yang ikut terlibat sebagai pemeran utama, bersama dengan istrinya sendiri, miss Kiara atau miss Yeti.
Akhirnya, Mr Ginting dan Mr Akihiko, selesai dengan urusan kerja sama mereka bertiga, dengan miss Yeti. Sedangkan miss Yeti, hanya diwakilkan oleh Mr Akihiko juga, sebagai pihak ke-dua.
"Maaf Mr Ginting, untuk kerjasama kita yang tidak berjalan dengan baik ini. Kami berharap, Mr Ginting memaklumi kondisi miss Yeti."
Mr Ginting hanya mengangguk saja. Mengiyakan perkataan dari Mr Akihiko.
*****
Sang Kakek sudah tiba di Indonesia. Selama dia berada di Singapura kemarin, nomer handphone miliknya memang tidak dia aktifkan secara penuh. Hanya pada saat-saat tertentu, dia mengaktifkan kembali handphonenya.
Jadi dia tidak tahu jika, cucunya, Mr Ginting, mencoba untuk menghubungi dirinya.
Sang Kakek berpikir bahwa, cucunya itu akan marah dan tidak pernah menghubungi dirinya lagi, sama seperti biasanya.
Biasanya, sang Kakek duluan yang menghubungi Mr Ginting, jika ada keperluan.
Sekarang, hubungan mereka berdua kembali seperti semula. Saling diam dan tidak ada hubungan yang hangat, sama seperti kemarin, saat ada Yati diantara mereka berdua.
Yang ada hanya profesional saja saat di kantor.
__ADS_1
Entah sampai kapan ini akan berakhir. Mereka berdua, tidak ada yang tahu, dan tidak ada yang memulai untuk mencairkan suasana menjadi hangat lagi, meskipun tanpa adanya miss Kiara diantara mereka.