
Bagaimana mungkin Mr Ginting tidak merasa sangat marah, jika pada saat bekerja, menerima pesan dari nomer yang tidak dia kenal, sedangkan pesan tersebut adalah dua buah video tentang istrinya, yang sedang bersama dengan sang Kakek, dalam keadaan yang terlihat tidak biasa.
Video pertama, memperlihatkan keadaan istrinya, yang sedang di antar oleh sang Kakek ke hotel. Dan hotel itu, bukan hotel di Indonesia, melainkan di Singapura, dengan tanggal dan waktu yang sama, seperti saat dia ada di Eropa waktu itu.
Video ke-dua, memperlihatkan keadaan istrinya, yang sedang berada di sebuah resto. Mereka tampak sedang sarapan pagi, di sebuah restoran yang ada di bandara Singapura. Dan itu adalah waktu di mana cuaca sedang tidak baik-baik saja, yang membuat penerbangan pesawat ditunda untuk beberapa saat kemudian, sampai cuaca mendukung perjalanan terbang mereka.
Waktu itu, sang Kakek menawari Yati untuk sarapan terlebih dahulu, sambil menunggu cuaca membaik.
Dan pesan terakhir yang diterima oleh Mr Ginting mengatakan bahwa, istrinya pagi ini tidak pergi ke salon. Tapi ke rumah sang Kakek, untuk menemui kakeknya Mr Ginting.
Jika Mr Ginting ingin tahu, apa yang sebenarnya mereka berdua lakukan, Mr Ginting diminta untuk datang dan membuktikan sendiri dengan mata kepalanya sendiri, supaya percaya dengan apa yang dia lihat dalam video-video tersebut.
Itulah sebabnya, Mr Ginting yang sudah dalam keadaan marah karena cemburu, ingin membuktikan sendiri, jika pesan yang dia terima itu benar adanya.
Dan ternyata benar. Pada saat dia datang ke rumah sang Kakek, tampak mobil istrinya, terparkir di antara mobil-mobil sang Kakek di garasi yang ada di samping rumah.
Yang lebih membuatnya lebih marah lagi adalah, para bodyguard sang Kakek, melarangnya untuk masuk ke dalam ruangan kerja sang Kakek.
Perbuatan mereka yang melarangnya untuk masuk, membuat dirinya merasa sangat yakin bahwa, istrinya itu sedang bersama dengan sang Kakek, dan mereka pastinya ada apa-apanya.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, semua ini sudah menjadi rencana yang telah dibuat oleh sang Kakek sendiri. Dia hanya ingin membuat cucunya itu, melepaskan istrinya, miss Kiara, dari ikatan pernikahan mereka. Ini karena sang Kakek tidak mau jika, cucunya itu mempunyai istri dari wanita-nya. Apalagi istri dari cucunya itu juga anak hasil perselingkuhan wanita-nya dengan pengawalnya sendiri.
Pada saat ini, Mr Ginting sedang dalam keadaan marah. Dia sangat marah, dengan apa yang terjadi pada sang Kakek dan istrinya itu.
Dia tidak pernah menyangka jika istrinya akan melakukan pengkhianatan terhadap dirinya, bahkan dengan sang Kakek, yang tentunya tidak bisa dibandingkan dengan dirinya sendiri.
Amarah yang ada di dalam hatinya Mr Ginting karena, dia mulai merasa sangat mencintai istrinya itu. Meskipun dia juga sadar bahwa, istrinya itu hanya sebagai istri kontrak saja, selama dua tahun kedepannya nanti.
__ADS_1
Tapi karena Mr Ginting yang selama ini tidak pernah dekat dengan wanita, tentu merasakan hal yang berbeda dengan istrinya, Yati. Karena kebersamaan mereka selama ini.
Dia marah, sedih dan kecewa, terhadap istrinya itu. Tapi dia juga kecewa dengan dirinya sendiri, yang dengan mudah percaya dengan wanita. Apalagi wanita itu dia ambil dari tempat gheisa.
"Aku benar-benar tidak pernah menyangka, jika dia tega melakukan semua ini padaku. Padahal dia terlihat sangat baik. Dia juga lembut, dan tidak sama seperti wanita-wanita sejenisnya. Apa yang membuat dirinya bisa melakukan ini padaku? bahkan dengan kakekku sendiri! argh...!"
Mr Ginting marah, tapi untungnya, dia tidak pernah marah dengan melampiaskan kekesalannya itu dengan mengamuk, atau merusak barang-barang di sekitarnya.
Dia hanya pergi ke kamar mandi. Berendam dengan pakaiannya yang masih lengkap. Merenungi semua yang sudah dia alami saat ini.
"Apa Aku bisa memanfaatkan dirinya? Aku sepertinya tidak mampu, jika harus melihatnya terus, sedangkan bayangan yang tidak-tidak tentang dirinya dan kakek, selalu menghantui pikiranku."
Mr Ginting bergumam seorang diri, sambil memejamkan mata, dalam keadaan berendam di bathtub kamar mandi yang ada di dalam ruangannya sendiri.
*****
Yati pulang ke rumah Mr Ginting, setelah mendengar pengakuan dan penjelasan yang diberikan oleh sang Kakek. Dan itu tidak membuatnya terkejut. Karena sebenarnya dia sudah tahu dari Mr Andre kemarin-kemarin.
'Padahal kemarin, Aku sudah diperingatkan oleh Mr Andre. Seharusnya Aku tidak merasa terkejut dan sedih, karena ternyata seperti ini rencana yang dibuat sang Kakek. Tapi kenapa Aku masih merasa sedih dan kecewa? apa yang bisa Aku jelaskan pada Mr Ginting, jika dia sudah memiliki bukti-bukti yang memperkuat semua rencana sang Kakek?'
Yati bertanya-tanya dalam hati. Dia sebenarnya tidak tega, melihat suaminya itu dalam keadaan kecewa seperti tadi. Tapi, dia juga tidak bisa melakukan apa-apa, untuk bisa mendapatkan perhatian Mr Ginting, agar bisa menjelaskan kepadanya tentang semua hal yang terjadi.
Dengan menghela nafas panjang, Yati memutuskan untuk pulang ke rumah Mr Ginting. Dia akan menerima apapun keputusan yang diambil oleh Mr Ginting untuknya nanti.
'Jika ini jalan yang terbaik untuk Aku lepas dari ikatan Mr Ginting, dan keluarganya juga, Aku tidak apa-apa. Meskipun Aku tidak mendapatkan apapun dari pernikahan kontrak kali ini. Tapi setidaknya, Aku sudah tahu, kebenaran tentang jati diriku sendiri, yang selama ini menjadi misteri.'
Yati berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa, semua akan baik-baik saja, meskipun di dalam hatinya yang paling dalam, ada sesuatu yang terasa sesak, untuk bisa dia ungkapkan.
__ADS_1
Setelah mengambil nafas panjang, Yati menjalankan mobilnya, keluar dari halaman rumah sang Kakek yang sangat luas.
Dia tidak perlu waktu lama, untuk bisa sampai di rumah Mr Ginting, karena letak rumah mereka berdua, memang tidak jauh. Hanya saja, letaknya yang terlihat jauh karena, rumah-rumah yang ada di daerah itu, besar-besar, dengan halaman rumah yang luas, hingga letak rumah yang satu dengan yang lain, terkesan lebih jauh dari pada yang seharusnya.
Mobil Yati masuk ke dalam halaman rumah Mr Ginting. Dia memarkir mobilnya, di samping mobil Mr Ginting, yang biasanya juga dia pakai.
Setelah itu, Yati keluar dan berjalan masuk ke dalam rumah, seperti biasanya. Dia tidak menampakkan jika sedang ada masalah antara dirinya dengan Mr Ginting.
Dia juga menyapa dengan ramah, beberapa pelayan rumah yang kebetulan lewat, sama seperti biasanya.
Tapi Yati tidak bertanya apa-apa pada mereka, tentang suaminya. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Yati membuang nafas panjang, saat pintu kamar tertutup.
"Hemmm... semua seperti mimpi buruk bagiku," gumam Yati seorang diri.
Sekarang, dia membereskan beberapa barang yang dulu dia bawa. Dia tidak membawa apa-apa, yang memang sudah ada di rumah ini, sebelum dia datang.
Yati juga tidak membawa beberapa hadiah, yang diberikan sang Kakek ataupun Surya Jaya, sepupunya Mr Ginting, pada saat pesta pernikahan mereka dulu. Termasuk kwitansi pembelian mobil mewah, hadiah dari Surya Jaya.
Semuanya di tinggal oleh Yati. Dia meletakkan semua hadiah-hadiah itu di atas meja, yang ada di dekat tempat tidur.
Sekarang, dia menunggu kedatangan Mr Ginting, yang akan mengusirnya keluar dari rumahnya ini.
Tapi karena Mr Ginting tidak muncul-muncul juga, akhirnya Yati tertidur dengan posisi miring. Dia kecapekan, karena banyak berpikir juga, dengan permasalahan yang dia miliki, sejak memperlihatkan Bros Bunga yang dia miliki sejak masih bayi.
Dan puncak dari permasalahan yang dia hadapi saat ini adalah, pernikahannya dengan Mr Ginting.
__ADS_1
Sedangkan permasalahannya dengan sang Kakek adalah, karena sang Kakek melarangnya, untuk membawa pulang ibunya ke Indonesia.
Yati tidak tahu jika, apa yang dia lakukan di dalam kamar, di lihat oleh Mr Ginting dari layar monitornya yang ada di ruang kerjanya. Karena cctv di kamar, masih aktif.