
Di rumah sakit, kondisi Mr Andre semakin membaik. Dokter memberikan kabar baik kepada keluarga bahwa pemulihannya berjalan dengan baik.
"Tuan Andre sudah menunjukkan perkembangan yang lebih positif. Kami akan terus memantau kondisinya dengan cermat," terang dokter yang menangani.
"Terima kasih banyak, dok. Kami, selalu berdoa untuk kesembuhannya."
"Ya, itu sangat penting."
Biyan dan Yati mengambil nafas lega mendengar kabar ini. Mereka berdua merasa terharu oleh dukungan yang mereka terima dari keluarga dan teman-teman.
Mereka berdua, menyempatkan diri untuk menjenguk Mr Andre terlebih dahulu setelah pemeriksaan kehamilan Yati. Setelahnya, mereka baru berangkat menuju ke pengadilan.
Dalam perjalanan menuju ke pengadilan, mereka berbincang membicarakan calon anak mereka.
"Aku yakin, Ai, kita akan menjadi orang tua yang hebat." Senyum, terus ada di bibir Yati.
"Tentu saja, sayang, Koi. Kita akan memberikan yang terbaik untuk anak kita," tutur Biyan menggenggam tangan istrinya.
Kisah perjalanan mereka penuh dengan tantangan dan ujian, namun mereka tetap bersatu dan kuat menghadapinya. Kebersamaan dan cinta di antara mereka menjadi kekuatan utama dalam menghadapi segala hal.
Kehamilan Yati ini mereka sambut dengan penuh cinta dan harapan. Yati dan Biyan juga sudah mulai membuat persiapan untuk menyambut anggota baru dalam keluarga mereka.
***
Di ruang sidang, pertarungan hukum semakin memanas. Pengacara dari kedua belah pihak saling berhadapan dengan argumen-argumen tajam dan bukti-bukti yang kuat.
"Kami memiliki bukti yang menunjukkan bahwa kecelakaan ini sengaja direkayasa. Kami akan membuktikan keterlibatan Mr Akihiko dalam kasus ini, dengan tangan kanannya, yaitu tuan Hiroshi."
"Tuduhan ini tidak berdasar. Tidak ada bukti yang menghubungkan klien saya dengan kecelakaan tersebut," sahut Pengacara Mr Akihiko cepat.
"Apa Anda tidak tahu, bukti sudah mengarah pada klien Anda. Apakah Anda, tidak bisa menerima kebenaran?" tanya pengacara penggugat, mempertanyakan moral dan etika pengacara Mr Akihiko.
Sementara itu, Yati dan Biyan yang baru saja tiba, langsung ikut memantau perkembangan sidang tanpa banyak bicara.
Sementara itu, persidangan kasus kecelakaan maut terus berlanjut. Bukti-bukti yang ditemukan oleh tim penyelidik semakin menguatkan tuntutan terhadap Mr Akihiko.
Tim mereka, diwakili oleh pengacara bekerja keras untuk memastikan kebenaran terungkap.
"Bukti-bukti ini tak bisa dibantah, kecelakaan ini direkayasa dengan sengaja. Kami akan membuktikan keterlibatan Mr Akihiko, Bapak Hakim Ketua."
__ADS_1
Pada saat yang sama, Hiroshi terus melakukan berbagai upaya untuk melindungi kepentingan Mr Akihiko. Kedua belah pihak terus saling berhadapan dalam pertarungan hukum yang memanas.
"Jangan khawatir, Mr Akihiko. Saya punya rencana untuk menyelesaikan semua ini," bisik Hiroshi, menenangkan Bos-nya.
"Pastikan semuanya berjalan dengan lancar, Hiroshi." Mr Akihiko, tidak mau ada kegagalan.
Dan akhirnya, pertarungan kedua belah pihak semakin rumit, karena melibatkan orang-orang penting yang memiliki kepentingan mereka-mereka yang berkepentingan juga.
Meskipun bukti-bukti sudah ada dan dibuktikan, tetap saja semuanya seperti gasing. Berputar-putar dan mau makan waktu lama dalam penyelesaiannya!
***
Beberapa bulan telah berlalu.
Di hari yang ditunggu-tunggu, akhirnya tiba. Kini saatnya untuk Biyan dan Yati menyambut kehadiran buah hati mereka. Suasana rumah sakit dipenuhi dengan kebahagiaan dan ketegangan, juga antusiasme.
Hawa panas dan dingin berperang di ruangan, dan itu begitu terasa. Tetapi juga dipenuhi dengan semangat dan keberanian untuk situasi ini.
"Baik, Mbak Yati. Kamu sudah melakukannya dengan baik. Tahan sebentar lagi, kita hampir selesai!"
"Terima kasih, Dokter. Huhfff ..." Yati dengan nafas terengah-engah, mengatur sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dokter.
Yati mengambil napas dalam-dalam, mencoba untuk tetap tenang di tengah situasi yang penuh emosi ini.
Sementara Biyan, yang memaksa untuk ikut ke dalam ruangan bersalin untuk menemani istrinya, dengan tangan kanannya memegang tangan Yati. Memberinya dukungan dan kekuatan yang isterinya butuhkan.
Sedang Para tenaga medis juga bekerja dengan cermat dan penuh perhatian, tak ingin terjadi sesuatu pada pasien dan calon bayinya.
"K-amu hebat, sayang. A-ku di sini bersamamu, dan kamu pasti bisa!" Biyan berbicara penuh semangat, tapi juga bergetar menahan rasa penasarannya yang campur aduk.
Suasana menjadi semakin tegang dengan setiap detik yang berlalu. Dan kemudian, akhirnya, terdengar tangisan bayi yang mengisi ruangan itu.
Oeee ... Oeee ...
"Selamat, kalian berdua telah menjadi orang tua yang luar biasa. Ini adalah seorang putra yang sehat," terang dokter, mengangkat bayi yang baru saja keluar dari rahim Yati.
"Terima kasih, Dokter. Terima kasih, sayang, Ai. Kita sekarang punya seorang putra," ungkap Yati dengan menangis bahagia.
"Ia begitu rupawan, seperti aku, ya?" tanya Biyan dengan percaya diri yang tinggi.
__ADS_1
Bahkan, mata pria yang baru saja menjadi seorang papa, berkaca-kaca karena rasa harunya. Ia begitu bahagia dan berterima kasih pada isterinya, yang sudah berjuang untuk melahirkan putranya.
"Kita akan menjaganya dengan sepenuh hati kita, Koi."
Suasana ruangan berubah dari tegang menjadi penuh sukacita. Mereka berdua merasakan keajaiban dari kehadiran sang buah hati, dan bersiap untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka sebagai keluarga.
"Selamat, Anda memiliki seorang putra yang sehat dan kuat, Tuan Biyan."
Dokter, mengucapkan "selamat" sekali lagi, saat mengambil bayi tersebut untuk diserahkan pada perawat. Bayi tersebut akan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian mendapatkan pemeriksaan.
"Iya, terima kasih, Dokter."
Biyan dan Yati melihat wajah kecil bayi mereka, yang sedang ditangani, dengan penuh cinta dan haru. Mereka merasa bersyukur atas karunia besar ini.
Beberapa saat kemudian, kabar gembira pun datang dari persidangan. Mr Akihiko akhirnya dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya, atas kecelakaan maut yang dialami oleh Mr Andre.
"Ya, pengadilan akhirnya menyetujui bukti yang diajukan oleh tim Mr Andre," terang Aji, memberikan kabar dari pengadilan.
"Syukurlah, Kak Aji. Keponakan kakak, juga baru saja lahir. Dan meskipun kami tidak pernah meminta dikasih tahu jenis kelaminnya, tapi instingku sebagai seorang ayah akhirnya terbukti. Hehehe ..."
"Wah, iyakah? Selamat, Biyan! Sampaikan salamku untuk adik ipar!"
Dengan bangganya, Biyan memberikan kabar kelahiran putranya pada Kakak pertamanya, saat Aji menghubungi, memberikan kabar tentang keputusan pengadilan yang tidak dihadirinya hari ini karena persiapan kelahiran putranya.
Keputusan pengadilan ini membawa kedamaian bagi Biyan dan juga Yati, dan mengembalikan keadilan bagi keluarga Mr Andre. Mereka melangkah maju dengan semangat baru, siap untuk menghadapi masa depan bersama-sama, dengan cinta dan kekuatan yang tak tergoyahkan.
Beberapa hari setelah kelahiran putra mereka, Biyan dan Yati menikmati kebahagiaan dan kemesraan dalam kehidupan keluarga mereka. Mereka berdua bersama-sama merawat dan menyayangi sang bayi dengan penuh kasih sayang.
Sementara itu, Mr Andre semakin pulih dari cedera akibat kecelakaan tersebut. Dia bersyukur memiliki keluarga dan teman-teman yang selalu mendukungnya selama masa pemulihan.
"Aku bersyukur, karena memiliki kalian semua saat usiaku sudah tidak muda lagi."
Mr Andre, sudah bisa berbicara lebih lancar saat ada yang menjenguknya. Dan kali ini, Biyan datang bersama Yati dan putranya sebelum mereka pulang ke rumah.
"Ya, Mr Andre. Kami juga bersyukur dengan keberadaan Anda, yang selalu mendukung kami."
Kasus kecelakaan maut Mr Andre, akhirnya mencapai titik terang dan pengadilan juga membuat keputusan yang adil. Mr Akihiko dijatuhi hukuman yang layak atas perbuatan jahatnya.
Di sisi lain, Hiroshi juga mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya. Dia ditangkap dan diadili atas keterlibatannya dalam rencana jahat tersebut.
__ADS_1