Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Kepulangan Mr Andre


__ADS_3

Lima hari kemudian.


Mr Andre benar-benar pulang ke Indonesia, sama seperti yang dia janjikan kepada Yati dan sang Kakek. Tapi dia menghubungi Yati terlebih dahulu, sebelum dia bertemu dengan sang Kakek.


Sekarang, dia sedang menunggu kedatangan Yati, yang sedang perjalanan menuju ke tempat mereka berdua membuat janji temu.


'Semoga saja, miss Yeti tidak menemukan kendala dan masalah dengan suaminya. Aku tidak mau, jika dia mendapatkan masalah, hanya karena ingin bertemu denganku.'


Mr Andre, bergumam seorang diri, dengan perasaan yang penuh khawatir. Dia ingin melindungi wanita-nya itu, tapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa. Apalagi saat ini, Yati ada di dalam lingkungan keluarga sang Kakek. Tuan Besar-nya sendiri.


Tapi, penantian yang penuh kekhawatiran yang dirasakan oleh Mr Andre, terbayar lunas, dengan kedatangan Yati yang penuh semangat, di saat melihat keberadaan dirinya.


Mereka saling berpelukan dan berciuman, meluapkan perasaan yang selama ini mereka berdua tahan.


Tapi Yati segera melepaskan diri dari pelukan Mr Andre, saat dia ingat bahwa, bisa jadi, Mr Andre adalah ayahnya sendiri. Ayah biologisnya, dengan wanita-nya sang Kakek.


Inilah yang ingin diketahui oleh Yati, supaya semua bisa jelas, dan dia juga bisa mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri ke depan nanti.


"Kenapa?" Mr Andre bertanya pada Yati, karena melihat perubahan sikap dari wanita yang sedang berada di depannya saat ini.


"Sebenarnya Aku ingin bertanya pada Mr Andre. Apa dulu, sebelum Mr Andre bekerja sebagai duta besar, Mr Andre pernah bekerja untuk sang Kakek? Maksudnya kakek dari Mr Ginting, yang saat ini menjadi suamiku?"


Yati bertanya dengan hati-hati. Dia tidak mau, jika Mr Andre merasa tersinggung, atau tidak mau menjawab pertanyaan darinya, karena itu terkait dengan kehidupan masa lalunya bersama dengan sang Kakek.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba Kamu bertanya seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi?" Mr Andre, kembali bertanya pada Yati.


Sekarang, Yati membuka tasnya. Dia mengeluarkan Bros Bunga, yang dia miliki sejak kecil. Dan ternyata, Bros Bunga itu juga yang membawanya pada misteri kehidupan sang Kakek di masa lalunya. Dan jika benar nama Andre yang di sebut-sebut oleh wanita-nya sang Kakek adalah Mr Andre, lalu apa hubungannya dengan Bros Bunga tersebut, dengan bayi yang dulu pernah di buang ke tempat yang jauh dari kota.


Yati bercerita tentang apa yang dia ketahui, dari sang Kakek, dari cerita mbok Minah, dan dari apa yang dia perhatikan selama ini.


Mr Andre menghela nafas panjang. Dia memang terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Yati, begitu juga dengan semua cerita yang telah dia dengar sekarang ini. Apalagi saat dia melihat Bros Bunga itu ada di tangan Yati.


"Bukan. Aku bukan ayahmu miss Yeti. Aku memang meminta Bros Bunga itu dari wanita-nya sang Kakek, tapi itu jauh sebelum dia melahirkan. Dan Aku mengembalikan Bros Bunga itu padanya, setelah Aku berhasil mendapatkan mikro chip tersebut."


Mr Andre menghela nafas, untuk menjeda kalimatnya. Dia membutuhkan keberanian, untuk bisa bercerita tentang keadaan dirinya yang dulu, sebelum menjadi seperti sekarang ini.


Yati mendengarkan semua cerita yang disampaikan oleh Mr Andre dengan seksama. Dia juga tidak pernah tahu, jika seperti itulah kenyataan yang ada pada masa lalunya Mr Andre.


Mungkin karena itu juga, Mr Andre merasa sangat ketakutan, saat melihat mikro chip tersebut diberikan pada wanita-nya sang Kakek, dengan penampakan berupa Bros Bunga, sebagai aksesoris wanita.


Karena pada saat itu, wanita-nya sang Kakek sedang hamil, tapi bukan dengan sang Kakek.


Wanita itu hamil dengan pengawal pribadi dari sang Kakek sendiri. Mereka berdua mengkhianati sang Kakek dengan berselingkuh.


Dan karena itu juga, wanita-nya sang Kakek memberikan Bros Bunga tersebut, dengan janji bahwa, Bros Bunga itu akan dikembalikan lagi kepadanya, dalam waktu tiga hari.


Namun, belum sampai tiga hari, mikro chip tersebut sudah berhasil diambil oleh Mr Andre. Karena itu juga, Bros Bunga tersebut dia kembalikan lagi pada wanita tersebut, tidak lebih dari tiga hari kemudian.

__ADS_1


Ada kelegaan yang dirasakan oleh Yati, setelah mendengar cerita dari Mr Andre. Tapi dia juga ingin tahu, ada apa dengan mikro chip tersebut. "Apa itu suatu rahasia yang sangat penting, sehingga sang Kakek masih mencarinya hingga saat ini? Bahkan dia sangat marah, karena ternyata Bros Bunga itu sudah kosong," tanya Yati, yang tentunya sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam mikro chip tersebut.


Tapi, Mr Andre tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Yati. Dia hanya bisa menghela nafas panjang, tanpa mengeluarkan sepatah katapun, untuk memberikan penjelasan tentang rahasia dari mikro chip tersebut.


Selain untuk melindungi sang Kakek, Itu juga untuk dirinya sendiri. Kepentingan yang bukan hanya menyangkut kepentingan pribadi, tapi juga untuk keluarga besar mereka.


Akhirnya Yati menyerah. Dia tidak lagi memaksa pada Mr Andre, untuk menjawab pertanyaan darinya.


Yang penting, Mr Andre bukan dari bayi yang dulu dibuang. Itu artinya, Mr Andre bukan ayah dari Yati.


"Jadi, Kamu adalah bayi wanita itu?" tanya Mr Andre, menyakinkan dirinya sendiri.


Yati mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Mr Andre. Dia juga akhirnya menceritakan tentang keadaan dirinya sendiri, sewaktu masih kecil dulu. Hingga akhirnya, dia bisa mengetahui apa rahasia dari Bros Bunga yang dia miliki.


Meskipun apa yang dia ketahui sekarang, tidak sama seperti yang dia inginkan. Tapi setidaknya, Yati merasa lebih lega dan tenang.


Mr Andre memeluk Yati. Dia tahu, wanita-nya ini, sedang dalam keadaan labil, dengan semua yang dia ketahui sekarang ini. "Aku akan melindungimu sebisaku. Maaf, karena Aku tidak bisa membawamu pergi, dari duniamu yang sekarang," kata Mr Andre, masih dalam keadaan memeluk Yati.


Yati hanya mengangguk sambil sesenggukan. Menangis karena merasa tidak ada artinya. Karena ternyata, dia lahir dari hasil perselingkuhan, dari wanita simpanan juga.


"Sudah-sudah. Tidak ada yang mau ada pada posisimu, siapapun itu. Percayalah, kehidupan tidak sekejam yang Kamu pikirkan." Mr Andre, berusaha untuk menenangkan hati Yati.


Mereka berdua, masih dalam keadaan saling berpelukan. Sekarang, Mr Andre meminta Yati untuk menatap wajahnya. "Tersenyumlah. Itu akan lebih baik," ujar Mr Andre, dengan tersenyum.

__ADS_1


Yati berusaha untuk bisa tersenyum, sama seperti yang diinginkan oleh Mr Andre. Apalagi sekarang, Mr Andre mulai menciumi pipinya, yang masih ada tetesan air mata.


Mereka berdua, hanyut dalam suasana yang mendukung, dalam kelegaan hati masing-masing.


__ADS_2