Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Rencana Untuk Mr Ginting


__ADS_3

"Hemmm... lihatlah, dia takut sekali, jika Aku tidak akan memulangkan Kamu, dalam keadaan utuh," gumam sang Kakek, saat melihat Mr Ginting, cucunya itu, yang langsung berdiri dari tempat duduknya, begitu melihat kedatangan mobilnya.


"Dia juga cucu Kakek, mungkin sama seperti yang dulu Kakek lakukan," kata Yati, memberikan komentar terhadap perkataan dari sang Kakek, yang sebenarnya tidak begitu jelas terdengar.


Tapi ternyata, telinga Yati cukup baik, untuk sekedar mendengarkan nada suara yang diucapkan oleh sang Kakek tadi.


"Hahaha... mungkin Kamu benar Kiara. Dan itu semua diwarisi secara tidak langsung oleh cucuku yang satu itu."


Yati tidak lagi mengatakan apa-apa, karena saat ini, mobil sang Kakek, sudah berhenti, tepat di depan pintu rumah Mr Ginting, di mana Mr Ginting berdiri menunggu kedatangannya.


Bodyguard sang Kakek, langsung keluar dari mobil, dan membukakan pintu mobil untuk sang Kakek sendiri, beserta istri dari cucunya, miss Kiara.


"Terima kasih," ucap Yati sambil menganggukkan kepalanya sopan.


Sang Kakek sebenarnya mau mampir sebentar, hanya untuk sekedar berbasa-basi dengan cucunya itu, sekalian berterima kasih pada Mr Ginting, karena sudah diijinkan untuk membawa istrinya pergi jalan-jalan, menemani dirinya, untuk menghilangkan rasa sepi.


Tapi, gerakan tubuh dari Mr Ginting, mengisyaratkan bahwa sang Kakek tidak diinginkan untuk mampir. Bahkan, Mr Ginting langsung menarik tangan istrinya itu, kemudian mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah, tanpa menyapa sang Kakek terlebih dahulu.


"Ginting, terima kasih atas ijinnya. Dasar cucu tidak berakhlak Kamu ya! hahaha..." Teriak sang Kakek, sambil tertawa-tawa senang, dari luar rumah.


Sang Kakek tidak jadi masuk, meskipun pintu rumah tidak ditutup oleh Mr Ginting.


Tapi Mr Ginting, tidak menanggapi dan menyahuti perkataan dari sang Kakek. Dia terus saja menarik tangan istrinya itu, masuk ke dalam kamar.


Yati tentu saja merasa kewalahan. Apalagi ada beberapa tas belanja, yang ada di tangannya.


Para pelayan yang melihat kejadian itu, hanya bisa diam dan tidak ada yang berani berkata apa-apa.


"Jika hanya untuk berbelanja, Aku juga bisa mengajakmu pergi," kata Mr Ginting, saat mereka berdua sudah sampai di dalam kamar.


"Hah, maksudnya? Aku tidak minta semua ini Mr. Ini kakek yang maksa buat Aku ambil," ujar Yati, membela diri.


Yati berpikir jika semua belanjaan yang dia bawa pulang ini, adalah permintaannya sendiri, dan ingin memanfaatkan kesempatan untuk bisa berbelanja dengan bebas.

__ADS_1


Mr Ginting berpikir jika Yati memanfaatkan kakeknya, yang sedang kesepian dan membutuhkan teman berbagi cerita. Dengan memintanya untuk membelikan beberapa barang dan juga kalung mutiara, yang saat ini dipakai oleh Yati.


Mr Ginting tahu, jika perhiasan itu baru, karena dia tidak pernah menyediakan perhiasan kalung mutiara, dengan bentuknya yang seperti dia lihat saat ini.


"Kalung jelek!" gumam Mr Ginting, tidak jelas. Tapi tetap saja bernada kesal.


"Jika Mr tidak percaya, boleh tanya pada kakek, atau jika tidak percaya juga, besok kita ke gerai-gerai yang ada di logo paper bag itu. Mr bisa cek ke pegawainya, dan bertanya tentang kebenaran yang Aku katakan tadi."


Yati berkata untuk membela diri, karena dia memang tidak meminta semua itu pada sang Kakek.


Tadi, sang Kakek-lah yang memaksanya, untuk mengambil beberapa barang, yang sekarang dia bawa pulang. Begtu juga dengan kalung mutiara, yang saat ini dia pakai.


Yati, tidak pernah memanfaatkan kesempatan, pada orang-orang yang baik padanya. Meskipun itu adalah suaminya sendiri. Apalagi pada sang Kakek, yang ternyata memiliki rahasia tersembunyi, dibalik kewibawaan yang tampak di luar.


Dan Yati merasa yakin jika, ibunya ada bersama dengan sang kakek, dalam keadaan yang tidak baik-baik saja selama ini.


Yati bertekad untuk bisa menemukan ibunya, dan jika mungkin, akan membawanya pulang. Dia ingin merawat ibunya, meskipun ibunya tidak akan bisa mengenalinya. Karena memang sesungguhnya, ibunya itu tidak bisa lagi, mengenali siapa-siapa.


*****


Tapi untuk memuluskan rencananya, sang Kakek ingin Mr Ginting pergi dalam perjalanan ke negara yang lebih jauh lagi, supaya dia punya kesempatan untuk membawa Yati ke Singapura.


Dia ingin mempertemukan miss Kiara, dengan wanita-nya. Setelahnya, dia akan bisa mendapatkan Bros Bunga itu, dan tidak perlu lagi merasakan kekhawatiran dan rasa was-was, yang selama ini menghantui pikiran dan juga hatinya sendiri.


"Aku harus menghubungi beberapa klien dari Eropa, agar ada perjalanan ke sana, meskipun hanya sekedar meninjau kembali, beberapa perjanjian, yang bisa saja ada kesalahan. Ini hanya sekedar trik, supaya Ginting bisa pergi untuk beberapa hari. Kalau bisa sih seminggu juga boleh, biar Kiara juga tidak merasa khawatir, dengan kepergiannya denganku ke Singapura."


Akhirnya, sang Kakek mencari beberapa kontak email kliennya, yang ada di negara Eropa sana, untuk melakukan peninjauan ulang, tentang beberapa perjanjian yang mereka sepakati kemarin.


Dan tak lama kemudian, sang Kakek mendapat tiga balasan, dari tiga kliennya, untuk rencana yang dia miliki.


Sang Kakek juga mengatakan bahwa, Mr Ginting yang akan melakukan peninjauan ulang tersebut. Karena dialah nantinya, Mr Ginting, yang akan menggantikan posisinya, sebagai pemimpin perusahaan yang selama ini masih dia pegang.


Untungnya, klien-klien tersebut mempercayai apa yang dikatakan oleh sang Kakek, yang tentunya sangat ahli dalam melakukan perundingan bisnis, karena dia memang sudah terlatih sejak masih muda.

__ADS_1


*****


Yati, baru mempunyai waktu untuk membereskan barang-barang belanjaan yang tadi, setelah selesai menjalankan tugasnya sebagai seorang istri untuk Mr Ginting.


Mr Ginting sedang tertidur pulas, setelah sempat ngambek-ngambek tidak jelas, hanya karena ingin dimanja oleh istrinya itu.


Dan Yati tahu betul, bagaimana dan apa yang harus dia lakukan, agar suaminya itu bua luluh dan tidak marah-marah lagi, hanya karena merasa cemburu dengan sang kakek.


Padahal, Yati pergi bersama dengan sang kakek juga atas permintaan dan ijin dirinya.


Tapi karena kelamaan, dan saat Mr Ginting pulang ke rumah merasa sepi, jadilah dia suntuk dan kesal, karena ulah sang Kakek, yang minta perhatian dari istrinya.


Tadi, Yati sempat melongo, mendengar Mr Ginting memintanya untuk hamil. Padahal di dalam perjanjian kontrak pernikahan mereka, disebutkan bahwa, tidak ada kehadiran anak sama sekali.


Dan jika sampai terjadi hal seperti itu, anak yang lahir akan menjadi tanggungjawab sang istri, karena sudah dianggap sebagai kesalahan yang dilakukannya sendiri.


Jadi, anak hasil pernikahan kontrak mereka berdua, hanya bisa ikut pihak istri, tanpa bisa menuntut haknya pada sang ayah, atau suami dari ibu si anak.


Tentu saja, Yati tidak mau itu terjadi. Meskipun Mr Ginting mengatakan bahwa, dia akan bertanggung jawab atas anak tersebut, beserta semua kebutuhannya sampai kapanpun.


Tapi tidak untuk Yati. Dia yang sudah terbiasa dengan situasi seperti itu, tentu harus berhati-hati sendiri. Apalagi, dia tidak diperlukan bermain perasaan dalam pernikahan kontraknya.


Yati tidak mau ambil resiko, sebaik apapun suaminya itu.


Apalagi, Yati membayangkan dirinya sendiri, yang tidak pernah mengenal orang tuanya selama hidupnya. Dia tidak mau, jika anaknya akan mengalami hal yang sama seperti dia juga.


Yati menolak dengan tegas, apa yang menjadi keinginan Mr Ginting.


Tapi ternyata, Mr Ginting tidak marah. Dia hanya lupa, jika semua ini adalah sebuah perjanjian belaka. Bukan pernikahan yang sesungguhnya, meskipun kemarin, mereka juga sudah melakukan resepsi dan pesta pernikahan yang sangat besar dan meriah.


Mereka sama-sama memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda mengenai anak. Tapi sebenarnya, mereka juga tahu, jika itu memang tidak dibenarkan oleh aturan yang ada dalam perjanjian pernikahan mereka.


Semuanya yang sudah mereka sepakati bersama dulu, tertulis dengan jelas dan gamblang.

__ADS_1


Dan Mr Akihiko sendiri, yang menjadi saksi dalam perjanjian mereka, untuk menjalani hidup bersama, dalam pernikahan kontrak kerja sama.


__ADS_2