Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Pria Masa Lalu 1


__ADS_3

Mr Ginting dan Mr Akihiko merasa aura Tuan Wasito begitu kuat, mengingatkan mereka pada kekuatan dan kebijaksanaannya. Mereka merasa bahwa Tuan Wasito adalah sosok yang tak bisa diabaikan dan memahami bahwa keputusan akhir ada pada Yati.


Tuan Wasito mengalihkan pandangannya pada anaknya, Yati. Seakan-akan meminta pada Yati untuk membuat keputusan ini dengan cepat dan tepat, dengan segala pertimbangan yang baik-baik. Mendengar kata hatinya, dan mengambil keputusan yang terbaik Yati sendiri.


"Hemmm ..."


Yati menghela nafas panjang, mengerti maksud dengan pandangan ayahnya. Ia merasa beban yang lebih besar pada pundaknya, merasa bahwa semua mata tertuju padanya, termasuk kedua pria yang berdiri di hadapannya dan Tuan Wasito yang duduk dengan tenang di kursi roda.


Dalam situasi yang begitu tegang, Yati merasa bahwa dia harus mengambil keputusan yang akan mempengaruhi seluruh hidupnya. Dalam beberapa detik ke depan, keputusan besar mungkin akan diambil, dan takdirnya akan berubah.


'Aku bimbang,' batin Yati memejamkan mata.


'Aku harus berani menghadapi kenyataan. Ayahku adalah bagian penting dalam hidupku, dan aku tidak ingin melukainya lagi dengan menghidupkan kembali kenangan buruk. T-api ... aku juga. Aku, tidak ingin kembali terjebak dalam kegelapan yang pernah aku lewati.'


Yati, yang merasa kebingungan dan cemas di tengah tekanan situasi ini. Ia merasakan desakan kuat untuk pergi dari tempat itu untuk menghindar dari semua perbincangan yang sedang berlangsung. Dalam hatinya, dia ingin sekali menghilang dan menyendiri, mencari ruang untuk mempertimbangkan semuanya dengan lebih tenang.


Namun, sementara keinginannya untuk pergi kuat, dia juga merasa bahwa dia tidak bisa lari dari keputusan ini. Dia tahu bahwa ini adalah momen yang harus dia hadapi dengan kepala tegak dan bijaksana. Dalam beberapa detik, pilihan besar harus dibuat, dan dampaknya akan mempengaruhi dirinya sendiri serta orang-orang di sekitarnya.


'Aku tahu bahwa keputusan ini adalah, milikku.'

__ADS_1


'Aku harus mendengarkan hatiku sendiri, melihat apa yang benar-benar aku inginkan, dan bagaimana aku bisa mencari kebahagiaanku sendiri.'


Dalam diam, Yati mulai mempertimbangkan segala aspek. Dia merasa terbelah antara dua pilihan yang sulit. Jika dia menerima tawaran Mr Ginting, dia takut bahwa ayahnya akan terluka kembali oleh masa lalunya yang penuh dengan konflik.


Di sisi lain, jika dia menerima tawaran Mr Akihiko, dia khawatir akan kembali terjerat dalam masa lalunya yang gelap dan rumit.


Dalam hati, Yati berbicara pada dirinya sendiri, mencoba mencari jawaban dalam kebimbangan yang datang.


'Aku harus memilih tanpa tekanan dari luar, tanpa terpengaruh oleh kepentingan mereka.'


Dalam kebimbangan dan keteguhan hati, Yati merasa bahwa keputusan ini bukanlah yang mudah. Namun, dia merasa semakin mantap untuk mencari solusi yang tepat, meskipun dia belum yakin apa yang harus dia pilih.


Sekaramg, Yati, Mr Ginting, dan Mr Akihiko duduk bersama di ruang tamu rumah Yati yang terletak di lantai atas. Suasana ruangan terasa tegang, namun mereka semua merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk membicarakan perasaan dan niat mereka dengan saling terbuka.


Dalam keheningan yang tegang, mereka memulai berbicara. Menyerahkan segala keputusan besar ini pada Yati sendiri.


"Saya tahu bahwa kalian datang dengan niat baik, tapi saya perlu mendengarkan apa yang ingin kalian sampaikan." Yati menatap kedua pria itu, tanpa ragu lagi.


"Silahkan, Mr Ginting lebih dulu."

__ADS_1


Mr Ginting, menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum akhirnya berkata-kata sesuai dengan keinginannya.


"Mis Yeti, saya tahu bahwa saya sudah membuat kesalahan besar di masa lalu. Saya juga tahu, bahwa saya telah menyakitimu dan keluargamu. Tapi saya ingin meminta maaf dan memintamu memberiku kesempatan kedua. Saya ingin memulai lembaran baru bersamamu, jika kau bersedia."


Mr Akihiko mengulas senyum miring yang samar, yakin jika Yati tidak akan pernah mau kembali dengan mantan suami kontraknya.


"Silahkan, Mr Akihiko."


Mr. Akihiko mengangguk terlebih dahulu, bari kemudian berbicara dengan penuh percaya diri yang tinggi.


"Mis Yeti, saya punya kesempatan menarik bagimu. Sesuai untuk pernah saya bicarakan dengan kamu waktu itu," ungkap Mr Akihiko, menjeda kalimatnya.


"Saya tahu kemampuanmu dan saya ingin kamu kembali bekerja denganku. Tapi bukan hanya sebagai rekan, melainkan juga sebagai pasangan hidup."


Yati mendengarkan kata-kata mereka dengan seksama. Dia merasakan kejujuran dari niat baik mereka berdua, tapi dia juga merasa bahwa dia harus mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri.


"Saya, menghargai niat baik dari kalian berdua. Tapi saya juga harus memikirkan masa depan saya sendiri. Apa yang saya ingin capai dan bagaimana saya bisa bahagia. Keputusan ini bukanlah yang mudah, tapi saya harus memilih dengan hati-hati."


Yati berbicara dengan hati-hati, berusaha untuk tidak menyinggung keduanya. Ia tidak mau jika ada konflik setelah ini.

__ADS_1


Mr Ginting dan Mr Akihiko saling bertatapan, merasakan kepentingan mereka masing-masing di dalam hati mereka. Mereka merasa bahwa ini adalah momen yang menentukan, dan keputusan akhir ada pada Yati sendiri tanpa harus mendapatkan tekanan dari pihak manapun.


__ADS_2