
Seminggu telah berlalu, namun pelaku pembakaran ruko Tuan Wasito tetap misterius. Seperti kabut tebal yang sulit ditembus, identitas pelaku pun tetap tidak terungkap. Polisi terus berusaha untuk mengungkap kebenaran di balik insiden ini, sementara Tuan Wasito dan Yati terus merasakan ketidakpastian yang menyelimuti mereka.
Berita ini menjadi viral beberapa hari terakhir, dan tentu saja bukan hanya ada disekitar kota Yati saja.
Kebakaran Hebat Di Deretan Ruko
Kota: Semarang
Tanggal: 1 September 2023
Kebakaran yang terjadi minggu lalu di sebuah ruko di jalan Mekar Semarang, terus memicu perhatian masyarakat setempat. Insiden ini menjadi viral di media sosial dan mendapat sorotan tajam dari kalangan masyarakat sekitarnya, dst.
***
Berita tentang kebakaran ini menyebar cepat setelah video dramatis api melalap ruko itu diunggah ke platform media sosial. Meskipun polisi telah berusaha keras untuk mengungkap pelaku, identitas mereka tetap menjadi misteri. Ruko itu sekarang hanya tinggal puing-puing hitam yang mengingatkan akan kehancuran bisnis keluarga Wasito.
Yang menarik, Mr. Ginting, seorang pengusaha sukses dalam berbagai sektor dan pemimpin bisnis dengan banyak perusahaan di bawah naungannya, telah menunjukkan minat mendalam terhadap kebakaran ini. Dia tampaknya tertarik pada bagaimana insiden ini bisa mempengaruhi dinamika bisnis di wilayah tersebut.
"Ini, kota tempat tinggal, Mis Yeti."
Mr Ginting, melanjutkan membaca berita tersebut. Setelahnya, ia segera memanggil asistennya untuk konfirmasi berita terkait ini.
"Bagaimana keadaannya, Mis Yeti sekarang?" tanya Mr Ginting tidak tenang.
Pria itu khawatir dengan keadaan Yati. Ia takut situasi ini atau mencurigai adanya permainan kotor di balik kebakaran tersebut.
Sementara polisi terus menyelidiki insiden ini, masyarakat dan pelaku bisnis di wilayah tersebut semakin terguncang oleh kejadian ini. Semua mata sekarang tertuju pada apa yang akan terungkap selanjutnya dalam kasus kebakaran ruko yang mengguncang ini.
"Sebaiknya aku menghubungi Mis Yeti, siapa tahu ia butuh bantuan." Mr Ginting, bergumam sendiri sambil berpikir.
Tut tut tut
__ADS_1
"Halo," jawab Yati di seberang sana.
"Halo, Mis Yeti. Saya mendengar tentang kebakaran ruko keluargamu dan saya sangat prihatin. Bagaimana kondisinya sekarang? Apakah ada yang bisa saya bantu?" Mr Ginting, langsung bertanya pada intinya saat menghubungi Yati.
"Halo, Mr. Ginting. Terima kasih atas perhatiannya. Kondisi kami agak sulit saat ini, tapi kami berusaha mengatasi semuanya. Kami masih menunggu hasil penyelidikan polisi. Bagaimana Anda bisa tahu tentang kejadian ini?" tanya Yati yang cukup terkejut.
"Saya mendengar tentang kebakaran itu melalui berita dan juga kabar dari beberapa teman bisnis saya. Saya ingin tawarkan bantuan apa pun yang mungkin bisa saya berikan untuk membantumu, Mis Yeti." Mr. Ginting menyampaikan maksudnya.
"Terima kasih, Mr. Ginting. Tawaran bantuan Anda sangat berarti bagi kami. Kami masih mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan kami akan menghargai setiap bantuan dan nasihat yang Anda bisa berikan."
"Baiklah, Mis Yeti. Mari kita bicarakan lebih lanjut bagaimana saya bisa membantumu dan keluargamu. Jangan ragu untuk menghubungi saya, jika ada yang kamu butuhkan, Mis Yeti."
"Terima kasih, Mr Ginting. Untuk sementara ini, sepertinya saya belum membutuhkan apapun. Terima kasih, sekali lagi."
Setelahnya, panggilan telepon terputus. Mr Ginting hanya bisa karena tidak bisa melihat keadaan Yati secara langsung sebab kesibukannya.
***
Bukan hal yang sulit bagi Mr Andre untuk menemukan alamat Tuan Wasito. Pria tua itu bisa dengan mudah mendapatkan alamat dan sampai di depan rumahnya langsung.
Begitu turun dari mobilnya, bertanya pada penjaga rumah. "Saya, Andre. Teman lama Tama. Emhhh ... maksud saya Tuan Wasito."
Mr Andre, langsung meralat ucapannya karena salah menyebutkan nama Tuan Wasito dengan nama lamanya.
"Tunggu sebentar, Tuan. Saya, panggilkan Tuan Wasito sebentar."
Mr Andre, dipersilahkan duduk di ruang tamu yang berada di daerah serumah. Teras rumah seperti pendopo ini memang sangat luas sehingga bisa digunakan sebagai ruang tamu sebelum ruang tamu yang ada di dalam rumah.
Tak lama kemudian, Tuan Wasito datang bersama dengan Yati, yang mendorong kursi rodanya.
"Mr Andre ..." Yati, menyapa terlebih dahulu.
__ADS_1
Degup jantung wanita itu lebih cepat dibandingkan tadi, karena keberadaan Mr Andre. Pria pertama yang mengisi hatinya.
"Selamat sore, Tama, Mis Yeti. Maaf, saya datang tanpa memberikan kabar karena mendengar tentang kebakaran rukomu Tama. Dan saya benar-benar prihatin dengan apa yang telah terjadi."
Mr Andre, berbicara seperti itu pada Tuan Wasito, tapi sekilas melihat ke arah Yati yang wajahnya memerah sebelum menunduk saat tadi menyapanya.
"S-elamat so-ree, An-ndree. Ter-ima kas-siihh atas kun-jjungan An-nda. I-ni a-dalah saat yang s-ulit bagi k-ami, t-api k-ami men-coba u-ntukk meng-ngatasi sem-muanyaa."
Tuan Wasito, berbicara terbata-bata dengan teman lamanya. Dia berusaha untuk tersenyum, meskipun tidak tampak depan jelas untuk orang lain.
Saat Mr Andre tiba di Semarang, ia memang langsung datang ke rumah Yati guna berbicara dengan Tuan Wasito tentang kebakaran ruko mereka.
"Saya memahami betapa sulitnya situasi ini. Bagaimana kabarmu, Mis Yeti? Baik-baik saja, bukan?" tanya Mr Andre, mengalihkan pembicaraan.
"Ya, Mr Andre. S-aya, baik-baik saja."
Wanita itu, menjawab dengan gugup. Dan ini tidak lepas dari perhatian Tuan Wasito, karena sebagai ayah, Tuan Wasito sedikit banyak tahu tentang kebiasaan Yati.
Dalam percakapan selanjutnya, Mr Andre berbicara tentang perasaan keprihatinannya dan juga menawarkan dukungan kepada keluarga Tuan Wasito. Meskipun tidak secara langsung menyebutkan rencana dan niatnya yang sebenarnya, Mr Andre mulai mengamati situasi dengan cermat dan mencari peluang untuk perkembangan kejadian lebih lanjut.
"Itu baik. Saya ingin memberikan dukungan apa pun yang bisa saya berikan. Kita sudah lama berteman, dan saya ingin membantu jika ada yang saya bisa lakukan, Tama, Mis Yeti."
"Terima kasih, Mr. Andre. Tawaran bantuan Anda sangat kami hargai. Kami masih mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan kebakaran ini, dan setiap bantuan dan nasihat akan sangat berguna."
Yati, memberi jawaban sebagai perwakilan ayahnya yang kesulitan berbicara. Dan Tuan Wasito, menganggukkan kepala saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Yati.
"Mari Mis Yeti, kita bicarakan lebih lanjut tentang situasi ini dan lihat bagaimana saya bisa membantumu dan keluargamu melewati masa sulit ini. Jika ada yang perlu dibicarakan atau jika kalian membutuhkan dukungan apapun, tolong beri tahu saya."
Percakapan mereka berlanjut, dan Mr Andre mencoba untuk memahami lebih dalam tentang kebakaran ruko dan memantau situasi dengan teliti. Seperti biasanya saat dia bekerja dulu, yang selalu bertindak dengan penuh ketelitian dan konsentrasi.
Kedatangan Mr Andre ke dalam kehidupan Yati dan keluarganya membawa perubahan yang tak terduga. Meskipun masih ada batasan dalam hubungan mereka, namun ada rasa yang pernah ada dan terkubur, yang kini mulai tumbuh kembali.
__ADS_1