
"Kamu tenang ya Ai, semuanya akan baik-baik saja." Biyan istrinya.
"Ya, Yati. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantumu," ujar Mr Andre, dengan mengangguk.
Sedangkan di samping Biyan, Aji hanya tersenyum tipis. Pria matang itu memang jarang bicara, tapi sebenarnya ia juga perhatian.
Selama proses ini, mereka juga terus berkomunikasi dengan Yati, memberikan dukungan emosional dan memastikan bahwa dia merasa didukung dalam perjuangannya.
Dengan tekad dan persiapan yang matang, mereka siap menghadapi setiap rintangan yang muncul di depan mereka. Mereka yakin bahwa keadilan akan tercapai, meskipun harus melawan tekanan dan pengaruh yang ada.
Banding yang diajukan diterima sehingga persidangan akan digelar kembali, sedangkan dua pejabat yang membantu Mr Akihiko, mendapatkan tekanan dari Mr Andre, Aji dan Mr Ginting.
Mr Ginting memang diminta oleh Mr Andre supaya ikut membantu memberikan tekanan pada mereka yang membantu pihak tersangka.
"Ginting. Saya minta kau ikut serta dalam usaha kami, memberikan keadilan untuk Mis Yeti." Mr Andre, mengatakan hal tersebut saat meminta bantuan.
"Mr Andre, saya tentu bersedia jika mengetahui apa yang bisa saya lakukan. Dan apa yang harus saya lakukan sekarang?" tanya Mr Ginting, menyanggupi permintaan dari "orang" kakeknya itu.
"Jadi, saya meminta padamu ..."
Dengan sangat jelas dan rinci, Mr Andre menjabarkan apa saja yang harus dilakukan Mr Ginting untuk rencana mereka.
Setelah selesai, Mr Ginting tanpa menggangguk mengerti maksud dari semua penjelasan yang diterimanya. Dan menurutnya itu tidak terlalu sulit.
Sebagai pewaris tahta kerajaan bisnis orang tuanya, yang pernah dijalankan sang kakek, tentu saja ia memiliki pengaruh yang besar bahkan melebihi para pejabat negara. Jadi, apa yang diminta Mr Andre bukan hal yang terlalu sulit.
"Akan saya lakukan, sekarang."
***
Dengan diterimanya banding, suasana hati tim Biyan, Mr Andre, Aji, dan Mr Ginting menjadi lebih optimis. Mereka menyadari bahwa ini adalah peluang baru untuk memperjuangkan keadilan bagi Yati.
"Banding kita kembali diterima, ini adalah berita baik. Sekarang, kita harus mempersiapkan diri untuk persidangan baru." Mr Andre, sebagai yang tertua memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Saya setuju, kita harus lebih fokus dan memastikan bahwa bukti dan argumen kita lebih kuat kali ini." Biyan mengangguk perlahan.
"Selain itu, kita juga harus tetap memonitor aktivitas dua pejabat yang membantu Mr Akihiko. Mereka mungkin akan mencoba untuk mengubah strategi mereka," terang Aji, mengingatkan.
Sementara itu, Mr Andre meminta bantuan dari Mr Ginting untuk membantu memberikan tekanan pada dua pejabat yang membantu Mr Akihiko secara langsung, karena itu memang "jalannya" yang lebih tepat.
"Mr Ginting, saya membutuhkan bantuan Anda dalam hal ini. Kita harus memastikan bahwa dua pejabat tersebut merasakan tekanan dari berbagai pihak," terang Mr Andre, mempertegas permintaannya yang kemarin.
"Saya siap membantu, Mr Andre. Saya akan menggunakan jaringan dan pengaruh saya untuk memastikan bahwa mereka tidak merasa nyaman dalam mendukung Mr Akihiko." Mr Ginting, menyanggupi.
Mereka bekerja secara bersama-sama, membagi tugas dan mempersiapkan strategi untuk persidangan yang akan datang. Mereka juga terus memantau aktivitas dua pejabat yang membantu Mr Akihiko, memastikan bahwa tekanan dari berbagai pihak terus didapatkan pihak-pihak tersebut.
Dengan kerjasama mereka dan tekad yang kuat, mereka siap untuk menghadapi persidangan baru ini dengan keyakinan bahwa keadilan akan terpenuhi.
"Saya ... saya sangat terima kasih atas usaha kalian semua. Entah apa yang terjadi padaku, jika kalian tidak ada yang mendukung."
Yati menunjukkan rasa terima kasih yang tulus kepada semua orang yang telah membantunya dalam perjuangannya untuk keadilan. Dia menghargai setiap upaya yang telah dilakukan untuk membantunya mendapatkan keadilan untuk ayahnya yang menjadi korban ambisi Mr. Akihiko.
"Tidak masalah, Mis Yeti." Mr Ginting, menggeleng perlahan tapi dengan wajah menunduk.
"Yati, kamu tidak perlu berterima kasih. Kami hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk memastikan keadilan didapatkan," sahut Mr Andre, sudah berperan seperti ayah bagi Yati.
"Kami semua di sini untukmu, dek Yati. Ayahmu layak mendapatkan keadilan," imbuh Aji, pada adik iparnya.
Momen ini memperkuat ikatan di antara mereka semua, dan mereka adalah tim yang solid yang bersatu untuk memastikan bahwa keadilan terpenuhi dan bahwa mereka dapat memberikan perlindungan bagi Yati dari tekanan Mr Akihiko.
Kasus ini adalah inspirasi bagi mereka semua, dan mereka siap untuk melanjutkan perjuangan ini sampai akhir.
Akhirnya sidang banding digelar.
Dengan persidangan banding yang tengah berlangsung, atmosfer di ruang sidang kembali dipenuhi dengan ketegangan dan antisipasi. Tim Biyan, Mr. Andre, Aji, dan Mr. Ginting mempersiapkan diri dengan seksama untuk menghadapi proses ini.
Tapi sepertinya ada yang berbeda dari raut wajah Mr Akihiko, yang tentunya selalu hadir di acara persidangan.
__ADS_1
Wajah Mr Akihiko, tidak lagi menampakkan keangkuhan dan kesombongannya. Pria Jepang itu sesekali menunduk, menghindari tatapan orang-orang yang melihatnya.
"Persiapkan dirimu, Yati. Persidangan kali ini akan menjadi ujian besar bagi kasus kita," kata Mr Andre, menasehati Yati.
"Kita harus tetap fokus dan yakin bahwa bukti-bukti yang kita miliki akan menguatkan kasus kita," terang Biyan mantap.
"Saya juga akan memastikan bahwa argumen-argumen kita disampaikan dengan jelas dan kuat," sahut Aji, dengan mulai membuka laptopnya.
"Kami semua di sini untuk mendukungmu, Mis Yeti. Kita akan berjuang bersama-sama," ujar Mr Ginting, dengan tersenyum tipis.
Mereka sudah memasuki ruang sidang kemudian duduk dengan tekad yang kuat, siap untuk menghadapi tantangan dari pihak lawan. Mereka, diwakili Tim pengacara handal, mempresentasikan bukti-bukti dan argumen mereka dengan penuh keyakinan, berharap bahwa keadilan akan terpenuhi dari mending yang mereka perjuangkan.
Selama persidangan, mereka memperhatikan setiap detail dan berusaha untuk memastikan bahwa semua fakta terungkap dengan jelas. Mereka bekerja sama sebagai tim yang solid, mendukung satu sama lain dalam upaya mereka untuk memastikan bahwa keadilan tercapai.
Mereka menyadari bahwa ini adalah momen penting dalam perjuangan mereka, dan mereka bertekad untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Dengan kerja keras dan dedikasi, mereka berharap bahwa persidangan ini akan membawa hasil yang adil dan menguntungkan bagi Yati dan keluarganya.
"Kak," panggil Biyan pada Aji.
"Ya, aku melakukannya, Biyan. Tenanglah," ucap Aji, dengan berbisik.
Setiap sesi persidangan berlalu dengan tegang, diwarnai oleh pertanyaan dan jawaban tajam dari kedua belah pihak. Kedua tim pengacara terus menghadirkan bukti-bukti yang kuat, mencoba membongkar kebenaran dan sangahan di balik kasus ini.
Saat waktu berlalu, mereka semakin yakin bahwa mereka telah memberikan yang terbaik dalam memperjuangkan kasus Yati. Namun, keputusan akhir masih tergantung pada pengadilan.
Akhirnya waktu terus berlalu, dengan berbagai jadwal persidangan yang tetap terasa alot. Dan hari ini terakhir persidangan tiba. Suasana ruang sidang terasa begitu tegang, menunggu keputusan dari hakim.
"Kasus ini telah disidangkan dengan seksama. Kami akan mempertimbangkan semua argumen dan bukti yang telah disampaikan. Sidang akan ditutup dan keputusan akan diumumkan pada tanggal berikutnya."
Tok tok tok!
Lagi, dengan kata-kata hakim tersebut, persidangan berakhir.
Tim Biyan, Mr Andre, Aji, dan Mr Ginting meninggalkan ruang sidang dengan hati-hati. Mereka tahu bahwa mereka telah memberikan yang terbaik, namun mereka juga sadar bahwa keputusan akhir ada di tangan pengadilan.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu, dan akhirnya, persidangan untuk membacakan keputusan sidang diumumkan.
"Kami, telah mempertimbangkan banyak hal dari berbagai bukti dan penjelasan yang diberikan. Maka dari itu, kami telah memutuskan ..."