
Biyan sangat bersyukur atas restu yang diberikan oleh Tuan Wasito. Ia merasa bahwa saatnya untuk membuat acara lamaran resmi sebagai tanda komitmen seriusnya terhadap Yati.
Dengan tekad yang kuat, Biyan berencana untuk mengundang saudara-saudaranya untuk menjadi bagian dari momen bersejarah ini.
"Kak Aji, aku ingin berbagi kabar baik. Aku telah mendapatkan restu dari Tuan Wasito untuk melamar anaknya, yaitu Mis Yeti. Dan aku ingin segera mengadakan acara lamaran secara resmi."
Biyan, menghubungi kakaknya yang pertama, yaitu Aji Putra, melalui panggilan telepon.
"Syukurlah. Itu sungguh kabar yang menggembirakan, Biyan! Kami sangat bahagia mendengarnya. Tentu saja kami akan hadir untuk mendukungmu," kata Aji, memberikan dukungan.
"Kami akan siap membantumu, mempersiapkan segalanya untuk acara lamaran ini. Pastikan semuanya berjalan dengan lancar, ya!" teriak kakak perempuannya.
Ternyata, kakak Pertamanya meloud speaker, sehingga semua orang yang ada di dekat Aji bisa mendengar suaranya.
"Selamat, Bro! Kami senang melihatmu bahagia. Kami akan memberikan dukungan penuh untuk rencana lamaran ini." Kembaran Biyan, juga ikut menyahut.
"Hehehe ... ok thanks, Bro!"
mereka akhirnya berbincang sedikit tentang rencana lamaran yang akan dilakukan dua minggu ke depan.
Dengan dukungan penuh dari saudara-saudaranya, Biyan merasa semakin yakin bahwa keputusannya adalah yang terbaik. Ia berencana untuk membuat momen lamaran ini menjadi sesuatu yang istimewa dan mengesankan bagi Yati.
Dengan kesepakatan yang telah dibuat, Biyan dan saudara-saudaranya telah menetapkan tanggal yang spesial untuk acara lamaran. Mereka semua bekerja keras untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan cermat, agar momen ini tidak gagal.
"Kak Aji dan yang lainnya, terima kasih atas dukungannya. Kita telah menetapkan tanggal acara lamaran dua minggu ke depan. Aku yakin, ini akan menjadi momen yang istimewa bagi kami berdua."
"Sangat tepat untuk waktunya, Biyan. Kami akan memastikan semuanya berjalan dengan baik. Ini akan menjadi hari yang tak terlupakan untukmu dan pasanganmu, tentunya."
"Kita akan mengatur semuanya dengan baik, By. Pastikan calonmu tidak mengetahui rencana kita ini! Kita ingin membuatnya terkejut dan bahagia." Kakak perempuannya, memperingatkan.
"Kami akan siap membantu apa pun yang diperlukan, Bro! Semoga acara lamaran kamu, menjadi awal yang baik untuk hubungan kalian berdua."
Dengan perasaan haru yang meluap, mereka semua bekerja sama untuk memastikan bahwa acara lamaran tersebut berjalan dengan sempurna. Mereka sepakat untuk membuat hari itu menjadi salah satu kenangan paling berharga dalam hidup Biyan dan Yati.
"Terima kasih untuk kalian, semua. A-ku ... aku tidak tahu harus berkata apa lagi, atas persetujuan kalian."
__ADS_1
"Ok, baik-baik di sana ya kami akan segera menyusul sesuai dengan jadwal."
"Baik, kak Aji."
Klik!
***
Di rumah Tuan Wasito.
Yati merasa begitu bahagia melihat senyuman bahagia yang terpancar dari wajah ayahnya, Tuan Wasito. Keputusannya untuk menikah dengan Biyan telah membawa kegembiraan yang luar biasa bagi keduanya.
Mereka berdua duduk di ruang tamu, suasana hati mereka dipenuhi dengan kedamaian dan kehangatan. Tuan Wasito memandang Yati dengan penuh kasih sayang, menguatkan keputusannya untuk memberikan restu atas pernikahannya yang akan datang.
"Nduk, a-yah sangat-sangat ba-hagia me-lihatmu ba-hagia, Nduukk. Bi-yan a-dalah pri-aaa yang b-aik, dan a-yah yakin ka-liaann berdua a-kan mem-mbentuk kel-luarga yang ba-hagia bersama-sama."
Yati mengangguk dengan senyum hangat, mendengar perkataan ayahnya yang cukup panjang. Padahal ayahnya itu, mengatakannya dengan susah payah.
Tapi karena rasa bahagia, Tuan Wasito seakan-akan tidak merasakan kesusahan saat berbicara.
Yati, menggenggam tangan ayahnya mencium punggung tangan tersebut beberapa kali meluapkan rasa bahagia dan syukur atas permulaan kebahagiaannya untuk membangun rumah tangga.
"A-yah sel-lalu ingin me-lihatmu ba-hagia, Nduk. A-yah, yakiin kal-lian berdua a-kan men-njalani kehidupan y-ang pen-nuh dengan cin-ntaaa dan keb-berkahan."
Yati masih menggenggam tangan ayahnya dengan penuh kasih sayang, merasa begitu bersyukur memiliki dukungan dan restu dari orang yang sangat dicintainya.
Mereka berdua tahu bahwa kebahagiaan mereka tidak akan terwujud tanpa restu dan dukungan dari orang-orang terdekat. Momen ini akan menjadi salah satu yang paling berharga dalam hidup Yati.
Yati dan ayahnya, tidak melupakan pentingnya untuk tetap memantau perkembangan kasus kebakaran ruko milik ayahnya. Meskipun mereka sibuk dengan persiapan acara lamaran, mereka tahu bahwa kejadian ini memiliki dampak besar terhadap keluarga mereka.
"Kita harus tetap memantau kasus kebakaran itu, Yah. Informasi terbaru apapun yang kita dapatkan, itu sangat penting."
Tuan Wasito hanya mengangguk, membiarkan anaknya membicarakan kasus yang belum tuntas ini.
"Benar, kan Yah? Kita tidak boleh melupakan itu," sambung Yati.
__ADS_1
"Saya akan meminta tim pengawasan kita untuk memberikan laporan terbaru. Kita harus tahu apakah ada perkembangan baru dalam investigasi polisi, atau saya perlu memberikan tekanan lagi?"
Tiba-tiba, Mr Andre datang. Pria berwibawa itu menyahut dengan memberikan usulannya. Dia juga sedikit kecewa dengan kinerja polisi karena lamban dalam menangani kasus ini.
"Sebaiknya tidak perlu perlu, Mr Andre. Biarkan satu atau dua hari lagi. Jika memang tidak ada perkembangan, kita akan kembali datang dan bertanya."
Mr Andre, mengangguk setuju dengan jawaban yang diberikan Yati. Apalagi, pengacara Alvin, juga sedang bekerja keras menangani kasus ini.
***
Mr Ginting duduk sendiri di ruang kantornya, yang ada di rumah peninggalan sang kakek. Wajahnya terlihat kebingungan dan kekecewaan yang mendalam.
Pria itu merasa terkejut dan dikhianati mendengar rencana lamaran Biyan untuk Yati. Tak pernah terbayang dalam benaknya bahwa Biyan, yang pernah bekerja sebagai bodyguard untuknya, memiliki hubungan pribadi dengan Yati.
"Ini benar-benar mengejutkan ... Aku tidak pernah tahu tentang hubungan mereka berdua. Apakah ini semua adalah bagian dari rencana Biyan?" tanyanya seorang diri.
Pertanyaan-pertanyaan berputar di dalam pikiran Mr Ginting. Ia berusaha memahami situasi ini dengan lebih baik.
Tapi kenyataan bahwa Biyan pernah bekerja dengannya sebagai bodyguard untuk mencari Yati, justru membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Mengapa Biyan tidak memberi tahu saya tentang hubungannya dengan Mis Yeti? Apakah ini semua adalah bagian dari rencananya yang lebih besar?"
Berkali-kali ia memutar ulang memori, mencoba mencari petunjuk tentang apakah ada tanda-tanda atau pertanda yang pernah ia lewatkan. Ia merasa bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengetahui kebenaran di balik hubungan antara Biyan dan Mis Yeti.
Mr Ginting mulai melakukan penyelidikan tentang latar belakang Biyan. Dia menyadari bahwa ada banyak hal yang tidak diketahuinya tentang pria ini, terutama mengenai hubungannya dengan Yati.
"Aku perlu mengetahui lebih banyak tentang Biyan. Apa yang ada dalam latar belakangnya, dan apa motivasinya?"
Dia meminta asistennya untuk melakukan penyelidikan menyeluruh tentang Biyan, termasuk riwayat pekerjaannya, latar belakang keluarganya, dan hubungannya dengan Mis Yeti.
Mr Ginting merasa perlu untuk mengetahui apakah ada motif tersembunyi di balik semua ini, atau mereka memang memiliki hubungan sebelumnya, di masa lalu.
"Jika Biyan memiliki hubungan dengan Mis Yeti Du masa lalu, kenapa selama ini Biyan hanya diam?" tanya Mr Ginting, yang tidak menemukan jawaban apapun.
"Atau ... mereka menjalin hubungan saat Biyan aku tugaskan mengawasi Mis Yeti?"
__ADS_1
Lagi dan lagi, Mr Ginting memiliki pertanyaan demi pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya sendiri dengan cepat. Ia, membutuhkan orang-orang yang bisa diandalkan untuk pekerjaan ini.