
Hari itu juga Mr Andre menemui sang Kakek, selepas dari tempat bertemunya dengan Yati. Dia meminta maaf pada sang Kakek, dengan semua laporannya tentang miss Kiara yang dulu pernah dia buat.
Mr Andre beralasan bahwa, semua itu dia lakukan untuk melindungi perasaan cucunya, Mr Ginting, yang baru saja mengenal wanita. Mr Andre l, tidak mau jika, sang Kakek tiba-tiba bertanya kepada Mr Ginting dan marah-marah, karena semua identitas miss Kiara terbongkar. Dan itu bisa membuat hubungannya dengan sang cucu memburuk. Bahkan, bisa lebih buruk lagi daripada kemarin-kemarin.
Sang Kakek akhirnya memaklumi kondisi dan keputusan yang diambil oleh Mr Andre, saat membuat laporan yang tidak sesuai dengan permintaannya. Tapi dia juga merasa ditipu oleh Mr Andre, yang seharusnya mengatakan jika itu adalah tidak benar. Meskipun pada akhirnya nanti, sang Kakek akan membiarkan cucunya itu bersama dengan miss Kiara, untuk sementara waktu.
"Aku tidak mau punya keturunan dari wanita itu Andre. Meskipun sebenarnya, Aku juga bukanlah orang baik-baik, tapi tentu saja, Aku juga menginginkan keturunan dari orang yang baik, dengan silsilah keluarga yang jelas."
Begitulah keegoisan sang Kakek, yang merupakan manusia biasa. Karena pada umumnya, semua orang juga menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan oleh sang Kakek.
"Lalu, di mana mikro chip nya sekarang ini?" tanya sang Kakek, saat ingat tujuan utama dia meminta Mr Andre pulang ke Indonesia.
"Sudah dimusnahkan."
Sang Kakek tertegun mendengar perkataan dari Mr Andre. Mantan anak buahnya dulu, yang sekarang ini sudah menjadi suami dari keponakannya sendiri. Menantu dari sepupunya, yang sekarang ini sudah pensiun dan menjauh dari keramaian kota, dengan hidup di pedesaan yang sepi.
Begitulah akhirnya. Sang Kakek sudah merasa cukup lega, karena ternyata mikro chip tersebut sudah tidak ada lagi.
"Terima kasih Andre. Aku sudah sangat khawatir, jika mikro chip tersebut jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab."
Mr Andre tersenyum, mendengar perkataan dari sang Kakek. Dia juga sudah merasa lega, karena sudah memberitahu semuanya pada sang Kakek, Tuan Besar-nya itu.
"Lalu, apa yang Anda rencanakan ke depan nanti Tuan?" tanya Mr Andre, yang ingin tahu, apa yang akan diperbuat oleh sang Kakek pada Yati.
Mr Andre tidak mau, jika sang Kakek berbuat apa-apa yang bisa menyengsarakan Yati, miss Yeti-nya.
"Tidak ada. Aku hanya akan meminta Kiara untuk pergi dari kehidupan cucuku, Ginting. Untuk urusan wanita, nanti juga Ginting akan lupa dengan Kiara, jika dia dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, yang bisa menjadi seorang istri untuknya."
Mr Andre menghela nafas panjang, saat mendengar jawaban dari sang Kakek, untuk rencana yang dia buat.
__ADS_1
"Apa Kamu akan kembali dalam waktu dekat ini? Karena istri Kamu tidak ikut pulang, pasti dia tidak mau ditinggal terlalu lama. Hehehe... keponakanku itu manja. Apalagi, Kamu sangat penurut. Terima kasih ya, Kamu sudah membahagiakan keponakanku itu," ujar sang Kakek, pada Mr Andre. Suami dari keponakannya sendiri.
Mr Andre hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia tidak lagi menyahuti perkataan dari sang Kakek. Ada beberapa hal yang dia pikirkan untuk saat ini, terkait miss Yeti-nya.
'Aku harus memberi kabar pada miss Yeti, supaya dia tidak merasa bersalah, jika harus dipaksa pergi dari Mr Ginting. Semoga, Mr Ginting mengerti, jika itu adalah keinginan dari kakeknya sendiri, bukan keinginan dari miss Yeti.'
Mr Andre, berencana untuk memberikan kabar pada Yati, agar bisa mempersiapkan diri, dengan rencana sang Kakek.
Setelah semua dijelaskan dan urusan selesai. Mr Andre pamit untuk pergi. Ada beberapa hal yang harus dia lakukan, sebelum kembali ke negara tempat dia bertugas.
"Ya baiklah. Sekali lagi terima kasih ya Andre," ucap sang Kakek dengan menepuk-nepuk pundak keponakannya itu.
Setelah Mr Andre pergi dari tempatnya, sang Kakek menghubungi seseorang, untuk dia berikan perintah.
"Lakukan sebaik mungkin. Jangan sampai Kamu ketahuan, dan jika bisa, secepatnya!"
Setelah selesai memberikan perintahnya, sang Kakek menghembuskan nafas panjang. Dia masih ada beberapa hal yang belum bisa dia terima. Terkait Yati, atau miss Kiara.
sang Kakek tersenyum miring, saat mendapat ide untuk membuat cucunya itu berpisah dengan istrinya, miss Kiara.
*****
To Miss Yeti
Aku akan segera kembali, ke negara tempatku bertugas. Aku hanya ingin memberi kabar pada dirimu, berhati-hatilah dengan Kakek Mr Ginting.
Tuan Besar, ingin menjauhkan dirimu dengan cucunya. Dia tidak mau jika Kamu menjadi istri dari cucunya itu.
Aku harap, Kamu bisa menjaga diri. Maaf, Aku tidak bisa menemani dirimu, untuk menyelesaikan semua masalah ini.
__ADS_1
Aku akan selalu berusaha, untuk bisa melindungimu sebisaku, dengan caraku.
From yang mencintaimu, Mr Andre
Send
Mr Andre bernafas lega, setelah mengirim pesan email untuk Yati. Dia berharap, Yati bisa menemukan jalan yang terbaik untuk masalahnya dengan Mr Ginting dan sang Kakek.
Setelah itu, Mr Andre bersiap-siap untuk berangkat kembali ke negara Amerika, di mana dia bertugas sekarang ini.
*****
Di rumah Mr Ginting.
Yati, sedang bermain-main dengan handphonenya, saat ada notifikasi pesan email yang masuk.
Ternyata, Mr Andre mengirim pesan tersebut untuknya. Setelah membuka pesan tersebut, Yati terbelalak, melihat pesan yang disampaikan oleh Mr Andre untuknya.
Tapi dia juga merasa senang, karena akhirnya bisa tahu, apa yang sebenarnya diinginkan oleh sang Kakek selama ini.
Yati juga tidak mungkin selamanya ada di antara mereka, terutama sang Kakek. Dia tidak mau ada di antara Orang-orang yang sudah membuatnya terpisah dari kedua orang tuanya. Meskipun dia lahir dengan cara yang tidak benar.
Karena tidak ada seorang anak, yang menginginkan lahir dengan cara seperti itu. Tidak ada satupun yang mau.
"Tapi, bagaimana caranya Aku bisa lepas dari kontrak nikah ini? waktunya masih lama, dan jika tiba-tiba Aku minta berhenti, bagaimana dengan Mr Ginting. Aku tidak tega melihatnya bersedih hati. Padahal, selama ini dia begitu baik. Lalu apa alasan yang harus Aku berikan?"
Yati bertanya-tanya sendiri, dengan semua permasalahan yang akan dia hadapi.
"Apa Aku ikuti saja, apa yang direncanakan oleh sang Kakek? Dengan demikian, ini semua bukan kesalahanku, jika harus pergi dari Mr Ginting."
__ADS_1
Kebingungan yang dialami oleh Yati, tidak bisa dia pecahkan sendiri. Dia tidak tahu, apa yang harus dia lakukan, untuk pergi dari rumah ini. Pergi dari kesepakatan kerja sama dengan Mr Ginting, tentang pernikahan kontrak mereka berdua.