
Ketika proses pemeriksaan dan perawatan dimulai, Yati tetap berada di samping ayahnya. Dia memastikan ayahnya tidak merasa sendirian dan memberikan dukungan dalam setiap langkah perawatan yang dilakukan oleh tim medis.
Yati juga berusaha berkomunikasi dengan baik dengan tim medis yang merawat ayahnya. Dia bertanya tentang kondisi ayahnya, rencana perawatan, dan berbagai hal lain yang terkait dengan kesehatan ayahnya.
Yati ingin selalu terlibat dan terinformasi mengenai perkembangan kesehatan ayahnya.
"Bagaimana, Dok?" tanya Yati.
"Ada kemajuan selama dua hari ini. Pasien harus koperatif dan keluarga mendukung, itu juga memberikan dampak positif."
Setiap kali ada hasil pemeriksaan atau perkembangan kondisi ayahnya, Yati dengan penuh perhatian mendengarkan penjelasan dari tim medis. Dia berusaha memahami setiap informasi yang diberikan dan berdiskusi dengan tim medis mengenai opsi perawatan terbaik untuk ayahnya.
Selama proses perawatan, Yati juga tidak lupa untuk memberikan kebersihan dan nutrisi yang baik untuk ayahnya. Dia membantu memberikan makanan dan minuman yang sesuai dengan kondisi ayahnya, serta membantu membersihkan dan merapikan tempat tidurnya.
"Yah. Bagaimana, merasa lebih baik?" tanya Yati sambil memandang ayahnya.
"Emhhh ... a-yaahhh ba-aik."
"Syukurlah. Yati senang mendengarnya, Yah. Nanti, kita jalan-jalan saat ayah sudah sehat."
Pria tua itu mengangguk setuju, dengan senyum yang tidak sempurna karena keterbatasan tubuhnya yang kesulitan bergerak.
Yati juga berusaha menghibur ayahnya dengan berbicara dan bercanda, meskipun kadang-kadang kondisi ayahnya membatasi kemampuan bicaranya. Yati senantiasa memberikan senyuman dan kasih sayang pada ayahnya, menunjukkan betapa dia sangat peduli pada sang ayah.
Selama proses perawatan di rumah sakit, Yati menjadi sosok yang penuh perhatian, penyayang, dan tanggap terhadap kebutuhan ayahnya. Dia berusaha memberikan yang terbaik untuk ayahnya dan selalu berada di sampingnya, mendukung dan merawat dengan sepenuh hati.
Rumah ini adalah sakit besar dan terbaik yang dituju Yati, demi mendapatkan perawatan ayahnya.
Rumah sakit ini salah satu institusi kesehatan paling ternama di Jakarta. Rumah sakit dengan reputasi yang sangat baik dalam memberikan layanan medis dan perawatan berkualitas tinggi.
__ADS_1
Rumah sakit ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan modern untuk merawat berbagai kondisi medis. Mulai dari unit gawat darurat, layanan radiologi, laboratorium, ruang operasi, hingga ruang perawatan intensif, semuanya tersedia dengan teknologi terkini.
Rumah sakit juga memiliki tim medis yang sangat terampil dan berpengalaman. Dokter, perawat, ahli bedah, dan tenaga kesehatan lainnya memiliki kompetensi tinggi dalam merawat pasien dengan berbagai kondisi kesehatan.
Dan rumah sakit ini menyediakan pelayanan medis multidisiplin yang holistik. Tim medis bekerja sama secara terintegrasi untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien, menggabungkan berbagai disiplin ilmu medis untuk menangani kondisi secara komprehensif.
Dengan memiliki fasilitas perawatan khusus untuk berbagai kondisi medis, termasuk perawatan stroke, rehabilitasi, kardiologi, onkologi, dan lainnya. Semua fasilitas dirancang untuk memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, sehingga menjadi tujuan para keluarga pasien yang memiliki kemampuan untuk membayar lebih.
Untung rumah sakit ini juga memberikan perhatian pada kenyamanan pasien dan keluarga. Fasilitas yang bersih, nyaman, dan ramah keluarga membuat suasana rumah sakit menjadi lebih santai dan mendukung proses pemulihan pasien.
Selain pelayanan medis, rumah sakit ini juga menyediakan dukungan psikologis dan edukasi bagi pasien dan keluarga. Ini membantu pasien dan keluarga dalam menghadapi kondisi medis dan mengatasi perasaan cemas atau khawatir.
Yati merasa yakin bahwa rumah sakit ini adalah tempat yang tepat untuk merawat ayahnya. Itulah sebabnya ia langsung memilih rumah sakit ini.
Dia percaya bahwa tim medis yang berpengalaman dan fasilitas yang lengkap akan memberikan perawatan terbaik untuk ayahnya.
Doa berharap perawatan di rumah sakit ini dapat membantu pemulihan ayah Yati dan memberikan hasil yang baik bagi kondisi kesehatannya.
Di sisi lain, keadaan Biyan terlihat cukup bingung dan galau. Dia merasa memiliki semangat atau perasaan yang berbeda ketika kembali bertemu Yati. Namun ia merasa tidak tahu perasaan apa yang sebenarnya sedang dialaminya.
Biyan sebelumnya tidak pernah memikirkan tentang cinta dan wanita, sehingga perasaannya yang sekarang membuatnya merasa kebingungan.
"Aku tidak pernah berpikir bahwa perasaan seperti ini bisa muncul lagi. Semua ini terasa begitu aneh bagiku. Aku selalu menjauh dari hal-hal seperti cinta dan wanita, tapi mengapa sekarang aku merasa seperti ini?" tanyanya bergumam.
"Ketika berbicara dengan wanita itu, hatiku berdetak lebih cepat dan aku jadi merasa tidak bisa berpikir jernih. Ini tidak seperti biasanya. Apakah ini cinta?" tanyanya ragu.
"Aku tahu bahwa cinta pertamaku adalah pada kak Ella, kakak iparku sendiri. Tapi, mengapa perasaan itu berpindah pada wanita itu? Dan mengapa sekarang, setelah begitu lama tidak bertemu, aku merasa semakin terikat padanya?"
Biyan kembali bergumam sendiri, dengan keraguan yang ada di dalam hatinya.
__ADS_1
"Mungkin aku hanya sedang bingung. Atau mungkin ini adalah fase yang akan berlalu. Tapi kenapa rasanya begitu sulit untuk menghilangkan perasaan ini?"
Biyan merasa dalam konflik batin antara perasaan barunya dan keyakinan serta pandangan hidupnya yang selama ini ia pegang. Ia mencoba mencari jawaban dalam dirinya sendiri, tanpa tahu jawaban pastinya.
Biyan memutuskan untuk kembali ke rumah sakit dengan tekad bulat untuk bertemu kembali dengan Yati. Meskipun tanpa informasi kontak yang jelas, Biyan merencanakan serangkaian langkah untuk mencoba kembali bertemu dengan wanita yang mengisi pikirannya.
"Aku, harus berhasil. Jika perlu, aku bisa mendapatkan nomor ponselnya dan juga rumahnya yang sekarang."
Pemuda itu mulai melakukan kunjungan berkala ke rumah sakit di mana Yati biasa datang. Ia berharap dapat melihat Yati secara kebetulan atau mendapatkan informasi tentang ayah wanita itu.
"Oh, aku belum tahu di mana ruangan ayahnya."
Biyan mencoba mencari tahu lebih lanjut tentang Yati. Dia berbicara dengan staf rumah sakit yang mungkin mengenal Yati atau memiliki informasi tentangnya.
"Apakah ada pasien dari daerah, yang dijamin keluarganya dengan nama Yati?" tanya pemuda itu pada staff informasi.
"Sebentar, saya cari dulu."
Sambil menunggu, Biyan mencoba mencari informasi tentang Yati melalui media sosial.
"Kenapa tidak ada? Apakah dia benar-benar tidak ingin dikenal?"
Ternyata, pemuda itu tidak menemukan jejak digital dari sosok Yati di media sosial manapun.
Dulu, warung Yati yang terkenal juga sudah tidak ada lagi di media sosial. Yati memang sengaja tidak meninggalkan jejak apapun, apalagi tentang kehidupannya yang sekarang.
"Mas, maaf. Saya tidak menemukan pasien dengan jaminan atas nama Yati," ungkap pegawai rumah sakit.
"Yang benar? Atau yang baru saja pulang hari ini, beberapa hari lalu mungkin?" tanya pemuda itu memaksa.
__ADS_1
Sayangnya, informasi di layar komputer bagian informasi tidak ada nama Yati!
"Di mana dia sebenarnya, atau memakai nama lain?" tanya Biyan menduga-duga.