Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Pria Masa Lalu 2


__ADS_3

"Saya, butuh waktu untuk memikirkan semuanya dengan lebih dalam. Saya akan mempertimbangkan baik-baik dan memilih yang terbaik bagi diri saya sendiri," kata Yati pada akhirnya, pelan tapi dengan nada tegas.


Mereka semua merasa bahwa keputusan ini adalah penting dan tak boleh diambil dengan terburu-buru. Itulah sebabnya, kedua pria itu mengangguk setuju.


Meskipun suasana tetap tegang, mereka merasa bahwa mereka telah memberikan kata-kata yang seharusnya mereka katakan untuk disampaikan.


Dalam beberapa detik ke depannya nanti, keputusan besar akan dibuat Yati, dan takdir akan berubah dengan adanya keputusan tersebut.


Sementara perbincangan di ruang tamu lantai atas berlangsung, secara tak terduga Mr Andre baru saja tiba di tempat tersebut. Kebetulan, dia bertemu dengan Tama, yang juga dikenal dengan nama Tuan Wasito.


"Tam ... Tama? K-amu ... benar Tama?" tanya Mr Andre terkejut.


'Itu Andre, ya itu dia!' batin Tuan Wasito membenarkan siapa sosok pria di depannya saat ini.


Meskipun telah berlalu puluhan tahun sejak terakhir kali mereka bertemu, namun mereka masih saling mengenal satu sama lain.


Dengan pandangan yang hati-hati, mereka saling memandang dari jarak yang aman, mencari tanda-tanda familiar dan upaya untuk memahami perasaan satu sama lain.


Terkadang, pandangan orang tua dapat memiliki makna yang mendalam.


"Kau ... kamu lupa dengan, a-ku?" tanya Mr Andre menegaskan, bahwa Tama tidak melupakannya.


Mr. Andre dan Tuan Wasito saling berhadapan, merasakan sejarah dan ikatan yang pernah ada di antara mereka. Meskipun waktu telah berlalu, tetapi mereka masih bisa merasakan getaran dari masa lalu yang pernah mereka bagikan.


"An-andree, lam-ma ti-dak bertemu. A-pa k-abar?" tanya Tuan Wasito mengangguk dengan hormat.


"Baik-baik! Aku baik-baik saja, Tama. Sudah lama sekali ya, kita tidak bertemu?" Mr Andre ikut mengangguk juga, sebelum akhirnya ia mendekat dan menjabat tangan Tuan Wasito.


Tuan Wasito tersenyum. Ia tahu jika memang sudah lama sekali ia menghilang, dan itu karena Mr Andre juga. Tampaknya, memang banyak perubahan yang terjadi dalam hidup mereka sejak itu.


Mr. Andre yang cukup terkejut dengan keadaan Tuan Wasito, mengangguk mengerti. Ia seakan-akan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh teman lamanya itu.


"Benar sekali, Tama. A-ku ... aku datang untuk meredakan situasi yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mr Andre, kalem dan khas para pejabat negara.

__ADS_1


Tuan Wasito mengangguk, kemudian arah pandangannya menuju ke lantai atas di mana sekarang Yati berada bersama dengan kedua pria yang datang bersama-sama.


'S-aya, saya mendukung Yati, apapun yang akan ia ambil sebagai keputusan yang tepat. Dia adalah anak saya dan saya ingin yang terbaik baginya.'


Sayangnya, Tuan Wasito tidak bisa berbicara dengan mudah pada Mr Andre. Lidahnya kelu, semakin kaku karena tekanan akan situasi yang rumit seperti sekarang ini.


Mr. Andre berpikir sejenak, ikut memandang ke atas. Seperti tahu apa yang dipikirkan oleh Tuan Wasito, Mr Andre kembali berbicara tentang masuk kedatangannya ke tempat mereka ini.


"Saya juga datang karena situasi ini. Saya merasa ada keterkaitan dengan keputusan yang akan diambil oleh anakmu, Tama."


Tuan Wasito, memandang dengan mata penuh tanya setelah mendengar pernyataan Mr Andre barusan. Ia tidak pernah mengetahui hubungan antara Yati dengan Mr Andre secara langsung atau tidak dari Yati.


"Apakah, aku bisa ke atas?" tanya Mr Andre, seakan-akan meminta izin.


Setelah mengetahui bahwa Mr Ginting dan Mr Akihiko sedang bersama dengan Yati, Mr Andre merasa khawatir dan itu tumbuh serta datang di dalam dirinya. Dia merasa perlu untuk meminta izin dari temannya, Tama, untuk dapat mengamati situasi dengan lebih baik.


Tama dengan mengangguk, memberikan izin atas permintaannya tadi. Sepertinya, tuan Wasito memahami bahwa situasi ini penting bagi semua pihak yang terlibat.


Akhirnya, bersama-sama, mereka berdua naik ke lantai atas untuk menyaksikan perbincangan yang serius di lantai atas.


Situasi ini memang penting bagi mereka semua, termasuk dirinya yang berstatus sebagai ayah dari Yati. Itulah sebabnya, Tuan Wasito memberikan izin dan menemani Mr Andre ke atas.


"Terima kasih, Tama. Saya hanya ingin memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik," ucap Mr Andre mengangguk.


"Yaa, sam-ma."


Ibu Nina sendiri, sebenarnya sudah berada di atas menemani Yati. Tapi hanya sebatas menemani saja, tidak disarankan untuk berbicara atau memberikan saran untuk Yati.


Mereka berdua berjalan bersama menuju ruang tamu di lantai atas, merasakan kehadiran satu sama lain dalam situasi yang menegangkan. Mereka ingin memahami lebih dalam tentang perbincangan yang sedang berlangsung dan apa yang mungkin akan dihasilkan dari pertemuan mereka.


Ketika mereka tiba di ruang tamu, mereka melihat Yati, Mr Ginting, dan Mr Akihiko yang duduk berdampingan.


"Mr ... Mr Andre?!" sapa Yati, yang sangat terkejut dengan kehadiran Mr Andre di rumahnya saat seperti ini.

__ADS_1


"Om Andre?" Mr Ginting, terkejut dengan kedatangan Mr Andre.


"Mr Andre?" Mr Akihiko, sama terkejutnya seperti Mr Ginting.


Mr Andre hanya tersenyum dan mengangguk saja, kemudian memilih tempat yang nyaman untuk duduk, mencermati ekspresi dan komunikasi di antara mereka.


Tuan Wasito dan Mr Andre, mengamati perbincangan dengan penuh perhatian, merasa bahwa mereka adalah saksi dari momen yang sangat penting dalam kehidupan semua orang yang terlibat.


Dalam suasana yang tegang, mereka masih meyakinkan diri sendiri bahwa mereka ada di tempat yang tepat, mencari tahu bagaimana keadaan ini akan berkembang dan mengubah nasib mereka semua.


Kedatangan Mr. Andre benar-benar mengagetkan Yati, Mr Ginting, dan Mr Akihiko.


Semua orang dalam ruangan merasa sensasi tak terduga ketika melihatnya muncul. Wajah-wajah mereka mencerminkan kejutan dan campur aduk perasaan.


"Mr. Andre?" panggil Yati, lagi meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang datang memang benar-benar Mr Andre.


"Apa yang Om, lakukan di sini?" tanya Mr Ginting yang masih terkejut.


"Mr. Andre, apa kabar?" tanya Mr Akihiko, yang mencoba tetap bersikap ramah pada Mr Andre, yang ia ketahui bukanlah orang biasa.


Pandangan mereka semua beralih dari satu orang ke orang lain, heran dengan pertanyaan dalam hati masing-masing. Kedatangan tak terduga ini telah mengubah dinamika perbincangan, menambah kompleksitas pada situasi yang sudah tegang.


Tuan Wasito dan Mr Andre sendiri merasa sensasi yang kuat dalam ruangan ini. Kehadiran mereka memberikan dimensi baru pada momen penting ini, membuat semua orang merasa bahwa keputusan yang akan diambil lebih penting lagi dan lebih banyak yang dipertaruhkan.


"Ya-yatiii ... sebaiknya, k-amu mem-berikaann kep-putusan y-ang cep-pat a-gar tid-aak berlarut-larut."


Usulan tersebut, dari Tuan Wasito dan diangguki oleh Mr Andre, Mr Ginting dan Mr Akihiko.


Dalam keadaan ini, semua mata tertuju pada Yati, yang seakan-akan menjadi pusat dari perhatian dan keputusan yang akan diambilnya.


Kedatangan Mr Andre hanya menambah kebingungan dan ketegangan dalam perjalanan yang belum pasti ini. Dalam beberapa detik ke depan, keputusan besar akan diambil, dan takdir akan berubah.


***

__ADS_1


Piye iki, Yati milih sopo?


Kasih masukan ...


__ADS_2