
Di ruang interogasi yang tegang, Mr Akihiko duduk dengan tegak, tatapannya tajam memandang para penyidik yang berusaha mendapatkan pengakuan darinya.
Wajah Mr Akihiko dipenuhi dengan keangkuhan, tidak ada keraguan yang terlihat di matanya. Apalagi rasa takut, tidak ada sama sekali!
"Bisakah Anda jelaskan alibi Anda pada malam kebakaran ruko itu, Mr Akihiko?" tanya Penyidik.
"Saya tidak memiliki kewajiban untuk memberikan alibi kepada siapa pun," jawab Mr Akihiko enteng.
"Apakah Anda memiliki hubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam kebakaran tersebut?" Penyidik melanjutkan pertanyaan.
Sekali-sekali, Mr Akihiko hanya diam atau membalas dengan nada tegas, menyiratkan bahwa ia tidak akan mengakui apa pun tanpa kehadiran pengacaranya.
"Saya tidak melihat relevansinya dengan pertanyaan ini," sahutnya sambil menyipitkan matanya yang memang sudah sipit.
"Adakah motif atau kepentingan pribadi, yang mungkin Anda miliki untuk terlibat dalam insiden ini?" cerca Penyidik, meminta penjelasan lebih.
"Saya menolak untuk menjawab pertanyaan yang sekiranya perlu pendamping. Dan saya juga tidak akan menjawab tanpa kehadiran pengacara saya."
Sepertinya, Mr Akihiko tetap pada pendiriannya tidak mengakui semua kesalahan yang sudah dilakukan.
Bahkan, Mr Akihiko memberikan ancaman untuk melaporkan balik mereka yang memberikan laporan dan menyudutkan dirinya. Memperlihatkan betapa percaya dirinya Mr Akihiko dalam membela diri.
"Apakah Anda setuju bahwa informasi ini bisa membantu mengungkap kebenaran?" tanya Penyidik yang tidak terpengaruh dengan ancaman tersebut.
"Saya tidak setuju atau tidak setuju. Itu adalah hak saya untuk tidak berkomentar," tutur Mr Akihiko dengan tersenyum tipis.
"Apakah Anda mengenal orang yang mungkin memiliki motif untuk membakar ruko milik Tuan Wasito tersebut?"
__ADS_1
Tanpa mengenal lelah, Penyidik terus memberikan pertanyaan demi pertanyaan yang berhubungan dengan kasus ini.
Pihak kepolisian yang ada di Jakarta, memang mendapatkan limpahan kasus dari lokasi kejadian yang ada di Semarang. Dan itu tentu saja atas campur tangan Mr Andre.
"Saya tidak akan memberikan informasi apa pun tanpa konsultasi dengan pengacara saya terlebih dahulu!" tegas Mr Akihiko, yang tetap bungkam dan tidak memberikan informasi yang lebih berguna.
"Kami hanya mencoba mencari kebenaran, Mr Akihiko." Penyidik, mengutarakan bahwa dia sedang bertugas.
"Saya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini? Saya tidak melihat hubungannya dengan kasus ini!" Mr. Akihiko berkata dengan nada tajam, bahkan sesekali menggunakan bahasa Jepang.
"Ini sudah melewati batasannya. Saya berhak mendapat perlindungan hukum!" teriak Mr Akihiko dengan nada tinggi.
Ruang itu dipenuhi dengan ketegangan, suara pertanyaan dan jawaban bergulir dalam irama yang tegang sebab Mr Akihiko tidak memberikan jawaban-jawaban yang diperlukan.
Para penyidik terus berupaya memecahkan "tembok" pertahanan yang kokoh, yang dibangun oleh Mr Akihiko sat proses penyidikan. Sementara Mr Akihiko tetap kekeh, berusaha menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan kartu "asnya" sebagai "Mr Akihiko" yang selama ini ditakuti oleh orang-orang tertentu.
"Kami hanya ingin mengklarifikasi informasi, tidak ada yang ingin merugikan Anda." Penyidik berusaha menenangkan, supaya mendapatkan jawaban yang diperlukan.
"Maaf, kami hanya sedang melaksanakan tugas, Mr Akihiko." Penyidik mencoba memahami situasi.
Ruangan semakin tegang dengan perdebatan mereka, sebab Penyidik hanya sedang melaksanakan tugasnya sebagaimana yang harus dilakukan. Sedangkan Mr Akihiko tetap kekeh pada pendiriannya untuk tidak memberikan jawaban apapun, jika pertanyaan tersebut dirasa memberatkan posisinya.
Mr. Akihiko dengan kesal, sering melontarkan kata-kata dengan bahasa Jepang yang tentu saja tidak dipahami oleh para pendidik.
"Saya telah memahami itu. Tetapi Anda juga harus menghormati hak saya sebagai warga negara," protes Mr Akihiko.
"Baiklah. Silahkan menghubungi siapapun yang anda butuhkan untuk mendampingi Anda, Mr Akihiko."
__ADS_1
Penyidik, memberikan kemudahan bagi Mr Akihiko sesuai dengan prosedur yang berlaku. Yaitu memberikan kesempatan kepada tersangka untuk didampingi oleh pengacara.
Mr. Akihiko tentu saja merasa senang. Dia dengan nada tegas mengatakan bahwa, ia akan meminta bantuan pada orang-orang yang berpengaruh di negara ini.
"Mereka akan mendukung saya, dan memastikan bahwa saya terlindungi dengan baik. Jadi, camkan itu!"
"Kami sedang bertugas untuk mencari keadilan, Mr Akihiko. Semua pihak harus bersedia bekerja sama," terang Penyidik yang masih berusaha untuk tetap tenang.
"Jangan bermain-main dengan saya. Jika saya dirugikan, saya akan memastikan para polisi, terutama kamu dan kamu ini, akan mendapat pelajaran yang setimpal!"
Mr. Akihiko berkata dengan maksud mengancam, seakan-akan dialah yang lebih berkuasa dan memiliki kekuatan.
Penyidik hanya tersenyum dan berusaha mempertahankan profesionalisme. Mereka menunggu sesaat sampai Mr Akihiko merasa lebih tenang.
"Kami hanya melakukan tugas kami, Mr Akihiko. Kami berharap Anda akan bekerjasama untuk mengungkapkan kebenaran dari kasus tersebut."
Brakkk!
Mr Akihiko mengebrak meja, dengan mata nyalang. Pria Jepang itu terlihat benar-benar tersinggung dan tidak suka.
"Jangan pernah meremehkan saya! Di Indonesia sini, saya juga memiliki kekuasaan, bahkan lebih daripada kalian!" bentak Mr Akihiko dengan sorot mata tajam.
***
Di luar ruangan penyidikan, Mr Andre dan Biyan sedang perhatikan dari kaca tembus pandang. Mereka berdua ikut memantau jalannya penyidikan ini untuk mengetahui sejauh mana Mr Akihiko melangkah dan mengakui perbuatannya atau justru memutar balikkan fakta.
"Kita harus tetap waspada, Biyan. MrAkihiko mungkin akan mencoba segala cara untuk menghindari tanggung jawab." Mr Andre menyatukan alisnya, berkata dengan serius.
__ADS_1
"Saya setuju, Mr Andre. Kita harus memastikan kasus ini secepatnya selesai," sahut Biyan.
Mereka terus memantau situasi di dalam ruangan penyidikan, dengan berhati-hati memperhatikan setiap pernyataan dan reaksi dari Mr Akihiko. Mereka sadar bahwa ini adalah saat yang tepat untuk memastikan semuanya akan segera terungkap.