Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Tidak Enak Hati


__ADS_3

Ada kalanya manusia itu memiliki banyak keinginan, meskipun dia juga tahu apa yang akan mereka terima karena keadaan yang mereka miliki.


Tapi, karena manusia itu adalah makhluk yang tidak pernah ada puasnya, selalu menginginkan sesuatu yang lebih, dan lebih, secara terus menerus seiring waktu yang mereka miliki. Maka, mereka akan terus hidup dalam ketidak nyamanan karena merasa tidak puas.


Keinginan untuk terus berhasil dan sukses, adalah keinginan sebagian besar orang-orang.


Bisa hidup berkecukupan, dan selalu bisa memenuhi kebutuhan hidup adalah impian setiap orang yang ada di dunia ini.


Bukan sesuatu yang luar biasa, jika semua mimpi dan keinginan itu ada. Semua itu wajar, apalagi dengan adanya banyak berita dan informasi yang bisa membuat mimpi dan harapan itu bisa mereka wujudkan dengan cara yang cepat dan beragam.


Banyak cara untuk bisa meraih mimpi mereka, meskipun kadang mereka mengunakan cara yang berbeda-beda untuk setiap orang.


Ada yang mengunakan cara biasa dengan bekerja. Dan dengan cara yang biasa juga. Tapi ini membutuhkan waktu yang lama, dan belum tentu bisa terwujud.


Ada juga yang mengunakan cara tak biasa dengan jalan pintas, untuk bisa meraih impian mereka. Misalnya dengan cara korupsi, mengurangi dana-dana yang seharusnya, tapi untuk keuntungan pribadi yang tidak diketahui oleh instansi terkait. Mereka, menyembunyikan laporan-laporan yang seharusnya, dan menggantinya dengan semua laporan yang sudah dimanipulasi.


Ada juga yang curang dengan mengunakan cara klenik, yang ternyata, masih diyakini sebagai cara cepat untuk sebuah kesuksesan dalam kekayaan. Dan ini juga masih dipercaya digunakan, sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama yang ada pedesaan, sama seperti yang ada di kampungnya Yati.


Dengan adanya tumbal yang harus dipersembahkan, kekayaan akan datang dengan sendirinya. Bukan cuma tumbal, tapi juga upacara-upacara ritual yang dilakukan oleh para pemuja kekayaan, yang harus diperhatikan dengan berbagai persyaratan yang telah disepakati bersama mereka.


Mbok Minah sendiri, pernah menemukan beberapa hal aneh di rumah. Bukan miliknya, tapi itu adalah perbuatan orang lain, yang akan mengatasnamakan dirinya, jika ada sesuatu yang terjadi pada salah satu orang, yang akan kena sialnya.


Sama seperti yang dialami Yoga. Penyakit yang dia derita saat ini, dipercaya sebagian orang, karena dia yang lebih dekat dengan mbok Minah, akan dijadikan tumbal oleh orang tua itu.


Mereka, orang-orang yang percaya dengan kegiatan klenik dan semacamnya, menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi pada Yoga, adalah akibat kegiatan ritual Mbok Minah, untuk membuat Yati sukses di kota.


"Mbok Minah, pasti melakukan perjanjian dengan makhluk halus tertentu, yang membantu Yati bisa sukses dalam umur yang relatif muda. kalian tahu sendiri, jika Yati itu tidak memiliki kemampuan apa-apa. Ijasah saja cuma sampai SMP. Mana ada kesuksesan yang dia dapat, jika tidak mengunakan ilmu-ilmu semacam itu."


"Pakai berapa susuk? Emas apa intan permata? kalau cuma emas sih biasa saja ya, mungkin pakai berlian, makanya jadi laris dan cepat bisa jadi sukses kayak gitu."


"Apanya yang laris?"


"Dodolannya sih yang laris!"


"Emang Yati dodolan apa? kan dia pelayan restoran, yang untung majikannya dong. Buat apa dia meminta mbok Minah melakukan semua itu?"


"Ihsss awakmu Iki lho Yu, gak ngerti apa?"

__ADS_1


"Lah ngerti apa sih?"


"Yati iku pelayan restoran, tapi kan pelayan di kamar juga!"


"Lho kamar kok dilayani? opo koyok kamar-kamar ratu Tah raja ngono?"


"Halah Yu. Malas ngei reti awakmu. Pikir dewe lah!"


Begitulah kira-kira saat ada ibu-ibu, yang sedang berkumpul waktu berbelanja atau sedang berbincang-bincang di pekarangan rumah.


Mereka akan membicarakan soal orang lain, yang belum tentu mereka sendiri tahu, bagaimana keadaan dan kebenaran yang sesungguhnya pada orang tersebut.


Mereka asyik bercerita, dan tentunya semakin ramai, jika di bumbui dengan berbagai macam versi, menurut cerita dari orang, atau pernah mendengar perkataan orang lain, dengan banyak dugaan-dugaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.


Dan akan terus ramai, dengan kedatangan orang-orang yang ikut menambahkan beberapa cerita.


*****


Yati menerima pesan dari kang Yoga. Dia tidak berani menelpon, karena takut jika Yati dalam keadaan sibuk bekerja. Dia hanya mengirim pesan, supaya bisa dibaca oleh Yati kapan-kapan, jika dia sedang senggang atau pada saat sudah selesai bekerja.


Dan memang benar. Yati baru tahu pesan dari kang Yoga pada pagi harinya, setelah dia selesai mandi, dan mengantar Mr Ginting berangkat ke kantor.


Yati membaca pesan tersebut, di dalam kamar. Setelah itu, Yati segera menelpon kang Yoga. Dengan harapan, jika pada saat ini kang Yoga ada di rumah dan tidak sedang mengajar, karena sedang sakit.


Yati juga berharap, pada saat ini, kang Yoga bersama dengan mbok Minah. Dia ingin berbincang-bincang sebentar dengan neneknya.


Telpon dari Yati, tidak langsung tersambung dengan kang Yoga. Mungkin dia sedang tidur, atau sedang melakukan pekerjaan yang lain.


..."Halo."...


..."Kang. Maaf, Yati baru baca pesan dari kang Yoga tadi."...


..."Iya gak opo-opo Yat."...


..."Kang Yoga di rumah kan sekarang ini?"...


..."Iya. Aku di rumah."...

__ADS_1


..."Ada simbok gak?"...


..."Mbok Minah, baru saja pulang. Apa perlu Aku panggil?"...


..."Tidak usah Kang. Sampeyan Jan mesti istirahat. biar nanti kalau ada waktu lagi, Yati telpon."...


..."Oh ya. Maaf lho Yat. Aku jadi merepotkan Kamu, untuk biaya obat dan perawatan yang akan Aku lakukan."...


..."Gak opo-opo Kang. Justru Yati senang karena bisa membantu kang Yoga. Jo sungkan-sungkan jika memang perlu. Yati akan bantu kalau ada."...


..."Iya, terima kasih. Matur suwun ya Yat."...


^^^"Ngeh Kang. Sami-sami. Nanti, Yati akan langsung kirim. Kang Yoga cepat sembuh ya."^^^


..."Aamiin. Terima kasih banyak Yat."...


..."Salam buat simbok ya Kang!"...


..."Iya, nanti Aku sampaikan."...


Klik!


Telpon terputus. Yati segera melakukan transaksi, untuk mentransfer uang ke rekening kang Yoga. Dia tidak merasa keberatan, untuk membantu guru SMP nya, sekaligus tetangga itu.


"Semoga kang Yoga baik-baik saja. Aku tidak tahu, mau nitip kemana lagi, untuk mengirim biaya pada mbok Minah. Hanya dia yang busa dipercaya selama ini. Dua juga tidak banyak bicara, meskipun sebenarnya tahu, apa yang aku lakukan di kota."


Setelah semua selesai, Yati mengirim pesan pada kang Yoga, jika uang untuk perawatan dirinya sudah dia kirimkan.


Yati juga berpesan, agar kang Yoga tidak terlalu memikirkan tentang banyak hal, termasuk untuk mengembalikan uang pinjamannya itu.


Padahal di kampung, Yoga sudah berniat untuk menjaminkan rumah tanahnya itu pada mbok Minah, seandainya dia tidak bisa mengembalikan uang pinjamannya pada Yati.


Dan apabila ada sesuatu yang terjadi pada dirinya, biar rumahnya ini, digunakan untuk membayar uang pinjaman tersebut. Apabila masih ada lebih, biar diberikan pada anaknya, yang saat ini dirawat oleh mantan mertuanya.


Tapi Yati tidak tahu tentang semua itu. Dia hanya berniat untuk membantu kang Yoga, tanpa berpikir untuk meminta jaminan atau pengembalian uang dalam waktu dekat.


"Oh iya, aku kan harus pergi ke salon. Nanti malam, mau diajak Mr Ginting untuk makan malam di rumah kakek, karena persiapan pesta. Ahhh, Aku tidak pernah menyangka, jika pernikahan ini akan sama seperti pernikahan yang sesungguhnya. Aku jadi takut, jika kakek tahu dan rahasia ini akan terbongkar. Bagaimana perasaan kakek ya?"

__ADS_1


Yati jadi merasa bersalah atas sandiwara pernikahannya dengan Mr Ginting. Dia sudah membohongi seorang kakek, yang berharap banyak pada pernikahan cucunya, bersama dengan dirinya.


__ADS_2