
Keputusan Biyan untuk akhirnya membantu Mr Ginting dalam mencari tahu tentang keberadaan Yati, karena ia bersikap profesional dan tanggung jawabnya sebagai bodyguard.
Hal ini tetap menjadi prioritas utama, agar citranya sebagai pengusaha jasa pengawalan tetap terjaga dengan baik.
Biyan mengangguk mengiyakan, setelah mendengarkan cerita dan permintaan dari Mr Ginting.
"Baik, Mr. Saya akan berusaha mencari informasi tentang keberadaan Mis Yeti dan memberitahu Anda."
Dengan sikap profesional, Biyan kemudian mengambil tindakan untuk mengumpulkan informasi. Dia mengoordinasikan upaya pencarian dengan salah satu anak buahnya yang telah berpengalaman dan telah bekerja dengan baik dalam tugas semacam ini.
"Terima kasih, Biyan. Saya berharap kamu dapat dengan segera menemukan keberadaan Mis Yeti yang saya cari."
"Baik, Mr Ginting."
"Ahh, seharusnya saya bicarakan ini sedari awal denganmu. Tapi saya berpikir bahwa, saya sudah tahu rumahnya di desa. Jadi saya langsung saja datang berharap membuat kejutan, tapi pada kenyataannya justru saya yang terkejut."
Biyan diam saja menanggapi ucapan Mr Ginting yang menyesal atas keputusannya di awal kemarin.
"Ya sudah, kamu lanjutkan pekerjaan. Dan untuk komisi, kamu bisa bicarakan setelah ini."
"Baik, Mr."
Biyan tahu apa yang dimaksud Mr Ginting. Dia harus mengerjakan tugas terlebih dahulu, kemudian mendapatkan imbalan sesuai dengan yang diminta ya nanti.
Mr Ginting bukan orang sembarangan, jadi tidak perlu negosiasi untuk harga sebuah pekerjaan dan tugas yang dimintanya.
Dengan segera, Biyan menghubungi anak buahnya untuk menerima pekerjaan ini.
"Kamu akan bergabung dengan anak buahnya Mr. Ginting di Jakarta. Bersama-sama, kamu harus bisa mencari tahu dimana target berada."
Tindakan Biyan menerima tawaran tersebut demi kemudahan yang akan didapat. Berkolaborasi dengan tim dari anak buah Mr Ginting, akan memudahkan anak buahnya untuk mencari informasi.
Bahkan jika sebelumnya ada batasan dalam informasi yang ia miliki, kini anak buahnya bisa cepat menemukan lokasi sesuai arahan Mr Ginting pada anak buahnya sendiri.
'Aku harus segera mencari tahu dimana Mis Yeti berada. Ini adalah bagian dari tugas profesional kerjaku, dan juga keinginanku sendiri.'
Kolaborasi ini akan menciptakan kesempatan untuk mengungkap lebih banyak rincian dan jawaban atas keberadaan Mis Yeti. Bagaimana tim yang dibentuk oleh anak buahnya Biyan dan anak buahnya Mr Ginting akan bekerja sama dalam mencari targetnya.
Ketika Biyan akhirnya menyanggupi kerjasama untuk mencari tahu keberadaan Yati, semata karena langkah profesional sesuai usahanya.
Berbeda dalam hatinya ia mempertimbangkan kepentingan pribadinya. Keputusan ini membuat permasalahan sendiri karena kepentingan emosional yang ada di dalam situasi rumit.
'Aku harus tetap profesional, tetapi aku juga ingin tahu dimana Mis Yeti berada.'
__ADS_1
Dalam hati, Biyan mengakui bahwa ada kepentingan pribadi yang lebih dalam terkait dengan Mis Yeti. Ini menciptakan konflik internal dalam karakter Biyan antara tugas profesionalnya dan keinginannya secara pribadi.
'Tapi aku harus tetap berfokus pada tugas profesional ini. Hemmm ... Tapi aku juga ingin tahu apa yang terjadi?'
Ketidaktahuan Mr Ginting tentang hubungan masa lalu antara Biyan dan Yati menambah ketidakpastian keadaan hati Biyan.
Selama ini, Mr Ginting memulai Biyan hanya pengusaha yang profesional dan tidak mengenal siapa Mis Yeti.
"Biyan adalah seorang profesional yang handal. Aku, percaya padanya untuk menemukan Mis Yeti, secepatnya."
Ketidakadilan ini menciptakan celah dalam informasi yang hanya diketahui oleh Biyan. Dalam sementara waktu, Mr. Ginting masih yakin bahwa Biyan adalah seorang profesional yang bisa membantu menemukan Mis Yeti, tanpa menyadari bagian penting dari latar belakang mereka masing-masing.
Sementara itu, Biyan tetap berpikir untuk rahasiakan semuanya dari Mr Ginting mengenai hubungannya di masa lalu dengan Mis Yeti.
'Aku harus menjaga rahasia ini dengan baik. Mr Ginting, tidak perlu tahu tentang masa lalu kami.'
***
Sehari setelah kesepakatan kerja sama mereka dalam mencari keberadaan Mis Yeti.
Dalam ruangan yang tenang dan terang, Mr Ginting dan Biyan duduk berhadapan di atas meja yang teratur rapi. Mereka berbicara tentang situasi yang sedang dihadapi dengan sikap yang profesional dan tegas.
Mr. Ginting masih berbicara dengan serius, meminta penjelasan terkait pencariannya.
"Biyan, saya ingin tahu hasil dari upaya pencarian tentang Mis Yeti Bagaimana perkembangannya?" tanya Mr Ginting pada Biyan.
Walaupun di dalam hatinya Biyan menyimpan rahasia tentang hubungannya dengan Yati, di depan Mr Ginting ia bersikap tegas dan fokus pada informasi yang relevan dengan tugasnya sebagai bodyguard.
Mr. Ginting mengangguk, puas dengan hasil pekerjaan tim Biyan.
"Saya berharap kamu bisa menemukan dia secepatnya. Ini adalah prioritas utama," ujar Mr Ginting penuh harap.
"Tentu, Mr. Kami akan bekerja keras untuk menemukan target," sahut Biyan berbicara dengan lugas.
Profesionalisme dan fokus Biyan dalam menjalankan tugasnya, tecermin dalam interaksi mereka. Sikapnya yang tegas dan tindakan yang diambil untuk mencari Yati menunjukkan komitmen Biyan terhadap tugasnya.
'Biyan memang seorang yang dapat diandalkan,' batin Mr Ginting memuji.
Walaupun terdapat rahasia yang disembunyikan oleh Biyan, Mr Ginting saat ini tidak menyadari hal tersebut. Sikap profesional yang ditunjukkan oleh Biyan membuat Mr Ginting percaya bahwa ia bekerja dengan seorang ahli dalam bidangnya.
***
Di tempat yang berbeda, dalam sebuah ruangan yang elegan dan cahayanya gemerlap. Alisa berdiri dengan anggun di tengah-tengah kerumunan. Ia mengenakan gaun yang indah dan rambutnya diatur dengan sempurna.
__ADS_1
Para desainer Indonesia yang datang menemuinya terlihat bersemangat, berbaur dengan tamu lain yang hadir di acara pesta tersebut.
"Selamat datang di Indonesia, Nona Alisa! Kami sangat senang bisa bertemu dengan Anda," ucap salah satu dari tamu desainer dengan tersenyum ramah.
"Terima kasih, semuanya. Saya juga senang bisa bertemu dengan kalian semua," sambut Alisa yang juga tersenyum ramah.
Alisa berbicara dengan senyuman yang ramah dan percaya diri. Ia tampak berbaur dengan baik dengan para desainer, berbincang tentang mode dan tren terbaru.
"Kami sangat berharap bisa bekerja sama dengan Anda dalam proyek mode ini. Kami sudah sangat terinspirasi oleh karya-karya Anda di Eropa," kata seorang desainer dengan antusias.
"Oh, terima kasih atas pujian Anda. Saya juga sangat tertarik untuk bekerja dengan kalian semua di sini," sambut Alisa berpura-pura bersahaja.
Para desainer dan Alisa kemudian bergabung dalam suasana pesta yang hidup, berdansa dan tertawa bersama. Alisa terlihat menikmati momen tersebut, meskipun dalam hatinya ada kepentingan yang lebih dalam.
'Aku harus membuat hubungan baik dengan mereka, agar rencanaku bisa berhasil.'
Alisa berpikir dalam hati, sambil bersenang-senang dan berinteraksi dengan para desainer lokal.
Wanita itu tetap memegang perannya dalam menjalankan rencananya. Ekspresi dan gerak tubuhnya yang ramah dan energik tidak mengungkapkan adanya niat yang tersembunyi.
Di tengah sorak-sorai pesta yang semakin meriah, Alisa berbicara dengan para desainer yang berkelompok di salah satu sudut ruangan. Ia tersenyum lembut dan berbicara dengan percaya diri, menciptakan suasana akrab dengan kata-kata yang sudah direncanakan.
"Terima kasih semuanya atas sambutan yang hangat. Saya senang bisa hadir di sini di Indonesia, negara yang luar biasa indah."
Alisa tersenyum manis, melancarkan kata-kata yang manis juga untuk mendapatkan simpati.
Plokkk plokkk plokkk
Para desainer bertepuk tangan, memberikan apresiasi yang tinggi atas ucapan Alisa barusan.
"Selamat datang, Nona Alisa!"
Alisa tersenyum dan melanjutkan kalimatnya, dengan percaya diri juga, ia memperkenalkan dirinya dihadapan semua orang.
"Saya ingin mengenalkan diri saya lebih lanjut. Nama saya Alisa Ginting, istri dari pengusaha Indonesia yang berkembang di Jerman, yaitu Mr Ginting."
Para desainer tampak terkejut dan kagum atas apa yang baru saja mereka ketahui.
"Wow, betapa mengagumkannya! Anda adalah istri dari Mr Ginting? Kami sangat menghormati pekerjaan suami Anda yang sukses di Jerman."
"Terima kasih atas pujian, Anda. Saya pun merasa beruntung bisa berada di sini dan bertemu dengan para desainer hebat seperti kalian semua."
Dengan penuh karisma, Alisa berhasil menjaga penampilan dan mengelola cerita yang dia bangun tentang hubungannya dengan Mr. Ginting.
__ADS_1
Pada saat yang sama, para desainer merasa terhormat karena memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan istri dari pengusaha sukses.
Wanita itu tidak tahu, apa yang akan terjadi padanya setelah ini.