Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Mencari Ayah


__ADS_3

"Ini bagus Mbok," kata Yati dengan menunjuk pada sepasang sandal.


Saat ini mereka berdua, Yati dan Mbok Minah, sedang berada di sebuah kios sandal dan sepatu, yang ada di pasar. Tak jauh dari kampung, karena pasar tersebut, ada di kota kecamatan.


"Tapi itu terlalu muda untuk modelnya. Mbok malu kalau pakai sandal selop. Mending yang model jepit saja."


Yati kembali mengedarkan pandangannya, mencari sandal wanita, yang diinginkan oleh Mbok Minah. Yaitu sepasang sandal jepit, tapi yang nyaman untuk dipakai oleh mbok Minah.


"Ini Mbok. Bagus ini," kata Yati lagi, dengan menunjuk ke salah satu sandal jepit, yang terbuat dari bahan kulit.


"Lah, itu gak bisa cepat kering, jika kena air Nduk."


Mbok Minah kembali menolak tawaran dari Yati, karena membayangkan saat memakai sandal tersebut, tapi tidak nyaman, saat dia selesai membasuh kakinya.


"Seng iku wae," ucap mbok Minah, dengan menunjuk ke arah sendal jepit, yang terbuat dari bahan, yang nyaman dan mudah kering, jika terkena air.


Menurut mbok Minah, yang tentunya berpenampilan sederhana, sebagaimana umumnya wanita kampung yang sudah berumur, sandal yang dia pilih itu bisa di pakai dalam keadaan apapun.


Nyaman untuk di rumah, atau di bawa pergi jika ada acara-acara di rumah tetangga.


Yati hanya mengangguk saja, mengiyakan keinginan mbok Minah. Dia tidak mau memaksa, jika apa yang dipilih oleh Mbok Minah, sudah membuatnya merasa senang.


"Matur suwun ya Nduk, sudah dibelikan sandal baru. Padahal di rumah, masih ada dua sandal yang jarang di pakai Simbok."


"Gak apa-apa Mbok. Mumpung ada waktu dan pas kita bisa jalan bareng. Kapan lagi, ya kan?"


Mereka berdua sama-sama tersenyum. Hal yang sangat diinginkan oleh Mbok Minah, adalah bisa menjalani hari-harinya tuanya, bersama dengan Yati. Anak angkat yang dia temukan di pinggir jalan, di area persawahan. Tanpa dia ketahui, siapa dan dari mana anak itu berasal.


Mbok Minah hanya merasa senang saat mendapat anak tersebut. Dia pun merawatnya dengan baik, dalam kesederhanaan hidupnya sendiri.


Tapi dia tidak bisa memaksa Yati, untuk tetap tinggal di rumahnya, di kampungnya. Karena dia juga tahu, jika ada banyak keinginan-keinginan yang tidak bisa dikatakan oleh Yati remaja waktu itu.


Hingga saat ini, mbok Minah masih tetap bersyukur, karena Yati tidak pernah melupakan dirinya, dan tetap mau pulang untuk menjenguknya. Meskipun kehidupannya sendiri di kota, sudah bisa dikatakan berkecukupan. Meskipun mbok Minah juga tahu, apa yang sebenarnya dilakukan oleh Yati selama ini.


"Mbok mau makan di mana?" tanya Yati, begitu mereka berdua keluar dari toko sandal dan sepatu.


"Bagaimana kalau makan gule ditempatnya Kaji Sate? sudah lama sekali, Yati tidak pernah makan di situ lagi."

__ADS_1


Kaji sate adalah, sebutan untuk pemilik warung makan. Karena selain ada menu gule, ada juga satenya yang terkenal enak. Dan karena dua sudah pergi berangkat haji, pemilik warung tersebut lebih dikenal dengan sebutan Kaji Sate.


"Boleh. Simbok juga sudah lama tidak makan di warung itu. Sejak terakhir kali pergi ke pasar bareng Kamu itu to Nduk."


Yati terbelalak kaget, mendengar jawaban dari mbok Minah.


Jika dihitung-hitung, itu sudah lebih dari tujuh tahun yang lalu. Dan selama itu, mbok Minah memang tidak pernah lagi pergi ke pasar sendiri.


Untuk urusan belanja, ada tukang sayur yang berkeliling di kampungnya. Dan jika perlu atau ada acara besar, mbok Minah hanya memberikan pesan untuk belanjaannya, pada tukang sayur tersebut, atau menitipkan barang-barang yang dia perlukan pada salah satu tetangganya yang pergi ke pasar.


Mbok Minah sudah tua. Tidak banyak keinginannya yang aneh-aneh, sama seperti para wanita jaman sekarang.


Hidupnya yang sederhana sedari dulu, tidak juga berubah, meskipun secara materi, mbok Minah sudah sangat berkecukupan, karena di biayai oleh Yati.


Tapi mbok Minah tidak mau lupa diri, dan membuang-buang waktu dan uang, hanya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting menurutnya.


Dia hanya berbelanja secukupnya, karena dua juga hidup sendirian. Jadi tidak memerlukan barang dan juga kebutuhan hidup yang berlebihan.


*****


Keinginannya untuk tidak kembali ke kota, sudah dia utarakan pada Mbok Minah. Dan tentunya mbok Minah sangat mendukung rencananya kali ini.


"Nek kurang modal, itu tanah yang dari Yogs bisa Kamu jual untuk tambahan Nduk."


"Ada Mbok, cukup kok. Jika kurang, nanti Yati bisa jual beberapa perhiasan yang ada di rumah."


Begitulah akhirnya, Yati membuka sebuah toko baju. Dia juga menerima pembelian dalam jumlah besar, hampir mirip dengan grosir. Jadi, tokonya itu akan melayani pembelian secara ecer atupun grosir.


Yati juga mempekerjakan beberapa tetangganya, termasuk anaknya Pak RT, yang masih berstatus sebagai seorang mahasiswi.


Anak pak RT itulah, yang akan membantu Yati, untuk mengelola toko baju yang baru saja di buka.


*****


Dua bulan kemudian, toko baju milik Yati sudah berjalan lebih baik. Penjualan juga sudah mengalami kenaikan. Tentu saja, ini membuat Yati merasa sangat senang, dengan adanya usaha yang dia miliki untuk saat ini.


Tapi masih ada satu keinginan Yati yang ingin segera dia lakukan, yaitu mencari keberadaan ayah kandungnya.

__ADS_1


Dengan meminta ijin pada mbok Minah, Yati pamit untuk pergi mencari ayahnya. Dia juga sudah menitipkan urusan toko, pada anaknya pak RT.


Dan hari ini, dia berangkat sendiri, untuk mencari keberadaan ayah kandungnya, sesuai dengan petunjuk yang pernah diberikan oleh Mr Andre kepadanya, waktu itu.


Berbekal nama daerah yang dia ketahui, Yati mencoba mencarinya lewat aplikasi, untuk melacak keberadaan suatu daerah. Dan itu pasti memudahkan dirinya untuk perjalanannya menuju ke tempat ayahnya berada.


Setelah menempuh perjalanan hampir lima jam lamanya, Yati tiba di kota yang dia tuju. Di sebuah kota kecil, namun sudah maju, untuk pembangunan perekonomian masyarakatnya.


Tapi Yati tidak tahu alamat yang tepat, di mana ayahnya tinggal saat ini. Akhirnya Yati beristirahat sebentar, di sebuah rumah makan, yang ada di pinggir jalan.


Yati memesan makanan, untuk mengisi perutnya agar cacing-cacing dalam perutnya tidak lagi berdemo.


Hari memang sudah siang, dan waktu untuk makan, sudah lewat. Tentu saja, Yati merasakan rasa lapar, saat berhenti, dan tidak tahu arah tujuannya lagi.


Setelah memarkirkan mobilnya di pinggir warung makan, Yati masuk ke dalam warung tersebut. Dia juga melihat-lihat menu makanan, yang terlihat jelas di etalase kaca untuk meletakkan menu-menu yang tersedia di warung tersebut.


"Saya pesan teh hangat ya Mbak," kata Yati, pada pemilik warung.


"Makan juga tidak?" tanya pemilik warung, menawarkan dagangannya.


"Njeh Mbak. Pake oseng kacang sama ikan bandeng saja," jawab Yati, yang sudah melihat-lihat menu makanan yang tersedia di warung tersebut.


Akhirnya, pemilik warung melayani Yati, sesuai dengan apa yang dia pesan.


Setelah menyelesaikan makannya, Yati membayar makanan yang tadi dua makan. Setelah itu, dia juga bertanya pada pemilik warung, tentang seseorang yang saat ini sedang dia cari. Siapa tahu, pemilik warung tersebut, mengenal atau pernah melihat orang yang ada di dalam foto, yang saat ini dia pegang.


Foto ayahnya itu, dia minta dari Mr Andre, lewat pesan email. Dan foto itu juga sudah sangat lama. Jadi, foto tersebut adalah foto ayahnya sewaktu masih muda dulu.


Tapi pemilik warung tidak tahu, dan tidak bisa memberikan petunjuk apa-apa pada Yati.


Akhirnya, Yati pamit dan keluar dari warung makan tersebut. Dia berjalan menuju ke tempat beberapa orang, yang sedang duduk-duduk di sebuah pos penjagaan, yabg ada di bangunan ruko besar.


Tapi orang-orang tersebut juga tidak bisa memberikan petunjuk apa-apa, tentang ayahnya Yati.


Dengan menghela nafas panjang, Yati berusaha untuk bersabar, dalam pencariannya kali ini. Dia tidak ingin menyerah, dan berjalan kembali, menuju ke tempat mobilnya terparkir.


Setelah itu, Yati kembali menjalankan mobilnya, mencari dan bertanya-tanya pada orang-orang, untuk dia temui. Berharap mendapatkan petunjuk, yang bisa memudahkan dirinya, agar bisa bertemu dengan ayah kandung, yang saat ini sedang dia cari.

__ADS_1


__ADS_2