
"Mis Yeti," panggil seseorang lagi, dengan suara yang sama, yang sangat dikenal Yati.
Sebenarnya, beberapa hari yang lalu wanita itu sudah bertemu dengan orang tersebut. Tapi karena keadaan tidak memungkinkan mereka untuk berbincang-bincang, Yati tidak bisa menanggapi sapaan orang tersebut.
Sedangkan sekarang, ia sedang berjalan di lorong rumah sakit dan kembali bertemu dengan Mr Akihiko.
"Mis Yeti, bolehkah kita bicara sebentar?" tanyanya, dengan menggunakan bahasa Jepang yang fasih.
Yati agak ragu menerima permintaan dari mantan "Bos-nya", kemudian menoleh ke arah ibu Nina.
Ibu Nina sendiri mengangguk sebagai jawaban, karena tahu jika Yati sedang meminta izin padanya. Dia akan menjaga Tuan Wasito dengan baik, meskipun tidak ada Yati yang menunggui.
"Baiklah, saya bisa."
Mr Akihiko tersenyum lembut, kemudian membungkukkan badannya sebagai tanda terima kasih dan pamit pada ibu Nina.
"Terima kasih, Mis Yeti. Saya sangat senang bisa bertemu denganmu. Tapi, bisakah kita bicara di tempat lain? Yang tidak berkaitan dengan rumah sakit."
Yati terpaksa mengangguk, karena merasa jika apa yang ingin disampaikan oleh Mr Akihiko ini butuh waktu lama.
Yati, berbincang dengan Mr Akihiko di restoran bergaya Itali tak jauh dari lokasi rumah sakit elit Jakarta.
Awal pertemuan, Yati tidak menanggapi, tapi pertemuan kedua Yati tidak bisa mengelak lagi saat diajak bicara dengan Mr Akihiko yang merupakan mantan bosnya.
"Maaf, Mis Yeti. Ada berita buruk yang harus Mis Yeti ketahui, sebab ini menyangkut keselamatan saya."
Pria Jepang itu, membicarakan tentang keadaan dirinya sendiri.
Yati, melihat dengan tatapan minat. Membuat Mr Akihiko melanjutkan ceritanya lagi.
"Dokter bilang, kemungkinan besar nyawa saya tidak bisa diselamatkan. Dan saya ingin memberikan sesuatu padamu," ungkapnya memberi tahu.
"Maksud Mr, bagaimana?" tanya Yati belum paham.
Akhirnya, Mr Akihiko menceritakan tentang penyakitnya yang kemungkinan tidak bisa diselamatkan. Dan kebetulan bertemu dengan Yati, jadi dia berkeinginan untuk mewariskan usahanya yang berada di Jakarta pada "mantan anak" kesayangannya.
Yati terkejut mendengar penjelasan Mr Akihiko, yang tidak pernah ia sangka-sangka.
"Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan, Mr Akihiko." Yati tidak tahu bagaimana cara menanggapi permintaan mantan Bos-nya itu.
"Usaha saya di Jakarta, saya ingin mewariskannya padamu. Kamu orang yang cocok untuk melanjutkan dan mengembangkannya."
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Yati cepat.
Wanita itu penasaran dengan maksud perkataan "cocok" yang dikatakan Mr Akihiko barusan.
"Hm, begitulah. Saya memang berniat mencari rumahmu, tapi belum sempat. Dan kebetulan kini bertemu, jadi tidak membuang waktu lagi, saya akan mengalihkan semuanya padamu. Secepatnya."
Yati terharu karena kasih sayang Mr Akihiko masih sama besar seperti dulu, meskipun ia bukan lagi "anak asuh" Mr Akihiko.
Tapi Yati tidak mungkin menerima tawaran ini lagi. Dia sudah tidak bisa kembali ke dunianya yang dulu!
"Terima kasih, Mr Akihiko. Ta-pi... s-aya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Saya tidak bisa," jawab Yati pada intinya.
"kenapa? Apa karena kamu sudah tidak mau mengenalku, lagi?"
Beda latar belakang, beda pemikiran juga dan ini menjadi salah satu kesalahpahaman mereka berdua.
"Bukan, Mr. Dan, maaf atas kondisi kesehatan Anda. Saya turut prihatin. Saya berdoa semoga penyakit Anda bisa segera disembuhkan, dan diagnosa dokter melenceng."
"Terima kasih, Mis Yeti. Ahh, saya akan mengerti keputusanmu. Maaf telah mengganggu, tapi saya berharap, Mis Yeti mau mempertimbangkan."
Yati menggeleng. "Tidak, itu tidak perlu. Semoga Anda pulih dengan cepat, Mr Akihiko."
Wanita itu tidak bisa menerima tawaran dari Mr Akihiko. Yati sudah keluar dari kehidupan gelapnya, dan tidak ingin berhubungan dengan bisnis yang digeluti Mr Akihiko lagi. Dia ingin menjalani kehidupannya sebagaimana manusia normal bersama dengan sang ayah.
"Mr Akihiko, terima kasih atas tawaran Anda yang begitu baik. Namun, dengan tulus, saya harus menolaknya."
Pria Jepang nan matang itu terlihat sedih, namun ia juga mengerti akan keputusan yang dibuat Yati.
"Apakah Mis Yeti yakin dengan keputusan ini?" tanyanya lagi.
Yati mengangguk mengiyakan.
"Ya, Mr Akihiko. Saya sangat menghargai kesempatan yang Anda berikan, tetapi saya telah keluar dari kehidupan saya yang dulu dan ingin hidup sebagai manusia normal bersama ayah saya."
Mr Akihiko mengangguk mengerti, meskipun ada rasa kecewa yang besar di dalam hatinya.
"Saya mengerti, Mis Yeti. Kehidupanku bukanlah pilihan yang mudah, dan Anda telah menemukan jalur yang berbeda. Saya berharap Anda bahagia dengan keputusan Anda. Tapi ..."
Yati, yang hampir merasa lega, mengerutkan keningnya dengan memperhatikan "mantan Bos-nya" itu dengan senyum canggung.
"Terima kasih atas pengertian Anda, Mr Akihiko. Maaf jika ini mengecewakan Anda."
__ADS_1
Wanita itu merasa bersalah, tapi ini adalah keputusan yang telah diambilnya. Sejak jadi dirinya terbongkar dan itu menyedihkan.
Mr Akihiko senyum lembut, mengeleng tanpa sadar.
"Tidak, Mis Yeti. Saya tidak kecewa, malah saya bangga dengan perubahan positif yang kamu lakukan. Saya berharap yang terbaik untukmu dan ayahmu."
Wanita itu terlihat lega, mendengar perkataan Mr Akihiko yang terakhir kalinya ini.
Tapi kalimat selanjutnya, membuatnya cukup terkejut!
"Mis Yeti, maukah kamu menikah denganku?"
Sepersekian detik, Yati tidak bergerak. Wanita itu seakan-akan menjadi patung, mencoba untuk mencerna kalimat yang diucapkan oleh Mr Akihiko!
Ternyata, untuk membujuk Yati, Mr Akihiko merayunya dengan sebuah pernikahan.
Mungkin Mr Akihiko berpikir jika Yati tidak laku sehingga masih sendiri hingga sekarang padahal sudah keluar dari dunia PSK selama 5 tahun lebih. Dan jika ia menikah, mau tidak mau Yati pasti akan ikut lagi bersama dengannya.
Itu artinya, secara tidak langsung warisannya akan jatuh ke tangan Yati, setelah dia meninggal dunia.
Mr Akihiko berpikir dengan cara dia menikahi Yati, maka Yati akan mau menerima tawarannya dengan mengelola bisnisnya di dunia PSK yang berkedok restoran Jepang.
"Menikah?"
Akhirnya Yati bertanya, mempertanyakan sesuatu yang tidak pernah terbesit dalam pikirannya.
Bahkan ia tidak pernah tahu, apakah Mr Akihiko ini normal sebagai seorang laki-laki atau perempuan!
Meskipun Yati lama bekerja dengannya, tapi untuk masalah privasi, mereka saling menjaga ajar tidak menggangu profesionalitas dalam pekerjaan.
"Ya. Kita bisa menikah, dan hidup bersama dalam satu keluarga."
Lagi, pria Jepang itu meyakinkan Yati. Dia lupa, jika Yati bukanlah wanita yang mudah goyah hanya karena iming-iming uang ataupun kedudukan.
"Tapi ..."
"Mis Yeti. Apa kamu lupa? Saya sudah menolong kamu, saat kamu dalam keadaan terpuruk!"
Wajah wanita itu terkejut saat mendengar perkataan mantan Bos-nya, yang mengungkit masa lalu. Di mana ia dalam keadaan terluka, karena hampir diperkosa oleh preman yang mencegatnya!
"Tapi, Mr. Itu ..."
__ADS_1
"Aku, mau kamu membayar hutang budi itu dengan pernikahan! Jika tidak mau menikah denganku, terima tawaranku yang tadi."
Mata Yati terpejam untuk menenangkan diri. Dia tidak tahu harus berkata apa dalam keadaan seperti ini!