Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Musibah Tengah Malam


__ADS_3

Kebahagiaan, kesedihan, kadang datang silih berganti. Tapi, kadang semua itu datang secara bersamaan.


Tiba-tiba datang, tanpa memberitahu dan tanpa membawa undangan.


Hal yang kita sendiri tidak tahu, kapan dan bagaimana semuanya itu bisa terjadi pada diri kita.


Semua ini, adalah ujian dari Tuhan. Tapi, dari sesuatu yang kita anggap sebagai ujian, kadang kala adalah suatu berkah, yang tidak kita sadari sendiri.


Dan hanya waktu, yang tahu betul, bagaimana cara terbaik, kapan dan bagaimana keadaan yang seharusnya.


Cukup dengan kata sabar, tawakal dan ikhtiar. Nasehat, yang kadang terasa menjadi sebuah kekecewaan, karena kita tidak tahu, jika itu adalah suatu berkah yang di kirim Tuhan untuk kita.


*****


..."Ruko terbakar? bagaimana bisa? lalu bagaimana dengan toko baju Saya?" ...


Tengah malam, Yati mendapat telpon dari penjaga ruko, jika deretan ruko yang ada di depan pasar terbakar.


Padahal, toko baju miliknya, ada di deretan ruko tersebut.


Yati merasa lemas, mendengar berita itu. Dia yang tadi siang baru merasakan kebahagiaan, karena ayahnya, tuan Wasito.


Tapi sekarang, pada tengah malam seperti ini, mendapat kabar sedih dan mengecewakan.


Ada kebakaran yang terjadi pada salah satu ruko, yang ada di sebelah tokonya Yati. Dan api itu dengan cepat, merembet ke tokonya Yati juga.


"Bagaimanapun ini?"


Rasa bingung yang di rasakan oleh Yati, membuatnya mondar mandir sendiri, di dalam kamar.

__ADS_1


Dengan menghela nafas panjang, Yati mengetuk pintu kamar mbok Minah.


Tok tok tok!


Tok tok tok!


"Mbok... Mbok!"


Yati memanggil-manggil mbok Minah, dengan mengetuk-ngetuk pintu kamarnya juga.


"Ya Nduk. Sebentar!"


Mbok Minah menjawab dari dalam kamar.


Clek!


Pintu Kamar mbok Minah terbuka.


"Toko Yati Mbok. Toko Yati kebakaran."


Mbok Minah terbelalak, mendengar perkataan yang diucapkan oleh Yati barusan. Dia tidak percaya, dengan apa yang baru saja dia dengar tadi.


"Kebakaran piye lho Nduk?" ( Kebakaran bagaimana maksudnya Nak? )


Yati dengan menahan kesedihannya, menceritakan tentang apa yang tadi dia dengar dari telpon penjaga ruko.


"Iku tenan?" ( itu benar? )


Yati bingung, mau menjawab iya, atau tidak. Yati sendiri belum datang, untuk memastikan berita ini.

__ADS_1


"Nek gitu, Yati pergi ke toko dulu ya Mbok!" ( kalau begitu, Yati pergi ke toko dulu )


Akhirnya Yati sadar, dan memutuskan untuk mengecek secara langsung, bagaimana keadaan yang sebenarnya di ruko tersebut.


"Mbok temani Nduk. Tunggu sebentar ya."


Akhirnya, mbok Minah memutuskan untuk ikut bersama dengan Yati, mengecek kebenaran tentang berita yang dia dengar dari penjaga ruko.


Mbok Minah tidak mau jika, terjadi sesuatu pada cucunya itu, pada saat keadaan emosinya yang tidak stabil.


Setelah menempuh perjalanan pada tengah malam yang sepi, akhirnya Yati dan Mbok Minah sampai juga di ruko.


Ternyata di sana sudah ada banyak orang. Ada juga mobil damkar, yang masih berjuang untuk menaklukkan api yang sudah membesar.


Yati merasa lemas, sama seperti para pemilik toko dan ruko yang ikut terbakar dalam inseden malam ini.


Semua hilang, musnah, hanya dengan adanya api yang membakar semua ruko.


Yati dan mbok Minah tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka pasrah saja, pada pemadam kebakaran, yang masih berusaha untuk memadamkan api tersebut.


Tak lama kemudian, mobil tuan Wasito datang. Dia mendapatkan kabar tentang kebakaran ini, dari anaknya, Yati.


"Nduk!"


"Ayah!"


Yati memeluk ayahnya itu, untuk meluapkan perasaan kecewa dan juga sedih yang dia rasakan malam ini.


"Sabar Nduk. Sabar ya. Eling," kata tuan Wasito, menenangkan hati anaknya, supaya tidak larut dalam suasana sedih yang dia rasakan malam ini.

__ADS_1


Yati hanya bisa mengangguk saja, dalam pelukan ayahnya. Dia tidak bisa berpikir jernih, dan tidak tahu lagi, bagaimana menghadapi esok hari, karena semua uang dalam tabungannya, sudah dia pakai untuk tambahan modal di tokonya itu.


"Bagaimana ini?" gumam Yati, bertanya pada dirinya sendiri.


__ADS_2