
Selepas jam dua siang, Mr Andre menghubungi Yati, jika dia sedang berada dalam perjalanan menuju ke arah rumah sakit.
Yati sudah mempersiapkan segala sesuatunya, untuk bisa bertanya pada Mr Andre, tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, dengan Mr Andre sendiri, dan juga ayah kandung Yati, Tama.
Tapi, yang membuat Yati bingung adalah, ibunya itu tidak pernah menyebutkan nama Tama ataupun Tuan Besar-nya.
Ibunya Yati justru menyebut-nyebut nama Andre, setiap dia mengingat sesuatu.
Dengan rasa yang tidak menentu, Yati menyambut kedatangan Mr Andre di depan pintu masuk rumah sakit. Sedangkan ibunya, masih ada di kamar pasien, untuk masa penyembuhan luka-luka yang dia miliki, akibat usahanya untuk bunuh diri.
Dari kejauhan, tampak Mr Andre turun dari mobil. Dia melangkah dengan sangat elegan, sebagimana para pejabat negara yang penuh wibawa.
Ada aura tersendiri, yang datang bersama dengan kehadirannya di rumah sakit ini. Apalagi saat dia tersenyum ramah pada beberapa perawat yang kebetulan lewat.
"Hai miss Yeti," sapa Mr Andre, begitu ada di hadapannya Yati.
"Hai juga Mr. Bagaimana perjalanan Anda dan juga tugas Anda,?"
Yati juga menjawab dan bertanya secara formal, layaknya seorang teman biasa. Bukan sebagai seorang sepasang manusia, yang pernah saling dekat dan menyatu dalam hati.
"Ya beginilah. Seperti yang Kamu lihat. Oh ya, di mana ibumu?"
Yati tersenyum mendengar pertanyaan dari Mr Andre. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, dan mengajak Mr Andre untuk masuk ke dalam rumah sakit terlebih dahulu, kemudian duduk di ruang tunggu di depan IGD.
"Apa ibumu ada di dalam? apa yang terjadi?"
Mr Andre merasa penasaran, kenapa justru mereka berdua duduk di depan ruang IGD ini.
"Tidak. Ibu ada di dalam kamarnya. Dia sedang tidur, dan Saya tidak mau menganggu tidurnya. Apa kita bisa berbicara di sini sebentar?"
Dengan menyipitkan matanya, Mr Andre melihat dengan atensi penuh ke arah Yati. Dia berpikir bahwa, ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Yati, atau setidaknya, wanita-nya ini membutuhkan perhatian darinya.
"Silahkan. Apa yang bisa Aku bantu?"
Akhirnya Mr Andre mulai bicara dengan Yati, lebih akrab dan tidak se_formal tadi.
Begitu juga dengan Yati. Dia tidak mau ada banyak basa-basi lagi, karena rasa penasarannya tidak bisa dia bendung.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada ibu, Anda dan ayah?" tanya Yati langsung pada intinya.
Mr Andre tidak langsung menjawab pertanyaan dari Yati. Dia sepertinya sedang berpikir, apa yang dimaksud oleh Yati dengan pertanyaannya tadi.
__ADS_1
"Mr Andre sangat tahu, apa yang sebenarnya saya ingin tanyakan ini. Jadi, sebaiknya Anda menjelaskan pada Saya, sebelum Saya mengetahuinya dari orang lain."
Terdengar helaan nafas panjang dari Mr Andre. Dia tampak kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, dengan ibunya Yati. Karena hanya dia, dan juga ibunya Yati yang tahu.
Sayangnya, ibunya Yati tidak bisa menceritakan semuanya secara gamblang.
"Apa yang dikatakan ibumu?" tanya Mr Andre, setelah terdiam sejenak, untuk berpikir. Jika apa yang dikatakan oleh Yati itu ada benarnya.
"Tidak ada. Ibu hanya menyebut nama Andre, Andre dan Andre saja, setiap kesadarannya muncul."
Mr Andre kembali menghela nafas panjang. Dia juga tampak memejamkan mata, untuk menenangkan hati dan pikirannya sendiri.
Akhirnya, Mr Andre bercerita tentang dirinya yang dulu. Bagaimana dia bisa sampai menjadi menantu dari sepupunya sang Kakek, yang saat itu adalah atasannya, dan juga Tuan Besar-nya.
Dan semua yang sudah terjadi pada masa itu, ada sangkut pautnya dengan dirinya, yang sebenarnya bukan siapa-siapa.
Semua sudah dia atur sedemikian rupa, sehingga tidak ada seorangpun yang curiga, dengan apa yang dia lakukan. Termasuk dengan sang Kakek sendiri.
Yati mengelengkan kepalanya beberapa kali, saat mendengar jawaban dan cerita dari Mr Andre.
Laki-laki penuh kharisma, yang mampu meluluhkan hatinya.
Laki-laki yang selalu ada di dalam hatinya dan juga pikirannya.
Laki-laki yang pertama kali menyentuh dirinya, secara utuh.
Laki-laki yang juga sudah merubah cara pandang dan sikapnya, dalam bekerja serta menerima tawaran dari Mr Akihiko untuk menjadi seorang geisha.
Dan ternyata, kebenaran tentang dirinya sendiri adalah berpusat juga pada laki-laki, yang saat ini duduk si sampingnya.
Laki-laki yang selalu di sebut-sebut oleh ibunya, baik dalam keadaan sadar ataupun tidak.
Dan semua itu adalah Mr Andre.
Mr Andre, yang di kenal oleh Yati, dan dia anggap sebagai laki-laki sempurna.
*****
Di kamar ibunya Yati.
Mr Andre dan Yati masuk ke dalam kamar tersebut, setelah selesai bercerita.
__ADS_1
Mereka berdua, ingin melihat keadaan ibunya, yang saat ini sedang tertidur.
"Kenapa dia?" tanya Mr Andre, saat melihat keadaan ibunya Yati. Karena ada beberapa luka yang masih tampak jelas dan belum kering.
"Dia terluka, saat berusaha untuk bunuh diri lagi." Yati menjawab pertanyaan dari Mr Andre, dengan nada sinis.
"Apa? kenapa bisa terjadi?"
"Bisa saja. Dia akan selalu histeris dan menyebut nama Andre, saat sadar. Dia tidak menyebut nama lain, dan hanya Andre saja."
Mr Andre kembali menghela nafas panjang, entah untuk yang ke berapa kalinya. Ada penyesalan yang tampak pada wajahnya. Tapi dia juga tidak tahu, apa yang harus dia lakukan saat ini.
"Miss Yeti. Aku sudah mentransfer sejumlah uang, untuk tambahan biaya hidupmu di sini, selama menunggu ibumu. Besok, jika Aku sudah kembali, Aku akan mengirim lagi, untuk membantu biaya perawatan ibumu ini."
Yati kembali tersenyum sinis, saat mendengar perkataan dari Mr Andre.
Tidak ada rasa simpati lagi pada laki-laki, yang selalu ada di dalam hatinya, kemarin-kemarin. Tapi Yati juga tidak tahu, apakah dia bisa membenci Mr Andre, yang sudah memenuhi hatinya selama ini.
Mungkin, dia juga harus mendengar semua cerita dari ibunya, agar bisa memutuskan dengan cara yang baik. Dia harus mendengar dari dua sisi orang yang berbeda, untuk sebuah kebenaran yang tidak pernah diketahui oleh orang lain, selain mereka berdua. Antara Mr Andre dengan ibunya Yati sendiri.
Tapi sebelum Mr Andre pamit untuk pulang, ibunya Yati terbangun dari tidurnya. Dia bergerak perlahan-lahan, dan membuka matanya.
"Anakku. Anakku... An_andre, Andre ada?"
Mr Andre dan Yati, secara bersamaan menghadap ke arah tempat tidur, di mana ibunya Yati berada.
Mereka berdua juga saling pandang, karena ibunya sepertinya, mendengar perkataan mereka berdua.
"Ibu. Ini Yati Bu, anaknya Ibu."
Yati bergegas mendekat ke tempat tidur ibunya. Dia mengengam tangan ibunya, agar ibunya itu tidak lagi mencari-cari keberadaannya.
"Siapa itu? apa itu An_andre? jangan dekat-dekat dengannya. Ka_kamu pergi. Andre pergi!"
Yati bingung dengan perkataan ibunya, yang mengusir Mr Andre. Padahal, ibunya itu tentu saja tidak cukup mengenal Mr Andre yang sekarang ini.
Tapi ternyata, ibunya itu masih sangat mengenal suaranya Mr Andre. Meskipun berpuluh-puluh tahun lamanya tidak pernah bertemu dan berbicara dengan Mr Andre.
"Pergi. Pergi! Jangan dekati Aku. Jangan dekati anakku. Pergi Kamu, Andre. Pergi!"
Ibunya Yati, terus berteriak-teriak histeris, mengusir Mr Andre dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Dengan perasaan yang sama bingungnya dengan yang dirasakan oleh Yati, Mr Andre akhirnya keluar juga dari dalam kamar tersebut.
Mr Andre, menunggu Yati di luar kamar. Dia masih ingin berbincang-bincang dengan Yati, sebagaimana biasanya yang selama ini dia lakukan, jika bertemu dengan wanita-nya itu. Miss Yeti.