Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Tidak Bicara


__ADS_3

Di negara tempat Mr Andre bertugas.


Mr Andre sedikit bingung, dengan dua pesan yang masuk ke dalam email miliknya, meskipun waktunya berbeda.


Satu dari sepupu mertuanya, Tuan Besar-nya. Sedangkan yang satunya lagi dari miss Yeti. Wanita-nya, yang dia cintai, karena ada beberapa hal yang sama di dalam dirinya miss Yeti, dengan seseorang yang pernah ada di dalam hatinya.


Meskipun, dia sendiri tidak pernah bisa mendapatkan seseorang tersebut, karena adanya banyak hal. Tapi yang pasti, dia merasa jika Yeti bisa mengisi seluruh hatinya, mengantikan posisi wanita tersebut.


Dan dia tidak mungkin bisa, menyakiti miss Yeti, meskipun dia juga tidak mampu untuk bisa merangkul Yati dalam keadaan yang sebenarnya, di dalam kehidupannya yang sekarang.


*To miss Yeti


Aku akan pulang ke Indonesia dalam waktu dekat. Mungkin minggu depan. Apa yang sesuatu yang terjadi padamu? Apa yang bisa Aku bantu?


Tunggu Aku pulang miss Yeti. Aku kangen Kamu. Tapi bagaimana caranya Aku bisa benar-benar membawamu di dalam kehidupanku saat ini.


Maafkan Aku miss Yeti. Maafkan Aku, yang hanya bisa mencintaimu dalam hati.


From Mr Andre*


Send


Mr Andre, mengirim balasan pesan email-nya pada Yati. Dia tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi, sehingga pesan yang dikirim oleh Yati bersamaan dengan email yang dikirim oleh Tuan Besar-nya.


'Pasti ada sesuatu yang terjadi. Bukankah sekarang ini miss Yeti ada di dalam keluarga Tuan Besar? Dia jadi istrinya Mr Ginting sekarang. Apa laporan yang Aku berikan pada Tuan Besar terbongkar? Ya Tuhan... Apa yang harus Aku lakukan sekarang? Bagaimana ini bisa terjadi di saat yang bersamaan?'


Mr Andre jadi banyak berpikir. Dia memikirkan nasib wanita yang dia cintai, yaitu miss Yeti.


Wanita yang tidak mungkin bisa dia ajak untuk hidup bersama, dalam ikatan pernikahan. Dia juga tidak bisa mengambil keputusan, untuk menyembunyikan miss Yeti sebagai wanita-nya, sama seperti yang biasa yang dilakukan oleh Tuan Besar-nya, untuk menyembunyikan wanita-nya, bahkan hingga saat ini.

__ADS_1


Mr Andre tahu apa yang dilakukan oleh sang Kakek di masa lalunya. Semuanya, dia tahu. Itulah sebabnya, dia juga tidak bisa melakukan apa-apa pada Mr Andre, meskipun Mr Andre tidak mungkin juga melakukan apa-apa terhadap sang Kakek.


Di antara mereka berdua, ada sesuatu yang saling berhubungan dan saling melindungi, tanpa diminta oleh yang bersangkutan. Oleh karena itu juga, Mr Andre bisa ada pada posisinya yang sekarang ini. Itu juga karena adanya jasa dan campur tangan sang Kakek selama dia berkarir di pemerintahan, dan menantu di keluarga besarnya sang Kakek.


Tapi yang membuat Mr Andre bingung, apakah saat ini posisi miss Yeti terancam, sebagai menantu dan istri dari Mr Ginting, sehingga miss Yeti sampai menghubungi dirinya secara pribadi. Padahal, miss Yeti belum pernah melakukan hal semacam ini.


Apalagi, pesan yang dikirim oleh miss Yeti, tidak lama setelah pesan dari Tuan Besar-nya. Ini yang membuat Mr Andre, menghubungkan semua pesan dari keduanya.


Dia merasa sangat yakin jika, antara miss Yeti dengan sang Kakek dari Mr Ginting, ada masalah. Ada hal yang terjadi di antara mereka berdua.


"Aku harus menyelesaikan semua pekerjaan di sini, sebelum Aku pulang ke Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa Aku tunda. Dan Aku juga harus membuat alasan untuk istriku. Dia harus ada di sini, dan tidak ikut pulang ke Indonesia. Karena jika dia ikut pulang, akan membuatku tidak bebas menyelesaikan semua masalah ini."


Mr Bean bergumam seorang diri, merencanakan segala sesuatu yang harus dia lakukan. Dia mau, semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Dan dia juga tidak mau, jika ada sesuatu yang terjadi, sehingga menjadi masalah untuk miss Yeti.


"Tunggu Aku pulang miss Yeti," kata Mr Andre, dengan menghela nafas panjang kemudian memejamkan matanya.


Mr Ginting datang ke kost-kostan Yati, untuk menjemputnya, begitu dia sampai di Indonesia.


Tadi, saat dia sampai di bandara, telpon Yati tidak diangkat-angkat, sehingga dia merasa khawatir, jika terjadi sesuatu pada istrinya itu. Dan dengan dikawal oleh dua bodyguardnya, Mr Ginting datang ke kost miliknya Yati.


Yati, yang baru saja bangun tidur, tentu saja merasa terkejut, dengan kedatangan suaminya itu. Padahal, dia baru saja melihat ke layar handphone miliknya, jika ada panggilan yang tidak terjawab dari suaminya itu sekali.


Dan pada saat dia mau menelpon balik, ternyata Mr Ginting sudah sampai di halaman depan bangunan, tempat Yati kost.


"Mr Ginting," sapa Yati, begitu dia membuka pintu kamar.


Mr Ginting tidak menjawab sapaan istrinya itu. Dia langsung memeluknya dan menciumi Yati secara bertubi-tubi, sehingga Yati tidak bisa melakukan perlawanan dan akhirnya pasrah begitu saja.


"Mr... Mr, mmmhhhfff..."

__ADS_1


Yati tidak bisa berkata-kata dengan jelas. Mr Ginting tidak memberikan kesempatan kepada Yati, untuk menyelesaikan kalimatnya, karena dia memang tidak menginginkan sebuah kalimat, hanya untuk sekedar basa-basi.


Mr Ginting, langsung mengajaknya untuk melampiaskan rindu yang ada di antara mereka berdua.


Dan dua bodyguardnya, menunggu dengan sabar di luar bangunan kost. Mereka, menunggu Tuan Muda-nya, yang sedang menjemput istrinya, miss Kiara, untuk diajaknya pulang ke rumah.


Setelah hampir satu jam lamanya, Mr Ginting tampak berjalan dengan mengadeng tangan istrinya itu keluar dari dalam kamar kost-an.


Wajahnya tampak berseri-seri dan cerah. Tidak lagi kusut dan suntuk seperti tadi. Semua itu, berkat isterinya, miss Kiara.


"Kita langsung pulang ke rumah. Bawa mobil miss Kiara satu," ucap Mr Ginting, memberikan perintah pada dua bodyguardnya itu, dengan menyerahkan kunci mobil yang kemarin di bawa miss Kiara untuk mengantarkan dirinya ke bandara, kemudian pulang ke kostnya.


Satu bodyguard menerima kunci mobil tersebut. Sedang yang satunya, membuka pintu mobil untuk miss Kiara dan Mr Ginting.


Tak lama kemudian, dua mobil mewah mereka, tampak keluar dari area halaman kost Yati, yang memang terlihat mewah, dan bukan hanya kost biasa.


Para penghuni kost, juga tidak mau ikut campur dalam urusan orang-orang yang ada di sana. Mereka semua, memiliki privasinya sendiri, tanpa harus berbagi informasi untuk sesama penghuni kost yang lain.


"Apa saja yang Kamu kerjakan di kost, selama tidak ada Aku?" tanya Mr Ginting, di dalam perjalanan pulang ke rumah.


Dia tampak memainkan jemari tangan istrinya itu, dengan mengetuk-ngetuk pelan, kemudian berganti dengan mengelus-elus juga.


"Tidak ada. Aku hanya tidur, pergi mencari makan, dan menuggu telpon atau pesan dari Mr saja," jawab Yati berbohong.


Dia tidak mungkin bisa mengatakan semua yang sudah dia lakukan, bersama dengan sang Kakek kemarin-kemarin. Padahal bercerita juga tentang kepergiannya ke Singapura, untuk bertemu dengan wanita-nya sang Kakek.


Itu tidak akan mungkin bisa diceritakan oleh Yati, pada Mr Ginting. Meskipun Mr Ginting adalah suaminya sendiri, yang merupakan cucu dari sang Kakek juga. Karena jika dia sampai keceplosan dan menceritakan semuanya, Mr Ginting tidak mungkin tinggal diam. Dan apa yang sudah dia rencanakan akan hancur, sebelum semuanya sempat terungkap.


Yati tidak mungkin membiarkan semua itu terjadi. Dia akan merahasiakan semua itu, dan menahan diri untuk tidak berbicara tentang sang Kakek, wanita-nya sang Kakek, dan Mr Andre, beserta dengan rahasia dari Bros Bunga yang dia miliki.

__ADS_1


__ADS_2