Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Tidak Ingin Lepas


__ADS_3

Meskipun Mr. Ginting dan rombongan tidak berhasil menemukan informasi tentang Yati dan ayahnya, Mr. Ginting memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat yang seharusnya dituju untuk urusan bisnis. Namun, perjalanan baru seperempat jalan, ada kabar mengejutkan dari asisten rumah tangganya di Jerman.


"Mr Ginting, Nyonya Alisa menyusul ke Indonesia. Katanya ada pekerjaan di sana," kata asisten rumah tangga menyampaikan laporan.


"Ini agak aneh. Kenapa dia mendadak dan tidak memberitahu sebelumnya?" gumam Mr Ginting bertanya-tanya.


Meskipun alasan pekerjaan tersebut tampaknya masuk akal, Mr. Ginting merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia merasa bahwa ada alasan lain di balik keputusan mendadak istrinya untuk berangkat ke Indonesia.


Mr. Ginting berpikir dalam hati, jika ini ada hubungannya dengan dirinya.


'Apakah mungkin wanita itu tahu tentang Mis Yeti? Atau ada hal lain yang dia sembunyikan dariku?'


Pertanyaan-pertanyaan ini menghantui pikiran Mr. Ginting saat dia melanjutkan perjalanan bisnisnya.


Meskipun situasi semakin rumit, dia merasa semakin ingin mencari tahu lebih banyak tentang Mis Yeti dan ayahnya, serta mengungkap kebenaran di balik semua ini.


Sikap acuh Mr Ginting terhadap kabar istrinya tentu tidak luput dari perhatian Biyan. Sikapnya itu membuat Biyan curiga.


Biyan mulai mempertanyakan tentang hubungan Mr Ginting dengan istrinya, berdasarkan reaksinya yang tampak tidak terlalu peduli saat mendapat laporan dari jerman.


Biyan berpikir dalam hati, tapi katanya tetao lurus ke depan perhatikan jalan.


'Tampaknya hubungan Mr Ginting dengan istrinya tidak harmonis. Mengapa dia tidak terlihat terlalu terpengaruh oleh kabar istrinya yang datang ke Indonesia?'


Biyan merasa semakin ingin memahami dinamika hubungan di antara mereka, dan mungkin ada alasan di balik sikap acuh Mr Ginting. Dia juga baru tahu jika Mr Ginting memiliki seorang istri, tapi entah kenapa masih mencari Mis Yeti, bahkan sampai jauh-jauh ke Indonesia.


'Apakah mungkin istrinya benar-benar datang ke Indonesia untuk alasan pekerjaan, atau ada masalah yang lebih dalam?' tanyanya lagi, dalam hati.


Meskipun penilaian ini belum tentu akurat, Biyan mulai merasa ada sesuatu yang bermain di belakang layar. Dia merasa bahwa Mr Ginting mungkin memiliki rahasia atau masalah pribadi yang dia sembunyikan dari dunia luar.


Keingintahuannya semakin kuat, dan dia merasa perlu untuk lebih mendekati Mr Ginting dan membantu jika ada masalah yang perlu diatasi.


'Ah, aku bukan siapa-siapa!'


Benar, Biyan lebih baik memilih untuk tetap diam dan menjaga sikap profesionalnya.

__ADS_1


Meskipun merasa penasaran tentang urusan pribadi Mr Ginting, karena ada kaitannya dengan Mis Yeti, pemuda itu tetap pada prinsip profesionalisme. Ia menghormati batasan perannya sebagai seorang bodyguard yang telah disewa untuk melindungi dan mendukung Mr Ginting dalam segala aspek.


'Urusan pribadi Mr Ginting tidak ada hubungannya dengan tugas dan tanggung jawabku sebagai seorang bodyguard. Aku akan tetap fokus dan menjaga sikap profesional.'


Dengan mempertahankan sikap profesional, Biyan menghormati privasi Mr Ginting dan menghindari mencampuri urusan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan tugasnya. Meskipun ia merasa penasaran, dia tahu bahwa menjadi seorang profesional berarti menjaga batasan dan fokus pada tanggung jawab yang telah dipercayakan padanya. Terutama nama baik perusahaan miliknya.


***


Di bandara Soekarno-Hatta, pintu kedatangan para penumpang dari Jerman terlihat ramai dengan orang-orang yang mengantri untuk keluar. Para penumpang baru saja tiba setelah penerbangan dari Jerman dan sedang menunggu untuk melewati proses imigrasi dan pemeriksaan keamanan.


Para petugas bandara sibuk bekerja untuk memastikan proses kedatangan berjalan lancar.


Bagasi-bagasi sedang dikeluarkan dari pesawat dan diperiksa sebelum diserahkan kepada para penumpang. Para penumpang terlihat antusias dan sedikit lelah dengan menuggu setelah perjalanan panjang mereka.


"Mude!"


"Ja, warte noch ein wenig."


Terdengar perbincangan para penumpang-penumpang yang saling berbincang dengan rasa lelah.


Ada senyuman bahagia dan pelukan hangat saat mereka menyambut kedatangan orang yang mereka tunggu.


Pintu kedatangan yang ramai ini menggambarkan berbagai cerita dan hubungan di balik setiap kedatangan. Ada antusiasme dan kebahagiaan, serta rasa haru saat para penumpang bersatu kembali dengan orang-orang yang mereka cintai setelah jauh dari rumah.


"Welcome Indonesia, aku ada di Jakarta."


Kehadiran Alisa, istri Mr Ginting yang baru tiba di Indonesia, menambah dimensi baru pada kehidupannya sebagai seorang model dan perancang busana.


"Huhfff ... aku tetap saja sendiri."


Sayangnya tidak ada yang menyambutnya. Dia benar-benar sendiri!


Meskipun dirinya sudah menikah dengan Mr Ginting selama 5 tahun, Alisa tidak pernah mengunjungi Indonesia dan tidak tahu lokasi rumah Mr Ginting.


Kondisi ini membuatnya merasa pasrah atas kekurangannya dalam hal ini, dan ia memutuskan untuk mencari hotel sebagai tempat menginap.

__ADS_1


"Aku merasa sangat bodoh. Sudah 5 tahun menikah dengannya, tapi aku tidak tahu bagaimana dan di mana rumahnya di sini. Huhfff ..."


Tanpa memiliki pilihan lain, Alisa akhirnya mencari hotel sebagai tempat tinggal sementara. Situasi ini tentu menjadi perasaan campur aduk bagi Alisa, karena ia merasa tersesat dalam situasi yang begitu asing baginya.


"Aku tidak punya pilihan selain mencari hotel dulu. Mungkin aku bisa memperbaiki situasi ini nanti, saat bertemu dengannya."


Meskipun dalam keadaan yang membingungkan, Alisa tetap berusaha mencari jalan keluar dari situasi sekarang. Kehadirannya di Indonesia dan situasi yang benar-benar tidak pernah dia bayangkan.


Saat dalam perjalanan menuju hotel, Alisa merasa sangat menyesal dan merutuki kebodohannya atas ketidaktahuannya tentang rumah Mr Ginting di Indonesia. Ironisnya, menurut informasi dari orang lain, terdapat beberapa rumah yang dimiliki oleh Mr Ginting di berbagai tempat di Indonesia, terutama di Jakarta, dan semuanya tampak sangat besar dan mewah.


"Kenapa aku tidak pernah bertanya tentang rumahnya di Indonesia? Aku merasa sangat bodoh dan tidak siap," gumamnya lagi.


Alisa merasa tertekan oleh kenyataan bahwa dia telah menemui kesulitan yang seharusnya bisa dihindari jika dia lebih mempersiapkan diri.


Ketidaktahuan dirinya tentang Mr Ginting, sebanyak apa kekayaannya dan banyaknya rumah Mr Ginting yang besar dan mewah di Indonesia menjadi pengingat yang pahit bagi Alisa yang sebenarnya adalah istri dari Mr Ginting selama ini.


"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Apa yang harus kukatakan jika bertemu dengannya? Aku benar-benar bodoh dalam keadaan seperti ini."


Kesalahpahaman dan ketidakpahaman ini menambah lapisan emosi Alisa.


Wanita itu tampaknya merasa terjebak dalam situasi yang tak terduga, dan bagaimana dia akan mengatasi situasi seperti ini.


Alisa semakin yakin untuk tidak melepaskan kesempatan menjadi istri dari Mr Ginting. Alisa akan melakukan apa saja agar bisa membuat Mr Ginting jatuh cinta padanya sehingga melupakan perjanjian mereka sebelum menikah.


"Aku tidak boleh menyerah. Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku dan melupakan perjanjian itu," tekadnya.


Keputusan Alisa untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai istri Mr Ginting dan bahkan mengupayakan agar Mr Ginting jatuh cinta padanya menambah dimensi emosional yang lebih kompleks pada hatinya.


Alisa merasa yakin bahwa dia harus melakukan segala yang diperlukan untuk mengubah dinamika hubungan mereka.


Dengan tekad kuat, Alisa siap melakukan apa saja untuk mempengaruhi perasaan Mr Ginting terhadapnya. Meskipun situasinya sulit dan cobaan besar, Alisa bertekad untuk mengubah arah hubungan mereka agar lebih dekat dan penuh cinta.


"Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku tidak ingin kehilangan kesempatan ini. Aku akan membuktikan bahwa aku bisa membuatnya mencintai aku dengan tulus, melupakan segalanya demi aku."


Wanita itu ingin menunjukkan tekad dan semangatnya untuk mengubah nasib hubungan mereka. Perubahan ini akan menjadi titik balik dalam hubungannya. Membawa perjalanan hubungan mereka ke arah yang tak terduga dan seperti keinginan sang kakek Mr Ginting yang telah tiada.

__ADS_1


"Mr Ginting. Aku, Alisa, pasti bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Termasuk dirimu!"


__ADS_2