
Semua menjadi lebih canggung setelah kejadian waktu itu di kamar kerja Mr Ginting.
Yati, tidak tahu harus memulai dari mana, begitu juga dengan Mr Ginting.
Akhirnya mereka sama-sama terdiam jika tidak ada keperluan yang dilakukan oleh mereka berdua, untuk menutupi semua permainan yang dilakukan oleh Mr Ginting, tentang pernikahan mereka ini.
Tapi ternyata, Mr Ginting diam-diam selalu memperhatikan Yati, melalui kamera cctv-nya yang ada di kamar Yati.
Mr Ginting jadi lebih tahu, apa yang dilakukan oleh Yati, kebiasaan-kebiasaan dan juga kegiatannya di kamar setiap harinya.
Tidak ada yang aneh dan istimewa ataupun khusus dari semua yang dilakukan oleh Yati di kamar. Hanya kegiatan biasa yang memang seharusnya dilakukan jika berada di dalam kamar, seperti tidur, dan diam saja tanpa melakukan apapun.
Dan yang paling disukai Mr Ginting jika melihat Yati saat berada di kamar adalah saat dia diam saja tanpa melakukan apa-apa. Hanya bengong saja. Entah apa yang sedang dia pikirkan.
Pernah suatu ketika, Yati diam saja sebelum tidur. Dia hanya bengong saja dan pada akhirnya tertidur pulas. Dan setelah itu, Mr Ginting masuk ke dalam kamar Yati, melalui pintu penghubung rahasianya.
Mr masuk ke dalam kamar dengan hati-hati. Dia tidak ingin membuat Yati terbangun hanya karena mengetahui kedatangannya yang secara diam-diam itu.
Setelah yakin jika Yati memang sudah tidur pulas, Mr Ginting memposisikan dirinya untuk tidur juga di sebelah Yati. Dia memeluk Yati dari arah belakang dan menghirup aroma tubuh Yati yang menurutnya wangi.
Mr Ginting melakukan hal itu beberapa kali, sehingga Yati mengeliat, karena seakan sadar jika ada seseorang yang sedang tidur di sampingnya.
Yati terbangun dari tidurnya dan melihat ke sekeliling. Tapi, dia tidak menemukan apa-apa.
"Tadi, sepertinya ada yang meluk Aku dari belakang. Siapa ya?" gumam Yati bingung.
Dia merasa sedikit takut, karena berpikir jika kamarnya ini berhantu.
"Apa ada makhluk aneh ya di kamar ini? yang kata orang-orang tua suka menindih jika ada yang tidur. Apa sih uty namanya, tindihan atau apa itu ya?" gumam Yati lagi, dengan masih mengawasi sekeliling.
"Masa si rumah besar dan modern begini ada makhluk macam begitu?" tanya Yati pada dirinya sendiri.
Dia bergidik ngeri, membayangkan bahwa di kamarnya ini, benar-benar ada mahluk halus seperti yang dia rasakan tadi.
__ADS_1
"Tapi masak iya Aku harus cerita tentang kejadian ini pada Mr Ginting, dan memintanya untuk menemani tidur sih. Nanti dikira cuma alasan dan Aku hanya ingin menggoda dia saja. Tidak-tidak. Nanti saja, jika hal ini terjadi lagi, baru Aku cerita sama Mr Ginting."
Akhirnya, Yati kembali tidur, dan berusaha untuk memejamkan matanya secepat mungkin, berharap kejadian tadi tidak akan terulang lagi.
Tapi ternyata, kejadian tadi terulang lagi dan kali ini Yati merasa jika pelukan dari makhluk halus itu semakin erat, sehingga membuatnya sedikit susah bernafas.
Yati ingin membuka matanya, untuk melihat mahluk halus apakah yang memeluknya erat saat ini, tapi dia merasa takut untuk melihatnya secara langsung. Dia takut, jika makhluk itu berbadan besar, hitam dan banyak bulunya. Sama seperti yang sering jadi cerita-cerita, saat dirinya masih kecil dulu.
Itulah sebabnya, Yati berusaha untuk tetap tenang dan memejamkan matanya. Berharap agar makhluk halus itu segera pergi, karena semakin dia takut, mahluk itu akan semakin erat memeluknya. Dia tidak ingin membuat makhluk itu marah, jadi dia berusaha untuk membuat makhluk itu pergi dengan sendirinya dengan cara bersikap setenang mungkin.
*****
Pagi hari, saat waktunya sarapan, Yati ingin bertanya pada pelayan yang ada di dapur, tentang adanya makhluk halus di rumah ini.
"Emhhh Bi, apa Aku boleh bertanya?" tanya Yati hati-hati.
Dia melihat ke sekeliling, berharap pembicaraannya dengan bibi pembantu yang ada di dapur, tidak didengar oleh siapapun.
"Iya, apa ada yang mau miss Kiara tanyakan?" tanya bibi pembantu.
Dia harap tidak ditertawakan oleh bibi pembantu ini.
"Maksudnya apa Miss?" tanya bibi pembantu bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh Yati.
"Maksudnya itu, emhhh ada makhluk halus yang ikut tinggal di rumah ini?" tanya Yati, memperjelas maksud dari pertanyaannya yang tadi.
Bibi pembantu mengerutkan keningnya, mendengar pertanyaan dari Yati. Dia merasa jika ini adalah hal yang tidak pernah dibahas di rumah ini. Selama ini, dia bekerja di rumah ini, tidak ada yang membicarakan tentang hal ini, makhluk halus atau semacamnya.
"Miss Kiara tanya makhluk halus ada apa ya?" tanya bibi pembantu, ingin tahu alasannya Yati bertanya soal itu pagi-pagi.
"Hehehe... tidak apa-apa Bi. Hanya ingin bertanya saja," jawab Yati dengan tersenyum canggung.
"Ya sudah Bi, tidak usah dipikirkan. Aku cuma bertanya saja kok. Semoga tidak ada seperti yang Aku tanyakan."
__ADS_1
Yati akhirnya meminta pada bibi pembantu, supaya tidak lagi memikirkan pertanyaan darinya tadi. Dia tidak mau jika, bibi pembantu akan membicarakan tentang hal ini pada yang lainnya juga.
"Ehem!"
Dari arah samping, Mr Ginting muncul dengan pakaian kerjanya, yang selalu tampak rapi dan pas di tubuhnya.
"Selalu perfek," kata Yati dalam hati.
Dia tentu saja tidak mengatakan itu dengan jelas, sehingga di dengar oleh Mr Ginting. Dia hanya tersenyum tipis melihat ke arah suaminya itu.
Kini, Mr Ginting sudah duduk di depan Yati. Dia melihat istrinya itu dengan tatapan mata yang menyelidik.
"Apa ada sesuatu yang terjadi istriku?" tanya Mr Ginting ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada Yati. Karena tadi dia perhatikan jika Yati sedang berbicara dengan bibi pembantu, tapi tidak berlanjut hingga dia datang.
"Eh, emhhh tidak apa-apa. Aku hanya sedikit kurang tidur," jawab Yati asal.
"Kurang tidur? bukankah Kamu tidur dengan cepat dan pulas semalam?" tanya Mr Ginting, dengan menyelidik.
Yati gelagapan, karena mendapat pertanyaan dari suaminya itu. Tapi, dia jadi berpikir, jika suaminya itu dari mana bisa tahu, bahwa dia tidur cepat dan pulas semalam.
"Mr Ginting..."
Yati tidak meneruskan kalimatnya, karena ada Bibi yang datang dengan membawa menu sarapan mereka berdua.
"Apa semalam Kamu tidak bisa tidur? Aku pikir, Kamu tidur dengan nyaman," kata Mr Ginting, di saat bibi pembantu sudah pergi dari hadapan mereka.
Yati merasa ada yang aneh. Kenapa suaminya itu, bisa berkata sedemikian rupa. Padahal kamar mereka terpisah dan dia juga tidak tahu, bagaimana Yati tidur dan kapan Yati memejamkan matanya.
"Mr Ginting, bolehkah Saya bertanya sesuatu?" tanya Yati memberikan pertanyaan.
"Apa?" tanya Mr Ginting pendek.
"Apa di kamar yang saat ini Aku tempati, ada makhluk halusnya? emhhh, maksud Aku... ada makhluk halus yang suka menganggu tidur seseorang."
__ADS_1
Mr Ginting, mengerutkan keningnya memikirkan pertanyaan dari Yati. Dia merasa jika Yati menyangka bahwa, dirinya semalam adalah makhluk halus yang menganggu aktivitas tidurnya yang pulas.