Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Belum Ada Titik Terang


__ADS_3

Sementara itu, Yati dan Biyan bersatu dalam menghadapi tantangan yang ada. Mereka menyusun rencana dan strategi untuk memastikan bahwa kebenaran akan terungkap dan keadilan akan dilakukan.


Dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka bertekad untuk melawan segala rintangan yang menghadang. Ini adalah ujian sejati bagi cinta dan kesetiaan mereka, dan mereka siap menghadapinya bersama-sama.


"Ai, mereka telah berhasil mengumpulkan bukti-bukti terkait aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Mr Akihiko. Restoran Jepang yang seharusnya berfungsi sebagai tempat makan, justru digunakan untuk bisnis yang melanggar hukum dan norma sosial."


Yati, berbicara saat ikut mendengar perbincangan suaminya dengan seseorang yang menghubunginya kali ini.


"Ya, Koi. Kamu tenang dulu, ya? Ini masih akan dikembangkan lagi. Aku, selesaikan dulu panggilan ini."


Biyan minta Yati untuk tenang, karena ia tahu jika istrinya takut jika akan dilibatkan dalam penemuan kasus ini. Termasuk hubungannya dengan Mr Ginting di masa lalu, saat ia menjadi istri kontrak dari Mr Ginting.


Akhirnya, Biyan kembali fokus berbincang dengan orang yang menghubunginya.


"Ini benar-benar mengejutkan. Bagaimana kondisi bisnis aslinya, padahal seperti yang kita ketahui, selama ini banyak orang-orang yang sebenarnya mengetahuinya hal ini."


"Kondisi bisnis aslinya cukup terabaikan, pada tahun-tahun terakhir ini. Semua fokus dan sumber daya dialihkan ke operasi yang ilegal ini. Kami juga telah mengidentifikasi beberapa individu terlibat dalam jaringan ini."


"Apakah ada tindakan hukum yang akan diambil?" tanya Biyan cepat, takut jika dia melewatkan sesuatu.


"Ya, kami akan segera mengajukan laporan resmi dan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan. Semoga ini dapat membantu memulihkan situasi."


Orang tersebut memberikan penjelasan secara singkat pada bagian, tentang langkah-langkah yang akan diambil.


Ada pihak-pihak tertentu yang berkaitan dengan izin usaha dan juga lainnya, yang akan dirangkul dalam keadaan dan usaha ini.


"Terima kasih, atas beritanya kali ini. Saya menghargai kerja keras dan dedikasi Anda, dan langsungkan berbicara jika ada yang bisa kami bantu." Biyan, mengucapkan terima kasih atas informasi yang ia dapatkan ini.


"Tentu, Tuan Biyan. Kami siap memberikan semua dukungan yang diperlukan dalam mendukung kasus-kasus yang ada, dan merugikan banyak orang."


Klik!


Panggilan telepon tertutup, membuat Biyan membuang nafas lega. Ia tahu, perjuangan mereka belumlah selesai.


Dengan bekerja sama dengan tim lapangan, Biyan dan Yati siap melanjutkan perjuangan mereka untuk membawa keadilan dan mengungkap kebenaran.


Setelah mendapatkan bukti-bukti yang cukup, tim lapangan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa tindakan hukum diambil terhadap Mr Akihiko dan jaringannya. Proses hukum pun akan segera dimulai.


"Lalu, bagaimana dengan Mr Hiroshi?" tanya Yati, yang tahu betul bagaimana asisten mantan Bos-nya itu.


"Kita lihat saja nanti, bagaimana Hiroshi akan mendukung atau memberontak."


"Ya, Ai. Aku siap untuk memberikan informasi apapun yang dibutuhkan untuk proses penyelidikan lebih lanjut."

__ADS_1


"Terima kasih, Koi. Aku tahu, kamu kuat dan mampu melakukannya."


Biyan dan Yati terus bekerja keras untuk memastikan bahwa semua aset dan bisnis milik Mr Akihiko yang terkait dengan kegiatan ilegal tersebut diambil alih dan dikembalikan pada jalur yang benar.


Di sisi lain, mereka juga memberikan dukungan penuh pada pemulihan kesehatan Mr Andre, yang sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.


Semua peristiwa ini menjadi bagian dari perjalanan panjang mereka untuk membawa keadilan dan membuktikan bahwa kebenaran akan selalu menang.


***


Tuntutan hukum yang kembali menimpa Mr Akihiko memang menjadi sebuah pukulan tak terduga baginya. Ia merasa terkejut dan bahkan cemas menghadapi konsekuensi dari tindakan-tindakan yang dia lakukan demi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.


Kini, ia harus menghadapi proses hukum yang berat dan siapapun di sekelilingnya mungkin saja sudah tidak dapat memberikan lagi bantuan seperti sebelumnya.


"Bagaimana bisa semua ini menimpaku, dalam waktu yang persamaan?" gumam Mr Akihiko bertanya.


"Hiroshi! Kenapa kamu tidak becus!" kesal Mr Akihiko pada asistennya.


Wajah Mr Akihiko terlihat memerah oleh kemarahan yang tak terbendung. Ia melontarkan kata-kata kasar dan teriakan ke segala penjuru ruangan kamar sel.


Tangannya mengepal erat dan matanya memancarkan api kemarahan. Ia mengamuk, melemparkan barang-barang di sekitarnya, menciptakan kekacauan dan kebingungan di dalam selnya.


Brakkk Tung Brukkk!


"Anjiing saja kalian semua!!!"


Petugas lapas berusaha keras untuk menenangkan situasi, namun Mr Akihiko tak peduli. Ia merasa terjebak dan terdesak, tanpa memiliki kendali atas situasi ini.


Kebingungannya campur aduk dengan kemarahan yang tak terkendali, menciptakan suasana tegang yang memprihatinkan dan menakutkan.


"Darm it! mereka bisa terus mengganggu saya seperti ini? Ini tidak bisa ditoleransi!" teriaknya lagi, memaki dengan berbagai bahasa.


"Saya tidak bersalah atas kecelakaan itu! Apa mereka tidak mengerti? Mengapa mereka tidak mengerti?" teriaknya, dengan menjambak rambut dan memukul apa saja yang ada di dekatnya.


Kata-kata itu "meledak" begitu saja dari bibir Mr Akihiko, seakan-akan sama seperti dengan suara gemuruh. Ekspresi wajahnya penuh dengan kemarahan dan frustrasi yang membara. Ia berbicara dengan keras dan tanpa ampun, mencurahkan semua emosinya dalam kata-kata yang penuh dengan kebencian dan ketidakadilan.


"Mati saja kalian semua ... setan!"


Hiroshi, asisten Mr Akihiko sudah malah tekan semua hal yang mereka berdua merencanakan. Sayangnya, strategi untuk menghadapi tim Biyan tetap kalah.


Tuntutan hukum untuk mereka yang semakin menggencarkan serangannya. Dan ini membuatnya frustasi karena gagal dalam tugas.


Tiba-tiba, saat Mr Akihiko masih dalam keadaan marah, Hiroshi datang menemuinya hampir tengah malam ini.

__ADS_1


"Mr Akihiko, kita harus tetap waspada. Situasi ini semakin rumit, dan kita harus mencari cara untuk menyelesaikannya." Hiroshi memberikan laporan dengan serius.


"Ya, Hiroshi. Kita tidak boleh menyerah begitu saja. Kita harus menemukan cara untuk mengatasi semua ini, dan aku ingin kamu tidak ada kegagalan lagi!" Mr. Akihiko berkata dengan nada tegas.


Meskipun terpisah oleh sel tahanan, nyatanya mereka tetap saling berkomunikasi, menggunakan semua sumber daya yang mereka miliki untuk memperjuangkan tujuan bersama mereka dengan mudahnya.


"Saya sudah mengumpulkan beberapa informasi baru. Kita harus mempertimbangkan opsi-opsi yang tersedia," terang Hiroshi mengangguk.


"Hahhh ... Kita tidak punya banyak waktu, Hiroshi. Saya tidak bisa terus berada di sini. Kita harus segera menemukan jalan keluar," ungkap Mr Akihiko menghela nafas berat.


"Saya akan terus bekerja keras, Mr Akihiko. Bersama-sama, kita pasti bisa menemukan solusinya. Maaf, jika ini belum tampak hasilnya." Hiroshi memberikan semangat, dengan menunduk hormat saat meminta maaf.


Mr. Akihiko tersenyum tipis. Meskipun kecewa, tapi ia juga tidak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dengan bebas.


"Saya percaya padamu, Hiroshi. Kita akan melewati semua ini, jadi jangan pernah kecewakan kepercayaan ini."


Mereka kembali berbincang dengan berbisik-bisik, membicarakan sesuatu yang menjadi rahasia mereka berdua karena menggunakan bahasa Jepang sebagai alat komunikasi.


***


Mr Andre masih terbaring lemah di rumah sakit, tanpa ada tanda-tanda perkembangan yang signifikan. Meskipun tim medis melakukan segala yang mereka bisa, cedera serius yang dideritanya membutuhkan waktu untuk pulih.


Keluarga dan teman-temannya terus memberikan dukungan dan doa untuk kesembuhannya, namun keadaannya masih mengkhawatirkan. Suasana di sekitarnya terasa hening dan penuh kekhawatiran.


Semua orang berharap agar ada keajaiban yang bisa membantu Mr Andre pulih lebih cepat dan jalani kehidupan sebagaimana sebelumnya.


"Biyan, Ai. aku tidak bisa berhenti berpikir tentang semua ini. Apakah kita harus mencari bantuan profesional untuk membongkar kasus ini?" Yati seperti sedang putus asa.


"Ya, Koi. Itu mungkin ide yang baik. Mungkin kita perlu menghubungi detektif atau pengacara yang ahli dalam kasus-kasus seperti ini, tapi ..."


"Tapi kita harus berhati-hati. Kita tidak boleh memberi tahu terlalu banyak orang tentang rencana ini. Mr Akihiko dan timnya mungkin memiliki mata-mata di sekitar kita," potong Yati, seperti memikirkan sesuatu.


Yati dan Biyan terus menjaga harapan dan kekuatan mereka. Mereka berusaha untuk tetap tenang dan fokus, berdoa agar Mr Andre segera pulih, dan kasus kecelakaan itu cepat teratasi.


Di antara kunjungan-kunjungan mereka ke rumah sakit, mereka menghabiskan waktu bersama, saling mendukung satu sama lain. Kejadian ini telah menguatkan ikatan mereka, membuat mereka semakin bersatu.


"Kamu benar, Ai. Kita harus bergerak dengan hati-hati dan rahasia. Aku akan mencari profesional yang dapat membantu kita secara diam-diam, karena sepertinya Tim kita sudah dipantau oleh mereka."


"Kita juga harus tetap fokus pada keamanan Mr Andre dan juga memastikan kebenarannya segera terungkap."


Yati, merasa kasihan pada Mr Andre, yang sudah berperan seperti seorang ayah untuknya selama kehilangan mendiang ayahnya, Tuan Wasito.


Di sisi lain, tim penyidik terus bekerja keras untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk mengungkap kebenaran di balik kecelakaan itu.

__ADS_1


Mereka tidak akan berhenti sampai menemukan jawaban yang mereka cari. Sedikit demi sedikit, potongan-potongan informasi mulai terungkap, mengarahkan mereka pada jejak yang mungkin bisa membawa mereka pada pencerahan.


__ADS_2