Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Perjalanan Mr Akihiko


__ADS_3

Ternyata, di balik semua kekacauan hubungan yang sedang terjadi, Mr. Akihiko justru memiliki rencana sendiri. Dia merasa perlu untuk mencari Yati ke desa dan mengatasi semua masalah yang ada.


Mr. Akihiko merasa tidak bisa membiarkan Yati pergi begitu saja, terutama karena banyaknya pelanggan yang menanyakan Mis Yeti dalam bisnis mereka beberapa tahun terakhir ini.


"Sepertinya ini jalan terakhir yang harus dilakukan," gumam Mr Akihiko sebelum memastikan keputusannya.


"Hiroshi, siapkan perjalanan kita ke daerah Miss Yeti!" perintahnya pada sang asisten.


"Baik, Mr Akihiko."


Dengan tekad yang bulat, Mr. Akihiko melakukan perjalanan ke desa tempat Yati berada, didampingi sang asisten dan dua bodyguardnya. Dia naik mobil dan melintasi jalan-jalan kecil yang membelah pedesaan yang indah. Pemandangan hijau dan keindahan alam yang ada di sekitarnya seolah-olah tidak cocok dengan ketegangan yang sedang dia hadapi.


Pria Jepang itu tahu bahwa dia harus bertindak cepat dan mengatasi semua masalah yang ada sebelum semakin rumit.


Misi ini adalah hal yang penting bagi Mr. Akihiko, karena melibatkan banyak pelanggan dan reputasi bisnisnya yang sudah dibangun dengan susah payah.


"Aku tidak tahu pasti di mana kampung halaman Mis Yeti, tapi kita bisa bertanya pada warga di sana, sesuai dengan alamatnya."


"Baik, Mr Akihiko."


Karena Mr Akihiko maupun Hiroshi tidak pernah mengetahui rumah atau kampung Yati yang pasti, mereka hanya berbekal alamat yang ada di kantor Mr Akihiko.


Mereka akan melakukan perjalanan panjang ini sesuai dengan alamat yang tertera, karena hanya itu yang mereka tahu.


Setelah melakukan perjalanan yang panjang, selama sekitar 6 jam, akhirnya mereka sampai di kota tempat tinggal Yati sesuai dengan identitasnya yang dulu digunakan.


"Apakah desa ini masih jauh?"


"Oh, itu ada di sebelah sana! Masih 1 jam perjalanan."


"Iya, ada pertigaan, lalu lurus sesuai jalan raya jangan belok-belok ke jalan kecil."


Mr Akihiko dan orang-orangnya, mulai mencari alamat desa Yati. Dia bertanya kepada warga setempat dan akhirnya mendapatkan petunjuk tentang tempat di desa tinggal Yati.


Setelah 1 jam perjalanan, Mr. Akihiko tiba di desa yang diinformasikan sebagai tempat tinggal Yati. Dia parkir di dekat pertigaan desa dan melihat sekeliling dengan perasaan tegang. Kemudian, dia meminta salah satu bodyguardnya yang orang Indonesia untuk mendekati sekelompok orang yang sedang duduk-duduk di bawah pohon rindang.


"Permisi, maaf mengganggu. Saya sedang mencari seseorang bernama Yati. Apakah ada yang tahu di mana dia tinggal sekarang?"


Bodyguard bertanya, dengan tunjukkan foto Yati yang diserahkan Mr Akihiko padanya. Dengan bekal foto, kemungkinan pencarian mereka bisa lebih mudah karena dikenali oleh para warga.

__ADS_1


Salah seorang dari mereka, seorang pria tua dengan sorot mata ramah, mengangkat kepalanya dan tersenyum pada bodyguard.


"Yati? Oh, ya. Dia pindah ke rumah ayahnya di pusat kabupaten. Tidak jauh dari sini, sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil."


"Oh, kenapa pindah?" tanya bodyguard itu ingin tahu.


"Ayahnya sudah tua, dan sakit katanya."


"Terima kasih banyak atas informasinya, Pak." Mr. Akihiko mengucapkan terima kasih.


"Njeh, sama-sama. Semoga berhasil menemukan Yati." Pria tua menyahut dengan menganggukkan kepalanya sopan.


Bodyguard kembali dengan rasa lega karena mendapatkan petunjuk yang akurat. Dia berterima kasih pada pria tua tersebut sebelum kembali ke mobilnya. Dalam hati, dia berharap, Mr Akihiko bisa segera menemukan Yati dan mengatasi semua masalah yang ada.


"Yati ada di rumah ayahnya, di pusat kota kabupaten, Mr."


"Hahh! Ya sudah, kita ke sana!"


Perjalanan 2 jam itu terasa seperti waktu yang lama bagi Mr. Akihiko. Dia terus merenungkan bagaimana dia akan berbicara dengan Yati, dan bagaimana dia bisa meyakinkannya untuk kembali dan menghadapi semua masalah yang ada.


Sesampainya di rumah ayah Yati, Mr. Akihiko merasa perasaannya campur aduk. Setelah memarkirkan mobilnya dan berjalan mendekati rumah dengan perasaan tegang. Dia menghela nafas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu.


"Ada apa?" tanya Pria itu dengan mengernyitkan kening.


"Permisi, saya mencari Mis Yeti, eh emhhh ... maksudnya Yati. Saya, ingin berbicara dengannya." Mr. Akihiko berbicara sopan, menyampaikan maksud kedatangannya.


"Oh, silahkan masuk dan duduklah."


Mr. Akihiko duduk di ruang tamu dengan perasaan semakin tegang bersama dengan Hiroshi. Sedang dus bodyguard duduk berdiam diri di teras depan rumah.


Setelah beberapa saat menunggu, pria yang dia kira adalah ayah Yati kembali dengan wajah serius bersama pelayan yang membawa minuman dan makanan pendampingnya.


"Silahkan di minum, Tuan."


"Terima kasih, Tuan."


Mr Akihiko dan Hiroshi, segera meminum minuman yang dibawakan untuknya tadi. Di luar, dua bodyguardnya juga disediakan minuman dan makanan yang sama seperti dirinya.


"Saya tidak bisa berbasa-basi, tapi saya datang ingin bertemu dan berbicara dengan Yati. Apakah ... ia ada di rumah?" tanya Mr Akihiko langsung pada maksud kedatangannya.

__ADS_1


"Hm ... Maafkan saya, tetapi saya tidak bisa memberikan informasi apapun tentang Yati atau ayahnya." Pria itu menjawab dengan berbicara hati-hati.


"Mengapa begitu? Saya hanya ingin berbicara dengan Yati, bukankah Anda adalah, ayahnya?" tanya Mr. Akihiko bingung.


"Maaf, saya bukan ayahnya. Dan saya sudah dipesan sebelumnya untuk menjaga rahasia ini. Saya tidak bisa melanggar kepercayaan yang sudah diberikan kepada saya," jawab Pria itu berbicara dengan tegas.


Mr. Akihiko terkejut, tapi hanya sementara. Pria itu merasa semakin putus asa. Dia merasa seperti jalan buntu dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia ingin mendapatkan Yati dan mengatasi masalah yang ada, tetapi sekarang terhambat oleh pria ini yang berpegang teguh pada rahasia yang dia jaga.


"Saya hanya ingin membantu Mis Yeti. Apakah Anda bisa memberitahu saya, sedikit informasi saja? Dia memiliki masalah besar yang perlu diatasi." Mr. Akihiko beralasan dengan perasaannya yang frustrasi.


"Maaf, saya tidak bisa melanggar kepercayaan ini. Saya tahu, Yati dan ayahnya memiliki alasan untuk melindungi informasi ini." Pria itu tetap pada pendiriannya.


Mr. Akihiko merasa terjebak dalam situasi yang semakin rumit. Dia terdiam untuk berpikir tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Dengan banyak hal yang masih belum terungkap, dia merasa bahwa waktu semakin berharga dan dia harus bergerak cepat.


"Baiklah, saya mengerti. Tapi, jika Anda bisa bekerja sama, saya bisa memberikan imbalan yang Anda inginkan." Mr. Akihiko mencoba untuk merayu.


"Maaf, Tuan." Pria itu tetap pada pendiriannya.


"Hm, baiklah. Terima kasih atas waktu Anda."


Pria itu hanya mengangguk sebagai tanggapan. Mr Akihiko berdiri dari tempat duduknya, merasa kecewa dan frustrasi dengan kegagalan pencariannya ini. Dia keluar dari rumah dengan langkah berat, merenungkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya untuk mencari tahu tentang Yati dan ayahnya.


Dalam perjalanan yang penuh dengan rahasia dan kebingungan, dia merasa bahwa dia harus terus mencari cara untuk mengatasi semua masalah yang ada dan membantu Yati yang tengah dalam kesulitan.


Saat Mr. Akihiko keluar dari rumah ayahnya Yati, pandangannya tertuju pada rumah tersebut dengan lebih teliti. Kini dia baru sadar bahwa rumah ini bukanlah rumah besar yang mewah seperti yang biasa ia temui. Ada nuansa keunikan dan misteri yang menyelimuti rumah itu, membuatnya merasa semakin penasaran dengan siapa sebenarnya ayah Yati dan apa yang sedang terjadi di balik semua ini.


"Hiroshi," panggilnya pelan.


"Ya, Mr."


"Coba ambil gambar rumah ini, tapi jangan terlihat kentara."


Hiroshi mengangguk, kemudian menjalankan tugas yang diberikan padanya.


Mr. Akihiko merenung sejenak, mencoba merangkai potongan-potongan informasi yang ia punya. Dia merasa ada sesuatu yang tidak biasa, seperti bahwa ayah Yati mungkin bukanlah orang biasa. Namun, pikirannya juga dipenuhi keraguan dan kekhawatiran akan konsekuensi yang mungkin terjadi jika ia terus menggali lebih dalam.


Dalam hati, Mr. Akihiko berjuang dengan dilema yang rumit. Di satu sisi, dia ingin mendapatkan Yati dan mengatasi masalah yang sedang dihadapinya. Namun, di sisi lain, rasa takut dan keraguan terhadap apa yang mungkin terjadi membuatnya berpikir untuk mundur.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini? Apakah saya berani melanjutkan pencarian ini? Dan siapa sebenarnya ayahnya Yati?" Mr Akihiko berbicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2