Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Masih Perjaka


__ADS_3

Mr Ginting terpaku dengan kejadian yang menimpa dirinya sendiri.


Dan Yati terbelalak kaget, karena merasa bersalah karena sudah membuat Mr Ginting basah kuyup pada area wajahnya. Apalagi ini adalah air minum, yang sudah masuk ke dalam mulutnya.


Jadi seperti adegan seorang dukun, yang berusaha memberi aji-ajian pada pasien karena mengusir makhluk halus di dalam tubuh pasiennya itu.


"Ma_maaf Mr. Sa_saya tidak sengaja," kata Yati meminta maaf dengan tergagap.


Yati segera berdiri dan mengambil tissue, untuk membersihkan wajah Mr Ginting.


Mr Ginting tetap diam pada posisinya yang tadi. Dia tidak bergerak untuk mengelak ataupun marah, karena Yati Seakan-akan mengusirnya sebagai makhluk halus yang benar-benar nyata.


"Apa Aku benar-benar makhluk halusnya? Kenapa jadi begini," batin Mr Ginting.


Sebenarnya dia merasa sangat kesal, tapi tidak bisa dia katakan saat Yati berdiri di dekatnya saat ini.


Apalagi saat tangan Yati menyentuh kening, pipi dan semua bagian wajahnya, yang tadi terkena semburan air minumnya.


Mr Ginting merasa panas dingin. Dia gemetaran tanpa sebab. Dia merasa sedang dalam keadaan tidak baik-baik secara tiba-tiba, sekarang ini.


Yati, juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Mr Ginting.


Tangan Yati, yang bersentuhan dengan kulit wajah Mr Ginting terasa panas. Apalagi saat tubuh Mr Ginting sedikit menggigil. Dia jadi bertanya-tanya, "apa mungkin Mr Ginting sakit, atau ada yang salah, dan Aku lakukan secara tidak sengaja?"


Tapi dari tatapan Mr Ginting yang sayu, akhirnya Yati tahu penyebabnya.


Yati justru semakin berani, untuk menguji kebenaran pikirannya sendiri. Dia mencoba untuk terus menyentuh kulit wajah Mr Ginting, kemudian beralih ke bagian leher dan bagian belakang kepala.


Tentu saja, ini membuat Mr Ginting semakin merasa gemetar. Ada sesuatu yang tidak bisa dia tahan, tapi dia tidak tahu bagaimana cara melakukannya.


Akhirnya, Yati yang lebih berpengalaman dalam urusan satu ini, mengambil inisiatif untuk mengajak Mr Ginting berdiri dan memintanya untuk masuk ke dalam kamar.


"Mr sakit?" tanya Yati pura-pura tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya itu.

__ADS_1


Mr Ginting hanya diam dan tidak tahu harus menjawab apa.


"Apa perlu Saya panggilkan pelayan, supaya memangil dokter?" tanya Yati lagi, masih dengan membimbing suaminya itu menunju ke dalam kamar.


Mr Ginting mengeleng cepat.


Yati akhirnya benar-benar yakin, jika saat ini yang dia hadapi bukan Mr Ginting. Tapi seorang pemuda yang masih perjaka.


Tentu saja Yati tahu. Dia lebih berpengalaman dalam urusan seperti ini, dibanding Mr Ginting sendiri. Dan dia juga tahu, bagaimana laki-laki yang sudah terbiasa dan yang belum pernah melakukan hubungan bercinta.


Dan sekarang, Yati jadi penasaran, dengan Mr Ginting yang terkesan misterius itu. Tapi di balik semua kesan yang tampak darinya, justru Yati mendapatkan sesuatu yang belum pernah dia ketahui. Dia juga belum pernah merasakan, bagaimana rasanya bercinta dengan seorang perjaka.


"Apa Aku harus mengajarinya?" batin Yati, yang segera sadar jika dia tidak boleh berkata dalam hati. Dia bisa ketahuan oleh Mr Ginting, karena itu adalah keahliannya.


Tapi ternyata tidak. Mr Ginting tetap diam dalam keadaan yang sama seperti tadi.


"Dia tidak bisa berkonsentrasi dalam keadaan seperti ini. Itulah sebabnya, dia tidak bisa membaca pikiranku," kata Yati lagi, masih di dalam hatinya.


Akhirnya, mereka berdua sampai di depan pintu kamar Yati. Tapi Mr Ginting mengeleng. Dia meminta pada Yati, supaya mengantarkan dirinya ke dalam kamarnya sendiri.


Setelah mereka berdua masuk ke dalam kamar kerja Mr Ginting, Yati mencari pintu kamar khusus untuk kamar tidurnya.


Yati jadi kaget, saat tahu jika kamar tidur Mr Ginting juga sangat besar, padahal tidak tampak seperti sebuah kamar.


Jadi, kamar kerja Mr Ginting ini dua kali lipat besarnya, dibanding dengan kamar yang ditempati oleh Yati saat ini.


Yati membimbing Mr Ginting ke tempat tidur. Dia merebahkan tubuhnya dengan pelan, kemudian memposisikan tubuh Mr Ginting agar bisa nyaman untuk berbaring. Tapi sepertinya rasa panas dingin yang di alami oleh Mr Ginting membuatnya berkeringat.


Dengan segera, Yati mencari kotak tissue untuk menyeka keringat yang keluar. Tapi itu justru membuat Mr Ginting semakin menggigil.


"Mr. Mr sakit? Sa_saya..."


Mr Ginting menarik tangan Yati supaya bisa memeluk dirinya.

__ADS_1


Yati pun menurut.


"Mungkin ini tugasku untuk mengajarinya, bagaimana yang seharusnya menjadi," kata Yati dalam hati.


Dan begitulah akhirnya. Dengan pelan dan lembut, Yati mencium kening Mr Ginting, beralih ke pipi kemudian ke bagian yang lain.


Dari reaksi yang terjadi pada Mr Ginting, Yati benar-benar yakin, jika salju abadi ini benar-benar seorang perjaka yang belum pernah berdekatan dengan seorang wanita secara benar.


Desas-desus yang mengatakan bahwa Mr Ginting penyuka sesama jenis karena, mereka tidak pernah melihat Mr Ginting bersama dengan seorang wanita ataupun gadis manapun. Itu yang menjadi alasannya.


Dan malam itu, semuanya terjadi dengan bimbingan Yati. Mr Ginting jadi ragu dengan keputusannya sendiri.


Terlambat datang ke tempat janjian rekan bisnisnya, yang tadi menelpon. Atau justru dia ketagihan dan memutuskan untuk tinggal di rumah, dan tidak jadi berangkat menemui tekan bisnisnya tersebut.


Pilihan yang sangat sulit untuk seorang Ginting.


Semua ini berawal dari sebuah permainan yang dilakukan oleh Mr Ginting sendiri, yang berpura-pura menjadi makhluk halus, yang menganggu tidur Yati. Istrinya sendiri.


Dan ucapannya tadi, yang bertanya kepada Yati tentang menemaninya tidur, justru benar-benar terjadi, tapi berbalik dengan dirinya yang ditemani oleh Yati.


Suasana yang berbeda dan aneh, untuk seorang Ginting. Tapi juga untuk Yati sendiri.


Ini karena Yati terbiasa terbuka dengan suaminya yang dulu, Mr Johan.


Mr Johan yang asli orang luar, tentu memiliki keterbukaan dalam hal privasi seperti urusan ranjang. Dia juga terbiasa membicarakan hal-hal yang menarik, untuk mereka coba, sehingga bervariasi dan tidak membosankan.


Yati jadi sadar, jika Mr Ginting tentu saja sangat berbeda. Ini karena dalam urusan ranjang, Mr Ginting jauh dibawah Yati. Dia tidak memiliki pengalaman sama sekali.


Tugas Yati sekarang adalah, memberikan kehidupan yang lebih berwarna pada suaminya itu, supaya tidak lagi kaku dan dingin.


Tapi Yati tidak yakin, jika nanti, di saat bangun tidur, Mr Ginting akan tetap berlaku sama seperti malam ini, atau akan kembali sama seperti hari-hari biasanya.


Kaku dan terkesan misterius. Sama seperti salju abadi di kutub Utara.

__ADS_1


Karena capek dengan kegiatan mereka berdua malam ini, akhirnya Yati pun ikut tertidur pulas di kamar Mr Ginting. Dia lupa untuk kembali ke kamarnya sendiri.


__ADS_2