
Di IGD, suasana begitu ramai. Petugas medis dan perawat bergerak dengan sigap, berkoordinasi dengan cermat untuk memberikan pertolongan secepat mungkin pada korban-korban kecelakaan yang datang bersamaan.
"Segera siapkan monitor jantung dan alat infus. Kami perlu memantau tekanan darahnya dengan ketat," pinta petugas medis dengan sedikit berteriak.
"Saya butuh gambaran lengkap tentang kondisinya. Apakah ada alergi obat atau riwayat kesehatan penting lainnya?" tanya kosmetik yang lain.
"Tolong segera beritahu keluarga korban, ia perlu mendapatkan perawatan intensif. Kami akan memberi kabar perkembangan secepatnya!" pinta petugas yang lain pada petugas polisi yang ikut mengawal.
Mr Andre yang terluka parah, memang segera mendapatkan perawatan intensif. Alat-alat medis berdering dan lampu-lampu terang memenuhi ruangan.
Petugas polisi yang menyelidiki kecelakaan juga ikut aktif berkoordinasi dengan staf medis. Mereka memastikan bahwa proses pelayanan medis berjalan dengan lancar sambil mencatat semua informasi yang dapat menjadi petunjuk terkait penyebab kecelakaan.
Korban-korban lain yang mengalami cedera lebih ringan juga mendapatkan perhatian medis segera. Para keluarga korban, yang datang bersama mereka yang terluka, terlihat cemas namun juga bersyukur karena kerja keras tim medis yang sigap.
"Kita perlu memberi antibiotik untuk menghindari infeksi. Persiapkan pula alat bantu pernapasan jika diperlukan!" Petugas Medis di ruang IGD, masih sangat sibuk.
"Apakah ada luka terbuka lain selain luka di kepala? Cek juga kaki dan tangan, mungkin ada patah tulang atau luka dalam yang belum terdeteksi." Petugas Medis lain, mengingatkan temannya.
"Jaga agar pasien tetap stabil. Kita akan melakukan CT scan secepatnya untuk mendapatkan gambaran lebih detail tentang cedera di kepala." Petugas Medis memberikan arahan.
Dalam suasana yang tegang ini, para petugas kepolisian mulai mencari petunjuk tambahan dan bertanya pada beberapa korban yang bisa diajak berbincang-bincang, kemudian kembali di sekitar lokasi kejadian, berharap dapat menemukan bukti yang mungkin terlewat sebelumnya.
Tapi tetap ada yang tertinggal di rumah sakit guna berkomunikasi dengan baik dengan tim medis dan petugas keamanan, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak mengganggu pelayanan medis yang sedang berlangsung.
Semua pihak bekerja sama untuk mencari tahu penyebab sebenarnya dari kecelakaan ini, dan apakah ada unsur lain yang terlibat di dalamnya.
Beberapa saat kemudian.
Biyan, Yati dan Mr Ginting sudah datang ke rumah sakit di mana Mr Andre dirawat. Mereka belum sempat sampai di rumah dan langsung ke rumah sakit saat mendengar kabar kecelakaan tersebut.
Sedangkan dua anak Mr Andre yang seumuran dengan Biyan dan Mr Ginting sendiri, sudah berada di rumah sakit dalam keadaan cemas karena keadaan ayahnya.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju pintu masuk rumah sakit dengan langkah cepat dan wajah penuh kekhawatiran. Di ruang tunggu, mereka bertemu dengan dua anak Mr. Andre yang tampak sangat khawatir.
"Kami dengar kabar tentang kecelakaan ayah kalian. Bagaimana keadaannya, sekarang?" tanya Biyan, yang pernah sekali bertemu dengan salah satu anaknya Mr Andre.
"Kondisinya ayah masih kritis. Dokter sedang berusaha yang terbaik," jawabnya dengan wajah sedih dan khawatir.
"Kita semua berharap yang terbaik untuk ayahmu, Ded. Kami akan terus mendukung," ucap Mr Ginting, yang tentu saja mengenal nama anak-anak dari Mr Andre.
Mereka duduk bersama, menunggu informasi lebih lanjut tentang kondisi Mr. Andre sambil saling memberikan semangat dan dukungan.
Waktu terus berlalu di ruang tunggu rumah sakit. Mereka duduk bersama, berbicara mengenai berbagai hal untuk mengalihkan pikiran dari kekhawatiran yang menghantui mereka.
"Jika ada hal apapun yang bisa kami bantu, beri tahu kami segera, ya?" pinta Yati, yang ikut merasa prihatin.
"Terima kasih, Pak Biyan, Tante Yati, Mas Ginting. Ayah pasti akan senang melihat kalian semua di sini," ucap anak pertama Mr Andre.
Tiba-tiba, seorang dokter keluar dari ruang ICU. Wajahnya tampak serius, memberikan isyarat bahwa dia membawa kabar penting.
"Keluarga, Mr Andre?" tanya Dokter.
Mereka segera bangkit, menatap dokter dengan harapan namun juga kekhawatiran yang tak bisa terucapkan dengan mudah.
"Kondisi Mr Andre masih kritis. Kami sedang melakukan segala yang kami bisa untuk stabilkan keadaannya. Tapi, perjalanan pemulihannya akan lama."
Wajah mereka merosot, namun mereka berusaha memahami dan menerima kabar yang disampaikan dokter dengan bijak. Mereka tahu bahwa ini adalah ujian besar yang harus dihadapi bersama.
Setelah menerima kabar tersebut, mereka menghabiskan waktu bersama di ruang tunggu. Terkadang ada tawa kecil dan cerita kenangan yang teringat, namun bayangan kekhawatiran selalu mengintai.
Mereka bergantian menjaga di dekat ICU, memberikan semangat dan doa untuk kesembuhan Mr Andre. Kehadiran mereka di sana menjadi penopang bagi satu sama lain.
***
__ADS_1
Beberapa jam berlalu dengan cepat, tetapi setiap detik terasa berat. Mereka tetap bersatu dalam kepercayaan bahwa kesabaran dan doa akan membawa keajaiban.
Di tengah malam yang sunyi, ketika lampu-lampu di lorong-lorong rumah sakit semakin redup, dokter kembali mendatangi mereka dengan berita.
"Ada sedikit perbaikan pada kondisi Mr. Andre. Meskipun masih dalam tahap kritis, tanda-tandanya menunjukkan bahwa tubuhnya mulai merespons perawatan." Dokter memberi kabar.
"Benar, Dok? Syukurlah kalau begitu," ucap mereka semua meskipun keadaan jauh dari kata sehat.
Seketika, mereka merasakan kelegaan yang mendalam. Itu adalah tanda harapan bagi mereka semua bahwa perjuangan Mr Andre belum berakhir.
"Tetaplah bersabar dan terus memberikan dukungan. Doa-doa dan cinta dari keluarga adalah kekuatan terbesar dalam pemulihannya." Dokter menasehati untuk semangat.
"Ya, tentu saja, Dok. Terima kasih atas kerja keras kalian semua."
Dengan hati yang berbunga, mereka mengucapkan terima kasih pada dokter dan kembali ke ruang tunggu, menguatkan tekad untuk tetap bersama dalam perjuangan ini.
Sementara itu, di tempat kejadian.
Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa beberapa CCTV yang berada di jalan sebelum kejadian atau jalanan yang dilalui oleh mobil Mr Andre sebelum kecelakaan.
"Kami akan memeriksa rekaman CCTV untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kejadian ini. Semua saksi juga diminta untuk memberikan laporan resmi di kantor polisi," terang polisi penyidik.
"Tentu, Pak. Saya siap memberikan keterangan lebih lanjut." Saksi, yang seorang pria setengah baya mengangguk.
"Sama, Pak. Saya akan memberikan laporan saya sejelas mungkin," imbuh saksi lainnya.
"Saya juga siap membantu dengan apa yang saya lihat atas kejadian tersebut," timpal yang lain, yang merasa bersimpati.
Petugas Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memeriksa rekaman CCTV. Semua upaya dilakukan untuk mengumpulkan bukti yang cukup untuk menentukan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.
Dan entunya, kecelakaan tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak orang yang mengirimkan doa dan harapan untuk kesembuhan Mr Andre. Beberapa dari mereka, ada juga mengekspresikan kekhawatiran dan keinginan agar penyelidikan berjalan lancar. Semua berharap agar kebenaran segera terungkap.
__ADS_1
Sebenarnya, apa yang terjadi atas kebenaran dari kejadian kecelakaan maut tersebut?