
Di Bogor, Yati mulai menata ruko kecil yang ia beli. Di lantai bawah, akan digunakan untuk toko kecil. Sedangkan lantai atas untuk tempat tinggal dirinya, ayahnya dan ibu Nina. Kebetulan ruko ini ada di pinggir jalan raya, sehingga letaknya strategis.
Keputusan Yati untuk membeli dan merenovasi sebuah ruko kecil di Bogor menunjukkan langkah penting dalam merencanakan masa depannya dan keluarganya. Dia memiliki rencana yang jelas untuk memanfaatkan ruang tersebut secara efektif.
"Ini adalah langkah dan keputusan besar bagi kita. Yati ingin memanfaatkan ruko ini untuk toko kecil di lantai bawah, dan lantai atas akan menjadi tempat tinggal kita."
Wanita itu mengungkapkan rencananya, supaya mereka bisa memiliki usaha meskipun hanya kecil. Tapi itu bisa menjadi kegiatan dan sumber pendapatan mereka di tempat baru ini.
"Ibu, bangga padamu, Mbak Yati. Tuan Wasito juga. Ini adalah bukti betapa keras usahamu membawa kita ke arah yang lebih baik."
Ibu Nina, seakan-akan tahu apa yang ada dalam pemikiran Tuan Wasito. Wanita paruh baya itu mewakili tuan Wasito untuk memberikan dukungannya.
"Ruko ini memiliki lokasi yang bagus, di pinggir jalan raya. Ini pasti akan menarik banyak pelanggan," ungkap Yati, melihat sekeliling.
Tuan Wasito mengangguk setuju dengan perkataan anaknya. Dia tahu, anaknya bisa berpikir kritis.
Setelah semua setuju, Yati mulai mengorganisir dan merenovasi ruko tersebut sesuai dengan rencananya. Dia ingin menciptakan ruang yang nyaman dan fungsional, baik untuk toko kecil maupun untuk tempat tinggal mereka.
Lokasi yang strategis di pinggir jalan raya juga menambah nilai tambah, karena akan memudahkan akses bagi pelanggan yang datang.
'Semua usaha dan kerja kerasku akan terbayar nanti. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk keluargaku,' kata Yati dalam hati.
Dengan semangat dan kerja keras, Yati mulai merintis usahanya di ruko tersebut.
Wanita itu memiliki harapan besar untuk masa depan yang lebih baik dan berusaha mencapai tujuan tersebut dengan penuh tekad.
"Jika aku kekurangan modal, aku bisa menjual mobil. Selain aku tidak mungkin membayar pajak yang terlalu mahal setiap tahunnya, aku bisa memanfaatkan uang hasil penjualan dengan lebih baik setelah nanti membeli mobil pengganti yang tidak semewah mobil ini."
Wanita itu mulai kepikiran untuk menjual mobil mewahnya dan menggantinya dengan mobil biasa menunjukkan. Dia berpikir bijak dalam mengelola sumber daya dan modalnya.
Yati memiliki tujuan yang jelas untuk memanfaatkan nilai asetnya agar lebih sesuai dengan situasi dan kebutuhan keluarganya.
"Mobil mewah ini sebenarnya bukanlah prioritas saat ini. Aku bisa menjualnya dan menggunakan modalnya untuk keperluan yang lebih mendesak."
Dengan menjual mobil mewahnya, Yati berencana untuk mendapatkan tambahan modal yang bisa digunakan untuk membeli mobil biasa dan memenuhi kebutuhan transportasi keluarganya jika pergi kemana-mana.
"Meskipun ini keputusan yang bijak, Mbak Yati harus tetap berpikir hati-hati."
__ADS_1
Bu Nina memperingatkan, memberi nasehat agar wanita itu tetap berhati-hati apalagi ini tempat baru.
"Ya, Bu. Yati akan tetap berhati-hati. Yati ingin mengelola modal dengan lebih efektif agar bisa meraih masa depan yang lebih baik."
Yati dan Bu Nina, sering bertukar pandangan atau pikiran, sebab ini juga untuk mereka bersama.
Walaupun Ibu Nina tidak memiliki hubungan darah dengan Yati, tapi kedekatan mereka sudah seperti layaknya seorang ibu dan anak.
Kebijaksanaan dan pemikirannya yang maju, membuat Yati merasa nyaman dengan usulan-usulan yang diberikan oleh ibu Nina.
Yati mengambil segala keputusan finansial yang sesuai dengan situasi dan prioritas saat ini, dengan meminta saran. Dia siap beradaptasi dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan usaha dan kesejahteraan mereka bersama.
Setelah berpikir masak-masak, Yati memutuskan untuk menawarkan mobilnya melalui beberapa lapak media sosial. Ini adalah langkah terbaik yang cerdas, karena dapat memperluas jangkauan tawarannya kepada calon pembeli potensial.
"Mobil mewah seperti ini jarang ada peminatnya karena meskipun second, harganya tetap mahal. Setidaknya jika aku menawarkan di media sosial, peminat mobil mewah di seluruh indonesia bisa melihat. Siapa tahu, calon pembelinya justru berada di luar daerah ini.
"Jadi, Media sosial bisa menjadi cara yang baik untuk menjangkau lebih banyak orang yang mungkin tertarik dengan mobil ini."
Begitulah wanita itu berpikir. Dengan cara ini, Yati dapat menghubungi calon pembeli secara langsung melalui platform media sosial. Dia bisa memberikan informasi tentang mobilnya, gambar-gambar yang menjelaskan kondisi mobil, serta menawarkan kesempatan kepada mereka yang berminat untuk membeli.
..."Halo, saya ingin menawarkan mobil mewah saya yang masih dalam kondisi bagus. Jika Anda tertarik atau memiliki pertanyaan, silakan hubungi saya."...
Langkah ini dapat membantunya mencari pembeli potensial dan mendapatkan tawaran yang menguntungkan.
Sayangnya, keadaan semakin rumit ketika penawaran mobil mewah Yati di media sosial ternyata mengundang perhatian yang tidak diinginkan.
Identitas dan lokasi mobil tersebut dengan cepat terdeteksi oleh pihak yang tertarik. Dalam waktu singkat, kabar tentang penjualan mobil mewah ini mencapai telinga Mr. Ginting melalui sumber-sumber yang dipercayainya.
"Mobil itu tidak sembarang mobil, jadi mobil itu bisa menjadi GPS yang tepat."
Mr Ginting tentu saja merasa senang mendapatkan kabar ini. Dua pikir, selama ini Yati berada di daerahnya sendiri karena mobil itu tetap membayar pajak di daerahnya sendiri.
Dengan koneksi dan sumber daya yang dimilikinya, Mr Ginting tentu memiliki akses kepada informasi yang luas dan kemampuan untuk melacak dengan sangat baik.
"Aku harus menemui Mis Yeti segera, dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak boleh mengandalkan informasi dari orang lain saja."
Setelah mengetahui kebenaran tentang penawaran mobil mewah Yati, Mr. Ginting merasa ingin segera pergi ke Bogor. Namun, keterikatannya pada kunjungan dan perjalanan bisnis yang belum selesai menjadi hambatan.
__ADS_1
"Aku ingin pergi ke Bogor sekarang juga. Tapi aku tidak bisa meninggalkan urusan bisnis yang belum selesai begitu saja," gumam Mr Ginting dengan memejamkan matanya pasrah.
Dalam situasi ini, Mr. Ginting memutuskan untuk mengambil langkah alternatif. Dia memerintahkan seseorang untuk mengawasi Yati dan situasi di sekitar penawaran mobil, serta berpura-pura tertarik untuk membeli mobil tersebut.
"Pastikan seseorang tetap mengawasi dan mengumpulkan informasi lebih lanjut. Berikan penawaran bagaimanapun caranya pada mobil itu, untuk mendapatkan berita atau informasi tentang apa yang sedang terjadi."
Mr Ginting, memberikan perintah kepada salah satu dari orangnya yang dipercaya.
Langkah ini memberikan Mr Ginting peluang untuk tetap memantau situasi dari jauh sambil menyelesaikan urusan bisnisnya.
Pria itu berusaha mengambil langkah-langkah yang cerdas untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan sebelum akhirnya menghadapi mis Yeti nanti.
Mr. Ginting akan terus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Selain mengawasi Yati dan situasi seputar tempat tinggal wanita itu, ia akan berpura-pura memberikan penawaran mobil.
Dia juga memerintahkan seseorang untuk menyelidiki kegiatan istrinya, Alisa, yang saat ini berada di Indonesia.
"Saya ingin kamu mengumpulkan informasi tentang kegiatan Alisa di Indonesia. Apa yang dia lakukan di sini dan siapa yang dia temui."
"Baik, Mr Ginting?"
Dengan melakukan penyelidikan ini, Mr. Ginting berusaha untuk menggali lebih dalam tentang tujuan sebenarnya di balik kedatangan Alisa ke Indonesia. Koneksi dan sumber dayanya yang luas membantunya dalam melakukan langkah-langkah ini.
'Aku harus tahu apa yang Alisa lakukan di sini. Apakah benar dia memiliki pekerjaan atau ini ada hubungan dengan aku atau alasan lain yang membuatnya datang?'
Mr. Ginting ingin mengetahui kebenaran di balik situasi ini. Tindakan ini hanya untuk memastikan saja.
Keputusan Mr Ginting untuk menyelidiki kegiatan Alisa dan tidak tanduk Alisa, karena ia tidak ingin istrinya ikut campur dengan urusannya. Apapun itu!
Pria itu memang tidak pernah percaya atau ragu dengan segala sesuatu yang dilakukan sang istri. Apalagi jika berhubungan dengan hubungan mereka sebagai suami istri. Sikap ini muncul karena Mr Ginting merasa bahwa, Alisa mungkin memiliki motif atau tujuan tertentu yang berbeda dari yang dia ketahui.
"Aku tidak ingin Alisa ikut campur dalam urusanku. Mungkin ada sesuatu yang tidak aku ketahui," ujarnya berasumsi.
Keputusan dan sikap Mr Ginting untuk bertindak tegas pada Alisa, di dorong oleh aturan perjanjian pra-nikah mereka.
Pria itu tidak pernah percaya, apalagi seseorang sudah memberitahu bahwa Alisa memiliki motif tertentu akhir-akhir ini, sehingga bersikap baik dengannya.
"Aku tidak akan ragu untuk bertindak tegas jika Alisa melanggar aturan yang telah disepakati sebelumnya," katanya dengan tangan mengepal.
__ADS_1
Dari tempatnya berdiri, diam-diam Biyan selalu mengawasi gerak-gerik Mr Ginting.
'Apa yang membuatnya terlihat marah?' tanya pemuda itu dengan wajah datar.