Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Tidak Boleh Gagal


__ADS_3

Beberapa minggu setelah kembali dari Singapura, Biyan dan Yati yang belum lepas dari masa duka, mulai merencanakan kembali acara lamaran mereka. Namun, mereka mulai merasakan adanya kendala dan hambatan yang tidak terduga.


Beberapa vendor yang mereka hubungi untuk menyediakan layanan untuk acara lamaran mulai menghadapi masalah teknis, dari gangguan jaringan hingga penundaan pengiriman barang. Hal ini menimbulkan kecemasan dan frustrasi bagi Biyan dan Yati, yang ingin agar acara berjalan dengan lancar.


Sementara itu, orang-orang yang dipekerjakan oleh Mr. Akihiko mulai bergerak untuk menggagalkan rencana lamaran tersebut. Mereka mencoba mempengaruhi beberapa rekan bisnis Biyan dan Yati untuk membatalkan kontrak mereka.


"Sabar. Biasanya, acara seperti ini itu memang selalu ada halangan. Itu adalah ujiannya," kata Mr Andre, menasehati.


"Ya, Mr. Tapi, mereka sudah tahu kalau kita memang mundur sebab ada alasan yang sangat mendesak." Biyan, merasa kecewa.


"Sabar, Biyan. Kita, tidak boleh tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak baik."


Biyan dan Yati mulai merasa tekanan dari berbagai arah. Mereka menyadari bahwa Semua ini memang cobaan, tapi rasa kecewa tetao saja ada. Namun, mereka tidak mau menyerah begitu saja. Mereka memutuskan untuk meningkatkan keamanan dan melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap semua vendor dan kontraktor yang terlibat dalam persiapan acara lamaran.


Tiba-tiba, satu orang pekerja di rumah Yati masuk. Orang tersebut menyampaikan kabar yang baru saja diterimanya.


"Permisi, Mbak Yati."


"Ya, ada apa, pak lek?" tanya Yati, yang terbiasa memanggil semua karyawannya dengan sebutan "pak lik".


"Mbak Yati, niku ... emhhh, pihak kepolisian sudah menetapkan dua tersangka dan dua orang lainnya yang ikut andil dalam kebakaran ruko."


Yati terkejut dan menatap ke arah Biyan serta Mr Andre secara bergantian, seakan-akan meminta pendapat.


Mr Andre, tampak menggangguk mengerti. Buatan juga sama, dan mereka sepakat untuk datang ke kantor polisi. Mereka ingin tahu, apakah semua berita itu benar atau hanya angin lalu.


Di kantor polisi, Biyan, Yati, dan Mr Andre duduk di ruang interogasi yang sederhana namun serius. Ketegangan terasa di udara, dan semuanya menunggu petugas untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.


"Selamat siang, Pak."


"Bagaimana, Pak. Apakah informasi itu, benar?" tanya Yati, langsung pada intinya.


"Selamat siang, terima kasih sudah datang. Kami sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus kebakaran ruko milik Tuan Wasito. Mereka adalah ... "

__ADS_1


Petugas melanjutkan dengan memberikan nama-nama tersangka dan sedikit latar belakang mereka. Semuanya terdiam mendengar informasi itu. Yati memandang Biyan dengan ekspresi campur aduk, mencari kepastian di matanya.


Biyan membalas tatapan Yati dengan keyakinan. Mereka telah bersama-sama melewati banyak rintangan, dan mereka akan menghadapi tantangan ini bersama.


Setelah pertemuan di kantor polisi, mereka kembali ke rumah Tuan Wasito. Suasana hening terasa di sepanjang perjalanan. Mereka tahu bahwa ini adalah ujian berat, dan mereka harus bekerja sama untuk menemukan kebenaran di balik kebakaran itu.


Sampai di rumah, mereka berkumpul untuk membahas langkah selanjutnya. Semuanya sepakat untuk mencari tahu lebih lanjut tentang para tersangka dan memastikan bahwa keadilan akan dilakukan.


"Kita harus bekerja sama dalam hal ini. Kita tidak boleh membiarkan para pelaku lolos dari hukuman," tegas Mr Andre, yang akan membantu secara tuntas.


Yati mengangguk setuju, menguatkan tekad mereka untuk menemukan kebenaran dari motif para pelaku.


"Kita akan mencari kebenaran, dan memastikan almarhum ayah, mendapatkan keadilan yang pantas."


Mereka semua mengangguk setuju, menunggu bagaimana proses penyidikan dan hukum berlanjut.


Ting!


Ponsel Mr Andre, menampakkan notifikasi pesan. Tapi, pesan itu adalah pesan email, bukan pesan teks biasa.


"Maaf, saya permisi sebentar." Mr Andre, pamit pergi.


"Iya, terima kasih, Mr Andre."


Yati dan Biyan, sama-sama mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Mr Andre.


"Sama-sama. Kalian, sudah ku anggap sebagai anak, jadi tidak perlu sungkan."


Setelahnya, Mr Andre pergi. Masuk ke dalam kamar khusus di rumah besar Tuan Wasito ini, yang sudah dipersiapkan untuknya.


Ternyata, Mr Andre, mulai memobilisasi tim terlatihnya untuk melakukan penyelidikan secara rahasia. Mereka bekerja di balik layar, mencoba untuk mengumpulkan informasi tentang siapa sebenarnya yang berada di balik kebakaran itu. Mereka menggali jejak-jejak yang mungkin terlewatkan oleh polisi atau tidak terlacak oleh pihak berwenang.


Timnya bekerja dengan cermat, mengumpulkan bukti dan mencoba menghubungkan titik-titik tersembunyi di balik insiden itu. Mr Andre sendiri terlibat secara langsung, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki alasan dan tujuan yang jelas.

__ADS_1


"Saya harap email tadi dapat diterima dengan aman dan dirahasiakan dengan baik. Kalian, tidak boleh mengambil risiko dengan metode komunikasi konvensional saat ini."


Mr Andre, menghubungi orangnya secara langsung untuk memberikan peringatan. Sebab komunikasi mereka harus melalui email supaya tidak diketahui oleh orang lain.


"Siap, Mr Andre!"


"Seperti yang Anda tahu, kita sedang menyelidiki kasus kebakaran ruko milik Tuan Wasito. Saya butuhkan laporan terbaru dari setiap perkembangan. Jangan memberi tahu siapapun, termasuk Biyan dan Yati, tentang kegiatan ini."


"Baik, sesuai instruksi Anda, Mr Andre."


"Saya percaya keahlian dan keprofesionalan kalian semua. Kerja sama ini akan sangat menentukan untuk memastikan kebenaran terungkap. Saya ingin memastikan dalang dari pelaku, bukan hanya pelaku yang ada di lapangan!"


Pria itu, memberikan penekanan setiap perintah yang ia berikan. Ia terbiasa selalu berhasil sehingga tidak pernah menerima laporan tentang kegagalan.


"Pasti, Mr."


"Harap sampaikan laporan Anda melalui email, dan ingat! hanya kepada saya. Saya akan memantau perkembangan dari sini."


Sekali lagi, Mr Andre memberikan pesan dan penekanan dari setiap kalimatnya. Ia, mau semuanya sempurna.


"Baik, sesuai dengan keinginan dan instruksi Anda, Mr Andre."


"Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras Anda," ucap Mr Andre, mengakhiri percakapan mereka.


Klik!


Setelahnya, Mr Andre memeriksa email kemudian mengirim pada Tim yang bekerja untuknya.


"Aku, pastikan yang terbaik untukmu, Tama." Mr Andre, bergumam sambil mengetik sesuatu di layar ponselnya.


Sementara itu, Biyan dan Yati terus berusaha mencari kebenaran dari sisi mereka. Mereka tidak menyadari bahwa Mr. Andre juga memiliki agenda tersembunyi. Mereka mempercayainya sepenuhnya, tidak menyadari bahwa ada rencana tersembunyi yang sedang berlangsung di belakang layar.


Rencana tersembunyi Mr Andre ini akan menjadi elemen kunci dalam mengungkap kebenaran di balik kebakaran ruko milik Tuan Wasito.

__ADS_1


Namun, apakah rencana ini akan membawa mereka lebih dekat ke kebenaran atau justru akan membawa mereka ke arah yang tidak terduga?


Hanya waktu yang akan memberitahu.


__ADS_2